
'Jurus Pedang Racun-Duri Kematian'
Gu Qingshan membuat gerakan menusuk berkali-kali ke arah Ming An
Niat pedang bersama dengan gas berwarna hijau keluar dari setiap serangannya
Ming An melompat mundur beberapa kali, namun wajahnya masih tidak berubah
Ia kemudian mengulurkan tangan dan menarik salah satu pedang yang tersarung rapi di punggungnya
Niat pedang yang sangat luar biasa tiba-tiba keluar, bertepatan dengan pedang Ming An terlepas dari sarungnya
Udara di sekitarnya pun terasa dicabik-cabik akibat niat pedang tersebut
Tanpa membuat gerakan yang berlebihan, Ming An kemudian menebaskan pedangnya ke arah Gu Qingshan
Niat pedang yang sangat tajam melesat ke arah Gu Qingshan dan bertabrakan dengan jurus yang baru saja dikeluarkan pria paruh baya tersebut
Ketika serangan keduanya bertabrakan, jurus Gu Qingshan hancur dan menghilang menuju ketiadaan
Sementara niat pedang Ming An hanya sedikit melemah dan terus melaju ke arah Gu Qingshan
Wajah Gu Qingshan berubah, ia kemudian berteriak keras sambil menebaskan pedangnya beberapa kali untuk menghentikan niat pedang tersebut
Setelah berhasil menghentikan niat pedang tersebut, Gu Qingshan menarik nafas dingin
__ADS_1
Butuh banyak upaya untuk menghentikan niat pedang yang dilepaskan secara santai oleh Ming An, membuat Gu Qingshan mulai meragukan kemampuannya sendiri
Setelah pergulatan batin sejenak, Gu Qingshan memegang bekas luka di wajahnya, kemudian wajahnya berangsur-angsur semakin dingin
Seolah melupakan niat pedang mengerikan yang baru saja ia hadapi, Gu Qingshan kembali melesat ke arah Ming An
Hanya dalam satu tarikan nafas, ia telah berdiri di hadapan Ming An sambil mengayunkan pedangnya
Gelombang demi gelombang serangan dilepaskan oleh Gu Qingshan
Semakin lama, permainan pedangnya semakin berani dan ganas
Namun meskipun demikian, dalam menghadapi serangan ganas Gu Qingshan, Ming An masih tetap tenang, tanpa perubahan yang mencolok di wajahnya
Hal itu membuat Gu Qingshan semakin geram, ia kemudian mengalir tenaga dalam yang lebih besar ke arah pedangnya, yang membuat permainan pedangnya menjadi semakin berat dan brutal
Debu berterbangan, udara penuh sesak dengan bekas pertarungan dan area hutan yang cukup luas terlihat rusak parah
Gu Qingshan terengah-engah, darah dan keringat bercampur menjadi satu di tubuhnya
Di sisi lain, nafas Ming An masih sangat stabil dan penampilannya masih tetap terlihat bersih
Tidak ada luka sedikitpun ditubuhnya, selain pakaiannya yang terlihat sobek di beberapa bagian
Melihat hal itu, Gu Qingshan terlihat pahit
__ADS_1
Ia kemudian menggigit jarinya sampai berdarah, kemudian mengoleskan darah tersebut ke pedangnya sambil mulutnya terlihat menggumamkan sesuatu
Ming An menaikan alisnya ketika melihat tindakan Gu Qingshan, ia kemudian berkata dengan ringan "Tidak heran aku tidak melihatmu selama bertahun-tahun, ternyata kau mengikuti orang itu "
"Kau mengenalinya ?" Gu Qingshan bertanya sambil tersenyum datar
Ming An mengangguk ringan dan menjawab "Jurus Pengorbanan Darah, jurus yang bisa membuat seorang pendekar mendapatkan kekuatan yang luar biasa dalam waktu singkat dengan mengorbankan esensi darah sebagai bahan bakarnya "
"Tanpa perlu khawatir kekurangan tenaga dalam ataupun akumulasi pemahaman dan pengamalan tempur, jurus ini bisa meningkatkan kekuatan penggunanya secara langsung "
Setelah mengatakan itu, Ming An terdiam sejenak dan melanjutkan "Jurus yang menakjubkan dan mengerikan "
"Juga dikenal sebagai Jurus Terlarang paling tinggi di dunia persilatan"
"Karena jurus ini tidak bisa dilepaskan ataupun dihentikan dan akan terus aktif membakar esensi darah penggunanya sampai kering dan nyawa si pengguna itu habis "
Mendengar penjelasan Ming An, Gu Qingshan justru tersenyum lebar dan berkata "Sepertinya kau memiliki pemahaman yang lebih baik tentang jurus ini dari pada aku sendiri"
Ming An tidak peduli perkataan Gu Qingshan dan balik bertanya dengan nada samar "Apakah semua itu layak ?"
Gu Qingshan tertawa liar setelah mendengar pertanyaan Ming An dan berkata dengan marah "Sudah aku duga bahwa kau tidak benar-benar mengenaliku, Pendekar Pedang Kembar Ilusi "
Setelah mengatakan itu, tubuhnya membengkak dan otot serta uratnya menonjol keluar
Bersamaan dengan hal itu terjadi, momentum tubuhnya melonjak dengan liar
__ADS_1
Bahkan Ming An merasa tertekan oleh momentum tersebut
Merasakan momentumnya masih terus naik, Wajah Ming An berubah serius dan ia kemudian menarik pedang lainnya tanpa ragu-ragu