
Myro berada di villanya pada Kota Loth dan menatap dokumen di tangannya penuh senyuman, dokumen itu tidak lain adalah pemberitahuan dari raja mengenai Myro yang diangkat menjadi Duke secara langsung selama 2 bulan. Kalau Myro berhasil mengalahkan Kerajaan Orc-Goblin sebelum 2 bulan, ia secara resmi menjadi Duke.
Tetapi apabila Myro gagal dan melebihi batas waktu, gelar Duke yang telah diberikan kepada Myro akan dibatalkan.
Bisa dikatakan gelar Duke pada Myro saat ini cuma gelar Duke sementara, oleh karena itu banyak bangsawan dan pejabat di Kerajaan Azeroth yang belum mengetahuinya.
Namun apa yang membuat Myro paling senang bukan gelar Duke yang akan ia dapatkan, Bagaimanapun setelah Raja Azeroth V mati, Gelar Duke tidak begitu berharga lagi mengingat kekuasaan Raja Azeroth berikutnya belum tentu berhasil.
Jadi alasan utama Myro tersenyum senang yaitu berita yang ada pada dokumen lain di tangannya, berita itu berasal dari Katia yang menjadi wakil markas dan memimpin pembentukan markas di ibukota.
Pada surat Katia, semua tindakan yang dilakukan Raja Azeroth V tertulis sangat jelas.
Baik itu tentang Jendral Hanto yang meminum racun, Menteri Piryo dijatuhi hukuman mati serta banyak pejabat dan bangsawan yang mendukung pangeran ke 7 di ibukota ikut dihukum mati.
Tindakan Raja Azeroth V bukan hanya mengejutkan pangeran ke 7, melainkan seluruh kekuatan di Kerajaan Azeroth terkejut.
Mereka tidak pernah berpikir raja yang telah tua dan hampir mati masih bisa bertindak begitu kejam. Teman lamanya sekalipun, Hanto tidak terhindar dari kematian.
Keadaan pemerintahan ibukota yang tadiny mulai menjadi sedikit kacau akibat jatuh sakitnya raja mulai kembali damai, mereka tidak berani bertindak secara terang-terangan lagi melawan pangeran ke 10.
__ADS_1
Bukan hanya itu, beberapa bangsawan dan pejabat yang tadinya berencana menerima tawaran pangran ke 7 supaya berpihak kepadanya melawan raja, mereka semua segera menolak.
Tindakan raja membuat mereka takut, selama mereka berani memihak pangeran ke 7, mereka pasti tidak berakhir baik juga.
Sedangkan beberapa orang yang awalnya ragu apakah harus mendukung pangeran ke 10 atau tidak, mereka mulai membuang keraguan mereka dan menunjukkan dukungan.
Walaupun pangeran ke 10 belum mempunyai sifat tegas seorang raja yang sebenarnya, tapi ia mendapatkan dukungan dari Raja Azeroth V yang membuat orang-orang percaya diri.
Sekalipun Raja Azeroth V hampir mati, mereka yakin raja pasti akan membuka lebih banyak kesempatan bagi pangeran ke 10 dan menghancurkan kekuatan pangeran ke 7 sebanyak mungkin sebelum dirinya mati.
Pemerintahan Ibukota Kerajaan Azeroth yang tadinya kacau menjadi damai lagi, beberapa orang di ibukota saling bergabung dan memberikan dukungannya kepada pangeran ke 10. Di sisi lain, tindakan Raja Azeroth V benar-benar memperlemah pengaruh pangeran ke 7 di ibukota.
Hampir tidak ada lagi pendukung pangeran ke 7 yang tetap di ibukota sebagai mata-mata, sekalipun masih ada pendukungnya mereka pasti tidak berani menunjukkan diri secara jelas karena takut raja membunuh mereka.
Ren yang ada di samping Myro sudah selesai membacanya dari tadi, ia langsung memberikan pendapatnya "Menurutku, tindakan Raja Azeroth V kali ini memang sedikit gila, cukup tidak sesuai dengan raja yang selalu bijak sebab gerakan sebesar ini mempunyai peluang terjadinya pemberontakan apabila ada target yang gagal di tangkap. Walaupun aku menganggapnya gila, di sisi lain aku harus mengakui Raja Azeroth V memang menakutkan. Untungnya umur Raja Azeroth V tidak lama lagi, kalau tidak, ia pasti menjadi lawan yang berat!".
"Raja tahu ia hampir kehabisan waktu, apabila ia mati tanpa berhasil menghapus semua taring pangeran ke 7 di ibukota kerajaan, pangeran ke 10 kemungkinan besar akan mengalami kegagalan sewaktu naik menjadi raja baru. Karena alasan tersebut, sebelum kematiannya, Raja Azeroth V memutuskan melakukan tindakan terakhir membantu pangeran ke 10. Tindakannya memang sedikit terlalu gila, tapi aku harus mengakui tindakannya juga sangat tepat!".
Myro ikut mengangguk "Jika pangeran ke 10 yang memutuskan melakukan pembunuhan besar-besaran, pangeran ke 7 pasti memanfaatkannya agar orang-orang menganggap pangeran ke 10 sebagai seorang pembunuh yang tidak cocok menjadi raja baru, ia bisa membujuk penduduk untuk melakukan pemberontakan memakai alasan tersebut. Oleh karena itu, Raja Azeroth V melakukannya sendiri sebab banyak penduduk percaya padanya yang telah memimpin kerajaan selama puluhan tahu dan membawanya menuju kemakmuran".
__ADS_1
"Selain itu, raja juga sebentar lagi mati, ia tidak keberatan dianggap sebagai pembunuh berdarah bagi pangeran ke 10. Daripada masalah Raja Azeroth V dan pangeran ke 10, aku lebih tertarik mengenai tindaka balasan apa yang akan dilakukan pangeran ke 7. Mengingat sikapnya yang tegas dan kejam, pangeran ke 7 pasti tidak duduk diam terhadap tindaka Raja Azeroth yang membunuh banyak pengikutnya di ibukota. Bahkan ada kemungkinan mereka akan saling berperang yang lebih baik untuk kita, selama mereka saling berperang dan melemah, kita dapat mengalahlan mereka dengan mudah juga".
Ren ikut tersenyum "Pangeran ke 7 pasti melakukan sesuatu yang gila juga, tidak kalah dari Raja Azeroth V untuk membalas dendam".
"Baiklah, aku rasa kita harus berhenti memikirkan masalah raja dan pangeran sekarang", kata Myro yang memutuskan berhenti membahas mengenai masalah ini sebab mereka masih memiliki target lain "Untuk sekarang, kita harus pergi ke perbatasan! Kita harus menyerang Kerajaan Orc-Goblin secepat mungkin, sebelum permusuhan pangeran ke 7 dan raja selesai".
"Tuan benar, kalau begitu kita harus membahas masalah paling penting dulu. Selama tuan membawa pasukan pergi dari sini menuju Kerajaan Orc-Goblin, siapa yang bertugas menjaga Provinsi Kemenangan?", tanya Ren.
Bagaimanapun mereka tetap harus berjaga-jaga, semua prajurit tidak boleh pergi berperang melainkan sebagian harus tetap tinggal untuk menjaga wilayah Myro.
Apalagi Myro bukan seorang bangsawan kecil lagi melainkan ia adalah Count Kemenangan, sosok berpengaruh di utara Kerajaan Azeroth. Selama pangeran ke 7 atau Raja Azeroth V menemukan kesempatan mengalahkan Myro, mereka pasti tidak akan membuang kesempatan tersebut.
Myro berpikir sebentar "Biarkan Falka bersama 2000 Kavaleri Mongol menjaga Provinsi Kemenangan. Bukankah Falka baru selesai membentuk 20.000 pasukan gubernur militer Provinsi Kemenangan? Selama ada pasukan sebanyak itu, seharusnya tidak masalah untuk menjaga Provinsi Kemenangan. Selain itu ada Lopen bersama Penjaga Praetorian dan Chi Sang Li dengan Podocheong nya beserta bantuan markas, seharusnya kekuatan sebanyak itu mampu menjaga 1 provinsi tanpa masalah".
"Sedangkan Aclan, Fred, Sorna sebagai pemimpin pasukan dokter, Garwein, Gladius, Yorou, Retya yang telah tiba di perbatasan lebih dulu, dan Jendral Herfu bersama pasukan perbatasan yang ia miliki, semuanya harus pergi ke perbatasan dan ikut melawan Kerajaan Orc-Goblin. Aku yakin Jendral Herfu tidak akan menolak, bagaimanapun kita berada di kelompok yang sama, belum lagi ia dan Kerajaan Orc-Goblin selalu berperang selama bertahun-tahun, ia pasti tidak akan menolak jika aku mengajaknya mengalahkan musuh lamanya".
"Bukan hanya para jendral kita, biarkan pasukan Orc Goblin yang dipimpin Taredo serta telah kita latih secara diam-diam ikut bergabung juga. Setelah itu Pasukan Kemenangan, ksatria, Legiun Romawi dan semua pasukan yang kita miliki kecuali Kavaleri Mongol serta pasukan gubernur militer yang dipakai Falka, semua orang akan dibawa ke perbatasan melawan Kerajaan Orc-Goblin. Jangan lupa, lawan kita adalah sebuah kerajaan yang sudah berdiri selama ratusan tahun, kita tidak boleh meremehkan mereka!".
"Dimengerti tuan, aku akan menyampaikan pesan anda agar semua orang bersiap!", kata Ren bergegas pergi dari sini.
__ADS_1
Kali ini Myro hampir membawa semua prajuritnya. Bersama pasukan Jendral Herfu, Myro berencana menyerang Kerajaan Orc-Goblin memakai pasukannya yang kurang lebih berjumlah 200.000 orang.
Ren tahu, Myro berencana merebut Kerajaan Orc-Goblin memakai 1 gerakan.