
Sudah 5 hari sejak Myro selesai merebut Kota Folk, selama beberapa hari ini juga terjadi perubahan di Kota Folk.
Perubahan yang paling penting yaitu para tahanan dilepaskan dari penjara, walaupun tidak semua tahanan bisa bebas, tapi lebih dari setengah tahanan bisa kembali ke rumah mereka masing-masing.
Meskipun masih ada beberapa orang yang di tahan, tapi setidaknya para penduduk tidak perlu khawatir lagi Myro berencana membunuh mereka. Apabila Myro berpikir untuk membunuh mereka, tidak mungkin melepaskan para tahanan ini.
Selain itu, beberapa anggota keluarga dari tahanan yang belum bebas bertanya-tanya kenapa keluarga mereka masih di tahan.
Bagaimanapun mereka sama-sama prajurit, namun kenapa ada yang dibebaskan sedangkan yang lain tetap di tahan.
Ketika mereka mengetahui alasannya yaitu siapapun yang bekerja sama dengan Myro bisa bebas, orang-orang ini berhenti bertanya-tanya lagi.
Tidak ada seorangpun prajurit yang berani menceritakan tujuan mereka selanjutnya bersama Myro adalah melawan Benteng Rulfes.
Lagipula sebelum mereka dibebaskan, Ren memberitahu mereka agar tidak menyebarkan penyerang Benteng Rulfes. Bukan hanya itu, para tahanan yang bebas juga tidak berani menceritakan apapun kepada keluarga mereka sebab tindakan yang mereka lakukan selanjutnya sangat berisiko.
Lebih baik keluarga mereka tidak tahu supaya tidak perlu merasa khawatir, hal ini menyebabkan berita penyerangan Myro kepada Benteng Rulfes belum sampai ke orang lain.
Melihat para tahanan yang dibebaskan mengikuti aturan tersebut, Myro sedikit mengangguk. Nampaknya tidak ada masalah untuk membebaskan mereka dulu dan bersiap-siap berperang melawan kota berikutnya, Myro juga masih harus menunggu senjata serta baju besi yang sudah di bawa dari Kota Loth beberapa hari yang lalu. Apabila tidak ada masalah di tengah jalan, semua perlengkapan itu akan datang hari ini.
Ketika Myro sedang berkeliling Kota Folk dan mengamati keadaan para penduduk, sebuah prajurit berjalan mendekati Kota Folk.
Jika dilihat dengan hati-hati, pasukan yang mendekat ke Kota Folk sama sekali tidak sedikit yaitu berjumlah 6000 orang.
Di bagian belakang pasukan terdiri dari 5000 prajurit, mereka memakai baju zirah besi berwarna hitam dan sebuah pedang yang terletak di pinggang mereka.
__ADS_1
1000 pasukan paling depan adalah pasukan yang memakai sebuah helm dari kulit hewan, helm mereka ditutupi oleh bulu berwarna putih yang terlihat sangat cocok melindungi mereka dari dingin.
Pakaian yang mereka gunakan juga terbuat dari kain, ada bulu putih pada pakaian mereka sehingga dapat melindungi pasukan ini dari dingin.
Walaupun pakaian mereka terbuat dari kain, namun ada baju zirah ringan perak yang tersembunyi dibalik pakaian tersebut. Berbeda dari Infanteri berat yang memakai zirah besi berat juga, pasukan ini hanya memakai baju zirah ringan sehingga menunjukkan bahwa mereka merupakan infanteri ringan yang memiliki keunggulan kecepatan daripada infanteri berat.
Di barisan paling depan, terdapat seorang pria muda yang memiliki rambut pendek berwarna keemasan serta mata berwarna biru seperti lautan luas.
Ia menatap ke arah Kota Folk yang sudah terlihat sambil berteriak "Sebentar lagi kita akan sampai, kita harus tiba di Kota Folk sebelum malam tiba! Ayo berjalan sedikit lagi!".
"Baik, tuan muda!", teriak pasukan di belakangnya.
Meskipun mereka sedang berjalan kaki di tengah-tengah cuaca bersalju, sama sekali tidak ada tanda-tanda kelelahan pada tubuh mereka.
Para prajurit ini hanya berjalan maju mengikuti tuan muda mereka yang ada di depan, perlahan-lahan mereka semakin dekat dari Kota Folk yang merupakan tempat dimana Myro berada.
Myro yang sedang berjalan-jalan di sekitar kota menemukan seorang prajurit yang berlari secepat mungkin menuju Myro memakai kudanya.
Melihat gerakan panik prajurit ini, semua orang di jalan tahu bahwa pasukan tersebut memiliki sesuatu yang penting untuk diberitahu kepada Myro.
Oleh karena itu, para penduduk memberikan jalan kepada prajurit itu secepat mungkin supaya ia tidak terlambat bertemu Myro.
Setelah tiba di depan Myro, ia berlutut "Tuanku, ada pasukan yang mendekati wilayah kita! Berdasarkan laporan dari mata-mata yang kita sebar di seluruh kota, ada sekitar 6000 pasukan yang mendekat ke Kota Folk. 5000 pasukan berupa pasukan utama serta ada 1000 pasukan elit menurut mata-mata kita yang melihat semua kejadian secara langsung".
Mendengar laporan itu, Myro tidak panik melainkan bertanya lagi "Apa lambang bendera yang dibawa pasukan ini?".
__ADS_1
"Mereka membawa bendera Kerajaan Azeroth!", jawab prajurit itu "Selain itu, ada sebuah bendera yang memiliki lambang mawar berduri berwarna emas, kemungkinan besar mereka berasal dari keluarga bangsawan".
"Lambang mawar berduri yang memiliki warna emas?", gumam Myro sambil mengamati Ren yang ada di belakangnya.
Menghadapi tatapan Myro, Ren mengangguk sedikit yang berarti sosok pasukan ini kemungkinan besar adalah mereka yang sudah Myro tunggu selama beberapa hari ini.
Tanpa ragu sedikitpun, Myro berjalan menuju tembok kota "Ayo pergi, tidak baik membuat para tamu menunggu".
Saat Myro naik ke atas gerbang kota, ia menemukan 6000 pasukan berbaris tertib di depan gerbang.
Apa yang paling menarik perhatian Myro yaitu 1000 pasukan di barisan paling depan pasukan ini, meskipun mereka hanya memakai helm serta pakaian dari kain tapi Myro tidak berani meremehkan mereka.
Dengan sebuah tombak tajam di tangan setiap prajurit, Myro yakin 1000 pasukan ini adalah elit yang bisa melawan 4000 pasukan sekalipun.
Sebelum Myro mengamati lebih jauh lagi, seorang pria yang dipanggil para pasukan ini sebagai tuan muda melangkah maju.
Berbeda dari Linster yang tidak sopan, pria itu menunjukkan sikap seperti seorang bangsawan "Maaf sudah menganggu Baron Myro akibat kedatanganku yang tiba-tiba, aku harap Baron Myro tidak keberatan. Namaku adalah Loir Rayde, anggota keluarga Grand Duke Rayde. Aku dikirim kesini oleh Jendral Perbatasan Utara, Jendral Herfu untuk membantu sang Barok. Apabila tidak keberatan, bisakah aku bertemu Baron Myro secara langsung?".
Karena pria bernama Loir bersikap sopan, Myro tentunya tidak akan memperlakukan pria ini dengan buruk.
Gerbang kota perlahan-lahan terbuka, Myro yang sudah turun ke bawah melangkah maju menuju Loir bersama Ren, Lopen dan 100 Penjaga Praetorian, Gladius serta 50 Legiun Romawi.
Myro tersenyum sopan dan bersikap seperti seorang bangsawan seharusnya "Ternyata itu adalah Tuan Loir yang berasal dari keluarga Grand Duke Rayde dan dikirim langsung oleh Jendral Perbatasan Utara Herfu, maaf sudah bersikap tidak sopan sebelumnya. Namaku adalah Myro Aras, Baron dari Kerajaan Azeroth".
Sekarang Myro sudah yakin, 1000 pasukan yang memakai pelindung kain dan bulu ini kemungkinan besar pasukan Infanteri Salju, pasukan elit milik Jendral Herfu.
__ADS_1
Sedangkan 5000 pasukan yang lain, mereka hanya pasukan tambahan dari Jendral Herfu untuk melindungi cucunya.
Walaupun hanya pasukan tambahan, Myro sama sekali tidak meremehkan 5000 pasukan tersebut sebab ada aura yang menakutkan berasal dari mereka, aura yang seharusnya dimiliki oleh pasukan yang sudah melewati banyak sekali medan perang.