PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 211 : PEMENANG DI AKHIR


__ADS_3

Semua orang yang ada di aula istana Grand Duke membeku, bahkan Carla yang tidak pernah mengubah ekspresinya selama ini kecuali tersenyum percaya diri, sekarang wajah Carla ikut sedikit terkejut dengan kemunculan Myro yang tiba-tiba.


Tetapi terkejut di wajah Carla menghilang sangat cepat, ia menatap Myro sambil tersenyum ramah lagi "Ternyata Tuan Earl, sejak kapan anda mengetahui aku belum mati?".


"Sebelum kau terbunuh, sejak Giro bersama ribuan pemanah datang mengepung istana tempat dimana kita berada sebelumnya", kata Myro mulai menjelaskan "Sejak awal aku sudah bertanya-tanya, kenapa ada ribuan pasukan pemanah yang datang ke istana milikmu seakan-akan telah mengetahui bahwa Torte berencana menyerang ruang pesta? Jawabannya mudah, kau mengetahuinya sejak awal mengenai Torte yang berencana membunuhmu. Oleh karena itu, kau membiarkan Giro membawa ribuan pemanah untuk bersiap-siap membunuh pasukan Torte yang baru meninggalkan istana".


"Bukankah aneh bagi Giro untuk membawa ribuan pemanah tanpa prajurit pedang, perisai ataupun tombak? Giro membawa pemanah sebab cara itu merupakan cara paling efektif membunuh pasukan Torte dengan cepat supaya kau dan Loir tidak digunakan sebagai ancaman oleh pasukan Torte supaya dapat melarikan diri".


"Lalu apa yang membuat aku yakin tentang kau belum mati adalah tindakan Kartaz dan Loir, ketika kau mati, aku secara kebetulan menemukan Loir yang tersenyum sebab semuanya berjalan sesuai rencana kalian. Selain itu, di antara semua orang, hanya Kartaz dan Loir yang mendekati tubuhmu. Bahkan Jendral Tarka yang kalian anggap seperti kakek sendiri tidak diberi kesempatan mendekati mayat mu, itu karena kau takut! Selama ada seseorang yang mendekati mayat mu maka mereka pasti menyadari bahwa kau belum mati. Karena hal tersebut, Kartaz bertindak sangat hati-hati untuk menjauhkan semua orang dari mayat mu dengan alasan mengejar pengkhianat Giro. Tapi semakin berhati-hati Kartaz, semakin mudah juga bagiku mengetahui kebenaran masalah ini, benar bukan?".


Kartaz yang ada di samping merasa malu, ia tidak pernah berpikir tindakannya yang memarahi prajurit agar mengejar Giro terlihat oleh Myro bahwa ia berusaha menjauhkan semua orang dari mayat Carla supaya rencana mereka tidak diketahui.


Tanpa menunggu Carla berbicara, Myro lanjut berkata lagi "Tapi aku mengakui keberanian mu, Nona Carla! Apabila kau tidak mati, pasukan divisi 5 dan Torte pasti saling bekerja sama sebab tujuan utama mereka yaitu mengambil hidupmu! Namun, kau membuat kematian palsu agar 2 kekuatan yang hampir bekerja sama mulai saling bertarung. Ketika 2 kekuatan bertarung hingga 1 kekuatan menghilang dan 1 kekuatan yang lain terluka berat, pasukan Jendral Herfu baru muncul untuk membersihkan divisi 5 yang telah melemah. Baik itu Rilia, Torte, ataupun pangeran ke 7, semuanya bermain di atas tanganmu dari awal. Bunga Mawar memang terlihat mirip seperti dirimu, cantik tapi berduri!".


"Terima kasih atas penghargaannya, Earl Myro", kata Carla sopan "Kalau begitu apa yang akan anda lakukan berikutnya? Aku sangat berterima kasih jika Earl Myro merahasiakan semua tindakan yang aku lakukan dari yang mulia raja, namun apabila anda menolak merahasiakannya, aku harus membuat anda menutup mulut".


"Apakah kau berencana membunuhku?", tanya Myro tanpa rasa takut, bahkan ia masih tetap tersenyum seakan-akan Carla sama sekali bukan lawannya.

__ADS_1


"Tuan Earl sudah membantu Loir dan ayahku, bagaimana mungkin aku bersikap kasar dan mencoba membunuh anda?", kata Carla mempertahankan senyumannya yang menjadi semakin dingin "Paling banyak, aku hanya akan memenjarakan Earl Myro di Kota Rayde selamanya, dengan cara itu maka anda tidak bisa membuat masalah lagi. Tetapi Earl Myro tidak perlu khawatir, ketika kekuatan raja dan pangeran ke 7 melemah, aku pasti memberikanmu kebebasan lagi".


Baik itu Myro ataupun Carla tersenyum, tapi semua orang bisa merasakan persaingan yang kuat di antara senyuman mereka.


Yorou dan Kartaz memberitahu pasukan di sekitar mereka agar selalu bersiap, selama tuan mereka memutuskan apakah harus bertarung atau tidak, sebagai prajurit yang setia maka mereka harus segera siap memberikan bantuan kepada tuan mereka.


Setelah tersenyum selama 5 menit, Myro akhirnya berbicara lebih dulu "Aku harus memberitahu masalah ini ke Raja Azeroth V, oleh karena itu aku menolak tawaran Nona Carla untuk dipenjara pada Kota Rayde. Lebih tepatnya, kau tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk memenjarakan ku disini".


"Apa yang membuat anda begitu percaya diri?", kata Carla penasaran "Walaupun 100 pengawal Earl Myro memang kuat, tapi selama pasukan ayahku dan penjaga tembok kota datang, aku ragu 100 pengawal anda mampu menghadapi mereka semua".


Tidak lama kemudian, seorang prajurit Grand Duke Rayde berlari ke aula penuh rasa panik, ia merupakan orang kepercayaan Carla juga sehingga ia sama sekali tidak terkejut mengetahui Carla yang masih hidup.


"Nona Carla, berita buruk dari medan perang!", teriak prajurit itu berlutut di aula sedikit panik.


"Berita buruk? Ada apa? Seharusnya divisi 5 tidak mungkin menang lagi bukan?", tanya Carla berhati-hati.


"Nona Carla, bukan itu! Jendral Herfu berhasil menekan divisi 5 tanpa masalah. Tetapi ketika seluruh divisi 5 hampir hancur, keadaan berubah!", prajurit itu menarik nafas sebelum berteriak "Sekitar 150.000 pasukan tiba-tiba muncul dari utara! Semua pasukan yang datang diperlengkapi dengan baik, ada puluhan ribu kavaleri juga di antara mereka!"

__ADS_1


"Apa? 150.000 pasukan? Tidak mungkin! Darimana pasukan ini berasal? Apakah divisi 4 yang dikirim pangeran ke 7? Tidak, seharusnya divisi 4 dan pangeran tidak seberani itu untuk membuang pion berharganya disini. Lalu darimana pasukan ini berasal?", kata Carla sambil berpikir, lalu ia menatap ke arah Myro sebelum memikirkan sesuatu "Earl Myro, jangan bilang--".


Tidak menunggu Carla menyelesaikan perkataannya, Myro berkata "Nona Carla, sepertinya aku adalah orang yang menjadi pemenang paling akhirnya!".


...----------------...


Di depan Kota Rayde, pasukan Herfu berhasil mengalahkan divisi 5 tanpa masalah. Sebagian besar prajurit dari divisi 5 telah terbunuh, sekarang hanya ada kurang dari 10.000 pasukan lagi pada divisi 5.


Walaupun berhasil menang, wajah Herfu tidak terlalu bagus sekarang.


Herfu berdiri di medan perang dengan pedang dan zirah yang penuh darah, ia menatap mayat di sekitarnya dan menghela nafas "Pada akhirnya lebih dari 10.000 pasukan milikku tetap terbunuh, padahal divisi 5 sudah sangat melemah! Pada akhirnya, kekuatan 5 divisi Kerajaan Azeroth memang tidak boleh diremehkan".


"Jendral Herfu, laporan!", saat Herfu sedang berpikir mengenai cara menutupi pasukannya yang hilang di perang ini, seorang prajurit berlutut di depannya sambil berteriak penuh kepanikan.


"Ada apa? Apakah kalian gagal menangkap Pube?", kata Herfu suram, bagaimanapun Pube merupakan pusat dari divisi 5. Apabila Pube tidak ditangkap, divisi 5 tidak akan menyerah.


"Jendral, di belakang kita sekarang-- Ada 150.000 pasukan tidak dikenal yang mendekati kita dari belakang, mereka bergegas menuju Kota Rayde!", teriak prajurit itu melaporkan informasi yang telah ia terima.

__ADS_1


__ADS_2