
Melihat Loir yang mendekati dirinya, Myro juga tersenyum ramah "Aku juga merasa sangat senang sebab Baron Loir bisa meluangkan waktunya yang berharga untuk menyambut diriku".
"Earl Myro, apa yang kau katakan? Sebagai seorang teman, aku seharusnya memang menyambut kedatanganmu. Belum lagi kau mempunyai gelar bangsawan yang lebih besar dariku serta dijuluki sebagai pahlawan muda dari utara Kerajaan Azeroth, jadi tidak aneh bagiku untuk menyambut mu", kata Loir menggelengkan kepalanya, menurut Loir ia memang harus menyambut kedatangan Myro.
2 orang itu saling menatap sebelum berjabat tangan, walaupun mereka tidak terlalu lama mengenal tapi Myro dapat mengatakan penuh percaya diri bahwa mereka merupakan teman.
Selama suatu hari nanti Loir tidak berusaha mengganggu jalan Myro atau mencoba membunuhnya, mereka kemungkinan besar akan terus berteman.
Semua orang di sekitar langsung menatap ke arah Myro dan Loir. Bagaimanapun Loir adalah anak Grand Duke yang memulai pesta ini, oleh karena itu tidak semua orang disambut secara langsung oleh Loir.
Sebagian besar tamu undangan hanya disambut oleh pelayan dari Grand Duke Rayde, karena itu Myro yang disambut Loir sangat menarik perhatian.
"Earl Myro, biarkan aku membawamu menuju ruang pesta", kata Loir sopan.
Myro tidak menerima tawaran Loir melainkan bertanya sambil mengamati tamu yang ada di sekitar "Apakah kau yakin memiliki waktu untuk membawaku menuju ruang pesta? Lagipula kau harus menyambut kedatangan tamu-tamu yang lain bukan sebab adikmu merupakan bintang utama pesta malam ini, sebagai kakaknya maka kau bertugas menyambut semua tamu sehingga tidak memiliki waktu membawaku ke ruang pesta bukan?".
Loir melambaikan tangannya "Earl Myro memang benar, aku bertugas menyambut para tamu yang datang ke pesta malam ini. Tetapi selain aku, masih ada pelayan lain yang bertugas menyambut tamu sehingga tidak masalah bagiku menghabiskan waktu untuk membawa Earl Myro menuju ke ruang pesta. Sedangkan menyambut tamu yang lain, biarkan para pelayan yang melakukannya".
Jika itu orang lain, Loir pasti tidak akan repot-repot membawanya menuju ruang pesta. Paling banyak, Loir hanya memanggil pelayan agar membantu membawa tamu ke ruang pesta.
Loir yang merupakan anak Grand Duke sama sekali tidak harus bersikap sopan hingga membawa para tamu ke ruang pesta, namun orang di depannya berbeda.
Myro adalah temannya dan sosok yang dihargai kakeknya, Jendral Herfu. Bukan hanya itu, setelah kembali dari Ibukota Kerajaan Azeroth, Herfu selalu mengingatkan Loir supaya tetap berteman bersama Myro sebaik mungkin.
__ADS_1
Walaupun sekarang kekuatan Myro tidak mampu memberikan banyak bantuan kepada mereka, tapi Herfu memiliki firasat bahwa Myro pasti dapat menjadi bantuan besar bagi masa depan Loir.
Tanpa membuang waktu lagi, Loir membawa Myro dan yang lainnya menuju ruang pesta di bawah tatapan iri serta penasaran orang-orang di sepanjang jalan.
Jangan melihat Loir yang selalu tersenyum dan ramah kepada Myro, tapi ia selalu bersikap dingin kepada orang lain yang tidak terlalu dekat dengannya, bahkan Loir tidak akan bersikap sopan kepada teman-temannya seperti yang ia lakukan kepada Myro sekarang.
Oleh karena itu, banyak orang mulai bertanya-tanya mengenai identitas Myro.
"Tuan Muda Loir, nampaknya anda sedang bersinar sekarang! Aku mendengar baru-baru ini kau menjadi seorang Baron, Herfu tua itu berhasil mempunyai cucu yang baik, kenapa cucuku bisa kalah dari Herfu tua tersebut?", suara seorang pria terdengar di belakang Loir dan Myro yang baru melangkah menuju villa.
Wajah Loir yang tersenyum sopan segera berubah menjadi lembut, ia berbalik sambil membungkuk hormat "Kakek Tarka, kenapa kau tidak memberitahu Loir dari awal mengenai kedatanganmu? Jika kami mengetahuinya, baik ibu ataupun kakek pasti menyambut kedatangan anda sebaik mungkin".
"Hahahahaha, Nak Loir, kau benar-benar sangat sopan! Berbeda dari si tua Herfu, ia selalu bersikap kasar terhadapku yang merupakan teman lamanya ini", kata pria tua bernama Tarka.
Tarka langsung menyadari keberadaan Myro di samping Loir, jadi ia menatap Loir penuh kebingungan "Nak Loir, siapa pria muda itu? Apakah temanmu? Kenapa aku belum pernah melihat pria muda ini sedikitpun di antara anak-anak bangsawan, pejabat militer dan politik Kerajaan Azeroth?".
"Kakek Tarka, ia adalah Earl Myro, kau pasti mengenalnya", kata Loir tersenyum.
"Nak Myro yang baru-baru ini sedang naik daun? Pahlawan muda dari utara Kerajaan Azeroth?", tanya Tarka memastikan.
"Anda benar", jawab Loir memastikan identitas Myro.
Setelah mengetahui kebenaran identitas Myro, Tarka tertawa keras sebelum berjalan maju untuk menepuk pundak Myro "Ternyata kau merupakan sosok Earl Myro, aku tidak tahu! Kakek Herfu benar-benar beruntung sebab bertemu dengan bakat sepertimu, apabila aku bertemu dirimu lebih dulu maka aku pasti juga mengirim cucuku untuk belajar dari pahlawan muda. Gawat, aku terlambat memperkenalkan diri! Namaku Tarka, kau mungkin tidak mengetahui nama tersebut, tetapi apabila aku menyebut Jendral Perbatasan Selatan Kerajaan Azeroth, kau pasti mengetahuinya bukan?".
__ADS_1
Myro membuka matanya lebar-lebar penuh rasa terkejut, ia tidak pernah berpikir pria tua dengan senyum ramah ini adalah jendral perbatasan yang ditakuti.
Walaupun Herfu tidak pemarah, namun saat bertemu Herfu, Myro dapat merasakan aura menakutkan dari tubuhnya yang di dapatkan dari melalui ratusan hingga ribuan medan perang.
Namun Myro sama sekali tidak merasakan aura apapun dari Tarka, baik itu senyuman atau aura yang di bawa Tarka, Myro hanya merasa ia seperti seorang kakek ramah yang peduli pada orang-orang di sekitarnya.
Meskipun begitu, Myro tidak berani meremehkan Tarka sebab sosok yang mampu menjadi jendral perbatasan pasti tidak mudah.
Bukan hanya itu, Myro sering mendengar cerita mengenai Tarka juga.
Dari segi kekuatan, maka sebagian besar orang berpendapat Herfu jauh lebih kuat. Tapi jika itu mengenai strategi dan kelicikan, Tarka merupakan sosok terbaik di antara 4 jendral perbatasan.
Oleh karena itu selama Tarka dan Herfu berperang, belum tentu Herfu menang hanya karena ia lebih kuat daripada Tarka.
Myro tidak berani membuang waktu lagi, ia membungkuk sopan secepat mungkin "Jendral Tarka, maaf karena aku tidak mengenalmu sebelumnya!".
Tarka tertawa sebelum berkata penuh rasa tidak peduli "Tidak perlu terlalu dipikirkan, kau merupakan calon pahlawan masa depan Kerajaan Azeroth, jangan terlalu sopan padaku sebab kita mungkin harus bekerja sama di masa depan".
"Baik, Jendral Tarka", kata Myro yang kembali menegakkan tubuhnya.
Secara diam-diam Tarka mengamati Ren dan Yorou yang selalu berdiri diam di sekitar Myro.
Sebagai orang cerdas dan ahli strategi, Tarka mampu merasakan Ren adalah sosok cerdas yang tidak kalah dari dirinya sendiri sedangkan Yorou membawanya rasa krisis hidup dan mati.
__ADS_1
Di depan Yorou, Tarka merasa dirinya bisa mati kapanpun oleh pedangnya.