
Raja Azeroth V berjalan menuju aula istana dengan bantuan beberapa pelayan dan perdana menteri.
Ketika tiba di aula istana, ia menemukan Limo yang sudah berlutut penuh rasa bersalah sedangkan ada sebuah peti mati di samping Limo.
Mengetahui Raja Azeroth V tiba, Limo sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya "Limo mengaku bersalah dan membiarkan Jendral Hanto meminum racun, aku gagal memenuhi harapan yang mulia! Limo siap menerima hukuman apapun atas kesalahan yang terjadi".
Raja Azeroth V berjalan ke peti mati yang terbuka, wajahnya sangat sedih "Limo, tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri! Sejak aku memberitahumu untuk menangkap Jendral Hanto, aku tahu ia pasti menolak menyerah dan memilih mati. Bagaimanapun aku dan Hanto telah berteman selama puluhan tahun, aku tahu seberapa keras kepala dirinya, aku tidak akan menghukum mu atas kejadian ini".
"Terima kasih atas kebaikan yang mulia!", teriak Limo yang membuang rasa khawatirnya, ia tidak pernah berpikir Hanto begitu tegas dan langsung meminum racun.
Pada awalnya Limo berpikir Hanto akan menyerah lalu bertemu raja supaya diberikan keringanan hukuman seperti melepas jabatan dan pasukan, namun Hanto terlalu tegas meminum botol racun yang ia miliki.
Raja Azeroth V bersama perdana menteri menatap tubuh dingin Hanto di peti mati, sosok kuat Hanto sebagai seorang jendral sekarang berbaring tanpa bergerak sedikitpun.
Mengamatinya selama beberapa saat, Raja Azeroth V menghela nafas "Hanto temanku, kau sudah menemaniku selama puluhan tahun. Apabila bukan karena usiaku yang hampir habis dan kau memilih pangeran ke 7 sebagai raja berikutnya, aku pasti tidak akan bertindak seperti ini! Lagipula kita adalah teman, tapi kau tidak memberiku pilihan lain! Kau menolak mendukung pangeran ke 10, belum lagi kau memiliki 200.000 pasukan elit yang terlalu banyak. Selama pasukan ini memihak pangeran ke 7, raja yang baru pasti kerepotan sehingga aku cuma bisa melakukan hal ini".
__ADS_1
Raja Azeroth V berbalik dari peti mati dan berkata lagi "Tutup peti matinya, setelah itu makamkan Jendral Hanto sebagai seorang jendral kerajaan yang hebat! Semua orang tidak perlu tahu ia berencana memberontak kepada pangeran ke 7, biarkan orang-orang tetap menganggapnya sebagai jendral hebat kerajaan. Sedangkan keluarganya, biarkan mereka pergi! Namun semua anggota keluarga Jendral Hanto yang berada di pemerintahan harus diturunkan, tarik kembali semua pasukan Jendral Hanto, jangan berikan kesempatan bagi keluarganya membalas kematian sang jendral".
"Baik, yang mulia!", jawab Limo dan perdana menteri tegas.
Ketika raja berecana kembali menuju ruang kerjanya, suara teriakan terdengar mendekat "Lepaskan! Lepaskan aku! Apakah kalian tidak tahu siapa aku? Aku adalah Menteri Piryo dari 10 menteri Raja Azeroth V, selama raja mengetahui tindakan kalian, aku yakin kalian pasti dihukum mati! Cepat lepaskan aku sebelum aku memiliki kesempatan memberitahu yang mulia!".
Raja berjalan dari pintunya dan menemukan Piryo yang sedang dibawa beberapa pasukan Jendral Verlan menuju Raja Azeroth V, seperti yang ia katakan sebelumnya.
"Menteri Piryo, nampaknya kau tetap sehat sebab berani berteriak begitu keras di istana", kata Raja Azeroth V tersenyum dingin, ia dibantu pelayan berjalan menuju Piryo "Tetapi kau tidak beruntung kali ini, orang yang memutuskan menangkap dirimu adalah aku! Kalian semua, bawa Menteri Piryo menuju bawah tanah! Besok, biarkan ia dibawa menuju pengadilan dan beritahu Menteri Lapter mengenai semua kejahatanny, hukum ia seberat mungkin! Kalau perlu, aku memberikan izin kepada Menteri Lapter untuk menjatuhkan hukuman mati".
"Tidak yang mulia!", teriak Piryo panik namun 2 penjaga yang membawanya menahan Piryo agar tidak mendekati raja "Anda tidak boleh melakukan ini kepadaku, yang mulia! Aku, Piryo bekerja siang dan malam tanpa lelah bagi yang mulia, kenapa anda memperlakukanku seperti ini!".
Raja Azeroth V berbalik meninggalkan Piryo.
Piryo yang dibawa penjaga berteriak panik "Yang mulia, yang mulia! Aku tahu aku salah! Berikan aku kesempatan lagi, yang mulia!".
__ADS_1
Raja Azeroth V tidak peduli sedikitpun terhadap teriakan Piryo, ia berencana menuju kamarnya lagi untuk beristirahat dengan bantuan 2 pelayan di sisi kiri dan kanannya.
Namun saat baru berjalan sedikit, Raja Azeroth V menemukan seorang pria muda berusia sekitar 20 tahun dengan rambut perak pendek dan wajah yang tampan.
Pria muda mendekati raja penuh rasa khawatir "Ayah, apakah kau tidak apa-apa? Aku mendengar beberapa pejabat di Kerajaan Azeroth sedang mengalami penangkapan, apa yang sebenarnya terjadi, ayah?".
Melihat pria muda ini, senyuman Raja Azeroth V menjadi lembut sebab pria muda ini merupakan anaknya yang ke 10, orang yang ia pilih sebagai raja "Anakku, aku yang memutuskan agar semua orang yang memihak kakak ke 7 mu supaya dihukum mati".
"Bukankah ayah mengatakan cara terbaik melawan pemberontakan adalah membunuh mereka secara perlahan-lahan! Jika terlalu cepat, kekacauan mungkin terjadi", kata pangeran ke 10 mengingat ajaran ayahnya.
"Kau benar, namun ayah sebentar lagi kehabisan waktu dan tidak mampu melindungi mu lagi. Oleh karena itu, biarkan ayah memerimu nasihat lagi! Sebagai seorang raja, kau harus tahu kapan bertindak baik dan kapan harus bertindak tegas! Sifat baik adalah kelebihan yang kau miliki, tapi kau harus sedikit lebih kejam dan tegas lagi! Ingat, kejam dan tegas boleh namun jangan berlebihan seperti kakakmu yang ke 7! Apakah kau mengerti?", kata Raja Azeroth V.
"Ayah, aku mengerti! Aku pasti tidak mengecewakan ayah dan menjadi raja yang hebat", kata pangeran ke 10 yang menunjukkan wajah sedih sebab ia tahu waktu Raja Azeroth V tidak lama lagi.
"Jangan memasang wajah sedih seperti itu, lebih baik saat ini kau pergi menemui perdana menteri dan mempelajari semakin banyak hal mengenai tugas seorang raja. Bukankah kau berencana membuat ayah bangga?", kata Raja Azeroth V.
__ADS_1
Pangeran ke 10 mengangguk, ia membungkuk hormat kepada ayahnya sebelum pergi menuju perdana menteri.
Raja Azeroth V menatap pangeran ke 10 yang pergi sebelum berkata tegas "Kau tidak perlu khawatir, sebelum ayah pergi, aku akan membukakan jalan bagi dirimu supaya kau berhasil duduk di posisi raja tanpa mengalami terlalu banyak perlawanan!".