
Zhou Yu membeku di tepi sungai untuk beberapa saat
Ia kemudian melirik ke tempat dimana Long Aoutian menghilang di kegelapan malam dengan tatapan rumit
Perkataan Long Aoutian terus terngiang dikepalanya
Harus Zhou Yu akui, perkataan Long Aoutian seperti air pasang yang menerobos pertahanan tentang apa yang berusaha ia sangkal selama ini
Zhou Yu mendongkak dan menatap bulan sambil menghela nafas
Ia kemudian bergumam pelan "Berkat adalah kebaikan dan kutukan tidak bisa dihindari "
"Entah itu berkat atau kutukan, aku akan menerimanya dengan tangan terbuka, karena semuanya tidak akan mempengaruhiku "
Setelah mengatakan hal tersebut, Zhou Yu melompat dan menghilang di kegelapan malam
***
Keesokan harinya, seluruh Desa Luo dipenuhi hiruk-pikuk
Seluruh pasukan bergegas menyiapkan segela peralatan untuk menghadapi pertempuran besar setelah sarapan bersama
Di sebuah balkon rumah kepala desa, terlihat empat sosok muda sedang memperhatikan seluruh hiruk-pikuk dengan tenang
Keempatnya adalah kapten dari empat pasukan berbeda yang mendapatkan tugas untuk memimpin pasukan di medan perang kelima
Salah satu pemuda terlihat tampan dan cerah, meskipun masih jauh lebih buruk dari Zhou Yu, namun secara keseluruhan pemuda tersebut sangat mencolok dan menyenangkan mata
Pemuda tersebut terlihat berusia 17-18 tahun, ia mengenakan jubah hijau terang dengan pedang yang digantungkan di pinggangnya
__ADS_1
Dengan alis pedang dan tempramen luar biasa membuat tampilan pemuda tersebut memiliki sentuhan lembut dan bisa diandalkan
Pemuda tersebut bernama Cao Feng, seorang murid inti dari Sekte Gunung Kunlun
Sementara disamping kanan Cao Feng adalah seorang pemuda dengan kepala botak yang mengenakan jubah kuning dan tongkat besi di punggungnya
Pemuda berkepala botak tersebut terlihat sederhana dan memiliki tempramen yang sangat damai dan tenang
Pemuda berkepala botak tersebut adalah Kang Jian, seorang murid dari Kuil Shaolin
Berbeda dengan tempramen tenang dan damai Kang Jian
Pemuda di samping kiri Cao Feng memikili tempramen yang tajam dan berbahaya
Pemuda tersebut mengenakan jubah biru dengan tombak di tangannya
Matanya terlihat tajam seperti elang, dengan tempramen dan luka goresan kecil pipinya membuat penampilan pemuda tersebut terlihat heroik
Karena dia adalah cucu dari Patriark Sekte Tombak Petir dan salah satu dewa di dunia persilatan, He Hongsen
Mungkin dari keempat pendekar muda tersebut, yang dapat membandingkan identitas mereka dengan He Haoran hanyalah Yin Yue yang berdiri di bagian paling samping
***
"Apakah kita benar-benar berperang dengan mereka secara terbuka ? bukankah lebih baik bagi kita untuk memanfaatkan tembok desa sebagai pertahanan dan memukul mundur mereka secara perlahan ?" Yin Yue berkata sambil menatap hiruk-pikuk di bawah
"Sepertinya, setelah sekian lama tidak bertemu, keberanian Nona Yin menjadi sangat menyedihkan " He Haoran mendengus
"Apa yang anda tahu ? " Yin Yue balik mendengus "Apakah anda pikir semua orang seperti anda ? orang yang hanya tahu cara bertarung tanpa memikirkan konsekuensinya "
__ADS_1
He Haoran menatap Yin Yue dengan marah, namun sebelum ia bisa membalas perkataan gadis tersebut, Cao Feng menepuk pundaknya
"Jangan menganggap perkataan Nona Yin dengan serius " Cao Feng berkata sambil tersenyum "Apa yang di maksud Nona Yin sebenarnya baik, dia hanya berusaha meminimalkan korban jiwa yang akan terjadi "
He Haoran menatap sambil melepaskan tangan Cao Feng dan berkata "Tidak perlu mengajariku, apa kau pikir aku bodoh ?"
Sebagai orang dengan identitas paling tinggi, ditambah dengan kekuatan yang luar biasa, He Haoran memiliki sifat yang sombong, jauh dari tulangnya
Sehingga meskipun Cao Feng merupakan murid inti dari Sekte Gunung Kunlun, ia tidak berniat menyerah sedikit pun, karena identitas Cao Feng lebih rendah darinya
Cao Feng tertegun, kemudian tersenyum canggung, namun tidak marah sama sekali
Meskipun ia tidak takut pada He Haoran, Cao Feng tidak ingin bertarung dengan pemuda sombong tersebut, karena ia tidak ingin adanya perpecahan dalam situasi saat ini
"Amithaba, buddha berwelas asih " Kang Jian berkata dengan mata tertutup "Kekuatan akan menghilang, kehidupan manusia akan berakhir, kesombongan hanya akan menjerumuskan kita pada kemalangan, Amithaba "
He Haoran menatap tajam Kang Jian, setelah mendengar perkataan pemuda berkepala botak tersebut, kemudian mendengus dingin
Meskipun sombong, He Haoran tidak bodoh
Identitasnya hanyalah sebuah nama, sementara ketiganya memiliki kekuatan nyata
Jika ia benar-benar menyinggung ketiganya sekaligus, akhirnya tidak akan baik, bahkan latar belakangnya kemungkinan besar tidak akan berguna pada saat itu
Merasakan situasi memalukan, Cao Feng cepat mengalihkan topik pembicaraan "Nona Yin, apakah pemuda itu mengikuti pasukan anda ? siapa namanya ? Zhou Yu kan ? "
Yin Yue mengangguk dan menjawab "Ya, dia juga wakil kapten dari pasukan 4 di sini "
"Benarkah? " Cao Feng menaikan alisnya dan berkata dengan penuh minat "Aku sudah lama mendengar namanya, tapi belum pernah bertemu secara langsung, kenapa anda tidak mengundangnya untuk datang kemari.."
__ADS_1
"Orang ini terlalu tertutup, sepanjang perjalanan ke sini, dia hanya berkata beberapa kalimat, aku tidak yakin dia akan datang" Yin Yue berkata dengan alis berkerut
Setelah mengatakan itu, Yin Yue tiba-tiba teringat kejadian kemarin malam