
"Brak!".
Ketika semua orang berpikir bahwa tombak Linster benar-benar berhasil menusuk Retya, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Linster membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya sebab di depan matanya saat ini, ia menemukan bahwa Retya menangkap tombak Linster dengan mudah.
Retya menangkap tombak Linster memakai tangan kosong pada tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih diam di samping sambil memegang pedang. Apa yang lebih mengejutkan lagi, tangan kiri Retya yang menangkap tombak secara langsung sama sekali tidak terluka.
"Bagaimana mungkin?", kata Linster tidak percaya, bahkan seseorang yang memiliki kemampuan tubuh besi sekalipun tidak akan bisa menahan tombak Linster memakai tangan kosong tanpa terluka. Tetapi Retya bisa melakukan hal tersebut, kekuatan khusus seperti apa yang ia miliki hingga bisa menahan kekuatan tombak petir memakai tangan kosong.
Saat Linster masih terkejut, sebuah senyum dingin muncul di wajah Retya "Aku harus mengakui bahwa kau sangat kuat, apabila aku tidak memakai kemampuan khusus juga maka aku pasti kalah. Aku mengakui mu sebagai prajurit yang kuat, nampaknya julukan 4 senjata Marquis Gerda bukan suatu kebohongan. Kala begitu, sebagai rasa hormatku terhadap kekuatanmu, aku juga akan menunjukkan kepadamu kekuatan penuh ku sehingga aku bisa menjadi wakil pemimpin Kavaleri Mongol".
Perlahan-lahan aura pembunuhan di sekitar Retya berubah menjadi semakin kuat, lalu kegelapan menyebar di seluruh tubuh Retya.
Lebih tepatnya pada kulit Retya di tubuh bagian kanan, kegelapan menyebar dengan cepat menutupi seluruh tubuh bagian kanannya.
Linster tahu bahwa Retya sudah mulai menggunakan kekuatan khususnya dan itu sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya, oleh karena itu Linster berusaha sebaik mungkin untuk menarik kembali tombaknya dari tangan Retya.
Tetapi, tidak peduli seberapa keras Linster mencoba, tombaknya sama sekali tidak bergerak dari tangan Retya.
Saat setengah dari tubuh Retya ditutupi oleh warna hitam, ia mengangkat pedang di tangan kanannya dan bersiap menebas ke arah Linster.
Namun, sebuah tangan segera menangkap pundak Retya dari belakang.
__ADS_1
Retya terkejut dengan tangan yang tiba-tiba muncul di pundak kanannya, Retya menatap ke arah belakang untuk menemukan bahwa orang yang sedang memegang pundaknya adalah Myro.
Waktu Retya sudah melihat dirinya, Myro menggelengkan kepalanya "Cukup, Retya! Turunkan senjataku dan tarik kembali kemampuan khusus mu".
Jika itu orang lain yang memberitahu Retya untuk berhenti, ia pasti menolak. Tapi orang yang menghentikannya kali ini adalah Myro, jadi Retya menurunkan kembali pedangnya yang siap menebas serta menarik kembali kekuatannya.
Ia melepaskan tombak Linster lalu membungkuk ke arah Myro "Tuan, maaf! Aku sedikit terbawa keadaan pertarungan hingga hampir membunuh perwakilan Marquis Gerda tanpa izin anda, aku siap menerima hukuman apapun".
Myro mengamati Retya di depannya dan sedikit menghela nafas.
Sebelum Retya datang ke Kota Loth, Myro sudah pernah mendengar beberapa hal dari Falka tentang kemampuan Retya.
Saat itu, Falka baru mendengar dari Myro bahwa Retya akan dipanggil kembali bersama Lopen.
"50%? Bukankah itu terlalu kecil? Sebagian besar Kavaleri Mongol mengatakan bahwa kau lebih kuat daripada Retya, kenapa kau mengatakan seperti Retya memiliki kekuatan yang sama denganmu?", tanya Myro yang saat itu penasaran, lagipula Myro juga merasa bahwa Falka lebih kuat dari Retya.
Falka mengangkat kepalanya sedikit seakan-akan mengingat masa lalu "Itu hanya yang orang-orang tahu tanpa menyadari kekuatan asli Retya. Tuan, anda mungkin belum tahu, tapi kemampuan khusus Retya sedikit menakutkan. Untuk bergabung ke Kavaleri Mongol, seseorang harus melewati tes terlebih dulu dengan bertarung melawan Kavaleri Mongol yang sudah bergabung dengan pasukan. Mereka tidak harus mengalahkan Kavaleri Mongol yang memberikan tes kepada mereka, selama mendapatkan pengakuan dan persetujuan dari Kavaleri Mongol yang memberikan tes maka seseorang bisa bergabung ke pasukan tanpa masalah. Tapi, apakah tuan tahu tentang yang dilakukan Retya ketika tes tersebut?".
Myro menggelengkan kepalanya "Apakah itu mengalahkan orang yang memberinya tes?".
"Tidak", kata Falka dengan wajah berat "Ia membunuh 100 Kavaleri Mongol di tempat tes sendirian. Pada awalnya ia hanya membunuh orang yang memberinya tes, tapi Kavaleri Mongol yang lain sangat marah saat mengetahui rekan mereka terbunuh oleh Retya. Bagaimanapun sudah ada peraturan bahwa pembunuhan sama sekali tidak diperbolehkan di tengah tes".
"Para Kavaleri Mongol di sekitar mengepung Retya, namun sebelum aku bisa menghentikan mereka, Retya sudah membunuh mereka semua. Saat aku melihat Retya yang berdiri penuh rasa lelah di tengah-tengah 100 mayat Kavaleri Mongol, aku tahu bahwa anak ini adalah monster. Oleh karena itu, aku menerimanya ke Kavaleri Mongol agar ia tidak membawa masalah ke tempat lain seperti membunuh orang-orang".
__ADS_1
"Apa kemampuan khusus milik Retya?", kata Myro semakin penasaran.
Lagipula, tidak banyak orang di dunia ini yang bisa membunuh 100 pasukan elit sendirian. Meskipun Kavaleri Mongol yang dibunuh Retya mungkin meremehkan Retya ketika melawannya sebab waktu itu Retya adalah anak-anak dan seorang wanita, namun seharusnya masih tidak mudah untuk membunuh 100 pasukan elit.
"Aku tidak tahu nama kemampuan tersebut", kata Falka "Apa yang aku tahu adalah saat ia mengaktifkan kemampuannya, setengah dari tubuhnya di bagian kanan akan berubah menjadi warna hitam seperti diwarnai oleh sesuatu. Selama kekuatannya aktif, tubuhnya akan menjadi sekeras atau bahkan lebih keras daripada besi, selain itu kekuatannya juga semakin menjadi kuat. Mungkin ia bisa meningkatkan kekuatannya sebanyak 2 sampai 4 kali lipat, kemampuan yang sangat menakutkan. Apabila ada kelemahan dari kemampuan tersebut, maka kelemahannya adalah Retya menghabiskan banyak energi untuk mempertahankannya".
"Jika energinya habis, kemampuan itu juga menghilang atau ada serangan yang lebih kuat hingga bisa menghancurkan pertahannya seperti serangan yang aku miliki. Namun tuan harus mengingat sebuah hal, saat Retya sudah memakai kemampuan tersebut, maka itu berarti ia akan membunuh lawannya. Aku sekalipun tidak bisa menghentikan Retya ketika ia sudah memakai kemampuan itu, hanya tuan yang masih bisa menghentikannya".
...----------------...
Mengingat pembicaraannya waktu itu bersama Falka, Myro merasa sangat beruntung sekarang bisa menghentikan Retya tepat waktu.
Jika Retya sudah membunuh Linster, maka Myro mungkin harus berperang melawan Marquis Gerda.
Walaupun Myro tidak takut, kerugiannya terlalu besar dibandingkan keuntungan.
Setelah membiarkan Retya menurunkan senjatanya, Myro berjalan mendekati Linster "Apakah kalian perwakilan dari Marquis Gerda? Kalau begitu, ayo pergi ke kota, tidak baik untuk berbicara di depan gerbang seperti ini".
Myro tidak bersikap sopan sedikitpun sebab Retya sudah bertarung bersama Linster, oleh karena itu ia tidak bisa membungkuk yang akan membuat seakan-akan Myro mengakui kesalahan yang dibuat Retya.
Saat baru datang kesini, Myro sudah mendengar alasan kenapa 2 orang ini bertarung dari para prajurit yang ada di atas tembok kota.
Myro merasa apa yang dilakukan Retya tidak salah, oleh karena itu ia tidak tertarik menganggap tindakan Retya salah hanya dengan sebuah alasan bahwa sosok di depannya merupakan perwakilan dari kekuatan Marquis.
__ADS_1