Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Patriark Duri Darah


__ADS_3

“Apakah menurutmu orang itu juga akan mengejarmu ?” Zhou Yu bertanya dengan pelan


Disisi lain, Chyou mengerutkan keningnya dan berkata “Maksudmu Patriark Duri Darah ?. aku ingin percaya orang itu tidak akan mengejarku karena kekuatan yang dimilikinya sudah sangat kuat. Tapi aku tidak mungkin melupakan seberapa hebat keserakahan manusia, terutama mereka yang berasal dari Aliran Hitam, sehingga aku yakin cepat atau lambat kita akan bertemu dengannya “


Zhou Yu setuju dengan ucapan wanita tersebut. Karena jangankan para pendekar dari Aliran Hitam yang terbiasa melakukan segala sesuatu yang menyimpang


Para pendekar Aliran Putih sekalipun tidak akan ragu untuk saling bunuh dan saling serang jika mereka tahu keberadaan dan kekuatan pedang tersebut


“Aku tidak yakin seberapa kuat Pendekar Suci Gerbang Pertama. Tapi yang pasti dengan kondisiku sekarang, dapat di pastikan bahwa kita tidak akan berakhir baik jika kita bertemu dengannya “ Zou Yu berkata dengan nada rendah sambil berdiri dari tempat duduknya


Chyou mengangguk setuju sebelum kemudian bertanya “Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang “


“Menghindari pusat perhatian “ Jawab pemuda bertopeng tersebut dengan singkat


...


7 hari kemudian


Di sebuah bukit kecil

__ADS_1


Zhou Yu dan Chyou terlihat tengah membakar beberapa ekor ayam hutan di atas perapian


Chyou mengambil seekor ayam hutan yang terlihat matang sebelum kemudian menggigitnya


Wanita tersebut kemudian menarik nafas dan berkata “Akan bagus jika ada arak disini “


“Arak ?” Zhou Yu ikut mengambil salah satu ayam hutan sebelum bertanya “Apa kau menyukainya ?”


“Tentu saja” Chyou mengangguk dan balik bertanya “Sebagai seorang pendekar. Bagaimana mungkin aku bisa tidak menyukai arak ?“


Mendengar kalimat tersebut, Zhou Yu tidak mengatakan apapun dan hanya menggigit ayam panggang yang ada di tangannya dengan tenang


“Apakah aku harus menyukainya ?” Zhou Yu bertanya dengan tenang


“Jadi kau benar-benar tidak menyukai arak” Chyou menatap pemuda bertopeng tersebut dengan tidak percaya sebelum berkata “Bagaimana pun arak adalah ciri khas bagi para pendekar. Bahkan dewa terkuat di dunia persilatan mendapatkan gelar Dewa Mabuk yang membuktikan seberapa hebat pengaruh arak di dunia persilatan “


“Jangan menyesatkan orang “ Zhou Yu kembali menggigit ayam di tangannya dan berkata


“Gelar Dewa Mabuk tidak membuktikan seberapa besar pengaruh arak di dunia persilatan, tapi memberitahu orang betapa dalam dan tidak terduganya dunia persilatan. Bahkan orang yang pikirannya bingung sekalipun bisa bertarung dan mungkin membunuh, karena itu, siapapun yang ada di dunia persilatan harus selalu waspada dan hati-hati “

__ADS_1


Chyou terlihat tidak setuju, namun sebelum wanita tersebut bisa berdebat, sebuah suara tiba-tiba muncul dan menyela ucapannya


“Anak muda itu benar. Dunia persilatan sangat berbahaya, jika tidak berhati-hati dan lengah sekali saja. Mungkin nyawa yang menjadi taruhannya “


Chyou terkejut dan melirik ke sumber suara


Disisi lain, Zhou Yu terlihat acuh tak acuh sehingga membuat pemilik suara tadi kembali berkata “Sepertinya kau memang tidak sederhana anak muda. tidak heran jika kau bisa memaksa kedua Pendekar Suci itu untuk mundur "


Zhou Yu masih tidak bergeming dan terus menyantap ayam di tangannya dengan tenang setelah mendengar kalimat tersebut


Menghadapi sikap tidak peduli tersebut, pemilik suara tadi tidak terlihat marah ataupun menunjukkan ketidaksabaran. Ia justru berjalan mendekat dan duduk tidak jauh dari keduanya


Melalui penerangan yang tidak sengaja tercipta dari api unggun dihadapan keduanya, sosok pemilik suara tadi terungkap


Pemilik suara tersebut ternyata merupakan seorang pria tua yang sangat kurus. Dari kerutan dan penampilan lainnya, Zhou Yu menduga bahwa pria tua tersebut berusia sekitar 70-80 tahunan


Sementara itu, Chyou yang melihat penampilan pria tua tersebut terlihat terkejut dan berkata “Patriark Duri Darah “


...

__ADS_1


__ADS_2