Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Desa Sua


__ADS_3

Setelah meninggalkan gerbang desa dan memasuki hutan


Zhou Yu mengibaskan tangannya dan kemudian muncul seekor Elang Putih sebesar rumah


Elang Putih tersebut adalah Xiao Bai, elang yang diselamatkan dan menyelamatkan Zhou Yu di Hutan Larangan


Setelah menyelamatkan Zhou Yu dari kepungan sekelompok kera, Elang Putih tersebut terus mengikuti Zhou Yu


Zhou Yu sebelumnya sangat waspada terhadap Elang Putih tersebut, karena Elang Putih terlalu pintar untuk seekor binatang yang baru saja menjadi Siluman


Namun setelah menemani Zhou Yu di Hutan Larangan untuk waktu yang lama dan bertarung bersama melawan Siluman yang tidak terhitung jumlahnya


Zhou Yu telah mempercayai Elang Putih tersebut, sehingga memasukannya ke dalam Cincin Ruang


Setelah hidup di dalam Cincin Ruang selama satu tahun lebih menurut waktu nyata


Elang Putih tersebut telah tumbuh sangat cepat


Kekuatannya juga meningkat secara pesat, karena memakan banyak Tanaman Ajaib dan daging Siluman atau Binatang Buas yang diberikan Zhou Yu


***


Xiao Bai berteriak pelan ke arah Zhou Yu, sambil menggosokan kepalanya ke tubuh pemuda bertopeng tersebut dengan tindakan intim


Zhou Yu tersenyum sambil mengelus kepala Xiao Bai dan berkata "Sepertinya kau sangat bahagia tinggal di sana, tubuhmu tumbuh semakin besar saja, aku khawatir jika kau tidak keluar lebih lama lagi, kau akan menjadi elang yang gemuk"


Xiao Bai berteriak, seolah mengungkapkan ketidakpuasannya, karena disebut elang yang gemuk


Zhou Yu tertawa kecil mendengar teriakan tidak puas dari Xiao Bai

__ADS_1


Setelah beberapa saat, wajah Zhou Yu kembali serius "Baiklah, saatnya serius, bawa aku ke arah sana "


Zhou Yu menunjukan arah desa yang akan diserang sambil menaiki punggung Xiao Bai


Xiao Bai berteriak pelan, kemudian mengepakan sayapnya dan terbang ke udara


***


Disebuah hamparan terbuka dengan dikelilingi bukit dan sungai, terdapat sebuah desa bernama Desa Sua


Desa Sua adalah sebuah desa besar dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 1.000 orang


Karena lokasi geografis Desa Sua, mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani


Namun meskipun demikian, dengan memanfaatkan hasil bumi yang kaya, para penduduk desa hidup makmur dan bahagia


Ketika hari menjadi gelap, para penduduk desa umumnya telah jatuh tertidur untuk beristirahat


Tapi berbeda dari biasanya, hari ini seluruh desa terlihat terang-benderang dengan obor yang tidak terhitung jumlahnya


Seluruh penduduk desa memegang obor dengan cemas dan suasana desa menjadi tertekan dan gelisah


Hal tersebut terjadi karena beberapa saat sebelumnya, seluruh desa mendapatkan pemberitahuan bahwa desa mereka akan diserang oleh para pendekar dari Aliran Hitam


Meskipun mereka adalah orang biasa dan bekerja sebagai petani, para penduduk desa masih memiliki gambaran tentang seorang pendekar


Bagi para penduduk desa, pendekar adalah eksistentsi yang tidak bisa mereka sentuh apalagi singgung, karena mereka tahu betapa menakutkannya seorang pendekar


Sehingga ketika mereka mengetahui bahwa desa mereka akan diserang oleh para pendekar dari Aliran Hitam

__ADS_1


Para penduduk desa panik dan ketakutan


Mereka segera mengumpulkan harta benda mereka dan berniat untuk melarikan diri


Namun tindakan para penduduk desa, dihentikan oleh prajurit dari Kekaisaran, sehingga membuat para penduduk desa marah dan mengutuk para prajurit tersebut


Mengetahui situasinya semakin rumit, para prajurit Kekaisaran kemudian memberi tahu penduduk desa bahwa Desa Sua telah dikepung dan sudah terlambat untuk melarikan diri


Pernyataan para prajurit membuat penduduk desa jatuh ke jurang keputusasaan dan membuat situasi semakin kacau


Ketika situasi hampir berada di luar kendali, para prajurit mengangkat senjata mereka untuk mengintimidasi penduduk desa supaya bisa lebih tenang dan mendengarkan perkataan prajurit Kekaisaran


Setelah melihat wajah ganas para prajurit, di tambah senjata di tangan mereka, para penduduk desa ketakutan dan akhirnya diam, tidak lagi membuat kekacauan


***


Di gerbang desa


Terlihat sesosok gadis cantik dengan gaun merah keemasan sedang menatap jauh ke dalam hutan


Gadis tersebut terlihat berusia 15-16 tahun


Ia memiliki tempramen yang anggun dan sikap bangsawan yang kental


Meskipun terlihat muda, sosoknya telah berkembang dengan sangat baik


Ketika gadis tersebut masih tenggelam dalam pikirannya


Terlihat seorang pria paruh baya kekar berdiri di sampingnya dan berkata dengan hormat "Nona Feng..."

__ADS_1


__ADS_2