
Kera emas dan pemimpin pasukan sama-sama terdorong sejauh lima langkah sebelum berhasil menstabilkan diri
Mengetahui hasil tersebut, warna kejutan melintas di mata kera raksasa tersebut
Namun berbeda dengan kejutan kera raksasa, pemimpin pasukan justru menghela nafas dan bergumam pada dirinya sendiri "Sepertinya aku benar-benar sudah tua "
Bukannya pemimpin pasukan menyombongkan diri, namun ketika ia berada di masa jayanya, kekuatan yang dimiliki pria tua tersebut memang jauh lebih unggul dari pada kera raksasa dihadapannya ini
Tapi karena usianya sudah sangat sepuh, di tambah dengan kurangnya pelatihan ilmu silat yang dilakukannya selama dalam pengasingan, sehingga kekuatannya menurun cukup jauh dan membuatnya harus puas bisa bermain imbang dengan kera raksasa tersebut
***
Sementara pemimpin pasukan dan kera emas sudah mulai kembali bertarung
Tidak jauh dari sana, Yu Lian sedang kewalahan menghadapi singa berkepala dua
Sebagai seorang ahli panah, kerugian terbesar wanita cantik tersebut adalah serangan jarak dekat, sehingga ia sangat dirugikan dalam pertempuran melawan singa berkepala dua tersebut
Beberapa kali Yu Lian berusaha mengambil jarak, namun sepertinya siluman tersebut mengetahui maksud dari tindakan yang dilakukan wanita cantik yang menjadi lawannya, sehingga siluman tersebut terus mengikuti dan tidak memberikan kesempatan kepada Yu Lian untuk mengambil jarak sama sekali
Yu Lian berdecak kesal dan mengaitkan busur ke bahunya sebelum ia mengeluarkan sebuah jarum perak dari balik jubahnya
Sebagai seorang ahli pengobatan yang sangat tersohor, kemampuan Yu Lian dalam mengendalikan jarum perak jelas tidak diragukan lagi, sehingga ketika wanita cantik tersebut menggunakan jarum perak sebagai alat untuk menyerang
Kekuatan dan keakuratannya tidak kalah dengan para pendekar yang terbiasa menggunakan senjata tersembunyi
Jarum perak yang ada di tangan Yu Lian melesat menuju singa berkepala dua dengan sangat cepat, sehingga membuat siluman tersebut terlambat bereaksi dan membuat jarum perak tersebut tepat mengenai dirinya
Namun meskipun demikian, tubuh singa berkepala dua sangat keras dan berkembang, sehingga jarum perak milik Yu Lian hanya berhasil menembus satu inci dagingnya dan tidak bergerak lebih jauh
Singa berkepala dua mengeluarkan auman yang sangat kencang setelah mengetahui jarum perak milik lawannya berhasil menembus pertahanannya
Meskipun tidak berhasil melukai siluman berkepala dua tersebut, namun serangan Yu Lian berhasil memprovokasi siluman tersebut dan membuatnya mulai jauh lebih aktif untuk menyerang Yu Lian
Beberapa kali Yu Lian hampir terkena serangan mengancam jiwa dari siluman tersebut
Untungnya pengalaman dan insting pertempuran wanita cantik tersebut juga tidak rendah, sehingga beberapa kali gerakan alam bawah sadarnya berhasil menyelamatkan disaat-saat kritis
Namun meskipun berhasil menyelamatkan nyawanya, Yu Lian tidak benar-benar berhasil menghindari serangan dari singa berkepala dua dengan sempurna, sehingga tubuhnya mulai dipenuhi luka dan bekas cakaran
Tepat ketika pertarungan semakin tidak seimbang karena Yu Lian telah menerima banyak luka dan kehilangan tenaga dalam
Sebuah aura pedang yang sangat panas tiba-tiba muncul dan mengenai singa berkepala dua, sehingga membuat gerakan siluman tersebut terhenti dan Yu Lian bisa mengambil jarak yang cukup jauh sambil menarik nafas lega
__ADS_1
Yu Lian melirik ke sumber aura pedang, melihat seorang pria paruh baya yang melepaskan momentum tajam dari tubuhnya, wanita cantik tersebut menghela nafas lega
Karena pendekar tersebut adalah pria paruh baya bermarga Yan yang merupakan salah satu Pendekar Kaisar dengan nama yang cukup tersohor di dunia persilatan dengan julukan Pendekar Pedang Api
Meskipun diketahui bahwa pria paruh baya tersebut adalah seorang Pendekar Kaisar, namun menurut rumor yang beredar, pria paruh baya tersebut hanya selangkah lagi mencapai tingkat Pendekar Suci, sehingga Yu Lian cukup yakin bahwa kekuatan pria paruh baya tersebut bisa bersaing dengan singa berkepala dua tersebut
***
"Terima kasih senior " Yu Lian berkata ke arah pria paruh baya tersebut
Pendekar Pedang Api mengangguk sambil menjawab "Serahkan sisanya kepadaku, Dewi Obat "
"Baiklah " Yu Lian balas mengangguk dan segera melompat untuk menjauh dari tempat tersebut
Melihat kepergian wanita cantik tersebut, Pendekar Pedang Api mengalihkan perhatiannya ke arah singa berkepala dua sambil menggenggam pedangnya dengan erat, sehingga membuat pedang yang ada di tangannya berkobar dengan api yang berwarna merah menyala
Merasakan suhu disekitarnya ikut meningkat, pria paruh baya tersebut tidak terganggu dan justru tersenyum sambil bergumam pelan
"Jangan mengecewakan, siluman kepala ganda"
...
Kera emas dan pemimpin pasukan sama-sama terdorong sejauh lima langkah sebelum berhasil menstabilkan diri
Mengetahui hasil tersebut, warna kejutan melintas di mata kera raksasa tersebut
Namun berbeda dengan kejutan kera raksasa, pemimpin pasukan justru menghela nafas dan bergumam pada dirinya sendiri "Sepertinya aku benar-benar sudah tua "
Bukannya pemimpin pasukan menyombongkan diri, namun ketika ia berada di masa jayanya, kekuatan yang dimiliki pria tua tersebut memang jauh lebih unggul dari pada kera raksasa dihadapannya ini
Tapi karena usianya sudah sangat sepuh, di tambah dengan kurangnya pelatihan ilmu silat yang dilakukannya selama dalam pengasingan, sehingga kekuatannya menurun cukup jauh dan membuatnya harus puas bisa bermain imbang dengan kera raksasa tersebut
***
Sementara pemimpin pasukan dan kera emas sudah mulai kembali bertarung
Tidak jauh dari sana, Yu Lian sedang kewalahan menghadapi singa berkepala dua
Sebagai seorang ahli panah, kerugian terbesar wanita cantik tersebut adalah serangan jarak dekat, sehingga ia sangat dirugikan dalam pertempuran melawan singa berkepala dua tersebut
Beberapa kali Yu Lian berusaha mengambil jarak, namun sepertinya siluman tersebut mengetahui maksud dari tindakan yang dilakukan wanita cantik yang menjadi lawannya, sehingga siluman tersebut terus mengikuti dan tidak memberikan kesempatan kepada Yu Lian untuk mengambil jarak sama sekali
Yu Lian berdecak kesal dan mengaitkan busur ke bahunya sebelum ia mengeluarkan sebuah jarum perak dari balik jubahnya
__ADS_1
Sebagai seorang ahli pengobatan yang sangat tersohor, kemampuan Yu Lian dalam mengendalikan jarum perak jelas tidak diragukan lagi, sehingga ketika wanita cantik tersebut menggunakan jarum perak sebagai alat untuk menyerang
Kekuatan dan keakuratannya tidak kalah dengan para pendekar yang terbiasa menggunakan senjata tersembunyi
Jarum perak yang ada di tangan Yu Lian melesat menuju singa berkepala dua dengan sangat cepat, sehingga membuat siluman tersebut terlambat bereaksi dan membuat jarum perak tersebut tepat mengenai dirinya
Namun meskipun demikian, tubuh singa berkepala dua sangat keras dan berkembang, sehingga jarum perak milik Yu Lian hanya berhasil menembus satu inci dagingnya dan tidak bergerak lebih jauh
Singa berkepala dua mengeluarkan auman yang sangat kencang setelah mengetahui jarum perak milik lawannya berhasil menembus pertahanannya
Meskipun tidak berhasil melukai siluman berkepala dua tersebut, namun serangan Yu Lian berhasil memprovokasi siluman tersebut dan membuatnya mulai jauh lebih aktif untuk menyerang Yu Lian
Beberapa kali Yu Lian hampir terkena serangan mengancam jiwa dari siluman tersebut
Untungnya pengalaman dan insting pertempuran wanita cantik tersebut juga tidak rendah, sehingga beberapa kali gerakan alam bawah sadarnya berhasil menyelamatkan disaat-saat kritis
Namun meskipun berhasil menyelamatkan nyawanya, Yu Lian tidak benar-benar berhasil menghindari serangan dari singa berkepala dua dengan sempurna, sehingga tubuhnya mulai dipenuhi luka dan bekas cakaran
Tepat ketika pertarungan semakin tidak seimbang karena Yu Lian telah menerima banyak luka dan kehilangan tenaga dalam
Sebuah aura pedang yang sangat panas tiba-tiba muncul dan mengenai singa berkepala dua, sehingga membuat gerakan siluman tersebut terhenti dan Yu Lian bisa mengambil jarak yang cukup jauh sambil menarik nafas lega
Yu Lian melirik ke sumber aura pedang, melihat seorang pria paruh baya yang melepaskan momentum tajam dari tubuhnya, wanita cantik tersebut menghela nafas lega
Karena pendekar tersebut adalah pria paruh baya bermarga Yan yang merupakan salah satu Pendekar Kaisar dengan nama yang cukup tersohor di dunia persilatan dengan julukan Pendekar Pedang Api
Meskipun diketahui bahwa pria paruh baya tersebut adalah seorang Pendekar Kaisar, namun menurut rumor yang beredar, pria paruh baya tersebut hanya selangkah lagi mencapai tingkat Pendekar Suci, sehingga Yu Lian cukup yakin bahwa kekuatan pria paruh baya tersebut bisa bersaing dengan singa berkepala dua tersebut
***
"Terima kasih senior " Yu Lian berkata ke arah pria paruh baya tersebut
Pendekar Pedang Api mengangguk sambil menjawab "Serahkan sisanya kepadaku, Dewi Obat "
"Baiklah " Yu Lian balas mengangguk dan segera melompat untuk menjauh dari tempat tersebut
Melihat kepergian wanita cantik tersebut, Pendekar Pedang Api mengalihkan perhatiannya ke arah singa berkepala dua sambil menggenggam pedangnya dengan erat, sehingga membuat pedang yang ada di tangannya berkobar dengan api yang berwarna merah menyala
Merasakan suhu disekitarnya ikut meningkat, pria paruh baya tersebut tidak terganggu dan justru tersenyum sambil bergumam pelan
"Jangan mengecewakan, siluman kepala ganda"
...
__ADS_1