
Ketika mengetahui bahwa Myro memanggilnya, Feld bergegas menuju villa Myro tanpa ragu.
Saat tiba di villa Myro, Bessira segera membawa Feld menuju ruang kerja villa tersebut dimana Myro sudah menunggu.
Bessira mengetuk pintu ruang kerja dengan lembut sambil berkata "Tuan, Walikota Feld sudah tiba".
"Biarkan ia menemui ku", kata Myro yang berasal dari balik pintu tersebut.
Setelah mendapatkan jawaban dari Myro, Bessira menatap Feld "Walikota Feld, tuan sudah menunggu anda di ruangan ini".
Feld mengangguk lalu membuka pintu ruangan untuk menemukan Myro yang sedang duduk bersama Ren dan Lopen, nampaknya mereka sedang sibuk membahas sesuatu.
Feld berjalan mendekat sebelum berkata "Tuan, maaf karena terlambat menjawab panggilan anda".
Myro melambaikan tangannya "Tidak masalah, kau sudah datang kesini tepat waktu. Bahkan aku terkejut bahwa kau bisa datang kesini dari barak dengan waktu kurang dari 10 menit, sepertinya kau bergegas secepat mungkin untuk datang kesini. Kau bisa mencari kursi kosong dan duduk, aku memiliki sesuatu yang penting untuk dibahas denganmu".
Feld mengangguk dan duduk pada kursi di samping Lopen, ia tahu bahwa Ren tidak terlalu dekat dengannya sehingga Feld juga sedikit menjauh dari Ren.
Waktu Feld sudah duduk, Myro mulai berkata "Aku rasa, semua orang yang diperlukan agar bisa membuat pesta yang hebat sudah berkumpul. Oleh karena itu, kita akan memulai pertemuan! Feld, aku berencana membuat pesta di villa ini. Kita akan memakai ruang pesta di villa ini yang sebelumnya dibuat oleh Keluarga Noem sebagai tempat acara, apakah kau memiliki ide?".
__ADS_1
"Pesta?", tanya Feld penuh kebingungan, ia tidak mengerti kenapa Myro berencana membuat pesta sekarang. Bagaimanapun wilayah mereka baru lepas dari kelaparan dan kemiskinan sehingga mereka tidak memiliki terlalu banyak uang, masalahnya mengadakan sebuah pesta berarti harus menghabiskan cukup banyak uang. Walaupun masalah kelaparan di wilayah ini sudah teratasi, Myro seharusnya tidak membuang-buang uang hanya untuk membuat pesta.
Melihat keraguan di wajah Feld, Myro menjelaskan lagi "Ini bukan pesta milikku, tetapi pesta mewah seorang anak Marquis, apakah kau mengerti? Kita harus membuat pesta ini menjadi semewah mungkin, jangan sampai pesta ini menjadi hal yang buruk bagi nama Fila. Lagipula, ia adalah anak seorang Marquis yang terkenal, setidaknya pesta penyambutannya harus setara dengan pesta paling mewah di Provinsi Kavaleri ini".
Feld bukan orang bodoh, ia langsung mengerti maksud perkataan Myro dan tujuannya.
Saat ini, Feld menutup matanya sebentar untuk berpikir sebelum berkata "Tuan, apa yang paling penting dari pesta yaitu dekorasi dan makanannya. Masalah dekorasi, aku bisa mengaturnya sebab aku mengetahui tentang dekorasi mewah menurut para bangsawan. Apalagi itu tidak memerlukan banyak uang, aku hanya membutuhkan beberapa tenaga kerja agar bisa membantuku mendekorasi ruang pesta".
"Tapi masalah makanan cukup sulit, aku tidak yakin ada koki yang cukup hebat di wilayah tuan mengingat wilayah ini terletak di perbatasan. Mungkin kita bisa menemukan koki yang cukup hebat di Ibukota Provinsi Kavaleri, namun belum tentu koki tersebut tertarik untuk datang dan memasak di pesta yang kita buat. Lagipula, sebagian besar koki ahli merupakan koki yang bekerja untuk seorang bangsawan ataupun pejabat tinggi, jadi cukup sulit mengundang mereka bekerja di pesta yang kita miliki".
"Aku rasa hal itu tidak terlalu sulit", kata Ren sambil tersenyum "Apakah menurutmu, para koki itu berani menolak setelah mengetahui bahwa pesta ini adalah pesta dari anak perempuan Marquis Gerda yang terkenal di Kerajaan Azeroth ini? Bahkan apabila mereka berani menolak, kita hanya perlu menemui tuan mereka. Tidak peduli apakah itu bangsawan ataupun pejabat pemerintahan, tidak ada yang berani melawan anak Marquis secara langsung hanya untuk seorang koki bukan?".
Sebelum Myro bisa menyelesaikan perkataannya, suara ketukan pintu kembali terdengar.
Myro menatap ke arah pintu dengan aneh, bagaimanapun ia tidak mengingat bahwa dirinya mengundang orang lain ke pertemuan ini.
Ketika semua orang bingung, suara Bessira terdengar "Tuan, ada seseorang yang datang ke villa ini dengan memakai jubah hitam aneh, ia mengaku sebagai tangan bayangan milik tuan. Karena ia berusaha menutupi identitasnya serta terlihat sangat mencurigakan, aku tidak berani membiarkan ia datang ke villa ini, aku membiarkannya menunggu di pintu depan villa. Tuan, apa yang harus aku lakukan?".
"Tangan bayangan?", pikir Myro yang mencoba mengingat dengan hati-hati.
__ADS_1
Saat Myro sedang berpikir tentang siapa identitas tangan bayangan ini, wajah Ren, Feld dan Lopen berubah.
Terutama Lopen, ia segera berkata kepada Myro dengan suara kecil "Tuan, tangan bayangan ini mungkin adalah kakakku! Selama 4 bulan ini, kakakku sudah menyebarkan hampir seluruh kekuatan tuan ke Provinsi Kavaleri ini. Setelah itu, ia menjadikan Kota Loth sebagai markas utama, itu adalah rencana yang kakakku katakan 4 bulan yang lalu. Aku rasa kakakku sudah selesai menyebarkan kekuatan di seluruh Provinsi Kavaleri, oleh karena itu ia datang untuk melapor kepada tuan".
"Selain itu, kakakku sering menyebut dirinya sebagai tangan bayangan milik tuan sebab ia adalah orang yang mengerjakan semuanya secara rahasia untuk tuan. Kakakku memakai nama itu untuk berhati-hati agar tidak banyak orang yang mengetahui identitasnya, lagipula ia adalah orang yang bergerak secara sembunyi-sembunyi bagi tuan".
Myro kembali sadar, ia tidak berpikir bahwa Lana menyebut dirinya sendiri sebagai tangan bayangan.
"Bessira, biarkan tangan bayangan datang ke ruangan ini juga", kata Myro.
"Dimengerti, tuan", kata Bessira yang pergi secepat mungkin untuk membawa tangan bayangan.
Tidak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan menunjukkan sosok seseorang yang menutupi seluruh tubuhnya dengan sebuah jubah berwarna hitam.
Myro sedikit kagum dengan kemampuan penyamaran ini sebab Myro sendiri cukup kesulitan untuk mengetahui identitas orang dibalik jubah ini, bahkan Myro tidak bisa mengetahui apakah orang dibalik jubah ini adalah wanita atau pria jika ia tidak tahu bahwa orang berjubah ini adalah Lana.
Ketika pintu ruangan ini ditutup kembali oleh Bessira, Lana membuka tudung jubahnya yang menutupi kepalanya, dengan ini maka wajah Lana benar-benar terlihat dibalik tudung tersebut.
Ia berjalan maju menuju Myro lalu berlutut "Tuan, maaf karena Lana terlambat! Aku tidak berpikir bahwa menyebarkan kekuatan markas di seluruh Provinsi Kavaleri ini membutuhkan lebih banyak waktu, tapi sekarang tuan tidak perlu khawatir! Hampir semua berita yang ada di Provinsi Kavaleri pasti diketahui oleh markas juga, dengan cara ini maka seluruh telinga dan mata tuan sudah tersebar di seluruh Provinsi Kavaleri! Selama itu di Provinsi Kavaleri, markas pasti memiliki informasi itu".
__ADS_1