PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 86 : MELATIH PRAJURIT


__ADS_3

Myro mengamati 2 orang itu sebelum berkata "Lopen, mulai hari ini maka kau dan Penjaga Praetorian akan bertugas untuk menjagaku serta Kota Loth. Sebagian besar Kavaleri Mongol harus pergi bersama Falka untuk membersihkan bandit, oleh karena itu pasukan yang menjaga Kota Loth akan menjadi kosong sehingga keberadaan mu bersama Penjaga Praetorian sangat diperlukan untuk menjaga kota. Selain itu, aku menyerahkan penjagaan bangunan walikota kepada kalian".


"Baik, tuan!", teriak Lopen menerima tugas tersebut.


"Untuk Reyta, aku memiliki alasan sendiri kenapa tidak membiarkanmu dan 100 Kavaleri Mongol ikut melawan bandit bersama Falka", kata Myro "Kota Loth memiliki 10.000 penduduk, begitu juga dengan Kota Vendes dan Kota Rorec. Jadi aku memiliki sebuah tugas untukmu, kumpulkan 1000 orang terbaik dari penduduk di 3 kota ini, kau bisa melatih mereka sebagai prajurit. Wilayah kita sekarang terletak di perbatasan sehingga perang pasti sering terjadi, karena hal ini maka keberadaan prajurit menjadi penting. Aku memberimu waktu paling lama 5 bulan, aku tidak membutuhkan kau membuat mereka menjadi pasukan elit seperti Kavaleri Mongol, tapi paling tidak 1000 pasukan tersebut tidak kalah dari pasukan bangsawan yang lain. Apakah kau bisa melakukannya, Reyta?".


Reyta berpikir sebentar sebelum berkata dengan ragu "Tuan, aku tidak memiliki masalah untuk melatih para prajurit ini, apalagi aku masih dibantu oleh 100 Kavaleri Mongol. Tapi ada masalah lain yaitu bagaimana senjata serta zirah besi mereka? Seperti yang tuan tahu bahwa Kavaleri Mongol tidak memiliki senjata lebih untuk 1000 pasukan, aku yakin para ksatria ataupun Penjaga Praetorian juga sama".


"Jangan khawatir tentang hal itu, wilayah ku sekarang memiliki tambang besi sehingga kita hanya perlu mencari pandai besi terbaik untuk membuat senjata dan baju besi. Meskipun kita tidak bisa menemukan pandai besi, kita masih bisa membelinya dari wilayah lain memakai keuntungan dari tambang. Oleh karena itu, kau tidak perlu memikirkan tentang baju besi dan senjata, aku akan mengatasi masalah tersebut", kata Myro.


"Aku mengerti, apabila senjata dan baju besi bisa disiapkan maka aku bisa mengatakan dengan yakin bahwa selama 5 bulan ini, aku bisa menyiapkan 1000 pasukan untuk tuan tanpa masalah", kata Reyta.


Myro mengangguk "Baiklah, apabila kau menemui masalah di tengah pelatihan seperti kekurangan tenaga kerja maka kau bisa mencari bantuan dari Lopen atau Penjaga Praetorian yang menjaga kota. Aku yakin Lopen pasti membantumu dengan senang hati, benarkan?".


Lopen berkata penuh rasa percaya diri "Aku dan Reyta adalah teman dekat sehingga kau bisa mencari bantuan ku kapanpun! Selama aku dan Penjaga Praetorian bisa melakukannya, kami pasti membantu!".


Mendengar jawaban Lopen, Reyta berkata sedikit kecewa "Terima kasih, tapi kau hanya menganggap ku sebagai teman ya?".

__ADS_1


"Apa?", tanya Lopen, ia tidak mendengar semua perkataan Reyta dengan jelas sebab Reyta bergumam dengan suara yang sangat kecil hingga sulit di dengar oleh Lopen.


"Tidak, tidak ada apa-apa! Terima kasih atas kebaikan kalian, jika memiliki masalah, aku pasti mencari bantuan mu serta Penjaga Praetorian", kata Reyta yang menyembunyikan wajah kecewanya secepat mungkin, ia kembali tersenyum ramah pada Lopen.


Semua orang menggelengkan kepalanya, mereka tahu bahwa Myro lagi-lagi memberi kesempatan bagi Lopen dan Reyta untuk bersama. Tapi karena kebodohan Lopen, ia tidak menyadari hal tersebut.


Falka memegang pundak Lopen sambil tersenyum dingin "Dengar ini baik-baik, Nak Lopen! Walaupun kita sama-sama pengikut tuan, bukan berarti kita akan selalu bekerja sama. Selama kau membuat Reyta menangis, aku pasti membunuhmu! Bukan hanya aku, seluruh Kavaleri Mongol tidak akan membiarkanmu pergi! Aku sudah menganggap Reyta sebagai anakku sendiri, apabila bukan sebab Reyta yang sudah memilihmu, aku pasti mencari pria yang lebih kuat dan hebat darimu untuknya. Oleh karena itu, jika kau membuatnya menangis, baik itu dirimu atau Penjaga Praetorian akan menyesal! Aku akan membuat kalian menyesal! Suatu hari nanti, berikan Reyta jawaban yang tegas, jangan terus membuatnya menunggu!".


"Tuan Falka!", kata Reyta yang menarik tangan Falka dari pundak Lopen dengan wajah malu. Bagaimanapun ia yang memiliki perasaan pada Lopen, jadi tidak baik bagi Falka untuk menekan pihak lain hanya untuk dirinya.


Myro yang ada di sisi lain juga sedikit tidak bisa berkata-kata, ia hanya bisa berharap bahwa Lopen suatu hari nanti menyadari perasaan Reyta dan bisa memberinya jawaban yang tepat, jika tidak maka perpecahan antara Kavaleri Mongol dan Penjaga Praetorian mungkin terjadi sebab Reyta merupakan permata dari Kavaleri Mongol milik Falka.


Bahkan Myro tahu bahwa sikap Falka sangat melindungi Reyta seperti anak perempuannya sendiri, selama Lopen benar-benar membuat Reyta menangis, Myro yakin Falka pasti melakukan apa yang sudah ia katakan barusan.


Apalagi di dunia ini, tidak aneh bagi seseorang berusia 15 tahun untuk menikah. Bahkan Myro pernah menemukan pasangan berusia 10 tahun yang sudah menikah, tempat ini bukan bumi dimana ada usia dewasa yang ditentukan dengan jelas sebelum menikah. Karena hal ini, bagi Falka, Lopen dan Reyta sudah berusia dimana mereka bisa menikah sehingga apabila Lopen tidak memberikan kepastian apapun seperti menolak ataupun menerima untuk perasaan Reyta, Falka serta Kavaleri Mongol tidak akan duduk diam.


"Maaf atas tindakan tidak sopan yang aku lakukan, tuan! Aku sedikit terbawa kemarahan milikku", kata Falka membungkuk ke arah Myro penuh rasa bersalah, lalu ia kembali duduk lagi.

__ADS_1


Lopen masih memegang kepalanya dengan bingung, ia tidak mengerti kenapa Falka marah terhadap dirinya.


Melihat Lopen yang masih tidak mengerti apapun, semua orang menjadi diam terhdap kebodohan orang ini.


"Baiklah, aku rasa pertemuan kali ini sudah cukup sampai disini. Falka, kau bisa pergi kapanpun untuk memulai pembersihan bandit, kau harus berhati-hati", kata Myro mengingatkan.


"Tuan tidak perlu khawatir, Falka pasti tidak akan bertindak sembarangan", kata Falka.


"Apakah ada masalah lain?", tanya Myro lagi terhadap semua orang untuk memastikan.


Feld yang dari tadi hanya diam mengangkat tangannya "Tuan, aku tidak tahu harus membicarakan ini atau tidak, tapi peningkatan jumlah pasukan yang banyak belum tentu selalu menguntungkan kita. Aku setuju untuk menambah 1000 pasukan lagi sesuai ide tuan, namun setelah ini aku sarankan tuan tidak lagi menambah pasukan sampai wilayah ini menjadi lebih makmur serta keuangan kita menjadi semakin banyak".


"Kenapa? Bukankah kita harus memiliki lebih banyak pasukan sekarang untuk menahan serta menyerang serangan dari Kerajaan Orc-Goblin? Jadi semakin banyak pasukan yang ada, bukankah seharusnya menjadi semakin baik?", tanya Myro bingung.


Feld tersenyum pahit "Tuan, masalahnya terletak pada uang! Kita memang mendapatkan banyak uang dari kekayaan Keluarga Noem, tetapi bukan berarti yang itu tidak akan habis. Kita harus memberi makan 30.000 penduduk di 3 kota selama beberapa bulan sampai mereka mulai mendapatkan hasil panen dari ladang mereka, belum lagi kita harus memulai rencana pembangunan di Kota Loth ini serta membangun tembok kota dari batu, membuat jalan batu yang menghubungkan Ibukota Provinsi Kavaleri, Kota Loth, Kota Vendes dan Kota Rorec, semua itu membutuhkan banyak uang".


"Sedangkan untuk prajurit, baik itu makanan, perlengkapan dan biaya pelatihan harus dibayar semuanya oleh kita. Selain itu, makanan prajurit lebih mahal daripada penduduk sebab prajurit membutuhkan makanan yang bagus agar mereka bisa berlatih lebih baik. Jika itu hanya 1000 prajurit tambahan, aku masih bisa mengatur keuangan agar bisa membiayai semua itu. Tapi jika tuan merekrut lebih banyak lagi, keuangan kita pasti habis tidak sesuai dari rencana".

__ADS_1


__ADS_2