PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 262 : PEPERANGAN DI MULAI


__ADS_3

Di samping Pasukan Kemenangan, terdapat pasukan Herfu yang masing-masing dibagi menjadi 50.000 pasukan dan berada di sisi kiri serta kanan pasukan.


Pasukan di bagian kiri dipimpin oleh wakil Herfu sedangkan bagian kanan dipimpin oleh Herfu sendiri, ia juga membawa 10.000 Infanteri Salju disana.


Setelah formasi pasukan Herfu, di bagian belakang pusat komando Myro terdapat kurang lebih 7000 pasukan ksatria yang dipimpin Aclan.


Ia menggabungkan pasukan ksatria miliknya dan ksatria dari Garwein untuk membentuk 7000 pasukan ksatria elit, mereka bertugas berjaga-jaga apabila ada pasukan musuh yang mencoba melakukan penyergapan dari belakang.


Aclan tidak sendirian, ia bersama Gladius yang memberikan bantuan sebanyak 1500 Legiun Romawi. Sekalipun ada 50.000 pasukan yang menyerang dari belakang, Myro yakin gabungan dari pasukan ksatria dan Legiun Romawi mampu menahan mereka.


Fred bersama Garwein berada di sayap kiri dan kanan, masing-masing dari mereka memimpin 20.000 pasukan kavaleri yang Myro rekrut dari penduduk di wilayahnya.


Semua pasukan kavaleri ini dilatih langsung oleh Falka dan Kavaleri Mongol, kekuatan mereka tidak perlu diragukan lagi.


100.000 pasukan Jendral Herfu, 50.000 Pasukan Kemenangan, 40.000 kavaleri di sayap kiri dan kanan, yang terakhir 10.000 pasukan elit menjaga barisan belakang. Jika dijumlahkan seluruhnya, pasukan Myro memang mencapai 200.000 pasukan, apalagi mereka semua merupakan pasukan yang terlatih, bukan penduduk dipersenjatai seperti Kerajaan Orc-Goblin.


Berbeda dari pasukan Myro yang berbaris serta membentuk formasi teratur, pasukan Kerajaan Orc-Goblin sedikit lebih buruk.


Mereka meletakkan 50.000 penduduk Goblin di barisan paling depan yang berperan sebagai perisai, lalu 50.000 pasukan Goblin lainnya berbaris di belakang mereka.


Terakhir, 40.000 pasukan Orc berada di posisi paling belakang, diikuti 10.000 Kavaleri Serigala yang baru dilatih setelah mengalami kehancuran akibat perang sebelumnya.


Myro yang berada di pusat komando menatap sebuah peta yang menggambarkan penyebaran pasukan di medan perang.


Melihat semuanya telah siap, Myro berkata "Bunyikan drumnya! Perang di mulai!".


Tidak mungkin memberitahu ratusan ribu pasukan untuk menyerang memakai teriakan, bagaimanapun seseorang berteriak sekuat tenaga sekalipun, mereka tidak bisa membuat ratusan ribu orang mendengar teriakan mereka.


Oleh karena itu, di medan perang seperti ini, drum, terompet serta bendera sangat dibutuhkan supaya menjadi petunjuk bagi semua pasukan apakah harus terus bertarung, mundur, mulai menyerang ataupun strategi yang lainnya.

__ADS_1


"Brak! Brak! Brak! Brak! Brak!".


Bersamaan keputusan Myro, orang-orang yang memegang drum di pusat komando mulai memukul drum mereka sekuat mungkin hingga bergema di seluruh medan perang.


Baik Retya, Herfu ataupun para pemimpin pasukan yang lain segera menyadari maksud dari suara drum ini, yaitu perang sudah di mulai.


Retya menarik pedangnya lebih dulu dan menunjuk ke arah pasukan musuh "Semua pasukan serang! Untuk Kerajaan Azeroth! Untuk Count Kemenangan!".


"Serang!", 50.000 Pasukan Kemenangan berteriak penuh semangat dan mengikuti Retya menuju medan perang.


Sejak divisi 4 dihapuskan dan mereka menjadi Pasukan Kemenangan, mereka belum pernah lagi melakukan pertarungan besar seperti sekarang.


Oleh karena itu, Pasukan Kemenangan menjadi penuh semangat serta khawatir seakan-akan mengingat masa lalu mereka lagi.


Di sisi lain, Pasukan Herfu, serta kavaleri di sayap kanan dan kiri mengikuti gerakan Pasukan Kemenangan, 2 pasukan bertabrakan di medan perang yang mewarnai seluruh tanah dengan darah.


Walaupun perang terlihat seperti tidak mempunyai kesempatan untuk menang, Guliger tidak khawatir.


Bagaimanapun berdasarkan surat yang diberikan Luca kemarin, semua rencana mereka selesai, mereka dapat mengalahkan Myro tanpa harus memenangkan perang.


Di pusat komando, Myro bersama Ren dan beberapa ahli strategi yang pernah direkrut atau dilatih Myro terus berdiskusi.


Mereka membuat berbagai keputusan agar pasukan Myro tidak mengalami kekacauan.


Myro terus melihat peta sambil mendengarkan keadaan terbaru medan perang dari apa yang disampaikan prajuritnya sebelum membuat keputusan "Beritahu kavaleri di sayap kanan untuk memberikan bantuan kepada pasukan Herfu, meskipun Jendral Herfu mempunyai Infanteri Salju, lawan mereka adalah Kavaleri Serigala! Biarkan kavaleri melawan kavaleri kita!".


"Beritahu Retya, Pasukan Kemenangan miliknya maju terlalu cepat, ia harus lebih berhati-hati! Ini adalah perang besar, kalau ia maju sendirian tanpa menunggu pasukan Herfu serta kavaleri, ada kemungkinan Pasukan Kemenangan dikepung musuh lalu mengalami kerugian besar!".


"Biarkan Fred terus memimpin kavaleri nya untuk menghancurkan formasi infanteri musuh, beritahu juga wakil Herfu supaya memberikan dukungan tepat waktu bagi Kavaleri Fred, jangan biarkan musuh menghentikan gerakan kavaleri!".

__ADS_1


Suara terompet, drum dan bendera terus berubah-ubah di pusat komando mengikuti keputusan Myro yang tidak menerima keberatan apapun dari Ren atau ahli strategi lainnya sebab semua tindakan Myro tepat.


Ren dari tadi berdiri di samping dan mengamati semua yang terjadi dengan senyuman.


Myro belum pernah memimpin peperangan berjumlah besar sebelumnya, di Provinsi Rayde, orang yang mengambil komando pasukan gabungan adalah Ren sebab Myro berada di Kota Rayde.


Oleh karena itu Ren sempat berpikir Myro akan membuat kesalahan ataupun kekacauan akibat kurangnya pengalaman, tapi nampaknya ia terlalu banyak berpikir.


Myro bisa memimpin dan membuat keputusan dengan bijak sesuai keadaan terbaru medan perang. Meskipun ada beberapa kesalahan sedikit, tapi Ren tahu semua kesalahan tersebut hanya kesalahan kecil yang tidak berakibat fatal.


Lagipula setiap orang membutuhkan waktu untuk berlatih serta mencari pengalaman sebelum tidak membuat kesalahan lagi.


Myro belum pernah memimpin pasukan ratusan ribu prajurit sebelumnya yang benar-benar perang asli, bukan perang cepat seperti waktu melawan Divisi 4.


Divisi 4 tahu mereka tidak boleh terlalu lama di Provinsi Rayde atau mereka akan tertangkap oleh pasukan raja, jadi mereka selalu berpikir melarikan diri daripada melawan Myro yang membuat melawan divisi 4 sama sekali bukan perang melainkan pengejaran sepihak.


Sekarang Myro benar-benar berperang memakai ratusan ribu pasukan melawan ratusan ribu pasukan lainnya, cukup hebat bagi Myro tidak membuat kesalahan besar apapun dan selalu memikirkan strategi terbaik secepat mungkin.


Ketika Ren sedang berpikir, pintu tenda terbuka.


Myro menemukan ayahnya merupakan orang yang datang ke tenda pusat komando. Bagaimanapun Myro menyerahkan penjagaan Kota Herisen kepada ayahnya selama bertahun-tahun, tidak aneh bagi ayahnya berada disini.


Yorou hanya membuka matanya sebentar, setelah mengetahui orang yang datang adalah ayah Myro, ia kembali menutup matanya.


"Bagaimana keadaan di medan perang?", kata ayah Myro yang berjalan mendekati peta di tengah tenda.


"Cukup bagus, kalau terus seperti ini, kita pasti menang! Apa yang ayah lakukan disini? Apakah ada masalah di Kote Herisen?", tanya Myro sedikit penasaran sebab ayahnya tidak harus datang kesini karena Myro sendiri yang memimpin perang.


"Tidak ada apa-apa", kata Ayah Myro tersenyum "Aku hanya sedikit khawatir sebab aku mendengar, kau belum pernah memimpin perang asli sebesar ini. Aku berpikir untuk datang dan membantumu, namun aku rasa kau tidak mengalami masalah apapun disini, aku tidak perlu datang sama sekali".

__ADS_1


__ADS_2