
Myro bergegas pergi dari bangunan walikota tersebut untuk memanggil 1000 pasukan dan seorang jendral tingkat emas yang bisa ia dapatkan dari hadiah menjadi Baron dari kemampuan Dunia milik Myro, tapi setelah berjalan beberapa langkah maka Myro menghentikan gerakannya.
Ia tiba-tiba memikirkan sesuatu, jika ia memanggil 1000 pasukan di lapangan kota dengan Dunia dan secara kebetulan ada orang yang melihatnya, maka hal itu mungkin bisa membawa masalah.
Bagaimanapun di dunia ini, sama sekali tidak ada seorangpun penyihir yang bisa memanggil ribuan orang atau melakukan sihir teleportasi. Oleh karena itu, apabila ribuan pasukan muncul secara tiba-tiba maka setiap orang yang melihatnya pasti terkejut.
Setelah memikirkan masalah dimana Myro harus melakukan pemanggilan 1000 pasukan, suara Falka terdengar dari belakang Myro "Tuan, apakah anda sudah bangun? Kemana anda berencana pergi pagi-pagi seperti ini? Sekarang tuan sedang bermusuhan dengan Keluarga Noem yang menguasai kota ini, jadi tidak baik bagi tuan untuk pergi sendirian sebab kita tidak tahu kapan Keluarga Noem akan mulai menyerang tuan. Kenapa tidak membiarkan Falka ini menemani tuan untuk berjaga-jaga?".
Myro berbalik untuk menemukan Falka yang berjalan bersama 5 prajurit Kavaleri Mongol, sejak kemarin malam maka Myro sudah membiarkan Falka untuk memanggil beberapa prajurit Kavaleri Mongol untuk menjaga tempat dimana Myro dan yang lainnya tinggal. Mereka tidak tahu kapan Keluarga Noem akan melakukan penyerangan kepada Myro, hal ini membuat Myro harus selalu berhati-hati terutama pada malam hari dimana memiliki kemungkinan paling besar untuk terjadinya pembunuhan.
"Aku sedang memikirkan lokasi yang tepat untuk memanggil prajurit dari Dunia agar tidak terlihat oleh orang lain", kata Myro.
Falka dan Kavaleri Mongol merupakan pasukan yang berasal dari Dunia juga, jadi Myro tidak perlu merahasiakan kekuatan Dunia miliknya dari mereka. Lebih tepatnya, Falka dan yang lainnya sudah tahu tentang kemampuan Myro tersebut sebab mereka berasal dari sana.
Mendengarkan penjelasan Myro, Falka bertanya dengan aneh "Tuan, jika anda hanya memanggil prajurit dari dunia, kenapa tidak memanggilnya di kamar anda atau ruang kerja? Aku yakin tidak ada seorangpun yang akan melihat tindakan tuan disana".
"Apabila ini pemanggilan yang normal maka aku bisa melakukannya di kamarku", kata Myro menjelaskan "Tapi kali ini aku harus memanggil 1000 pasukan, bagaimana mungkin kamar milikku bisa mengumpulkan 1000 pasukan pada waktu yang sama?".
__ADS_1
"Ternyata seperti itu", kata Falka sambil mengangguk, ia sekarang mengerti kenapa Myro membutuhkan lokasi yang luas dan tersembunyi "Kalau begitu, kenapa tuan tidak menggunakan lapangan bangunan walikota sebagai tempat pemanggilan? lokasi itu tertutup oleh tembok sehingga sangat sulit bagi orang lain untuk melihat apa yang terjadi di lapangan, selain itu aku bisa mengumpulkan para Kavaleri Mongol yang berjaga di sekita bangunan ini untuk menjaga lapangan tersebut ketika tuan melakukan pemanggilan agar tidak ada siapapun yang melihat".
"Lapangan bangunan walikota?", tanya Myro bingung, ia tidak pernah mengetahui bahwa bangunan walikota ini memiliki lapangan.
Melihat wajah bingung Myro, Falka segera mengerti "Ternyata tuan belum mengetahui keberadaan lapangan di belakang bangunan ini? Hal itu memang tidak aneh, lagipula tuan baru tiba disini kemarin dan belum pergi untuk melihat-lihat. Kalau begitu biarkan Falka membawa tuan ke sana, aku kebetulan mengetahui lokasi ini saat menjaga bangunan ini".
Dengan Falka dan 5 Kavaleri Mongol di sekitar, mereka membawa Myro menuju bagian belakang bangunan walikota ini.
Myro sedikit terkejut saat menemukan terdapat sebuah lapangan besar di belakang bangunan walikota ini, lapangan ini cukup besar dan daerah di sekitarnya tertutup oleh tembok tinggi yang menutupi apapun yang terjadi di lapangan tersebut.
Falka yang membiarkan Kavaleri Mongol menutup gerbang lapangan ini lagi mulai menjelaskan kepada Myro "Nampaknya lapangan ini dulu digunakan sebagai tempat latihan bagi para prajurit Kerajaan Kavaleri. Kota Loth merupakan kota yang hampir berbatasan dengan Kerajaan Orc-Goblin, jadi dulunya ada pasukan elit Kerajaan Kavaleri yang menjaga perbatasan disini dan tempat ini dijadikan sebagai tempat latihan mereka. Namun seiring waktu, serangan Kerajaan Orc-Goblin berkurang yang membuat pasukan elit Kerajaan Kavaleri disini juga di tarik kembali ke ibukota".
"Bersamaan dengan itu, lapangan ini tidak pernah dipakai lagi. Lalu, bangunan walikota ini dulunya bukan merupakan bangunan walikota melainkan barak para prajurit".
"Nampaknya kau tahu cukup banyak mengenai masalah lapangan ini", kata Myro sambil mengamati seluruh bagian lapangan ini.
Falka tersenyum percaya diri "Saat sudah tiba di barak Kota Loth, aku berkenalan dengan banyak prajurit disana, bahkan ada beberapa dari mereka yang sudah bekerja disini sejak 20 tahun yang lalu. Mereka dulunya pernah bergabung dengan pasukan elit Kerajaan Kavaleri, tapi mereka memutuskan untuk tinggal disini dan menjadi prajurit daripada harus kembali ke ibukota".
__ADS_1
Myro sedikit mengangguk, nampaknya Falka sudah cukup dekat dengan para prajurit Kota Loth di barak. Tidak ada yang salah dari hal tersebut, bahkan Myro bisa mengatakan bahwa semakin dekat Falka dengan pasukan di barak maka akan menjadi semakin baik sebab mereka bukan kaki tangan dari Keluarga Noem sehingga mereka mungkin bisa menjadi prajurit Myro di masa depan.
"Baiklah, ayo kita mulai pemanggilannya", kata Myro yang melangkah maju menuju ke tengah lapangan tersebut.
Myro mengangkat tangannya dimana terdapat tulisan Dunia yang mulai bersinar dengan cahaya emas, tidak lama kemudian 1000 pasukan muncul di depan Myro.
1000 prajurit di depan Myro berbaris dengan tertib, mereka memakai sebuah baju zirah berwarna perak yang menutupi seluruh tubuh mereka. Kecuali pada bagian mata, seluruh tubuh prajurit ini ditutupi oleh zirah besi berwarna perak.
Semua orang yang dipanggil juga memiliki sebuah pedang yang tergantung di pedang mereka, Myro dapat merasakan aura yang sangat kuat dari pasukan yang muncul ini.
Berbeda dari pasukan Kavaleri Mongol yang memiliki aura gesit serta cepat, pasukan di depan Myro ini membawanya perasaan tertib serta seperti sebuah benteng yang tidak bisa dihancurkan.
Mengamati 1000 pasukan ini, Myro merasa dirinya bukan berdiri di depan 1000 pasukan melainkan Myro merasa berdiri di depan sebuah benteng besi yang bisa berjalan.
Myro segera mengenali pasukan ini sebab pasukan ini juga terkenal di bumi, bahkan nama pasukan ini tidak kalah terkenal atau lebih terkenal dari Kavaleri Mongol.
Myro memanggil 1000 pasukan ksatria di depannya.
__ADS_1