
Myro duduk diam di ruang kerjanya sambil menatap ke arah jendela, Yorou dengan setia berdiri di belakang Myro tanpa mengucapkan sepatah katapun.
4 jam telah berlalu sejak Lana memutuskan pergi dari Kota Loth, Myro sekalipun sama sekali tidak mengetahui lagi dimana keberadaan Lana sekarang.
"Yorou, menurut pendapatmu, apakah kita mampu memenangkan perang ini?", tanya Myro yang terus menatap keramaian di Kota Loth melalui jendela pada ruang kerjanya.
Mendengar pertanyaan Myro, wajah Yorou menjadi tegas "Tuan, menang dan kalah tidak bisa ditentukan sampai pertarungan benar-benar berakhir. Raja Azeroth V dan pangeran ke 7 saat ini lebih kuat daripada tuan, tapi bagaimana 2 atau 5 tahun ke depan? Aku yakin suatu hari nanti, tuan pasti menjadi pemenangnya! Apa yang paling penting bukan menang di awal, tapi siapa pemenang di akhir!".
"Tuan tahu, di Dunia dulu, tidak ada seorangpun yang berpikir Lana akan menang. Lana yang menjadi penguasa Dunia bagian tengah tiba-tiba melakukan tindakan gila, ia berperang melawan 4 sisi sendirian yaitu timur, barat, selatan dan utara. Mengetahui Lana yang begitu gila untuk melawan 4 kekuatan musuh sendirian, semua orang berpikir Lana pasti kalah. Bahkan aku juga berpikir seperti itu, tapi Lana berkali-kali mengejutkan semua orang".
"Ia menggunakan strategi licik, kejam, tidak aneh kalau ia mengorbankan pasukannya untuk kemenangan. Meskipun aku tidak setuju terhadap cara Lana, aku harus mengakui ia sangat menakutkan. Apabila diberi pilihan, aku pasti menolak melawan Lana kecuali ia mengkhianati tuan. Tapi bukan masalah Lana yang paling penting, melainkan siapa yang menjadi pemenang terakhir. Pada awalnya semua orang berpikir Lana tidak akan bisa menang, namun ia berhasil menang yang menunjukkan perang selalu berubah. Orang yang menang di awal, belum tentu menang di akhir. Sekarang tuan masih mempunyai waktu beberapa tahun untuk mengembangkan pasukan tuan, paling tidak perang besar tidak akan terjadi selama Raja Azeroth V belum mati. Oleh karena itu, tuan memiliki banyak sekali kesempatan mengembangkan kekuatan di tangan anda!".
Myro mengangguk, ia berdiri dari kursinya dan berjalan pergi dari ruangan "Aku rasa Lana sudah pergi sekarang! Sebagai tuan yang dipercayai Lana, aku tidak boleh kalah darinya! Baik Lana, Ren, kau, Falka, Retya, dan yang lainnya, kalian semua bekerja keras agar aku tidak kalah dari orang lain. Jadi sebagai tuan kalian, aku tidak boleh kalah juga!".
Yorou sedikit tersenyum sebelum mengikuti Myro tanpa mengatakan apapun.
Ren pergi dari ruangan ini sejak awal, berdasarkan apa yang Ren katakan pada Myro sebelum pergi, ia berencana membantu Lana memilih orang yang tepat untuk dibawa pergi. Bagaimanapun Lana berencana membangun kekuatan besar yang tidak kalah atau bahkan melebihi markas di seluruh Kerajaan Azeroth, oleh karena itu Lana membutuhkan banyak bakat yang dapat membantunya, bukan hanya bakat pembunuh.
Ketika Myro membuka ia pintu, ia sedikit terkejut sebab menemukan Lopen yang berdiri diam disana "Kenapa kau disini? Apakah kau telah mengumumkan masalah Lana yang diberhentikan dari markas? Atau mungkin kau datang kesini untuk membujukku supaya tetap mempertahankan kakakmu sebagai pemimpin markas? Jika alasanmu menemui ku adalah yang terakhir, maka kau lebih baik pergi sebab aku tidak akan berubah pikir--".
__ADS_1
Sebelum Myro menyelesaikan perkataannya, ia menemukan Lopen membungkuk kepada dirinya "Tuan, terima kasih karena setuju terhadap keegoisan kakakku! Sebagai adik dari Lana, aku sangat berterima kasih!".
Myro bingung terhadap perkataan Lopen, ia bertanya penuh keraguan "Kau mengetahui alasan sebenarnya aku membuat Lana mengundurkan diri?".
Lopen yang baru berdiri tersenyum pahit "Aku adalah adiknya, kakakku mungkin mampu membodohi siapapun, namun aku bisa melihat melalui semua kebenarannya sebab aku adalah adiknya. Tuan, masalah pengumuman kakakku yang mengundurkan diri, aku menyelesaikannya! Selain itu aku tidak memberitahu siapapun mengenai alasan sebenarnya kakakku mengundurkan diri".
Myro mengamati Lopen hati-hati sebelum berkata "Kau benar-benar mirip dengan Lana, baik kecerdasan atau kekuatanmu! Baiklah, ayo pergi! Kita mempunyai banyak hal penting yang harus dilakukan".
"Baik, tuan!", jawab Lopen setuju.
...----------------...
Berbeda dari kereta kuda bangsawan mewah yang sering Myro gunakan, kereta kuda yang dipakai ratusan orang ini tidak terlihat mewah sedikitpun.
Di antara ratusan orang yang berada di kereta, Lana yang memakai pakaian hitam berjalan mendekati Ren yang telah banyak membantunya mengumpulkan 100 orang berbakat paling ia butuhkan untuk membangun kekuatan seperti markas yang baru.
"Ren, terima kasih atas bantuan mu! Kalau kita bertemu lagi nanti, aku pasti membalas semua bantuan mu", kata Lana.
Ren menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, aku membantumu sebab kita berada di sisi tuan yang sama sehingga kau tidak perlu berterima kasih. Tetapi, apakah kau yakin? Kau berencana pergi tanpa bertemu tuan sekali lagi, apakah kau tidak keberatan? Kau mungkin akan pergi dari tuan dan tidak bertemu bersamanya selama bertahun-tahun, wanita lain akan memiliki kesempatan merebut tuan".
__ADS_1
Mendengar perkataan Ren, Lana menggelengkan kepalanya.
Ia naik ke atas kereta kuda bersama 100 anggota markas yang ia bawa sebelum berteriak kepada Ren sebab posisi mereka terpisah cukup jauh "Ren, kau sendiri tahu, tanganku dipenuhi darah! Daripada seseorang sepertiku yang sangat berdarah, orang cerdas dan baik layaknya diriku jauh lebih cocok berada di samping tuan!".
Kereta kuda yang membawa Lana dan anggotanya mulai bergerak pergi, Ren berdiri diam di depan kota hingga kereta kuda semakin menjauh sebelum menghilang.
Saat sosok Lana dan kereta kuda tidak terlihat lagi, Ren menghela nafas "Dibandingkan orang sepertiku yang tidak mampu menekan politik, militer dan bangsawan pada kerajaan tuan di masa depan, orang licik seperti dirimu yang cocok bersama tuan. Sedangkan tangan yang penuh darah, apakah seorang ratu tidak boleh berdarah?".
Ren berbalik dan berjalan kembali ke Kota Loth, tidak ada gunanya memikirkan semua itu.
Lagipula sekarang mereka harus bersiap-siap terhadap perang besar-besaran yang akan terjadi di masa depan, karena hal tersebut maka Ren harus bertemu Myro lagu dan memikirkan rencana mereka ke depan.
Bukan hanya Lana yang memikirkan tentang Myro, Ren juga mementingkan masa depan Myro.
Tetapi Ren bukan Lana, ia tidak bisa pergi ke berbagai daerah di Kerajaan Azeroth untuk membentuk kekuatan besar bagi Myro.
Cara terbaik Ren membantu Myro adalah tetap berada di sisi Myro, lalu membuat rencana perang dan mengelola wilayah agar tidak terjadi masalah terhadap wilayah Myro.
Tidak lama kemudian, semua pasukan Dunia mendapatkan kabar Lana yang diberhentikan dari jabatan pemimpin markas.
__ADS_1
Setiap orang yang berasal dari Dunia sedikit tidak percaya sewaktu mendapatkan informasi barusan mengenai Lana.