PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 265 : TES


__ADS_3

Myro tidak langsung pergi ke medan perang bersama Ren melainkan ia secara diam-diam pergi ke tenda medis, bagaimanapun hidup dan mati Myro masih rahasia sehingga tidak boleh ketahuan prajurit yang bertugas.


Ketika sampai di tenda medis, Sorna yang sibuk bekerja langsung memberi hormat "Tuan!".


Myro melambaikan tangannya "Tidak perlu terlalu sopan, apakah ayahku sudah bangun?".


"Ayah anda baru bangun beberapa waktu yang lalu, nampaknya ia berencana untuk berbicara dengan anda. Awalnya aku berpikir untuk memanggil tuan, tapi karena tuan telah ada disini, aku tidak perlu repot-repot lagi", kata Sorna menunjuk ke sebuah ruangan.


Myro mengangguk, ia berjalan menuju ruangan yang ditunjuk Sorna bersama Ren dan Yorou "Ayah, bagaimana keadaanmu?".


Di tempat tidur, ayah Myro berbaring sambil tangannya diikat oleh perban.


Sebenarnya darah di tenda komando waktu itu bukan darah Myro melainkan darah ayahnya.


"Seperti yang kau lihat, aku tertembak panah di tangan kananku! Belum lagi ini seharusnya sebuah panah beracun, Luca dan keluarga ibunya merupakan orang yang kejam, mereka berencana membunuhmu memakai panah beracun yang mematikan. Sekali panah mengenai dirimu, kau tidak mempunyai kesempatan hidup lagi", kata Ayah Myro tersenyum "Namun aku senang, kau tidak terkena panah itu melainkan diriku! Aku sudah cukup tua sedangkan kau merupakan bintang yang bersinar di langit! Anakku Myro, mungkin ayah tidak seharusnya mengatakan ini sebab ayah pernah mencoba membuang mu dulu, tapi ketika ayah tidak ada lagi, bisakah kau tetap menjaga Keluarga Aras? Kami tidak pernah berencana menerima tawaran Luca untuk berkhianat".


Myro duduk di samping ayahnya sebelum berkata hati-hati "Ayah, aku yakin kau telah mengetahui pengkhianatan Luca sejak awal, lalu kenapa kau tidak menghentikannya?".

__ADS_1


"Aku mencoba memberinya nasihat agar berhenti melawan dirimu", kata Ayah Myro menggelengkan kepalanya "Tetapi ia tidak mendengarkan ku".


"Ayah, sejak awal kau memberi nasihat pada Luca, kau pasti tahu Luca tidak akan menyerah dan tetap berencana membunuhku. Oleh karena itu, kau datang ke tenda komando milikku! Bukan karena kau khawatir aku tidak mampu memimpin pasukan, melainkan kau tahu Luca berencana membunuhku sehingga kau datang melindungi ku. Apakah aku benar?", tanya Myro.


Ayah Myro tersenyum pahit "Kau benar-benar menjadi semakin cerdas, kau dapat mengetahui pikiran ayah sangat baik. Myro, kau mungkin tidak mengerti, namun seiring aku menjadi tua, aku menyadari seberapa pentingnya keluarga. Apabila aku yang sekarang, aku pasti tidak akan mengirim mu pergi bersama pangeran ke 4! Saat seseorang menjadi tua, mereka akan menyadari bahwa kekuasaan dan harta yang mereka cari selama ini tidak terlalu penting dibandingkan keluarga yang selalu ada mendukung mereka. Mungkin aku sudah menjadi naif dan lemah akibat terlalu lama, kalau diriku di masa lalu, aku pasti membunuh Luca tanpa ragu".


Myro dan ayahnya saling bertatapan selama beberapa saat sebelum Myro berdiri "Ayah, aku tidak bisa menjaga Keluarga Aras sendirian seperti yang kau katakan, belum lagi kau tidak akan mati sekarang".


"Apa yang kau katakan? Aku mendengar pembunuh yang dikirim Luca memakai racun--", ayah Myro mencoba menjelaskan seberapa menakutkan racun yang dipakai Luca. Sebagai orang yang menyamar menjadi pengkhianat kepada Luca, anaknya tersebut memberitahu ia semua rencana yang telah disiapkan.


Ayah Myro kaget, wajahnya menjadi kosong "Maksudmu semua pembunuhan beberapa hari yang lalu dan racun pada panah--".


"Kami memberinya obat tidur pada panah sehingga anda tertidur selama beberapa hari, bukan keracunan", kata Ren yang ada di belakang Myro "Ayah tuan, rencana ini bukan dibuat oleh tuan melainkan aku yang memutuskannya. Tuan berkata ayahnya tidak berkhianat, namun sebagai pengikut tuan, aku harus selalu berhati-hati untuk kemungkinan terburuk yang membuat aku memutuskan rencana ini. Kalau anda mencoba membunuh tuan, anda pasti tidak terhindar dari hukuman. Jika anda tidak datang membantu tuan, anda tidak gagal ataupun lulus melainkan tetap menjadi penjaga di kota perbatasan. Apabila anda melindungi tuan, anda dinyatakan lulus dan tuan lebih mempercayai anda di masa depan".


"Jadi semua rencana ini adalah apa yang aku buat, anda tidak perlu menyalahkan tuan melainkan aku merupakan orang yang salah! Tetapi kalau waktu diulang kembali, aku tetap akan melakukan yang sama! Sebagai pengikut setia tuan, aku harus berhati-hati terhadap siapapun yang menjadi ancaman tuan! Tugas ahli strategi yaitu menjauhkan tuan dari akhir paling buruk!".


Ayah Myro terdiam sebentar setelah itu tertawa keras "Myro, kau benar-benar mempunyai ahli strategi yang hebat! Aku tidak marah terhadap tindakan kalian, malahan sebaliknya, aku berterima kasih karena kau peduli pada anakku! Dengan adanya ahli strategi seperti dirimu di samping anakku, aku tidak perlu khawatir lagi! Sepertinya waktu generasi tua seperti kami telah berakhir, sekarang merupakan waktu bagi kalian generasi muda. Nona Ren, Tuan Yorou, apakah aku bisa mempercayakan perlindungan anakku kepada kalian?".

__ADS_1


Yorou dan Ren membungkuk tanpa ragu "Tidak perlu anda katakan sekalipun, kami akan selalu bertarung di sisi tuan".


Ayah Myro mengangguk, ia menatap anaknya yang telah tumbuh dewasa dengan cepat "Myro, hati-hati! Sekarang Kerajaan Azeroth semakin kacau, keadaan tidak menentu! Karena alasan tersebut, kau harus menentukan jalanmu sendiri baik itu mencoba mendukung pangeran ke 7, atau pangeran ke 10? Bahkan mungkin membuat kerajaanmu sendiri! Tidak peduli keputusan apa yang kau pilih, ayah akan mencoba meyakinkan Keluarga Aras supaya selalu mendukungmu".


"Terima kasih, ayah!", kata Myro.


Mereka berbicara sebentar lagi sebelum Myro bersama Yorou dan Ren pergi, kali ini mereka menuju ke penjara sementara yang tidak lain menjadi tempat bagi pengkhianat di tahan.


Ketika sampai disana, Myro menemukan Retya bersama beberapa ksatria yang menjaganya.


Retya memberi hormat kepada Myro "Tuan, kami melakukan semuanya sesuai yang anda katakan, ribuan pengkhianat telah ditahan! Kaki, tangan, mata, mulut serta telinga mereka kami tutup untuk sementara waktu, apa yang harus kita lakukan kepada para pengkhianat ini?".


"Sebagian besar dari mereka akan dihukum pada pengadilan Kota Loth, apa yang kita perlukan cuma 5 orang agar mereka mengganti semua kesalahan yang sudah diperbuat! Aku memberi 5 orang yang beruntung kesempatan untuk mendapatkan keringanan hukuman!", kata Myro memberitahu rencananya, lagipula Retya merupakan orang kepercayaan Myro.


"Maksud tuan?", tanya Retya bingung.


"Bukankah jelas?", kata Myro tersenyum percaya diri "Karena musuh menggunakan pasukan kita sebagai pengkhianat, maka kita akan menggunakan pengkhianat sebagai pengkhianat musuh juga!".

__ADS_1


__ADS_2