
“Naga Langit ?” Xia Juntian mencibir tanpa sedikitpun kelemahan setelah melihat kemunculan Naga raksasa di depannya
Pria tua tersebut kemudian menyatukan tangannya, momentumnya melonjak sehingga membuat aliran udara yang kacau terlihat sangat jelas
Bersamaan dengan hal itu terjadi, bayangan hitam besar muncul di belakang Xia Juntian secara diam-diam
Sebelum sosoknya benar-benar terungkap, aura yang sangat jahat meletus dan menyebar ke seluruh medan perang sehingga membuat wajah sebagian besar pendekar berubah
Namun menghadapi situasi tersebut, Wang Xiang Dao tidak bereaksi, matanya menyipit ke arah sosok besar di belakang pria tua tersebut
Dengan kekuatannya, meskipun bayangan tersebut belum benar-benar terungkap, ia masih bisa melihat dengan jelas sosok bayangan itu
Sosok bayangan itu berbentuk manusia, dengan tiga kepala dan enam lengan yang sangat aneh, ketiga kepala tersebut menunjukkan ekspresi mengejek, meremehkan, dan terlihat main-main
Dengan aura jahat yang menyelimuti dirinya, pendekar biasa pasti akan langsung terintimidasi setelah melihat sosok tersebut
Namun menghadapi sosok tersebut, terutama ekspresinya yang tidak menganggap serius Wang Xiang Dao
Pria tua tersebut tidak terganggu dan menatap sosok tersebut dengan ringan
Pada saat, Wang Xiang Dao menatap sosok besar di belakang Xia Juntian, pria tua tersebut juga telah menyelesaikan jurusnya dan kemudian berkata “Wang Xiang Dao, bersiap untuk mati”
"Seni Dewa Jahat~Pukulan Kesengsaraan"
Sosok Dewa Jahat meraung dan melesat bersamaan dengan pukulan Xia Juntian
__ADS_1
Melihat hal tersebut, ekspresi Wang Xiang Dao tetap sama dan menggumamkan nama jurusnya dengan lembut
"Sutra Naga Langit~Badai Amarah"
Naga Langit meraung dan melesat ke arah sosok Dewa Jahat dengan momentum yang tidak tertandingi
Dua kekuatan besar meletus dan menekan medan perang sehingga membuat pertempuran lainnya berhenti untuk sementara waktu
Para pendekar tersebut memperhatikan Naga Langit dan Dewa Jahat dengan ekspresi dalam
Di tengah raungan kedua sosok tersebut, Naga Langit dan Dewa Jahat bertabrakan dan mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan
Medan perang sunyi, bunyi menusuk membuat para pendekar tanpa sadar mengerutkan kening, sedetik kemudian
Ledakan
Para pendekar kemudian melompat, berusaha bersembunyi untuk melindungi diri
Namun gelombang kejut tersebut datang terlalu cepat sehingga ketika sebagian besar pendekar masih berusaha mencari tempat untuk berlindung, gelombang kejut tersebut sudah terlebih dahulu tiba dan menerbangkan para pendekar dan siluman yang tidak terhitung jumlahnya
***
“Kau...” Xia Juntian menatap Wang Xiang Dao dengan mata lebar dan darah yang memenuhi mulutnya
Disisi lain, penampilan Wang Xiang Dao tidak banyak berubah, kecuali nafasnya yang sedikit lebih berat, pria tua tersebut terlihat baik-baik saja setelah tabrakan mengejutkan tadi
__ADS_1
“Sudah aku katakan, pil obat yang kau minum tidak sebaik itu, jika di masa jayamu, aku memang tidak bisa mengalahkanmu dengan mudah, tapi dengan kondisi sekarang, itu bukanlah sesuatu yang besar”
“Aku tidak berdamai” Xia Juntian batuk darah dan berkata dengan susah payah “Bukan kau yang di ramalkan akan menghancurkan kami, kenapa sekarang malah kau, bagaimana bisa kau berani menantang kehendak langit ?”
Namun sebelum pria tua tersebut bisa mendapatkan jawabannya, nafasnya melemah dan vitalitasnya menghilang dengan cepat
Hanya dalam satu tarikan nafas, pria tua tersebut tidak bisa mempertahankan kondisinya dan jatuh dengan tidak terkendali
“Wakil Ketua”
Naga Jahat dan para pendekar dari Pemerintah Surga tidak bisa menahan diri untuk berteriak saat melihat pemandangan tersebut
Namun orang yang mereka teriaki tidak merespon dan jatuh dengan bebas
Ledakan
Tubuh Xia Juntian menghantam tanah, meskipun pria tua tersebut telah mencapai tingkat Pendekar Bumi, namun tubuhnya tidak melawan langit dan bisa tahan dengan kejatuhan dalam jarak tersebut
Apalagi dengan luka yang di derita sebelumnya membuat situasi pria tua tersebut semakin parah, meskipun tidak langsung kehilangan nyawanya
Namun situasinya tidak jauh dari itu, vitalitasnya mengalir deras. Hanya dalam beberapa tarikan nafas, pria tua tersebut akhirnya tidak mampu lagi bertahan dan menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya
Wang Xiang Dao menatap Xia Juntian yang telah menjadi lawannya selama bertahun-tahun dengan ekspresi rumit dan sedikit kehilangan sebelum kemudian menghela nafas dan berkata
“Aku tidak tahu ramalan seperti apa yang kau dapatkan, tapi yang aku tahu, putra takdir tidak datang untuk membunuh, tapi untuk menyelamatkan"
__ADS_1
"Baik itu Aliran Putih ataupun Aliran Hitam, selama memiliki hati nurani, ia akan datang sebagai penyelamat, jika kau tidak melompat dan membuat situasi dunia menjadi sulit, aku yakin dia juga akan menjadi penyelamat bagimu, sangat di sayangkan kau salah memahami kedatangannya”
...