PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 8 : INFORMASI


__ADS_3

Ketika Myro datang ke villa Baron Aras maka seorang prajurit membawanya, namun saat ia kembali ke rumahnya maka tidak ada seorangpun yang datang menemani Myro.


Jika itu Luca ataupun Teira maka puluhan pengawal pasti akan berbaris untuk menjaganya kembali, sedangkan untuk Myro maka penjaga di rumah Baron Aras hanya menatapnya dengan dingin sebelum tidak peduli lagi.


Bagaimanapun apabila mereka bersikap baik terhadap Luca ataupun Teira yang kemungkinan besar menjadi Baron berikutnya dengan dukungan bakat serta latar belakang mereka, saat Luca atau Teira menjadi Baron di masa depan maka mereka pasti ikut naik jabatan.


Sedangkan untuk Myro yang sama sekali tidak memiliki kemungkinan untuk menjadi penerus Baron, maka prajurit ini tidak repot-repot untuk menghabiskan tenaga mereka untuk membantu Myro.


Belum lagi mereka sudah mendengar bahwa Luca sangat membenci Myro, oleh karena itu mereka tidak tertarik untuk baik kepada Myro yang kemungkinan menyebabkan Luca memusuhi mereka.


Myro juga tidak peduli terhadap sikap para prajurit ini, bahkan selama 10 tahun ini maka Myro selalu bersikap seperti anak-anak yang seharusnya.


Tetapi pada akhirnya Myro mungkin harus mulai sedikit menunjukkan taringnya sekarang, jika tidak maka dirinya mungkin mati.


Myro bukan orang bodoh, ia sudah sangat curiga kenapa pangeran ke 4 dikirim untuk menyerang Kerajaan Kavaleri.


Bagaimanapun semua pangeran saling bertarung di ibukota, jadi pangeran yang dikirim pergi dari ibukota hingga menyerang kerajaan lain kemungkinan besar dikirim untuk mati.


Jadi apabila Myro tidak melakukan persiapan apapun maka ia mungkin harus menemani pangeran ke 4 untuk mati di Kerajaan Kavaleri.


Myro tidak langsung kembali ke rumahnya, melainkan ia pergi ke daerah miskin di Kota Aras.


Berbeda dari pusat Kota Aras yang sangat terang oleh cahaya dari rumah-rumah di sekitar, daerah miskin terlihat sangat gelap sebab para penduduk disini tidak memakai cahaya apapun pada malam hari.


Bagaimanapun memakai lampu minyak sama sekali tidak murah, jadi selama tidak penting maka orang-orang di daerah ini pasti tidak akan menghabiskan uang mereka untuk memakai lampu. Apalagi malam merupakan waktu tidur, untuk menghindari kegelapan maka mereka hanya perlu tidur.

__ADS_1


Myro berjalan menuju sebuah rumah yang terletak paling jauh, rumah ini sudah hancur dan tidak ada seorangpun yang tinggal disini lagi.


Tanpa ragu sedikitpun, Myro mengetuk pintu rumah itu dengan hati-hati.


Pada awalnya tidak ada yang menjawab ketukan pintu Myro, lagipula rumah ini sudah ditinggalkan.


Namun saat sudah berada di ketukan ke 7, Myro berkata "Buka pintunya, ini aku".


Perlahan-lahan pintu rumah kosong itu terbuka, Myro berjalan melewati pintu itu yang akhirnya kembali menutup lagi.


Di rumah yang seharusnya sudah hancur itu, Myro bergegas menuju ke sebuah lantai sebelum mengetuknya beberapa kali lagi.


Pada awalnya tidak ada yang aneh pada lantai itu, tapi sebuah lubang tiba-tiba muncul pada lantai dan sebuah mata bisa terlihat dari balik lubang itu.


Mata dari balik lubang pada lantai terlihat sangat dingin, mata tersebut mengamati Myro dan berkata dengan suara dingin "Siapa kau? Ada urusan apa kesini?".


Lubang pada lantai itu kembali menutup, setelah itu tidak ada tanda-tanda pergerakan lagi di sekitar rumah itu.


Melihat bahwa mereka masih belum membuka pintu untuknya, Myro semakin tersenyum pahit "Mereka masih terlalu berhati-hati, tapi aku rasa ini bukan hal yang buruk. Bagaimanapun dengan semakin berhati-hati, maka semakin sulit bagi musuh untuk diam-diam datang kesini".


Waktu berlalu selama 5 menit, saat Myro mulai merasa kedinginan duduk disini pada malam hari maka lantai tersebut terbuka dan membentuk sebuah jalan yang cukup besar.


Daripada jalan, sebuah tangga muncul di lantai tersebut yang mengarah menuju ke bawah tanah.


Myro berdiri tanpa ragu dan mulai menuruni tangga tersebut, meskipun Myro sudah cukup lama tidak datang kesini tapi ia masih mengingatnya dengan sangat jelas mengenai jalan disini.

__ADS_1


Myro terus menuruni tangga tersebut sedangkan pintu menuju ruang bawah tanah ini kembali tertutup, hal ini berarti tidak ada jalan lain bagi Myro sekarang kecuali terus menuruni tangga ini.


Ketika Myro sudah tiba di lantai paling bawah yang hanya sebuah ruangan yang cukup besar serta sedikit gelap, sebab hanya ada 1 lampu minyak yang menerangi ruangan ini, maka suara langkah kaki banyak orang terdengar.


Myro yang berdiri di tempatnya menemukan puluhan pemanah sudah muncul dari sekeliling ruangan ini, para pemanah ini sudah menarik busur mereka dan siap menariknya kapanpun untuk membunuh Myro.


Selain itu, 1 belati dingin berada di leher Myro, 5 belati di belakangnya serta 4 belati siap menusuk Myro dari depan, hal ini berarti ada 10 pembunuh yang sudah ada di sekitar tubuh Myro. Selama Myro sedikit bergerak, maka belati itu pasti melukai dirinya.


"Apakah ini sambutan kalian terhadapku? Aku sangat tersentuh, bisa disambut dengan anak panah dan belati waktu baru tiba disini, nampaknya kalian sangat ramah terhadap ketua kalian ini", kata Myro yang tidak bisa berkata-kata lagi terhadap sambutan yang hampir membunuhnya ini.


"Kalian bisa menurunkan senjata kalian, tidak diragukan lagi bahwa orang yang datang adalah ketua", suara seorang wanita tiba-tiba terdengar.


Baik itu para pemanah ataupun pembunuh di sekitar Myro menurunkan senjata mereka, para pembunuh itu bergerak mundur secepat mungkin lalu menghilang di balik bayang-bayang seakan-akan mereka tidak pernah ada.


Perlahan-lahan seorang wanita cantik dengan rambut perak panjang berjalan menuju Myro, wanita ini memiliki mata berwarna perak yang sesuai dengan rambutnya serta berusia sekitar 20 tahun berdasarkan wajah cantiknya itu.


Wanita tersebut berdiri di depan Myro, senyuman ramah muncul di wajahnya yang bisa menjatuhkan pria manapun "Akhirnya tuan kembali datang kesini, Lana menyambut kedatangan tuan di markas dengan senang dan hormat!".


"Kalian menyambut ku dengan senang? Apakah mengarahkan belati ke leherku merupakan sambutan yang kau katakan juga?", kata Myro tersenyum tidak peduli, ia tahu bahwa Reina melakukan itu hanya untuk berjaga-jaga apabila orang yang datang adalah orang lain yang menyamar sebagai Myro.


"Maafkan tindakan Lana dan yang lainnya, namun kami harus melakukan ini agar memastikan musuh tidak diam-diam datang ke markas. Bagaimanapun selama musuh datang ke markas, mereka bisa mengetahui banyak rahasia yang kita kumpulkan selama ini sehingga pasti sangat merugikan kita. Apabila tuan marah, maka Lana siap menerima hukuman", kata Lana sedikit membungkuk serta menunggu keputusan Myro.


Myro melambaikan tangannya "Lupakan, aku datang kesini bukan untuk menghukum kalian, melainkan aku membutuhkan informasi".


"Informasi?", Lana kembali mengangkat kepalanya dan berkata dengan tertarik "Tuan, informasi apa yang anda butuhkan? Walaupun Lana tidak bisa mengetahui semua informasi yang ada di dunia ini, tapi selama itu informasi penting yang ada di Kerajaan Azeroth maka markas pasti memiliki informasi tentang itu".

__ADS_1


"Aku membutuhkan informasi tentang pangeran ke 4 Kerajaan Azeroth", kata Myro yang mengatakan tujuannya datang kesini.


__ADS_2