
Zhou Yu mengerutkan kening, membaca laporan yang baru saja diberikan oleh seorang pria yang merupakan anggota Pavilium Bayangan
"Kapan pernyataan ini diumumkan ? " Zhou Yu bertanya pelan
Pria tersebut masih menundukan kepala dan menjawab dengan hormat "Satu minggu yang lalu, tuan muda " Setelah jeda sejenak, ia kemudian menjelaskan "Seharusnya, 3 hari setelah pernyataan perang diumumkan, tuan muda telah mendapatkan informasinya, tapi karena saya tidak berhasil menemukan tuan muda, sehingga laporan ini tertunda "
Zhou Yu mengangguk, merasa puas dan malu
Ia malu karena untuk mencarinya, anggota Pavilium Bayangan menjadi tersesat di Hutan Larangan
Namun ia sangat puas dengan kecepatan Pavilium Bayangan dalam mendapatkan dan melaporkan informasi
Meskipun belum sebanding dengan sekte-sekte besar, kecepatan tersebut telah mengimbangi sekte-sekte menengah
Zhou Yu menundukan kepalanya, melanjutkan membaca laporan dengan cermat
Menurut laporan tersebut, ketika pernyataan perang pertama kali dicetuskan
Sebagian pemipin sekte menolak dengan tegas, karena khawatir terjadinya kekacauan
Sementara sebagian lainnya setuju, karena beberapa dari mereka telah diserang oleh sekte Aliran Hitam sebelumnya, sehingga mereka sangat marah
Karena terdapat dua pendakat tersebut, membuat diskusi semakin panas
Tepat ketika diskusi menemui jalan buntu
Keempat sekte utama yang selalu diam, secara terbuka menyatakan kesetujuan mereka terhadap perang
Hal tersebut menimbulkan kegemparan dalam ruang pertemuan
__ADS_1
Namun meskipun demikian, tidak ada yang berani mengungkapkan ketidakpuasan dari pernyataan keempat sekte tersebut
Setelah keempat sekte utama menunjukan posisinya, para pemimpin sekte yang menolak perang dengan keras secara bertahap menjadi diam dan berbalik menyetujui perang
Bisa dibayangkan seberapa besar pengaruh keempat sekte utama di Aliran Putih dari kejadian ini
***
"Bagaimana dengan tanggapan Aliran Hitam ?" Zhou Yu bertanya setelah membaca laporan tersebut
"Aliran Hitam menaggapi pernyataan Aliran Putih dengan menarik seluruh sekte yang berniat menyerang sekte Aliran Putih "
"Kami berusaha menerobos masuk, untuk melihat rencana mereka, tapi wilayah di sekte-sekte Aliran Hitam diperketat, sehingga kami buta dan tidak memiliki informasi disana "
"Namun meskipun kami tidak bisa menerobos masuk, kami masih berhasil mendapatkan sedikit informasi "
"Artinya Aliran Hitam sudah mulai mempersiapkan pasukan untuk perang ?" Zhou Yu bertanya sambil menaikan alisnya
Pria tersebut mengangguk
"Baiklah, anda bisa kembali terlebih dahulu " Zhou Yu berkata sambil menyerahkan laporan yang ada ditangannya
Pria tersebut mengangguk dan mengambil laporan sambil menjawab dengan hormat "Ya, tuan muda "
Setelah itu, pria tersebut berbalik pergi
Zhou Yu menghela nafas dan bergumam "Butuh waktu 5 bulan, agar seluruh pemimpin sekte kembali ke sekte masing-masing, artinya aku hanya punya waktu setengah tahun untuk mempersiapkan perang "
"Selama setengah tahun ini, aku harus meningkat kekuatanku "
__ADS_1
Zhou Yu mengepalkan tangannya dan berniat kembali berlatih
Namun sebelum ia mengambil langkah, sebuah teriakan nyaring terdengar di langit
Zhou Yu mendongkak dan menyipitkan matanya, kemudian bergumam pelan "Elang Pengirim Pesan ?"
Elang Pengirim Pesan yang ia maksud adalah elang khusus yang dilatih oleh Sekte Pedang kembar
Setelah Zhou Yu mengetahui identitas elang tersebut
Zhou Yu segera bersiul untuk memanggil Elang Pengirim Pesan dengan menggunakan tenaga dalam
Elang tersebut kemudian berputar-putar mencari pemilik suara, setelah mendengar siulan Zhou Yu
Setelah menemukan Zhou Yu, elang tersebut kembali berteriak nyaring dan menukik turun
Zhou Yu merentangkan tangannya dan elang tersebut kemudian hinggap di tangan Zhou Yu
Elang tersebut segera mengelus-eluskan kepalanya ke arah tangan Zhou Yu
Zhou Yu tersenyum tipis dan mengelus kepala elang tersebut, kemudian mengambil surat yang berada dikakinya
Ia kemudian membuka dan membaca surat tersebut
Isi surat tersebut sangat sederhana, yang hanya berisi dua kata "Kembali Segera "
Namun Zhou Yu bisa merasakan nada tegas dalam dua kata tersebut
Zhou Yu tersenyum tipis, ketika melihat tulisan akrab dalam surat tersebut
__ADS_1