
Setelah mendengar penjelasan Ren, Falka berkata penuh kekaguman "Setelah dipikir-pikir lagi, aku baru menyadari bahwa gerakan para bandit yang kami lawan kali ini sangat berbeda. Mereka lebih terlatih dan tertib, tidak seperti para bandit melainkan mereka lebih mirip seperti para prajurit yang sudah melalui banyak pelatihan. Belum lagi jumlah pasukan mereka mencapai sekitar 500 orang, tidak banyak kelompok bandit yang bisa memiliki pasukan sebanyak itu. Jika kau tidak mengatakan hal tersebut, aku pasti juga tidak menyadarinya. Ren, kau benar-benar hebat! Tidak, daripada hebat, mungkin kemampuan analisis milikku lebih cocok dikatakan sebagai menakutkan".
Ren hanya tersenyum terhadap penghargaan Falka kepada dirinya "Falka, kau terlalu melebih-lebihkan kemampuan milikku. Setiap orang memiliki keahlian mereka masing-masing, apabila itu bertarung di medan perang maka aku sama sekali bukan lawan mu. Selain itu, aku hanya mengatakan kemungkinannya menurut apa yang aku pikirkan, belum tentu apa yang aku katakan barusan benar".
"Namun aku merasa sedikit aneh, kalau Raja Azeroth V mengirim pasukan elitnya kesini, apa yang sebenarnya mereka coba lakukan? Mereka datang kesini agar bisa menganggu tuan, tapi seharusnya Jendral Limo tahu bahwa 500 pasukan elit Kerajaan Azeroth tidak cukup untuk menghentikan tuan. Apalagi Jendral Limo sudah melihat kekuatan Falka bersama Kavaleri Mongol dengan matanya sendiri, lalu apa yang sebenarnya menjadi tujuan dari 500 pasukan elit Kerajaan Azeroth ini?".
Semua orang menjadi diam akibat perkataan Ren, mereka mulai berpikir tujuan dari Raja Azeroth V mengirim 500 pasukan elit ini.
"Apakah mereka hanya mencoba menganggu kita?", tanya Falka.
Ren menggelengkan kepalanya dengan tegas "Hal itu seharusnya tidak mungkin, mereka pasti memiliki rencana lain! Jika mereka berencana untuk menganggu kita, mereka pasti mengirim lebih banyak pasukan lagi sebab Jendral Limo jelas tahu bahwa 500 prajurit bukan lawan tuan dan Kavaleri Mongol".
Meskipun semua orang sibuk berpikir terhadap masalah ini, Myro yang ada di samping sedang merasa senang sebab ia melihat bahwa Falka dan Ren sudah seperti teman dekat, lebih tepatnya selama waktu berperang dan saling bekerja sama ini, semua pengikut Myro menjadi lebih dekat.
Bahkan Ren yang awalnya menjauh dari Feld karena tidak senang terhadap sifatnya, setelah beberapa bulan saling mengenal dan bekerja sama, mereka sudah semakin dekat juga. Walaupun masih terlihat bahwa Ren menjaga jarak dari Feld, setidaknya ia beberapa kali berbicara bersama Feld ketika mereka bertemu. Baik itu Ren, Falka, Feld dan yang lainnya adalah pengikut Myro yang berasal dari Dunia, oleh karena itu Myro senang mereka bisa saling bekerja sama untuk membantu Myro tanpa saling bermusuhan.
Tiba-tiba Myro mengingat sesuatu "Tunggu, dimana Feld? Bukankah ia mengatakan bahwa ada masalah besar terhadap Falka dan pasukannya? Meskipun Kavaleri Mongol mengalami beberapa kerugian, aku rasa itu belum cukup bagi Feld untuk panik seperti itu".
__ADS_1
Mendengar apa yang Myro katakan, semua orang kembali sadar. Bagaimanapun mereka datang kesini secepat mungkin sebab diberitahu bahwa Feld terlihat sangat panik, sekarang mereka sama sekali tidak melihat Feld disini.
Retya yang ada di sebelah Falka berkata "Aku hampir lupa, barusan Walikota Feld pergi ke arah--".
Sebelum Retya bisa selesai mengatakan sesuatu, suara Feld terdengar "Tuan, anda akhirnya datang kesini! Untungnya anda sudah tiba, apabila tuan tidak ada, Feld tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah besar ini!".
Myro dan yang lainnya menatap ke arah asal suara itu untuk menemukan sosok Feld.
Saat ini Feld terlihat sangat khawatir, ia berlari mendekati Myro secepat mungkin.
"Masalah besar? Masalah besar apa?", tanya Myro ke arah Feld yang mendekatinya "Kavaleri Mongol memang terluka, tetapi luka mereka tidak seberat itu hingga menjadi masalah besar. Feld, apakah kau tidak terlalu melebih-lebihkan keadaan disini?".
Falka, Ren dan Lopen sudah siap bergerak menyerang Feld, lagipula Feld menarik Myro tanpa izin apapun.
Tetapi Myro melambaikan tangannya dengan cepat yang menunjukkan bahwa semua orang bisa menurunkan senjata mereka, Myro sekarang sangat penasaran tentang masalah apa yang bisa membuat Feld sangat panik.
Ketika Myro melambaikan tangannya, semua orang juga menurunkan senjata mereka dan hanya mengikuti Myro yang ditarik oleh Feld tanpa berbicara lagi.
__ADS_1
Akhirnya Feld membawa Myro ke depan sebuah kereta kuda yang ditutupi oleh darah. Walaupun kereta kuda ini ditutupi oleh darah, Myro masih dapat menemukan bahwa kereta kuda ini terlihat sangat mewah. Selain itu, ada lambang seekor beruang yang sedang mengangkat cakarnya pada kereta tersebut, lambang beruang pada kereta kuda ini memiliki warna emas.
Menemukan warna emas tersebut, Myro sangat terkejut. Apabila itu di kerajaan lain, lambang berwarna emas mungkin tidak terlalu khusus. Namun hal ini berbeda di Kerajaan Azeroth, lambang berwarna emas hanya bisa dipakai oleh keluarga kerajaan, bangsawan Duke ke atas, menteri atau perdana menteri, jendral yang sudah memimpin paling tidak 50.000 pasukan, atau keluarga bangsawan tingkat Marquis yang sudah lama setia kepada kerajaan.
Saat Myro masih ragu tentang identitas orang yang ada di kereta ini, Feld berkata "Tuan, masalah besarnya ada dibalik kereta ini! Aku tidak bisa melakukan apapun terhadap masalah ini, hanya tuan yang juga merupakan sosok bangsawan bisa menyelesaikan masalah ini".
Myro tidak langsung menjawab Feld, ia hanya menatap Falka untuk memastikan.
Menyadari tatapan Myro, Falka menjelaskan "Tuan, kereta kuda ini sedang dikepung oleh para bandit saat kami menyerang mereka. Pada awalnya kereta kuda ini dikawal oleh beberapa pasukan yang terlihat cukup kuat, tetapi waktu kami tiba disana dan mengalahkan semua bandit maka para penjaga itu sudah tewas juga. Selain orang-orang di kereta kuda, tidak ada orang lain yang masih bertahan hidup".
"Siapa yang ada di kereta kuda ini?", tanya Myro lagi untuk memastikan, bagaimanapun sosok yang ada di kereta ini kemungkinan besar memiliki jabatan yang lebih besar dari Myro.
Falka berkata lagi "Sosok yang ada di kereta kuda ini yaitu seorang nona muda dari keluarga bangsawan bersama pelayannya, nama nona muda tersebut--".
Tanpa menunggu Falka menyelesaikan perkataannya, pintu kereta kuda tersebut terbuka yang menarik perhatian semua orang.
Sosok seorang wanita dengan rambut emas sepundak muncul dari pintu kereta tersebut, ia memiliki mata berwarna biru serta wajah cantik yang berusia sekitar 20 tahun.
__ADS_1
Ia membungkuk hormat kepada Myro dengan sikap yang sangat sopan seperti seorang bangsawan "Maaf terlambat memperkenalkan diri, Baron Myro. Namaku adalah Fila Lon Gerda dari Keluarga Marquis Gerda, saya senang bisa bertemu dengan Baron Myro".