PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 155 : PERTANDINGAN


__ADS_3

Tanpa menunggu Guliger dan para pemimpin militernya berbicara lebih banyak lagi, Myro berkata ke prajurit di sampingnya "Bawa 2 orang itu kesini".


Prajurit itu mengangguk dengan cepat, ia sudah diberitahu oleh Myro sebelumnya tentang siapa yang harus dibawa "Baik, tuan!".


Semua orang di medan perang menjadi diam sampai prajurit itu kembali bersama 2 orang sekitar 5 menit kemudian.


2 orang tersebut merupakan Orc yang diikat oleh tali serta mulut mereka ditutup memakai kain, 1 Orc berusaha melawan dan melepaskan dirinya dari ikatan tali, ia tidak lain adalah putra mahkota Kerajaan Orc-Goblin. Sampai sekarang, putra mahkota masih berusaha melawan dari penangkapan Myro lalu mencoba melarikan diri.


Berbeda dari putra mahkota yang belum bisa menerima kenyataan, anak perdana menteri hanya diam dan membiarkan prajurit itu membawanya. Ia tidak melakukan perlawanan apapun sebab hal itu tidak ada gunanya, bagaimana ia bisa memiliki kesempatan melarikan diri apabila benteng ini dijaga lebih dari puluhan ribu pasukan musuh?


Selain itu, sebagai seorang penasihat yang cerdas, ia sudah melihat melalui rencana Myro yaitu menggunakan mereka sebagai alat tawar menawar.


Mengetahui hal tersebut, penasihat sama sekali tidak marah. Bahkan bisa dikatakan ia merasa senang, lagipula Myro berusaha tawar menawar bersama kerajaan mereka yang berarti Myro tidak berencana membunuh seluruh Kerajaan Orc-Goblin. Paling banyak, kerajaan mereka pasti mengalami kerugian yang berat dari kekalahan kali ini.


"Putra mahkota, Tuan Muda Rolf", teriak Guliger bersama para prajuritnya penuh rasa terkejut dan khawatir.


Rolf adalah penasihat serta anak dari perdana menteri, kecerdasan milik Rolf sudah sangat terkenal di seluruh ibukota yang membuat semua prajurit mengenal dirinya. Belum lagi Rolf merupakan tangan kanan dari putra mahkota, yang berarti ia merupakan calon perdana menteri masa depan.


Prajurit tersebut membawa 2 orang itu ke depan Myro sebelum membuat mereka berlutut, hal ini tentunya membuat Guliger dan para Orc atau goblin di pihak musuh marah.

__ADS_1


Putra mahkota adalah sosok raja di masa depan, bagaimana mungkin mereka tidak marah melihat musuh membuat calon raja masa depan mereka berlutut "Myro! Jika kau memiliki keberanian, turun dan lawan aku! Apakah kau tidak malu memakai cara licik seperti ini agar bisa mengalahkan kami? Apakah kau tidak memiliki kehormatan sebagai prajurit? Ayo bertarung 1 lawan 1!".


"Apa yang kau katakan benar, aku bukan seorang prajurit sebab aku adalah bangsawan!", kata Myro tersenyum mengejek, ia memegang pundak putra mahkota sambil berkata lagi "Guliger, ada apa? Bukankah kau berencana menyerang Benteng Rulfes? Kalau begitu serang! Tapi biarkan aku memberitahu kalian 1 hal dulu, selama kalian berani menyerang Benteng Rulfes, aku pasti membunuh putra mahkota yang sangat kalian hormati!".


Wajah Guliger berubah menjadi merah, ada jejak kemarahan yang sangat kuat di wajahnya "Myro, apakah ini cara bertarung bangsawan Kerajaan Azeroth? Apakah kalian hanya bisa bertarung memakai cara licik yang menjijikan seperti ini?".


"Cara licik yang menjijikan?", tanya Myro lalu tertawa keras "Itu adalah hal paling bodoh yang pernah aku dengar, Jendral Guliger! Sebagai seorang jendral, kau pasti mengerti bahwa yang terpenting adalah menang, bukan strategi yang digunakan untuk menang! Kau pasti juga pernah memakai strategi licik seperti ini, baik itu meracuni makanan para prajurit musuh, membakar persediaan makan mereka, aku yakin sebagai seorang jendral, kau akan membuat banyak strategi supaya prajurit mu bisa menang bukan?".


Guliger tidak bisa berbicara apapun lagi, lebih tepatnya apa yang Myro katakan benar. Ia bisa duduk di posisinya sebagai jendral bukan tanpa alasan, melainkan ia sudah memenangkan ratusan peperangan berdarah untuk Kerajaan Orc-Goblin.


Untuk bisa memenangkan ratusan peperangan tersebut, ia sudah memakai banyak sekali strategi, bahkan strategi kejam yang membuat musuh sangat membenci dirinya.


Selama hidup putra mahkota hilang, raja pasti tidak akan membiarkannya pergi.


"Baron Myro, aku tahu tidak ada salahnya memakai strategi apapun jika bisa meraih kemenangan. Kalau begitu, apa yang anda butuhkan sekarang? Apabila aku, Guliger bisa melakukannya, aku pasti setuju!", kata Guliger tegas "Selama anda bisa melepaskan putra mahkota dan Tuan Muda Rolf, aku tidak keberatan menggantinya memakai hidupku sendiri".


"Jendral!", para prajurit di belakang Guliger panik, bagaimanapun mereka sudah mengikuti Guliger sejak lama yang membuat mereka dan Guliger seperti teman dekat.


Guliger mengangkat tangannya "Jangan hentikan aku, sebagai seorang Jendral Kerajaan Orc-Goblin, sudah seharusnya aku melakukan ini! Hidup putra mahkota jauh lebih penting daripada seorang jendral sepertiku".

__ADS_1


Guliger yakin tujuan Myro menahan putra mahkota dan Rolf yaitu supaya bisa membunuhnya. Lagipula selama Guliger mati, 30.000 pasukannya pasti sangat melemah akibat kehilangan pemimpin.


Myro yang ada di atas tembok kota tidak bisa untuk tidak sedikit mengagumi Guliger. Walaupun mereka adalah musuh, Guliger menunjukkan kesetiaan dan keberaniannya kepada Kerajaan Orc-Goblin, hingga tidak keberatan mengorbankan hidupnya sendiri.


Myro yang ada di atas tembok kota bertepuk tangan "Jendral Guliger, aku kagum terhadap keberanian milikmu! Sebagai bentuk kekaguman milikku, bagaimana kalau kita melakukan pertandingan?".


"Pertandingan?", tanya Guliger bingung.


"Ya, pertandingan! Selama kau menang, aku akan melepaskan putra mahkota dan Rolf yang merupakan anak perdana menteri. Tetapi apabila kalian kalah, kau akan menjadi tahanan milik kami, bagaimana?", kata Myro.


Seluruh orang terkejut, mereka tidak mengerti tujuan Myro melakukan hal ini. Setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan kembali putra mahkota dan Rolf tanpa mengorbankan apapun, tapi jika mereka kalah maka mereka juga kehilangan Guliger.


Guliger menutup matanya sebentar untuk berpikir sebelum berkata "Aku setuju, aku akan menjadi tahanan kalian dan tidak melakukan perlawanan apapun selama kami kalah. Tetapi aku memiliki persyaratan, pertandingannya harus merupakan pertarungan memakai senjata".


Guliger bukan orang bodoh, ia takut pertandingan yang Myro maksudkan adalah pertandingan kecerdasan. Di pasukan Guliger, sama sekali tidak ada orang yang benar-benar cerdas sehingga mereka pasti kalah. Oleh karena itu, pertandingannya harus pertarungan memakai senjata yang merupakan keahlian para prajurit".


"Kalau begitu sudah ditentukan!", kata Myro "Kita akan melakukan 3 pertandingan, siapapun yang memenangkan 2 pertandingan lebih dulu maka ia adalah pemenangnya. Aturan pertandingannya mudah, masing-masing dari kita hanya perlu mengirim 1 orang sebagai perwakilan untuk saling bertarung. Kecuali pihak lawan mati atau menyerah, pemenangnya tidak akan ditentukan, bagaimana?".


Melihat ada peluang menang, Guliger mengangguk "Aku setuju!".

__ADS_1


"Kita akan mulai mengirim pasukan 5 menit kemudian, sekarang masing-masing dari kita harus menentukan perwakilan masing-masing", kata Myro tersenyum secara diam-diam, semuanya berjalan sesuai rencana yang sudah ia buat sebelumnya.


__ADS_2