
Keesokan harinya, pada pagi hari dimana matahari baru terbit dan banyak orang belum terbangun dari tidur mereka. Kota Loth berbeda dari hari lain pada saat ini, jika itu hari lain maka sebagian besar penduduk di Kota Loth pasti masih berada di rumah mereka baik sedang tidur ataupun sarapan.
Tetapi hari ini, sebagian besar penduduk di Kota Loth berdiri di sisi kiri dan kanan jalan kota sehingga membentuk sebuah jalan di tengah.
Bukan hanya penduduk Kota Loth, bahkan penduduk di kota-kota sekitar berkumpul di Kota Loth yang membuat seluruh jalanan ramai.
Meskipun jalanan Kota Loth ramai, semua orang cukup diam yang membuat keadaannya aneh.
Bagaimanapun ketika orang sebanyak ini sedang berkumpul, mereka umumnya ribut dan saling berbicara. Namun penduduk Kota Loth sebagian besar sedang diam, mereka yang berbicara sekalipun hanya berbicara dengan suara sekecil mungkin sehingga Kota Loth masih cukup diam.
Myro menggunakan zirah besi ringan berwarna hitam baik ke atas panggung di alun-alun kota timur kota yang dekat dengan barak, dimana puluhan ribu peti mati sudah menunggu disana.
Di sekitar peti mati, terdapat anggota Pasukan Kemenangan yang bersiap untuk membawa semua peti mati.
Di sisi timur kota pada bagian depan kota merupakan sebuah area pemakaman yang cukup besar, oleh karena itu gerbang tidur tidak sering dilewati oleh pedagang karena area ini merupakan pemakaman penduduk serta prajurit.
Myro yang naik ke atas panggung diikuti Yorou, Ren dan Feld di belakangnya.
Myro menatap semua orang sebelum berteriak "Aku berterima kasih kepada kalian semua yang telah berkumpul disini, seperti yang kalian ketahui beberapa hari yang lalu aku menyerang Kerajaan Diamant dan membawa kembali mayat pahlawan Kerajaan Azeroth, Jendral Kelrun untuk dimakamkan secara layak. Tetapi selama melakukan tindakan tersebut, puluhan ribu prajurit ikut gugur di medan perang. Hari ini, kita semua akan memakamkan semua prajurit yang gugur dan memberikan mereka tempat peristirahatan terakhir!".
__ADS_1
"Mereka semua mungkin bukan pahlawan, tapi mereka adalah prajurit pemberani ku! Mereka adalah prajurit hebat yang telah bertarung di medan perang menemani perjalanan ku! Aku akan memastikan sendiri mereka semua diberikan pemakaman seorang prajurit! Setiap prajurit yang telah gugur di medan perang, keluarga mereka akan dilindungi oleh pemerintah! Baik makanan, pakaian ataupun pendidikan, aku pastian anak dan istri para prajurit yang telah gugur mendapatkan semua itu! Aku mungkin tidak bisa memberi mereka kekayaan dan kekuasaan, walaupun begitu paling tidak aku dapat memastikan anak dan istri mereka tidak kelaparan, orang tua yang kehilangan anak-anaknya di medan perang juga menerima makanan yang cukup, serta anak-anak para prajurit menerima pendidikan yang tidak kalah dari anak-anak lain! Aku Duke Kemenangan, Myro Aras memastikan mereka semua mendapatkan hal tersebut".
"Jika kalian mengetahui ada keluarga prajurit yang telah gugur tidak menerima bantuan, jangan ragu memberitahukannya kepadaku! Aku Duke Kemenangan memastikan siapapun yang berani memakan uang bantuan bagi keluarga prajurit yang ditinggalkan, semuanya akan dihukum mati meskipun mereka adalah petinggi penting di bawahku sekalipun! Untuk keberanian para prajurit yang telah gugur, untuk pengorbanan rekan-rekan kita yang telah pergi lebih dulu, untuk kepergian Jendral Kelrun yang melindungi Kerajaan Azeroth selama puluhan tahun, semua prajurit, beri hormat!".
Myro mengangkat tangannya dan memberi hormat ke arah jalan kosong di tengah, Ren serta Feld dan Yorou di belakang Myro ikut memberi hormat.
Tidak hanya itu, prajurit ksatria, Legiun Romawi, Penjaga Praetorian, Infanteri Salju, Samurai, pasukan Herfu, pasukan pensiunan Kelrun, semua pasukan dan penduduk di sekitar Kota Loth memberi hormat.
Walaupun teriakan Myro tidak bisa di dengar oleh seluruh penduduk Kota Loth, namun ketika menemukan orang-orang di sekitar mereka mulai memberi hormat, semua orang ikut memberi hormat.
Seluruh Kota Loth menjadi diam, tidak ada suara berbicara atau drum apapun melainkan suara langkah kaki yang seragam.
Peti mati paling depan adalah peti mati Kelrun, anak dan istrinya berjalan di sisi kanan peti mati bersama 4 Pasukan Kemenangan yang membawa peti mati.
Istri Kelrun memeluk anak perempuannya sambil menangis, anak Kelrun yang berusia 10 tahun tentunya menangis, tapi ada sedikit senyuman di wajahnya sebab ia merasa senang akhirnya Kelrun bisa dimakamkan layaknya seorang prajurit.
Kelrun sudah melindungi dan bekerja keras bagi Kerajaan Azeroth selama puluhan tahun, bahkan ia tidak menjadi kaya karena Kelrun selalu memberikan kekayaannya untuk membantu orang lain.
Namun Kelrun melakukan semua kebaikan tersebut, ia tidak mengharapkan balasan dari orang yang ia bantu. Ketika Kelrun masih hidup, ia pernah mengatakan kepada anak dan istrinya bahwa ia tidak membutuhkan balasan apapun dari kerajaan ataupun orang sudah ia bantu, Kelrun merasa cukup apabila bisa dimakamkan seperti seorang prajurit.
__ADS_1
Di antara peti mati, terdapat keluarga prajurit yang gugur berjalan di samping peti mati sambil menangis.
Myro mengizinkan keluarga untuk terus menemani peti mati hingga dimakamkan, jadi semua keluarga prajurit yang gugur berjalan di sekitar peti mati bersama Pasukan Kemenangan.
Setelah semua peti mati melewati Myro dan berjalan menuju ke sisi timur gerbang kota dimana pemakaman berada, Myro sama sekali tidak menurunkan hormatnya melainkan terus memberi hormat.
Bukan hanya Myro, semua orang terus memberi hormat tanpa menurunkannya sekalipun Prajurit Kemenangan yang membawa peti mati sudah pergi.
Myro menatap Pasukan Kemenangan yang pergi semakin jauh sebelum berkata dengan sedih "Ren, kita harus mengakhiri perang ini secepat mungkin!".
Ren tidak berbicara dan cuma mengangguk, ia mengerti seorang pemimpin pasti merasa bersalah terhadap kematian prajuritnya. Lagipula Myro bukan Raja Diamant I yang kejam.
Walaupun merasa bersalah, Myro tidak akan berhenti berperang sampai ia berhasil menjadi raja dan mengalahkan semua ancaman lain seperti Kerajaan Diamant dan Kerajaan Azeroth.
Karena selama Myro berhenti, 2 kerajaan lain pasti menyerang Myro. Baik Raja Diamant I ataupun Raja Azeroth VI, mereka tidak akan membiarkan Myro pergi sekalipun ia melepaskan semua kekuasaannya sebab ada banyak sekali orang berbakat di sekitar Myro yang berasal dari Dunia, mereka pasti takut terhadap ancaman pengikut Myro.
...----------------...
Raja Azeroth VI menatap seorang prajurit yang berlutut di depannya dengan bingung "Kau bilang pasukan Jendral Kelrun berhasil meninggalkan Kerajaan Azeroth dan pergi menuju wilayah Duke Kemenangan? Apakah kalian bodoh? Dari begitu banyak pejabat dan prajurit yang menjaga perbatasan, tidak ada seorangpun dari kalian yang bisa menghentikan puluhan ribu prajurit meninggalkan kerajaan? Bagaimana mungkin kepergian puluhan ribu prajurit terjadi tanpa kalian ketahui?".
__ADS_1