
Mendengar keputusan Myro, Lana tidak mengatakan apapun lebih banyak lagi dan hanya berdiri dengan tegas "Aku mengerti tuan, aku pastikan untuk menyampaikan pesan anda untuk Lopen secepat mungkin! Selama anak itu berani terlambat menjawab panggilan tuan, aku pasti membuat ia menyesal".
"Lopen? Lana, apakah adikmu sudah ada disini juga?", tanya Ren terkejut.
Di sisi lain, Myro ikut terkejut "Tunggu, kau dan Lopen adalah kakak adik?".
"Tuan tidak perlu khawatir, walaupun Lopen adalah adikku tetapi aku tidak pernah memperlakukannya secara khusus. Alasan kenapa aku tidak memberitahu masalah ini kepada tuan bahwa kami adalah kakak adik yaitu agar tuan tidak salah berpikir bahwa aku akan memperlakukan Lopen dengan khusus, aku hanya bertindak sesuai dengan keputusan tuan. Baik itu Lopen ataupun Falka semuanya sama, oleh karena itu tuan juga tidak perlu memperlakukan Lopen dengan khusus hanya sebab ia adalah adikku", kata Lana menjelaskan.
Myro mengamati Lana dari atas ke bawah, ia sangat terkejut sebab Lopen dan Lana terlalu berbeda.
Jika Lana memiliki sifat tegas dan berhati-hati, maka Lopen terlihat jauh lebih lemah dan lembut. Padahal Lana adalah wanita sedangkan Lopen adalah pria, apakah sifat mereka saling bertukar saat mereka lahir.
"Tuan, sifat kami tidak pernah bertukar!", kata Lana yang tahu apa pikiran Myro sekarang.
Melihat Lana mengetahui pikirannya, Myro hanya bisa berdiri sambil mengalihkan perhatiannya "Baiklah, aku sudah tidak memiliki apapun lagi, sekarang aku akan berangkat menuju wilayah ku yang baru diberikan. Lana, kau bisa memindahkan markas lagi menuju kota yang sudah menjadi wilayah ku, bagaimanapun Ibukota Provinsi Kavaleri ini pasti akan diberikan ke seorang bangsawan lain yang memiliki gelar lebih besar. Bagaimanapun Ibukota Provinsi Kavaleri ini cukup makmur, setidaknya ada banyak peternakan kuda disini sehingga nilainya lebih berharga, seorang Baron tidak bisa memiliki kekuasaan di kota sebesar ini. Lalu beritahu 1 anggota kelompok untuk mengurus rumahku yang ada disini, aku menghabiskan 5 koin emas untuk rumah kecil itu sehingga tidak baik untuk dibuang tanpa alasan".
"Aku mengerti, tuan!", jawab Lana lagi.
Setelah itu, Myro dan Ren berjalan pergi dari tempat ini. Myro berjalan kembali menuju tempat dimana Falka, ibunya, Ferbas dan Feld sudah menunggu.
Saat ini 500 Kavaleri Mongol sudah menyimpan semua tenda perkemahan mereka dan siap berangkat, mereka berada di atas kuda mereka dan menunggu kedatangan Myro.
__ADS_1
"Tuan!", teriak Falka yang menemukan kemunculan Myro bersama Ren.
Falka bersama Ibu Myro masing-masing membawa sebuah kuda untuk Myro dan Ren.
Naik ke atas kudanya, Myro menggerakkan kuda tersebut untuk berada di barisan depan Kavaleri Mongol sebelum berteriak "Terima kasih karena sudah menungguku selama setahun ini, sekarang penantian kita sudah berakhir! Aku sudah mendapatkan wilayah ku sendiri dan menjadi Baron, mungkin aku belum bisa membayar semua kerja keras kalian, namun suatu hari nanti aku pasti memberikan kalian hadiah yang tepat atas semua usaha kalian. Seluruh pasukan, berangkat! Tujuan kita berikutnya adalah Kota Loth, Kota Vendes dan Kota Rorec".
Myro dan Kavaleri Mongol mulai bergerak menjauh dari Ibukota Provinsi Kavaleri ke arah perbatasan Provinsi Kavaleri dengan Kerajaan Orc-Goblin.
...----------------...
Di Kota Loth, sebagian besar bangunan di kota ini hanya rumah-rumah kecil. Di sekitar kota terdapat tembok kota yang terbuat dari kayu, jika Kerajaan Orc-Goblin menyerang tempat ini maka tembok kota yang lebih cocok di sebut sebagai pagar kayu ini pasti hancur dengan mudah.
Untuk membangun tembok kota maka dibutuhkan harga yang sangat mahal, oleh karena itu Kerajaan Kavaleri dulu tidak bisa membuat tembok kota batu bagi seluruh kota di kerajaan mereka.
Walaupun begitu, Kota Loth tidak pernah di serang oleh Kerajaan Orc-Goblin sebab masih ada Kota Vendes dan Kota Rorec di depan. Setiap kali serangan Kerajaan Orc-Goblin tiba, maka Kota Vendes dan Kota Rorec pasti bisa menahannya dengan bantuan Keluarga Sild.
Jadi di antara 3 kota itu, Kota Loth merupakan kota yang paling makmur sebab tidak pernah menerima serangan langsung dari Kerajaan Orc-Goblin.
Meskipun menjadi kota yang paling makmur, kemiskinan bisa dirasakan pada seluruh Kota Loth. Sebagin besar bangunan di kota ini hanya rumah-rumah kecil dengan para penduduk yang memiliki tubuh kurus serta jalanan yang tidak ramai akibat tidak adanya seorangpun pedagang yang datang ke kota ini.
Jika kota paling makmur di antara 3 kota tersebut sudah miskin seperti ini, maka keadaan 2 kota yang lain juga lebih buruk lagi daripada ini, mungkin sudah seperti kota mati.
__ADS_1
Tetapi di antara kemiskinan tersebut, terdapat sebuah villa mewah dengan halaman luas berupa taman di depan villa tersebut.
Villa ini sebagian besar temboknya diwarnai dengan emas serta ada sebuah pagar batu besar di sekeliling rumah tersebut, bahkan rumah walikota tidak semewah tempat ini.
Villa mewah ini tidak lain adalah milik Keluarga Noem, mereka merupakan sosok berpengaruh di 3 kota ini dan memiliki kekayaan yang sangat besar. Walikota sekalipun harus bersikap hormat padanya, Keluarga Noem juga yang memberikan bayaran serta makan kepada para prajurit yang mempertahankan 3 kota ini bersama Keluarga Sild, meskipun uang yang mereka berikan kepada para prajurit masih sangat sedikit sehingga sering kali prajurit tidak bisa berperang akibat kelaparan.
Di ruang tamu Keluarga Noem, terdapat seorang pria berusia 40 tahun dengan rambut berwarna pirang dan sedang memakan sebuah daging panggang besar di atas meja.
Walaupun ia memakan daging sebesar itu, tubuh pria ini sama sekali tidak gemuk.
Di seluruh tubuh pria ini terdapat pakaian mewah yang tidak kalah dari bangsawan sekalipun, ada sebuah kalung berlian kecil yang ia gunakan.
Berlian merupakan perhiasan langka yang sangat mahal, para bangsawan tidak keberatan menghabiskan banyak uang untuk membeli berlian kecil sekalipun sebab hal itu bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka adalah orang kaya.
Pria ini tidak lain adalah Noem Limde, kepala keluarga Noem sekarang.
Di belakang Limde, ada seorang pria muda berusia sekitar 20 tahun dengan rambut pirang serta wajah yang hampir sama dengan Limde. Perbedaan utama mereka mungkin wajah Limde terlihat lebih tua serta pemuda itu tidak memakai kalung berlian apapun.
Pria muda ini tidak lain adalah anak dari Limde, Noem Horfa.
Horfa yang berada di belakang ayahnya bertanya dengan ragu "Ayah, menurut kabar yang sudah aku terima, Kerajaan Azeroth menunjuk bangsawan baru sebagai pemimpin 3 kota yang kita kuasai ini! Apa yang harus kita lakukan? Jika bangsawan baru itu sampai mengetahui tambang besi kita dan melaporkannya pada Kerajaan Azeroth, Keluarga Noem kita pasti di hukum mati!".
__ADS_1