PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 58 : UANG YANG BERJALAN


__ADS_3

Kabar pangeran ke 4 akan memberikan 10 koin emas ke siapapun yang berhasil menangkap atau membunuh Raja Kavaleri III menyebar ke seluruh pasukan, mata seluruh prajurit menjadi merah penuh rasa semangat mendengar kabar tersebut. Dengan uang 10 koin emas maka mereka tidak perlu khawatir untuk makan keluarga mereka selama beberapa tahun hingga puluhan tahun walaupun tidak hidup dengan mewah, oleh karena itu para prajurit ini sudah siap menargetkan Raja Kavaleri III.


Seluruh prajurit mulai berbaris dengan cepat untuk menyerbu Ibukota Kerajaan Kavaleri, mereka terus melihat orang-orang yang ada di atas tembok kota musuh, mereka berusaha mencari keberadaan Raja Kavaleri III.


Bukan hanya para prajurit, bahkan para petinggi juga terus menatap tajam ke arah bagian atas tembok kota untuk menemukan Raja Kavaleri III.


Di mata semua orang sekarang, Raja Kavaleri III tidak jauh berbeda dari uang berjalan, lebih tepatnya 10 koin emas yang bisa berjalan.


Tidak lama kemudian, sosok pria muda berusia sekitar 25 tahun dengan jubah emas serta mahkota naik ke atas tembok kota bersama orang-orang yang memiliki pakaian seperti menteri ataupun pejabat pemerintahan.


Sosok pria dengan mahkota ini di jaga oleh 20 orang prajurit bersenjata lengkap, para menteri di belakangnya terlihat khawatir dan berusaha membujuk pemuda ini agar turun dari tembok kota sebab musuh mungkin menyerang.


Tetapi pemuda itu menolak dengan keras kepala, ia melangkah maju di bawah pengawalan 20 prajuritnya lalu berteriak "Kalian para penjajah dari Kerajaan Azeroth, aku sarankan untuk segera mundur dan mengembalikan semua wilayah kami serta memberikan ganti rugi, apabila kalian menolak maka jangan salahkan aku karena menghancurkan Kerajaan Azeroth mulai hari ini!".


Para prajurit Kerajaan Azeroth saling menatap sebelum tertawa keras seakan-akan mendengar sesuatu yang paling lucu di dunia, bahkan para pasukan Kerajaan Kavaleri di atas tembok kota menutup wajah mereka dengan malu, pemuda ini sama sekali tidak bisa menyadari keadaan peperangan.


Melihat pasukan musuh tertawa mengejeknya, pemuda itu menjadi marah "Apa yang lucu? Tidak ada sesuatu yang lucu dari apa yang aku katakan! Baiklah, kalian orang-orang bodoh menolak untuk menyerah maka jangan menyesal di masa depan! Dengarkan ini baik-baik, aku adalah Raja Kavaleri III yang memimpin Kerajaan Kavaleri saat ini!".


"Kerajaan Kavaleri memang terlihat kalah untuk saat ini, tapi kami pasti menyerang balik dan merebut kembali kerajaan kami! Bukan hanya itu, di bawah kepemimpinan ku maka Kerajaan Kavaleri akan terus meluas serta merebut seluruh Kerajaan Azeroth. Setelah itu, kami pasti menjadi kerajaan terkuat di Benua Utara menggantikan Kerajaan Azeroth-- Tidak, tidak hanya terkuat di Benua Utara melainkan seluruh dunia".

__ADS_1


Myro yang mendengar perkataan pemuda yang menyebut dirinya sebagai Raja Kavaleri III ini tidak bisa untuk tidak berpikir apakah anak ini sedang bermimpi? Untuk menang dari pangeran ke 4 sudah sangat sulit dan hampir tidak mungkin baginya, apalagi untuk merebut seluruh Kerajaan Azeroth.


Bahkan Myro yang dibantu Ren, Falka, Feld, Lana serta seluruh pasukan yang ia miliki sekarang sekalipun tidak memiliki kesempatan untuk menang dari Kerajaan Kavaleri, lagipula mereka menjadi kerajaan terkuat di Benua Utara bukan tanpa alasan.


Oleh karena itu, Myro yakin bahwa Raja Kavaleri III ini adalah orang yang terjebak di mimpinya sendiri tanpa memiliki kekuatan apapun.


Bagaimanapun berdasarkan tubuh Raja Kavaleri III, Myro bisa yakin bahwa orang ini hampir tidak pernah berlatih.


Padahal ayahnya yaitu Raja Kavaleri II merupakan raja serta jendral yang hebat, tetapi nampaknya anak dari Raja Kavaleri II tidak begitu mirip dengannya.


Jerat tidak peduli pada mimpi aneh Raja Kavaleri III, ia hanya berteriak "Apakah anda benar-benar Raja Kavaleri III?".


Raja Kavaleri III terkejut bahwa kapten pasukan musuh bertanya tentang dirinya, ia berkata dengan senyum percaya diri "Apakah kau mengenalku? Sepertinya sangat sulit menjadi orang yang berbakat, tidak peduli kemanapun aku pergi maka akan selalu ada orang yang mengenalku! Benar, aku adalah Raja Kavaleri III, apakah kau penggemarku?".


Jerat menarik pedangnya sebelum berteriak "Seluruh prajurit serang! Raja Kavaleri III ada di atas tembok itu, ingat baik-baik wajahnya! Siapapun yang bisa mendapatkannya lebih dulu maka yang lain tidak boleh merebutnya, apalagi sampai saling membunuh! Maju!".


"Aaaaa!", pasukan Kerajaan Azeroth berteriak dengan penuh semangat, setelah itu mereka melangkah maju ke arah tembok Ibukota Kerajaan Kavaleri dengan mata merah seperti darah.


Sebagian besar prajurit membawa tangga mereka menuju ke arah dimana Raja Kavaleri III berada lalu mulai memasang tangga tersebut, mereka saling bersaing untuk siapa yang menangkap ataupun membunuh Raja Kavaleri III tersebut.

__ADS_1


Baik itu Raja Kavaleri III ataupun pasukannya terkejut sebab pasukan Kerajaan Azeroth terlalu bersemangat, mereka tahu bahwa pasukan Kerajaan Azeroth sudah yakin menang sehingga tidak aneh apabila mereka menjadi bersemangat, tapi semangat pasukan ini terlalu gila.


Bahkan di antara mereka ada yang saling bertarung untuk maju lebih dulu seakan-akan mereka tidak takut mati.


Seorang prajurit Kerajaan Kavaleri tidak bisa untuk tidak berkata sambil gemetar ketakutan "Aku mendengar bahwa pasukan Kerajaan Azeroth adalah orang-orang gila yang tidak takut mati, pada awalnya aku berpikir bahwa tidak mungkin ada pasukan yang tidak takut mati sehingga aku tidak percaya terhadap kabar itu. Tapi sekarang aku percaya, pasukan Kerajaan Azeroth memang sangat menakutkan!".


Para pasukan Kerajaan Kavaleri ini sama sekali tidak tahu bahwa pasukan Kerajaan Azeroth menjadi bersemangat bukan karena mereka tidak takut mati, namun untuk uang, di mata mereka maka Raja Kavaleri III tidak jauh berbeda dari uang yang berjalan.


Kapten penjaga tembok Ibukota Kerajaan Kavaleri kembali sadar, ia berteriak "Apa yang kalian semua lakukan? Lindungi yang mulia!".


Mendengar teriakan sang kapten, para prajurit kembali sadar.


Mereka mulai menembakkan panah dan mengepung Raja Kavaleri III untuk melindunginya.


Mereka memang takut terhadap musuh yang terlihat gila, walaupun begitu kesetiaan mereka tidak bisa membuat mereka duduk diam melihat Raja Kavaleri III terbunuh.


Jadi para prajurit Kerajaan Kavaleri mulai melindungi raja mereka tanpa ragu.


Pasukan Kerajaan Azeroth mulai naik ke atas tembok kota, mereka menyerang ke arah Raja Kavaleri III lebih dulu setelah berhasil naik melalui tangga.

__ADS_1


Di bawah perlindungan pasukan Kerajaan Kavaleri, Raja Azeroth III masih bisa hidup, tetapi pertarungan berdarah terjadi di sekitarnya.


Baik itu pasukan Kerajaan Kavaleri dan Kerajaan Azeroth di sekitarnya saling bertarung atau terbunuh, Raja Kavaleri III yang melihat semua itu kehilangan semua keberanian sebelumnya dan jatuh duduk di tanah dengan ketakutan, bahkan ia hampir muntah sebab dirinya belum pernah pergi ke medan perang sekalipun. Oleh karena itu, Raja Kavaleri III belum pernah melihat hal berdarah seperti ini.


__ADS_2