PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 34 : HADIAH


__ADS_3

Pada malam hari setelah peperangan besar merebut Benteng Trock, ada banyak sekali prajurit yang berkumpul di halaman benteng.


Sedangkan untuk para kapten, jendral ataupun anak bangsawan yang memiliki jabatan lebih penting, mereka berkumpul di aula Benteng Trock.


Baik itu di halaman ataupun di aula Benteng Trock memiliki sebuah kesamaan yaitu terdapat banyak sekali makanan dan minuman, para prajurit berdiri di sekitar meja itu seperti menunggu sesuatu.


Myro saat ini berdiri diam di ruang pesta bersama dengan Ren serta ibunya, sedangkan untuk Falka dan Ferbas maka mereka lebih memilih untuk di lapangan bersama para prajurit.


Terutama Falka, ia sangat menolak untuk berada di aura Benteng Trock ini. Menurutnya ia sangat ahli bertarung, tapi untuk masalah kesopanan para bangsawan maka ia sama sekali tidak mengerti. Oleh karena itu, ia hanya akan merasa terganggu apabila berada di aula Benteng Trock ini. Lebih baik ia berada di lapangan, makan dan minum bersama para prajurit.


Myro masih memakai baju zirah besi ringan miliknya, begitu juga dengan ibu Myro ataupun Ren, mereka sama sekali tidak mengganti pakaian mereka.


Tetapi semua orang yang ada di ruangan ini sudah tidak memakai baju zirah besi lagi, baik itu pria ataupun wanita sudah memakai pakaian mewah ataupun gaun yang terlihat seperti seorang bangsawan.


Melihat pakaian berkilau milik para bangsawan ini dan baju besi yang ia pakai, Myro sedikit tersenyum pahit. Bukan ia yang tidak tertarik mengganti baju besinya, namun Myro tidak memiliki pakaian lain. Baron Aras tidak pernah memberi Myro pakaian mewah yang seharusnya dimiliki para bangsawan, selain itu Myro juga tidak pernah berpikir akan ada pesta di tengah peperangan. Jika ia tahu seperti ini, Myro pasti sudah memberitahu Lana untuk menyiapkan pakaian bangsawan bagi dirinya dan ibunya serta Ren.


Walaupun Myro masih memakai baju besi, tidak ada seorangpun di sekitar yang berani meremehkannya. Bagaimanapun selama waktu ini, mereka sudah melihat bahwa kemenangan ini di dapatkan melalui kerja keras Myro bersama para pengikutnya, setelah perang ini selesai maka kemungkinan besar Myro adalah orang yang mendapatkan hadiah terbaik.


Tidak lama kemudian, pangeran bersama Limo akhirnya datang.


Mereka berjalan menuju ke atas panggung yang berada di depan ruangan ini, pangeran ke 4 memakai pakaian putih dengan lambang Kerajaan Azeroth di bagian jubah merah pada pakaiannya.

__ADS_1


Pada pakaian putih itu, terdapat garis-garis berwarna emas yang menunjukkan kemewahan serta kekuatan Kerajaan Azeroth.


Pangeran ke 4 yang ada di atas panggung tersenyum "Maaf sudah membuat kalian semua menunggu, aku sangat berterima kasih sebab tanpa kerja keras kalian semua maka kita tidak bisa memenangkan perang ini. Tetapi, perang sama sekali belum berakhir! Kita mungkin berhasil merebut Benteng Trock, namun masih ada Kerajaan Kavaleri yang menunggu kita! Oleh karena itu, pertarungan belum berakhir!".


"Meskipun begitu, aku rasa tidak ada salahnya untuk beristirahat malam ini setelah kemenangan besar! Kalian bisa memakan dan minum semua yang ada di atas meja ini, begitu juga para prajurit yang ada di lapangan, tidak perlu membayar! Ini adalah hadiahku untuk kerja keras kalian semua!".


Teriakan pangeran sangat keras yang membuat para prajurit di lapangan masih bisa mendengarnya, jadi semua orang berteriak senang juga "Terima kasih, pangeran!".


Setelah itu pangeran ke 4 turun dari atas panggung, semua orang mulai makan dengan senang.


Myro tidak bisa untuk tidak berjalan ke arah meja makan besar untuk menemukan ada banyak sekali makanan disana, bahkan makanan yang mahal seperti daging ada banyak sekali.


Seperti yang diketahui bahwa Myro merupakan anak yang tidak dipedulikan Baron Aras, Myro memang pernah diundang beberapa kali ke pesta ulang tahun Baron, tapi ia tidak bisa memakan banyak makanan disana karena kakak dan adiknya yang lain tidak senang terhadap Myro.


Myro mengambil banyak makanan tanpa ragu, terutama daging.


Sebenarnya bukan hanya Myro, para anak bangsawan lain juga tidak kalah dari Myro. Lagipula mereka semua yang dikirim disini merupakan anak-anak yang tidak penting di keluarga mereka, jadi mereka belum pernah menemukan makanan sebanyak ini.


Hanya Luin yang berdiri di samping serta menatap anak-anak bangsawan ini dengan jijik "Orang-orang desa! Tindakan mereka sangat memalukan, seperti orang yang tidak pernah makan selama 10 tahun".


Myro mengambil sebuah potongan daging besar dan membawanya ke mangkuk miliknya, ia belum pernah melihat daging sebesar itu sejak datang ke dunia ini.

__ADS_1


Myro memakan daging itu tanpa ragu sebelum berkata sambil terkejut "Rasa daging ini sangat bagus, walaupun terlihat besar tetapi masih sangat lembut! Ibu, kalian juga harus mencobanya! Berdasarkan rasanya, ini mungkin adalah daging sapi! Selama kita berada di kediaman Baron Aras, kita selalu memakan sayuran hampir setiap harinya. Walaupun ada daging sekalipun, paling banyak itu hanya daging ayam sebab daging sapi merupakan sebuah kemewahan di Provinsi Utara".


Ibu Myro dan Ren hanya tersenyum di samping, mereka sudah merasa cukup hanya dengan melihat Myro makan.


Tiba-tiba sebuah suara lembut terdengar dari belakang Myro "Kau benar, Myro! Itu daging sapi, kali ini aku membiarkan para koki untuk memasak langsung daging sapi terbaik Kerajaan Azeroth! Cukup sulit untuk mendapatkannya, bahkan aku yang seorang pangeran hanya bisa mendapatkan sedikit daging setiap minggunya! Namun hari ini berbeda, untuk merayakan kemenangan besar ini maka tidak ada salahnya memasak daging sapi terbaik!".


"Pangeran!", Myro yang sedang makan langsung meletakan mangkuknya ke samping, setidaknya ia masih mengerti untuk bersikap sopan meskipun sedang sibuk makan.


Orang yang berbicara barusan terhadap Myro adalah pangeran ke 4, ia segera melambaikan tangannya "Jangan bersikap terlalu sopan, kau adalah pahlawannya di perang ini sehingga silahkan makan apapun yang ada di atas meja! Selain itu aku sangat berterima kasih kepadamu dan berharap Myro akan membantuku lagi untuk merebut Kerajaan Kavaleri!".


Myro mengangguk "Sudah seharusnya bagi Myro untuk membantu pangeran!".


Melihat Myro yang tidak menolak, pangeran ke 4 tertawa keras "Jangan khawatir, setelah perang ini selesai maka aku akan memastikan kau mendapatkan gelar bangsawan! Bukan gelar setengah bangsawan, tapi gelar bangsawan asli! Aku tidak tahu apakah aku bisa membujuk ayahku, namun aku pasti mencoba yang terbaik!".


"Terima kasih atas kebaikan pangeran", kata Myro.


Pangeran ke 4 mengangguk "Myro, setelah pesta ini selesai maka jangan pergi dulu, aku memiliki hadiah lain yang bisa aku berikan kepadamu. Hadiah ini adalah rasa terima kasihku, jadi tidak akan mempengaruhi hadiah gelar bangsawan yang aku berikan kepadamu setelah perang ini selesai, lagipula sudah seharusnya aku memberikan hadiah atas bantuan mu itu".


Tanpa menunggu jawaban dari Myro, pangeran ke 4 berjalan pergi menuju orang lain yang cukup penting untuk berbicara.


Pangeran ke 4 cepat-cepat pergi agar Myro tidak menolak hadiah yang akan ia berikan.

__ADS_1


Myro tidak bisa untuk tidak bertanya ke Ren yang ada di belakangnya "Ren, menurutmu apakah aku harus menerima hadiah ini?".


Ren tersenyum "Pangeran ke 4 berusaha menarik tuan ke pihaknya, lagipula meskipun ia berhasil merebut Kerajaan Kavaleri tapi masih ada pangeran lain yang siap melawannya untuk tahta. Oleh karena itu, ia menarik tuan yang memiliki kemungkinan besar untuk menjadi bangsawan besar di masa depan agar membantunya menjadi raja di masa depan. Jadi Ren rasa tidak masalah untuk menerima hadiah ini, sedangkan untuk membantu pangeran ke 4 menjadi raja di masa depan maka itu semua tergantung tuan. Lagipula kita hanya menerima hadiah yang ia berikan, bukan setuju untuk membantunya menjadi raja".


__ADS_2