PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 235 : KITA ADALAH BAYANGAN!


__ADS_3

Di antara para prajurit yang berhasil tetap hidup dari serangan panah, beberapa dari mereka terluka berat sedangkan sebagian kecil lainnya terluka ringan.


Hampir di seluruh pasukan, semuanya terluka kecuali walikota bersama keluarganya yang berada di kereta dan pengkhianat dari pasukan penegak hukum milik Lopen.


Mereka menggunakan kereta kuda supaya menahan serangan anak panah yang ada, tapi sekarang kuda yang menarik kereta terluka atau mati sehingga tidak mungkin lagi untuk terus melanjutkan perjalanan.


Pengkhianat pasukan penegak hukum terus menatap sekitar, ia berusaha mencari tahu keberadaan ribuan pemanah yang barusan menembak mereka.


Di sekitar mereka saat ini adalah hutan yang dipenuhi pepohonan, tidak mungkin bagi dirinya menyadari keberadaan pasukan yang menyergap.


Tanpa ragu, ia berdiri dari tempat persembunyiannya dan berteriak "Siapa kalian? Kami bukan pasukan Count Kemenangan melainkan pasukan pangeran ke 7! Kalau kalian membiarkan kami pergi, kami tidak keberatan memberikan sebagian harta yang kami bawa sekarang! Selain itu pangeran ke 7 pasti mengingat kebaikan kalian dan membayarnya kembali suatu hari nanti".


Pria yang menjadi pengkhianat ini yakin pasukan yang menyerang mereka sama sekali bukan pasukan Myro, bagaimanapun ia dulunya adalah anggota pasukan penegak hukum Myro yang membuat ia mengetahui semua letak dan strategi pasukan Myro di Provinsi Kemenangan.


Oleh karena itu, ia percaya diri bahwa pasukan yang menyerang mereka kemungkinan besar merupakan pasukan yang bermusuhan melawan Myro.


Musuh berpikir ia bersama walikota dan para prajuritnya merupakan pasukan Myro yang mencoba menyerang mereka, jadi musuh memutuskan menyerang lebih dulu.


Tetapi pria yang berkhianat tersebut sama sekali tidak tahu, semua yang telah ia pikirkan adalah kesalahan besar.


Tiba-tiba ratusan orang yang menggunakan pakaian hitam muncul dari hutan, semua orang tersebut memakai pakaian hingga menutup wajah mereka. Kecuali mata, seluruh tubuh mereka tidak terlihat akibat tertutup pakaian.


Sebelum pasukan walikota mampu bersiap melakukan perlawanan, orang-orang pakaian hitam langsung mengambil 5 jarum dari kantong pakaian mereka dan melemparkannya menuju pasukan walikota.


"Stab!".

__ADS_1


Beberapa jarum berhasil menusuk atau memberikan luka gores kepada pasukan walikota, namun jarum itu sangat kecil sehingga luka yang diberikan tidak fatal.


Pria yang mengkhianati Myro menghindari semua jarum sebab ia menemukan sesuatu yang aneh pada jarum, yaitu di setiap bagian tajam jarum, terdapat cairan hitam yang kemungkinan besar merupakan racun.


Ia tidak mengetahui seberapa mematikan racun pada jarum, tapi ia memutuskan untuk menghindari semua jarum menggunakan kemampuan terbaiknya agar tidak ada sedikitpun racun yang mengenai dirinya.


Setelah berhasil menghindari semua jarum yang bergegas ke arah dirinya, ia berusaha memberikan peringatan kepada prajurit yang lain.


Tapi sewaktu ia melihat keadaan rekan-rekannya, pria itu tersenyum pahit sebab semua rekannya jatuh ke tanah dengan wajah yang berubah menjadi hitam, dapat dilihat mereka mati keracunan.


Meskipun jarum yang mengenai mereka cuma membuat luka sebesar 1 titik, namun luka itu sangat fatal sampai-sampai mampu membunuh mereka.


Sekarang kurang dari 50 prajurit yang bertahan hidup, orang-orang berjubah hitam membunuh mereka semua dengan mudah.


Pria yang mengkhianati Myro terkejut menemukan tidak ada seorangpun yang mendekati dirinya, sebuah ide muncul di kepalanya, mungkin ini adalah kesempatan melarikan diri.


Ia berbalik penuh rasa ketakutan untuk mengetahui siapa sebenarnya yang mempunyai aura membunuh sebesar ini.


Di bawah pangeran ke 7, terdapat banyak sekali pembunuh ahli yang langsung dilatih oleh pangeran sendiri agar membunuh semua musuh yang berani menghalangi jalannya.


Namun semua pembunuh pangeran ke 7, tidak ada seorangpun dari mereka yang memiliki aura membunuh sekuat orang yang ada di belakangnya.


Pria yang mengkhianati Myro berbalik, ia menemukan sosok seseorang yang menggunakan topeng putih kosong berjalan mendekatinya.


Walaupun memakai topeng, tapi ia tahu sosok yang mendekatinya adalah seorang wanita.

__ADS_1


"Tunggu dulu, ada kesalahpahaman disini! Kami bukan pasukan Count Kemenangan--", pria tersebut berusaha meyakinkan sosok menakutkan yang terus mendekati dirinya.


Seluruh tubuh pria itu gemetar ketakutan hingga ia tidak mampu berlari lagi, jadi ia cuma bisa mencoba membujuk musuh di depannya supaya membiarkan ia hidup.


"Kami tahu kau sama sekali bukan pasukan Count Kemenangan, oleh karena itu kau harus mati!", kata wanita yang memakai topeng penuh aura pembunuhan.


"Slash!".


Sebelum pengkhianat dapat menyerang, wanita di depannya telah menebas lehernya memakai belati.


Kepala pengkhianat terbang tinggi ke udara sebelum mendarat keras ke tanah, darah menyebar ke sekitar yang merubah seluruh tanah dan pepohonan menjadi merah.


Sosok wanita ini tidak lain adalah Lana, sedangkan pasukan berpakaian hitam dan pemanah barusan yaitu pasukan yang dilatih markas selama ini.


Lana membuang darah di belatinya lalu menyimpan senjatanya lagi, seorang pembunuh lain dari markas berjalan mendekati Lana "Ratu, apa yang harus kita lakukan berikutnya? Terutama walikota bersama keluarganya, apakah kita harus membawa mereka menuju tuan dan membiarkan mereka dijatuhi hukuman pada pengadilan atau--".


Tanpa menunggu pembunuh itu selesai berbicara, Lana melambaikan tangannya "Apakah kau gila? Jangan lupa kita adalah bayangan tuan, kenapa kau sekarang ragu untuk membunuh? Dengar, tugas bayangan yaitu membersihkan jalan tuannya! Meskipun tangan kita harus dipenuhi darah sekalipun, kau tidak boleh ragu! Bukankah sejak kau menjadi pembunuh, kau mengetahui masalah ini? Apakah semua kedamaian selama bertahun-tahun membuat dirimu yang merupakan seorang pembunuh elit menjadi lemah?".


"Maafkan aku, ratu! Aku tadi bingung dan menanyakan sesuatu yang sangat bodoh, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi!", kata pembunuh barusan yang membungkuk bersalah ke arah Lana.


Lana menggelengkan kepalanya "Lupakan, kalau kau menanyakan hal bodoh seperti barusan, aku akan membiarkanmu mundur dari pembunuh elit! Apa yang paling penting dari pembunuh elit bukan teknik membunuh yang sangat hebat, melainkan tekad membunuh musuh tanpa ragu! Apalagi mereka melakukan kesalahan yang banyak baik penggelapan, secara diam-diam meningkatkan pajak, bahkan penjualan manusia atas bantuan pangeran ke 7!".


Sebagai pemimpin markas, Lana mampu mendapatkan lebih banyak informasi sehingga ia tahu bahwa walikota yang mencoba melarikan diri ini adalah yang paling jahat daripada walikota lain yang ditangkap Myro.


Para walikota yang ditangkap Myro paling banyak hanya melakukan penggelapan uang bagi kepentingan mereka sendiri, tapi walikota yang mencoba melarikan diri ini telah melakukan banyak sekali kejahatan, tidak diketahui berapa banyak penduduknya yang menghilang setiap bulan.

__ADS_1


"Baik, ratu!", jawab pembunuh elit yang langsung membawa rekan lain untuk membunuh walikota bersama keluarganya yang mencoba melarikan diri.


Lana mengamati semua yang terjadi, tidak ada seorangpun dari pasukan musuh berhasil melarikan diri sehingga Lana membuang rasa khawatirnya "Tugas selesai, semua musuh sudah berhasil dibersihkan!".


__ADS_2