
Sementara Pemimpin Pasukan bersiap untuk melakukan evakuasi terhadap para pendekar
Di dinding pertahanan bagian belakang, pemandangan yang mengejutkan terjadi dimana Kelima Siluman Tingkat Tinggi yang sebelumnya mengamuk dan memberikan kerugian yang sangat serius kepada para pendekar tiba-tiba terlempar dan jatuh ke tanah
Tepat ketika para pendekar masih kebingungan dan berusaha mencerna apa yang sedang terjadi, sesosok pria tua tiba-tiba turun dari langit dan jatuh tepat di hadapan mereka
Melihat pria tua tersebut, keraguan para pendekar segera tersapu dan segera melemparkan tatapan bersyukur sambil menghela nafas lega
Meskipun hanya berdiri dengan tenang setelah melakukan serangan pertamanya
Namun kemunculan pria tua tersebut membuat para pendekar yang ada di dinding pertahanan memiliki perasaan aman
Pria tua tersebut kemudian membalikan badannya dan menatap salah satu pendekar yang masih mempertahankan kesadarannya
"Apakah anda baik-baik saja ?" Pria tua tersebut tersenyum dan bertanya dengan ramah
Sementara pendekar yang ditanyainya tergagap dan menjawab dengan susah payah "Aku..aku baik-baik saja senior, terima kasih atas perhatian anda "
"Anda sudah berjuang " Pria tua tersebut mengangguk dan kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Kelima Siluman Tingkat Tinggi sambil berkata "Beristirahat dengan tenang, serahkan sisanya padaku "
Tanpa menunggu pendekar tadi menjawab, pria tua tersebut melesat ke arah para siluman dengan kecepatan tinggi
***
Kejadian tersebut tidak hanya terjadi di bagian belakang, tapi juga di dua bagian lainnya
Namun berbeda dengan dinding pertahanan bagian belakang dimana hanya sesosok pria tua yang muncul dan menghadang kelima Siluman Tingkat Tinggi tersebut sendirian
__ADS_1
Di kedua sisi lainnya terlihat lima sosok pria tua dengan aura Pendekar Suci dan belasan Pendekar Kaisar bermunculan satu demi satu
Kemunculan para pendekar tersebut segera menarik perhatian para pendekar dari pasukan pelindung dan tim medis
Dan secara bersamaan, kemunculan para pendekar tersebut juga berhasil membuat mereka akhirnya bisa bernafas lega
Namun meskipun kemunculan para pendekar di tiga sisi terlihat cukup megah dan menarik perhatian
Ming An yang berada di dinding pertahanan bagian depan tidak mengetahui hal itu sama sekali, sebab konsentrasinya saat ini sedang terfokus pada kelima siluman yang menjadi lawannya
Dengan kemampuan Ming An yang tiba-tiba melonjak, para siluman menjadi semakin kesulitan dalam menghadapi pria paruh baya tersebut
Hal itu dimanfaatkan Pemimpin Pasukan untuk segera mengevakuasi para pendekar yang ada di dinding pertahanan bagian depan
Para pendekar yang berhasil mempertahankan kesadarannya segera di kumpulkan dan mendapatkan perawatan terlebih dahulu
Namun meskipun mereka berusaha meminimalkan pergerakan mereka sekecil mungkin
Hal tersebut segera ditemukan oleh kelima siluman, sehingga membuat mereka segera mengeluarkan auman penuh kemarahan
"Apa yang akan mereka lakukan ?" Ming An memiliki firasat buruk ketika melihat kelima siluman tersebut saling mengaum satu sama lain
Tepat ketika Ming An masih menunggu dan berusaha menebak-nebak alasan tindakan kelima siluman tersebut
Kelima siluman tiba-tiba mengaum secara bersamaan
Mendengar auman kelima siluman dan dampak dari tindakan tersebut, wajah Ming An langsung berubah "Ini buruk..."
__ADS_1
***
"Tekanannya menghilang..." Zhou Yu bergumam pelan sambil mengencangkan genggaman terhadap pedangnya dan berkata "Tapi sepertinya hal ini juga bukan kabar baik "
Berbeda dengan para pendekar yang kehilangan kemampuan tempur karena terkena luka dalam akibat tekanan tadi
Para siluman tidak menderita kerusakan sama sekali, sebab selain tekanan garis keturunan
Tekanan yang dilepaskan oleh kelima siluman hanya di arahkan untuk para pendekar yang ada
Jika bukan karena paksaan dari garis keturunan terlalu mengakar ke dalam darah mereka
Kemungkinan besar para siluman tersebut tidak berhenti dan masih terus menyerang dengan ganas seperti sebelumnya
***
Merasakan gerakan para siluman, nafas Zhou Yu menjadi cepat, ia kemudian menggenggam pedangnya dengan erat dan siap bergerak kapan pun di butuhkan
Namun ketika Zhou Yu mulai mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya
Tangan ramping Yu Lian tiba-tiba terulur ke arah bahu pemuda bertopeng tersebut dan menepuknya dengan pelan
"Bibi Guru..." Zhou Yu berkata dengan ragu
Yu Lian tersenyum dan membalas "Aku tahu maksudmu, tapi jangan terburu-buru, karena gurumu masih jauh dari selesai "
"Belum selesai...?" Zhou Yu bergumam ragu
__ADS_1
...