
Melihat senyum licik di wajah Perdana Menteri Terkop, Raja Azeroth V yang sudah mengenalnya sejak lama segera mengerti "Nampaknya kau sudah memikirkan sebuah rencana, temanku memang tidak pernah mengecewakan! Katakan rencana mu, biarkan aku dan semua orang yang ada disini menilainya".
"Karena yang mulia sudah mengizinkan, Terkop akan menjelaskan ide yang sudah ia miliki", kata Terkop tersenyum percaya diri "Kalian semua pasti mengenal tentang Marquis Gerda bukan?".
Limo yang ada di samping mengangguk "Marquis Gerda merupakan bangsawan yang sudah mengikuti Kerajaan Azeroth sejak Raja Azeroth I. Mereka selalu setia kepada kerajaan, walaupun sifat mereka sedikit bermasalah sebab Marquis Gerda adalah orang yang tegas. Bahkan di beberapa pertemuan yang lalu, Marquis Gerda berani berbicara menentang ide raja".
Raja Azeroth V berkata tanpa kemarahan sedikitpun "Marquis Gerda memang sedikit terlalu tegas, tapi aku tahu bahwa ia merupakan sosok yang setia kepada kerajaan. Bahkan di pertemuan yang lalu, ia menentang ide milikku untuk kepentingan penduduk kerajaan. Jadi aku tidak keberatan terhadap sikapnya itu, apakah rencana mu kali ini berhubungan dengan Marquis Gerda, Perdana Menteri Terkop?".
Terkop sedikit membungkukkan kepalanya kepada Raja Azeroth V "Yang mulia, rencana ini hanya bisa dilakukan apabila anda memberikan izin. Aku berencana membuat Marquis Gerda memusuhi Baron Myro, dengan sifat keras kepala dan tegas milik Marquis Gerda, selama ia sudah memusuhi Baron Myro maka perkembangan Baron Myro pasti terganggu".
"Membuat mereka bermusuhan?", kata raja tertarik "Bagaimana caranya? Wilayah Baron Myro dan Marquis Gerda sama sekali tidak berdekatan, kenapa mereka bisa saling bermusuhan?".
Terkop sedikit tersenyum "Yang mulia, kita semua sudah tahu bahwa Marquis Gerda memiliki 5 anak, tapi ia hanya memiliki 1 anak perempuan dan merupakan anak paling muda di seluruh anak Marquis Gerda yang lain. Bahkan orang-orang menyebut anak perempuan tersebut sebagai hati dari Marquis Gerda, permata keluarga Gerda, 4 kakaknya yang lain juga sangat melindunginya. Bahkan anak tertua dari Keluarga Gerda yang merupakan kapten 10.000 pasukan elit angkatan darat Kerajaan Azeroth pernah memimpin pasukannya untuk mengepung akademi sebab ada yang menganggu adiknya, apakah aku benar, kepala akademi Lotem?".
__ADS_1
Seorang pria tua yang memiliki rambut putih serta memiliki aura orang yang memiliki pengetahuan luas di ruangan itu berkata dengan senyum pahit "Aku masih ingat kejadian hari ini, tiba-tiba 10.000 pasukan elit Kerajaan Azeroth mengepung akademi yang hampir membuatku ketakutan, aku pikir yang mulia menganggap ku sebagai pemberontak dan berencana menghancurkan akademi".
Lotem merupakan kepala akademi Kerajaan Azeroth yang merupakan akademi militer serta pemerintahan terbaik di seluruh kerajaan. Meskipun ia tidak memiliki kekuasaan politik ataupun militer, tetapi sebagai kepala akademi maka ia sudah menghasilkan banyak sekali murid yang menjadi pejabat ataupun pemimpin militer di Kerajaan Azeroth ini. Apalagi Lotem merupakan sosok yang dihormati sebagai orang yang memiliki pengetahuan paling luas di seluruh kerajaan, oleh karena itu ada banyak orang yang menghormatinya.
Raja Azeroth V ikut berkata "Aku juga sudah pernah mendengar masalah itu, tapi apa hubungannya hal ini dengan membuat Baron Myro bersama Marquis Gerda saling bermusuhan?".
"Yang mulia, aku mendapatkan kabar bahwa anak perempuan Marquis Gerda berencana pergi ke Provinsi Utara untuk melakukan penelitian kelulusan akademi miliknya, ia berencana meneliti tentang strategi kemenangan pangeran ke 4. Apa yang terjadi jika anak perempuan Marquis Gerda di tangkap oleh bandit yang ada pada wilayah Baron Myro ketika melakukan perjalanan ke sana?", kata Terkop tersenyum dingin.
Semua orang di ruangan tersebut terkejut, Limo akhirnya kembali angkat bicara "Apabila itu terjadi, Marquis Gerda yang sangat melindungi anak perempuannya pasti marah besar. Mengingat sifat tegas dan keras kepalanya, Marquis Gerda pasti menyalahkan Baron Myro sebab anaknya hilang di wilayah Baron Myro! Mereka pasti akan saling bermusuhan walaupun tidak bertarung secara langsung sebab Marquis Gerda tidak memiliki alasan untuk berperang melawan Baron Myro di depan yang mulia!".
Tetapi Raja Azeroth V menggelengkan kepalanya "Rencana mu memang bagus, tetapi aku tidak setuju! Keluarga Gerda sudah setia sejak lama terhadap kerajaan, Marquis Gerda saat ini juga sangat setia kepadaku. Bagaimana mungkin aku melakukan tindakan yang merugikannya seperti itu? Sebagai raja, aku tidak bisa merugikan mereka yang setia terhadapku, kecuali Marquis Gerda adalah seorang pengkhianat! Oleh karena itu, bagaimana mungkin aku bisa membuat anak perempuan Marquis Gerda di tangkap bandit? Kalian sendiri pasti tahu bahwa siapapun yang di tangkap bandit pasti bernasib buruk, baik itu dibunuh ataupun dijual sebagai budak! Marquis Gerda adalah orang yang setia dan baik, aku tidak bisa melakukan hal tersebut padanya".
"Selain itu, anak perempuan Marquis Gerda merupakan permata keluarganya. Aku yakin ketika ia melakukan perjalanan ke Provinsi Kavaleri, ia akan dikawal oleh puluhan pasukan elit sang Marquis. Bagaimana mungkin para bandit bisa menjadi lawan dari pasukan elit Marquis? Rencana mu memiliki banyak kelemahan, Perdana Menteri Terkop".
__ADS_1
"Aku tahu bahwa yang mulia sangat menghargai mereka yang setia, karena hal ini aku sudah menyiapkan rencana yang tepat untuk yang mulia", kata Terkop masih sangat percaya diri "Kita tidak membiarkan para bandit yang menangkap anak perempuan Marquis Gerda, melainkan kita akan mengirim 500 pasukan elit kerajaan untuk menyamar sebagai bandit. Ketika pasukan elit kita menangkap anak Marquis Gerda, kita hanya perlu menahannya di villa yang ada di ibukota kerajaan sampai Baron Myro berhasil ditekan".
"Aku rasa hal itu hanya membutuhkan waktu 2 tahun, lalu kita bisa mengembalikan anak perempuan sang Marquis tanpa terluka sedikitpun. Dengan kesetiaan sang Marquis, aku yakin ia tidak akan marah saat mengetahui bahwa yang mulia memakai dirinya sebagai senjata untuk menekan Baron Myro".
Semua orang di ruangan itu kembali berpikir, rencana Terkop ini benar-benar tidak melukai Marquis Gerda. Mereka hanya menahan anaknya sambil menyamar seakan-akan itu adalah tindakan bandit, lalu mengembalikannya lagi setelah 2 tahun atau lebih sampai Myro berhasil ditekan.
"Rencana mu memang bagus, tapi Marquis Gerda masih dirugikan akibat rencana tersebut, aku tidak bisa setuju", kata Raja Azeroth V yang masih menolak.
"Kalau begitu yang mulia hanya perlu memberinya ganti rugi seperti memberi anak perempuan Marquis Gerda gelar Baron tanpa wilayah setelah ia dikembalikan, aku yakin sang Marquis pasti akan senang dengan hal tersebut. Bagaimanapun hanya 1 anak yang bisa mewarisi gelar Marquis, dengan memberi anak perempuannya gelar Baron, maka Marquis Gerda tidak perlu khawatir lagi terhadap masa depan putrinya tersebut", kata Terkop.
"Walaupun Marquis Gerda dirugikan tapi kita memberikan balasan untuk menutupi kerugian tersebut, dengan ini Marquis Gerda tidak akan merasa kesetiaannya terhadap kerajaan sudah dikhianati", kata Raja Azeroth V yang mengatakan inti dari rencana Terkop.
Ketika Raja Azeroth V sedang berpikir, semua orang diam sambil menunggu keputusannya.
__ADS_1
Raja Azeroth V membuka matanya yang sudah menjadi tegas "Jendral Limo, siapkan 500 prajurit elit kerajaan untuk menyamar sebagai bandit di wilayah Baron Myro! Pastikan identitas mereka tidak diketahui siapapun meskipun mereka ditangkap sekalipun, aku harap kalian semua yang ada di ruangan ini juga menutup mulut kalian tentang masalah hari ini! Selain aku dan kalian semua yang ada disini, tidak boleh ada orang lain lagi yang mengetahui rencana ini!".
"Baik, yang mulia!", teriak semua orang di ruangan itu dengan tegas.