PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 56 : 1000 TOPENG


__ADS_3

Myro menjadi semakin penasaran terhadap perkataan Ren "1000 topeng? Maksudmu Feld adalah orang yang ahli berakting?".


Ren membuka kipas lipatnya lalu menatap ke arah Feld dengan wajah tidak senang "Jika ia tidak berasal dari Dunia maka ia pasti mengkhianati tuan! Pria bernama Feld ini bukan orang baik, ia mungkin berbicara dengan ramah kepada seseorang sekarang, setelah mendapatkan kepercayaan orang itu maka ia mungkin bekerja sama dengan musuh orang yang sudah percaya padanya itu lalu membunuh pria yang sudah percaya padanya tersebut".


"Intinya, apabila Feld ini tidak berasal dari dunia maka selama ia tetap bersama dengan tuan, maka tuan seperti menyimpan pisau tersembunyi yang bisa menusuk tuan kapanpun dari belakang. Tetapi karena ia juga berasal dari dunia, maka tuan tidak perlu khawatir akan hal ini. Walaupun begitu, aku tidak tertarik untuk dekat dengan orang seperti Feld ini hanya sebab kita sama-sama berasal dari Dunia, aku bukan orang yang bisa ia tipu dengan mudah seperti Ferbas dan Falka. Bukti terbaiknya ia yang memiliki banyak topeng tersebut adalah Feld ini sudah cukup dekat terhadap hampir semua pasukan Kavaleri Mongol, Falka ataupun Ferbas".


Myro baru tahu ternyata Feld merupakan orang yang seperti itu. Tidak aneh tadi malam Myro yang berbicara bersama Feld merasa sangat dekat dengan dirinya, mungkin itu adalah sebuah topeng yang dipakai Feld ketika ia tahu Myro senang berbicara dengan orang seperti apa.


Jika benar itu yang terjadi, maka Myro harus mengakui bahwa Feld ini sangat menakutkan. Ia merupakan sosok yang bisa dekat dengan orang lain sangat mudah serta tanpa dicurigai, untungnya Feld dipanggil melalui Dunia. Setidaknya kemampuan Feld memang cocok sebagai tingkat emas, kemampuan uniknya cukup berbeda dari yang lain.


Feld nampaknya juga menyadari bahwa Myro sudah muncul dari tendanya, oleh karena itu Feld berdiri sambil melambaikan tangannya pada Myro, ia berjalan mendekati Myro juga "Tuan, anda sudah bangun? Pasukan sebentar lagi akan berangkat, anda harus segera sarapan!".


Sebelum Myro bisa mengatakan apapun, Feld menyadari bahwa ada Ren yang menatapnya dengan dingin dari samping Myro.


Dihadapan tatapan dingin Ren, Feld berkata sambil tersenyum ramah "Nona Ren, kau juga sudah ada disini? Kenapa tidak bergabung dengan kami tadi? Padahal kami sedang membicarakan tentang langkah apa yang akan digunakan pangeran ke 4 untuk melawan Ibukota Kerajaan Kavaleri! Ide dari ahli strategi sepertimu pasti sangat berguna".


Ren menutup kipas lipatnya sambil berkata penuh rasa tidak peduli "Namamu Feld bukan? Aku tidak peduli apa yang sedang kalian bicarakan, namun aku tidak begitu dekat denganmu dan tidak tertarik untuk berbicara terlalu lama. Oleh karena itu, aku tidak datang berbicara denganmu".


Feld tidak marah terhadap sikap kasar Ren, bahkan ia masih tersenyum ramah "Nona Ren, anda sangat kasar! Aku tahu bahwa kau tidak begitu senang terhadapku, aku sebenarnya juga tidak terlalu senang terhadap orang cerdas yang memiliki banyak rasa curiga seperti dirimu. Tetapi kita disini harus bekerja sama sebab kita memiliki tujuan yang sama yaitu untuk Tuan Elos, jadi aku harap paling tidak kita tidak saling bermusuhan".

__ADS_1


"Tanpa kau beritahu sekalipun, aku sudah tahu", kata Ren menggelengkan kepalanya "Aku memang tidak senang terhadap orang yang memakai banyak sekali topeng seperti dirimu, tapi di sisi lain maka aku harus mengakui bahwa orang sepertimu masih sangat berguna untuk membantu Tuan Myro. Oleh karena itu, selama kau tidak melalukan sesuatu secara berlebihan atau salah, maka aku tidak tertarik untuk menganggu mu".


Feld mengangguk "Kalau begitu senang bekerja sama dengan anda, Nona Ren!".


Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, Ren menarik tangan Myro dan membawanya pergi dari sini "Tuan, ibu anda sudah membuat sarapan sehingga kita harus pergi dari sini".


Myro sedikit terkejut terhadap tindakan Ren yang sangat tiba-tiba, namun Myro tahu bahwa Ren melakukan semua ini untuk kebaikannya sehingga Myro membiarkan Ren menariknya.


"Tuan, Nona Ren, sampai jumpa!", kata Feld sambil melambaikan tangannya.


Saat Ren dan Myro sudah pergi, senyum di wajah Feld menghilang "Ren itu memang sangat tajam, ia bisa melihat melalui semua topengku hanya dengan sekali melihat. Jika itu di keadaan lain maka aku pasti membenci orang seperti Ren ini, aku akan membunuhnya tanpa ragu apabila ada kesempatan. Tapi karena kami adalah sama-sama pengikut Tuan Myro, maka keberadaan Ren bukan sesuatu yang buruk sehingga aku tidak boleh membunuhnya. Belum lagi untuk menjadi raja ataupun kaisar, dukungan ahli strategi cerdas seperti Ren dibutuhkan".


Setelah membawa Myro menuju ke tempat dimana Ibu Myro sedang membuat sarapan, Ren berkata lagi "Tuan, aku tahu bahwa Feld tidak akan mengkhianati kita. Meskipun begitu, lebih baik tuan agar tidak terlalu dekat dengannya. Ia tidak akan menipu tuan, namun sifat buruknya mungkin bisa mempengaruhi tuan sehingga jangan terlalu dekat dengannya".


Melihat wajah Ren yang khawatir, Myro sedikit tersenyum.


Ia mengulurkan tangannya untuk memegang kepala Ren dengan lembut, walaupun orang berusia 10 tahun memegang kepala seseorang berumur 15 tahun sedikit tidak tepat, namun Ren tidak menolaknya.


"Jangan khawatir, aku tahu apa yang harus dilakukan", kata Myro masih memegang kepala Ren dengan lembut.

__ADS_1


Ren hanya sedikit mengangguk, Feld ini memang sedikit aneh tetapi saat Lana dan yang lainnya datang nanti maka Feld ini bisa semakin di tekan lagi.


Ibu Myro memanggil mereka bahwa sarapan sudah siap, 3 orang duduk di sekitar api yang sebelumnya dipakai Ibu Myro untuk memasak, lalu memulai sarapan mereka.


...----------------...


Sebelum hari semakin siang yaitu setelah sarapan, pangeran ke 4 memberikan keputusannya yaitu agar semua prajurit mulai bergerak.


Ribuan pasukan itu pergi dari Kota Gav menuju Ibukota Kerajaan Kavaleri, di perang kali ini maka Gav juga memberikan 500 pasukannya kepada pangeran ke 4 untuk membantu mereka yang menunjukkan seakan-akan Gav sangat setia.


Pangeran ke 4 tentunya tidak menolak pasukan tambahan ini, mereka semua bergerak dengan cepat menuju Ibukota Kerajaan Kavaleri.


Waktu hari sudah lewati dari siang hari, pangeran ke 4 dan pasukannya tiba di dekat Ibukota Kerajaan Kavaleri.


Keluarga kerajaan memang masih memiliki kota pedagang tapi karena lokasinya yang cukup jauh maka mereka memilih menyerang Ibukota Kerajaan Kavaleri yang merupakan kota paling dekat.


Pada awalnya pangeran ke 4 berpikir bahwa orang-orang di Ibukota Kerajaan Kavaleri akan langsung menyerah dan menyambut mereka seperti Duke Gav, bahkan orang-orang yang lain juga berpikir seperti itu.


Tetapi pangeran ke 4 terkejut bahwa musuh menolak menyerah, diwakili putra mahkota Kerajaan Kavaleri maka mereka memutuskan untuk bertarung mempertahankan ibukota Kerajaan Kavaleri.

__ADS_1


__ADS_2