
"Apa? Tuan berencana membuat Keputusan Gubernur Militer?", suara teriakan terdengar dari sebuah toko pandai besi pada Kota Rayde.
Untungnya toko pandai besi tersebut memiliki kemampuan menahan suara yang bagus, oleh karena itu semua pembicaraan yang mereka lakukan di toko tidak akan terdengar oleh orang lain di sekitar.
Orang yang berada di toko pandai besi tersebut tidak lain adalah Myro, Yorou dan kepala cabang markas di Kota Rayde.
"Kau tidak mendengar apa yang aku katakan barusan? Siapkan kertas dan alat tulis untukku, aku berencana membuat Keputusan Gubernur Militer. Selain itu, apakah kau mampu membawa surat itu ke Kota Loth? Biarkan surat milikku sampai ke tangan Feld atau Ren", kata Myro menjelaskan seakan-akan masalah Surat Keputusan Gubernur Militer hanya masalah kecil.
Kepala cabang markas di Kota Rayde sedikit tidak bisa berkata-kata sebab ia mengetahui seberapa pentingnya Keputusan Gubernur Militer yang Myro bicarakan.
Setiap Gubernur Militer memiliki hak membuat Keputusan Gubernur Militer, yaitu mereka boleh mengumpulkan semua pasukan dari bangsawan, tentara bayangan dan kekuatan lainnya pada provinsi tempat ia berkuasa tanpa harus melalui izin dari raja dulu.
Tujuan Keputusan Gubernur Militer adalah jika suatu wilayah yang jauh dari ibukota di serang kerajaan lain atau pemberontak, tapi pasukan Gubernur Militer tidak mempunyai kekuatan yang cukup supaya dapat menahan musuh.
Lalu wilayah mereka terlalu jauh sehingga ibukota tidak bisa mengirim bantuan tepat waktu, maka Gubernur Militer boleh mengumpulkan pasukan bangsawan dan kekuatan di provinsinya menggunakan Keputusan Gubernur Militer.
Setiap bangsawan dan kekuatan di Kerajaan Azeroth yang berani menolak Keputusan Gubernur Militer akan dianggap sebagai pengkhianat kerajaan, oleh karena itu orang-orang tidak berani menolaknya.
Tetapi bukan berarti Gubernur Militer boleh memakai keputusan ini secara sembarangan. Setelah raja mengetahui seseorang membuat Keputusan Gubernur Militer, raja akan mengirim pengawas dari ibukota untuk memeriksa tujuannya.
Apabila tujuan Keputusan Gubernur Militer untuk mengatasi masalah besar bagi kerajaan, Gubernur Militer tidak akan dihukum. Tetapi bagi mereka yang menggunakannya bagi kepentingan diri sendiri atau rencana lain yang tidak berhubungan terhadap krisis kerajaan, mereka mungkin dihukum lepas jabatan atau bahkan hukuman mati oleh raja.
Karena semua hukuman yang ada, para Gubernur Militer tidak berani menggunakan keputusan tersebut kecuali ada sesuatu yang penting.
Setiap kali Keputusan Gubernur Militer muncul, semua orang di Kerajaan Azeroth tahu sesuatu yang besar sedang terjadi di kerajaan. Jadi, ia sangat terkejut Myro berencana membuat Surat Keputusan Gubernur Militer.
__ADS_1
Meskipun bingung tujuan Myro mengumpulkan pasukan serta tidak takut dihukum raja, namun sebagai anggota markas maka tugasnya hanya melalukan sesuatu sesuai keputusan Myro.
"Tuan, memang tidak mungkin untuk mengirim seseorang agar membawa surat keputusan yang tuan buat", kata kepala cabang markas "Tapi bukan berarti tidak ada cara lain, kita bisa menggunakan burung pembawa pesan milik markas yang jauh lebih cepat serta tidak akan tertangkap dengan mudah oleh musuh".
"Kenapa aku melupakan burung pembawa pesan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan supaya burung pembawa pesan sampai ke Kota Loth?", tanya Myro memastikan.
"2 hari!", kata kepala cabang markas tegas.
"Kalau begitu sudah diputuskan, segera siapkan kertas dan alat tulis! Aku akan membuat Keputusan Gubernur Militer", kata Myro tersenyum, rencananya berjalan sesuai apa yang ia pikirkan.
"Baik, tuan!", jawab kepala cabang markas yang langsung pergi menyiapkan apa yang Myro butuhkan.
...----------------...
Myro terus berada di toko pandai besi itu hingga sekitar 2 jam, sekarang ia selesai memberikan Surat Keputusan Gubernur Militer dan memberikannya kepada kepala cabang markas agar bisa dibawa oleh burung pengantar pesan.
"Kau tidak perlu khawatir, Yorou", kata Myro tersenyum percaya diri "Beberapa hari kemudian, kau pasti mengerti alasan aku membutuhkan banyak pasukan untuk memenangkan perang ini. Perang di Kota Rayde bukan perang 2 sisi yaitu antara Torte dan divisi 5, melainkan sebuah perang 4 sisi!".
Myro melihat ke arah langit sambil tersenyum. Ke depannya, perang pasti menjadi semakin kuat dan rencana rahasia setiap orang akan mulai terungkap. Terutama mereka yang masih bersembunyi di belakang layar, Myro berencana membawa mereka ke depan layar agar mereka tidak berkesempatan menyerang Myro secara diam-diam.
"Kita lihat, seberapa lama lagi mereka mampu bersembunyi dibalik bayangan tersebut", kata Myro yang berjalan kembali menuju gerbang kota.
...----------------...
Hari ke 10 pengepungan Kota Rayde, seluruh tanah di sekitar kota telah berubah warna menjadi merah darah. Di sekitar Kota Rayde, puluhan ribu mayat para prajurit berbaring kehilangan hidup mereka akibat perang.
__ADS_1
Walaupun sudah banyak korban berjatuhan, 2 pihak tetap bertarung tanpa henti.
Myro berdiri di atas tembok kota, selama waktu ini ia tidak membuat gerakan besar apapun melainkan tetap diam di atas tembok kota sambil mengamati orang-orang yang berperang setiap hari.
Ia belum membuat gerakan apapun sebab Myro harus menunggu, jika ia berencana menang maka Myro membutuhkan pasukan bantuannya tiba. Tidak mungkin bagi Myro bersama 100 pengawalnya mampu mengalahkan 200.000 pasukan, tidak peduli seberapa kuat Yorou.
Berdasarkan pengamatan Myro selama beberapa hari, pasukan Torte jauh lebih buruk daripada divisi 5.
Myro sekarang mengerti kenapa pasukan 5 divisi kerajaan masih sangat ditakuti, padahal kekuatan mereka di bawah pasukan elit Kerajaan Azeroth.
Pasukan divisi ke 5 semuanya mempunyai kerja sama yang sangat seragam, mereka mampu bergerak cepat tapi tidak lupa terhadap rekan di sebelah mereka.
Ketika rekan di samping mereka kesulitan, mereka akan segera datang membantu.
Belum lagi dari segi peralatan dan kemampuan bertarung setiap prajurit, divisi 5 tetap di atas pasukan Torte.
Apabila tidak ada perubahan di medan perang, kemenangan Torte dapat dipastikan.
Tetapi Myro tahu Torte juga bukan orang yang mudah, setidaknya sosok yang pernah menjadi tangan dari Grand Duke Rayde sebelum Carla hingga memulai pemberontakan ratusan ribu prajurit kepada Grand Duke pasti tidak akan menyerah dari divisi 5 secepat itu.
Jika Torte melihat tidak ada kesempatan menang dari divisi 5, Myro yakin tujuan Torte selanjutnya menyerang Kota Rayde.
Selama mereka mampu merebut Kota Rayde duluan sebelum pasukannya dikalahkan divisi 5, mereka mempunyai kesempatan membalikkan keadaan.
Seperti yang Myro pikirkan, puluhan ribu pasukan Torte dibagi menjadi 2.
__ADS_1
Sekitar 40.000 pasukan menahan pasukan divisi ke 5 sedangkan 40.000 pasukan yang lain menyerang Kota Rayde, 20.000 pasukan Torte telah mati di perang beberapa hari yang lalu.
Kali ini Torte menggerakkan pasukannya, selama ia kalah maka Torte akan kehilangan seluruh pasukannya. Namun apabila ia berhasil menang, Torte memiliki kesempatan menjadi Grand Duke atau bangsawan lainnya.