
Setelah berbicara sebentar lagi bersama Tron, ia memutuskan untuk tinggal di tambang ini sampai ia selesai membuat semua senjata dan baju besi bagi 1000 prajurit Myro. Oleh karena itu, Myro memutuskan pergi dari sini bersama Ren dan yang lainnya, mereka kembali ke kota.
Sebelum pergi, Lopen memberitahu para Penjaga Praetorian yang menjaga tambang agar memberikan bantuan sebaik mungkin kepada Tron yang ada di tambang tersebut. Apabila Tron kekurangan uang, mereka harus menghubungi Myro secepat mungkin agar Myro bisa memberikan bantuan.
Ketika semuanya sudah selesai, mereka berjalan kaki kembali menuju Kota Loth. Sekarang hari sudah mulai mendekati malam, bagaimanapun Myro sibuk berpergian ke berbagai tempat hari ini baik itu pergi ke ladang untuk mengamati panen, melihat latihan 1000 prajurit yang dilatih Retya dan membawa Tron ke tambang untuk mulai bekerja.
Saat ini Tron harus menyiapkan semua alat yang dibutuhkan seorang pandai besi, kecuali palu yang selalu di bawah oleh Tron, ia masih membutuhkan banyak hal seperti tungku.
Untungnya ada Pard sebagai muridnya yang membantu menyiapkan semua barang yang dibutuhkan, jadi Myro tidak perlu khawatir lagi.
Saat baru sampai di villa, Myro menemukan ibunya yang sudah menunggunya dengan khawatir bersama Ferbas, Bessira dan Hily.
Melihat Ferbas yang datang, Myro sedikit bingung. Selama waktu ini, Ferbas selalu berada di bangunan walikota untuk membantu Feld.
Hal ini membuat Myro sudah lama tidak melihat dirinya, kedatangan Ferbas tiba-tiba ke villanya sangat aneh.
Ferbas tidak mungkin datang tanpa alasan, apalagi setelah Myro melihat wajah khawatir semua orang, sesuatu pasti terjadi.
Myro yang baru membuka pintu bertanya tanpa ragu "Apa yang terjadi? Kenapa kalian semua terlihat sangat khawatir?".
Ferbas adalah orang yang berdiri lebih dulu, ia berlari mendekati Myro sambil berkata penuh rasa khawatir "Tuan, aku datang kesini untuk menyampaikan pesan walikota Feld. Saat aku sedang sibuk mengerjakan pekerjaan ku di bangunan walikota, Walikota Feld baru kembali dari ladang. Namun anehnya wajah Walikota Feld terlihat sangat panik, ia tidak memberitahuku apapun kecuali Tuan Falka bersama Kavaleri Mongol sudah kembali. Tapi sesuatu yang buruk terjadi pada Tuan Falka bersama pasukannya, sedangkan tuan tidak ada di villanya! Oleh karena itu, aku harus menunggu tuan disini agar bisa memberitahu tuan mengenai masalah ini".
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun sepertinya Walikota Feld terlihat sangat khawatir. Ia pergi saat sudah menyampaikan semua pesan tersebut dan hanya membiarkanku memberitahu tuan, sekarang Tuan Falka bersama Kavaleri Mongol berada di barak para prajurit".
__ADS_1
Mendengar laporan tersebut, Myro segera pergi tanpa ragu.
Selama beberapa waktu ini, Myro cukup mengenal Feld dengan baik. Feld bukan orang yang mudah panik, bahkan Myro belum pernah melihat ia panik walaupun harus mengerjakan banyak pekerjaan walikota setiap harinya. Jadi sesuatu yang bisa membuat Feld panik kali ini, maka hal yang sangat buruk mungkin terjadi pada Falka dan yang lainnya.
Ren dan Lopen mengikuti Myro dengan cepat, mereka juga tahu bagaimana sifat yang dimiliki Feld, bahkan Lopen sudah mengenal Feld selama 4 bulan di Kota Loth ini sehingga mereka tahu bahwa sesuatu yang bisa membuat Feld panik berarti itu adalah hal yang sangat penting.
Ferbas dan Ibu Myro juga mengikuti secepat mungkin, lagipula masalah kali ini mungkin membutuhkan banyak tenaga kerja untuk membantu.
Myro berjalan cepat hingga sampai di barak untuk mendengar keributan.
Ketika sampai di barak, Myro menemukan Kavaleri Mongol yang berkumpul dengan wajah suram.
Ada cukup banyak orang yang terluka, tapi sebagian besar dari mereka hanya luka ringan sehingga dengan sedikit pengobatan maka para prajurit ini bisa kembali bergerak normal tanpa masalah.
Myro mendekati mereka sambil berkata "Falka, apa yang terjadi?".
Mendengar panggilan Myro, Falka serta Retya berhenti berbicara dan member hormat "Tuan!".
Myro melambaikan tangannya "Tidak perlu terlalu sopan, aku mendapat kabar dari Feld bahwa sesuatu yang buruk terjadi. Ada apa? Bagaimana mungkin bandit bisa melukai Kavaleri Mongol kalian seperti ini?".
Falka yang baru berdiri tersenyum pahit "Tuan, tidak ada masalah besar, tapi kami terlalu meremehkan musuh. Setelah bertarung melawan bandit selama 4 bulan tanpa korban, aku dan Kavaleri Mongol menjadi terlalu percaya tinggi hingga menyerang lebih banyak bandit lagi tanpa banyak strategi. Tapi kali ini kami mengalami kerugian, 2 Kavaleri Mongol tewas di peperangan dan puluhan orang lainnya terluka. Bahkan aku mengalami sedikit luka gores di tanganku, mungkin ini adalah pembelajaran untukku agar tidak terlalu sombong lain kali".
Falka menunjukkan sebuah luka gores kecil di tangannya, luka itu sama sekali tidak fatal dan akan sembuh beberapa hari kemudian, bagaimanapun itu hanya luka gores kecil.
__ADS_1
Tetapi baik itu Myro, Ren dan yang lainnya terkejut, jika itu orang lain maka mereka pasti tidak terkejut sebab tidak aneh mendapatkan luka sekecil itu di medan perang.
Namun orang yang mereka bicarakan kali ini adalah Falka, seorang jendral kuat yang bisa membunuh Jendral Ritke dari Kerajaan Kavaleri tanpa terluka. Meskipun luka itu sangat kecil hingga hampir tidak bisa dianggap sebagai luka, tapi sosok yang bisa menyentuhkan senjatanya menuju Falka masih sangat hebat.
Myro menarik nafas sebelum berkata "Biarkan 2 orang Kavaleri Mongol yang tewas untuk dimakamkan dengan baik, jika mereka memiliki keluarga maka berikan mereka uang yang cukup bagi kebutuhan hidup mereka! Jangan sampai anak-anak, istri serta orang tua dari prajurit yang sudah tewas hidup dengan kemiskinan, mereka sudah mati akibat bertarung untukku, maka aku juga harus memberikan perawatan yang terbaik bagi keluarga para prajurit yang ditinggalkan".
"Tuan, Falka mewakili para Kavaleri Mongol sangat berterima kasih atas kebaikan tuan! Falka yakin, para pasukan yang sudah tewas itu tidak akan menyesal karena mati mengikuti orang seperti tuan!", kata Falka sambil membungkuk.
"Retya juga sangat berterima kasih mewakili Kavaleri Mongol", kata Retya sebagai wakil pasukan Kavaleri Mongol.
Myro menggelengkan kepalanya "Mereka yang sudah bertarung untukku pasti akan diberi hadiah, aku sudah seharusnya melakukan ini".
Ren yang ada di samping membuka kipas lipatnya lalu melihat para Kavaleri Mongol yang sedang beristirahat dengan wajah suram "Falka, apakah kau yakin bahwa sosok yang kau lawan adalah bandit?".
Falka menatap Ren dengan bingung "Mereka memiliki pakaian seperti bandit, selain itu mereka tinggal di pegunungan dan membuat markas mereka sendiri seperti bandit, bukankah hal itu berarti mereka bandit?".
Ren menggelengkan kepalanya "Tidak peduli seberapa lengah kalian akibat selalu mendapatkan kemenangan mudah, kalian merupakan pasukan elit yang setara dengan pasukan terbaik Kerajaan Azeroth. Selain itu, kekuatanmu tidak kurang dari Jendral Limo yang pernah kita temui di perang melawan Kerajaan Kavaleri. Jendral Limo adalah sosok berpengaruh di Kerajaan Azeroth, setelah aku membaca buku lagi ketika perang sudah selesai maka aku mengetahui identitas Jendral Limo, ia adalah jendral pasukan elit angkatan darat Kerajaan Azeroth, pangkatnya hanya di bawah jendral besar sehingga kekuatannya tidak perlu diragukan lagi".
"Disini kau adalah sosok yang setara dengan Jendral Limo tersebut, apakah menurutmu seorang bandit yang tidak pernah berlatih militer bisa melukaimu walaupun hanya sedikit? Jangan lupa, bandit itu seharusnya tidak cukup kuat sebab apabila bandit memiliki kekuatan yang kuat, mereka tidak akan menjadi bandit! Selama seseorang memiliki kekuatan, mereka hanya perlu bekerja sebagai prajurit di bawah seorang bangsawan, mereka pasti diterima. Oleh karena itu, kenapa repot-repot menjadi bandit yang mendapatkan uang sedikit serta berisiko dibersihkan oleh petugas kerajaan?".
Falka yang dari awal tidak sadar langsung menyadari keanehan itu setelah Ren menjelaskannya "Jadi, pasukan yang bandit yang aku ini adalah--".
"Ada beberapa kemungkinan", kata Ren yang menutup kipas lipatnya "Mereka adalah pasukan elit Kerajaan Kavaleri yang melarikan diri, tapi mereka tidak bisa bekerja untuk Kerajaan Azeroth sebab mereka sudah dianggap sebagai penjahat sehingga mereka memutuskan menjadi bandit. Lalu kemungkinan lainnya yaitu pasukan ini adalah para prajurit elit bangsawan yang menyamar sebagai bandit agar bisa merebut tambang besi tuan, tapi kemungkinan ini cukup kecil sebab jika tujuan mereka adalah tambang besi, mereka pasti membangun markas di dekat tambang agar mudah mengambilnya".
__ADS_1
"Kemungkinan terakhir dan yang aku cukup yakin bahwa kemungkinan ini adalah yang paling mendekati kebenaran, mereka adalah pasukan elit Kerajaan Azeroth! Pihak Kerajaan Azeroth yang menggunakan Keluarga Noem agar bisa menekan perkembangan tuan pasti tidak bisa duduk diam lagi ketika mengetahui bahwa tuan sudah berhasil mengalahkan Keluarga Noem!".