
Melihat Kerzan yang menyerah dengan wajah pahit, seorang prajuritnya berteriak "Jendral, kenapa kita menyerah? Selama kita terus melawan, ada kesempatan untuk menang! Kavaleri laba-laba mungkin sudah dikalahkan, tapi masih ada pembunuh Dark Elf dan beberapa pasukan lainnya--".
Tanpa menunggu prajurit tadi selesai berbicara, Kerzan berteriak "Apakah kau belum bisa melihatnya? Tidak ada kesempatan bagi kita untuk menang! Kalau kita memilih bertarung, berapa banyak lagi pasukan yang akan mati? Kalian mungkin tidak takut mati selama untuk memperjuangkan penduduk Dark Elf, tapi apa gunanya kalau kalian mati tanpa tujuan apapun? Selama kita menyerah, Kota Dark Elf mungkin tetap bertahan. Sedangkan terus melawan, kalian semua akan mati tanpa alasan? Bagaimanapun aku dapat melihat, sepertinya Tuan Myro tidak berencana membunuh kami semua selama kami menyerah bukan?".
Myro melihat ke arah Kerzan lalu tersenyum "Kau benar, seperti yang aku katakan barusan, aku tidak keberatan memberi Dark Elf sumber daya baik berupa pendidikan, makanan ataupun pakaian, tapi kalian harus setia kepadaku! Selain itu, kota kalian akan menjadi kota bawahan milikku yang berarti aku mempunyai kekuasaan penuh terhadap Kota Dark Elf dan penduduknya. Aku juga membutuhkan pasukan Dark Elf agar membantuku memenangkan semua medan perang di masa depan, namun kalian tidak perlu khawatir, aku mengirim kalian ke medan perang bukan sebagai target untuk dibunuh musuh. Meskipun kalian adalah Dark Elf, aku tidak akan memberikan kalian perlakukan yang berbeda dari manusia".
"Contohnya adalah Orc dan Goblin di pasukan ku, aku tidak menilai orang berdasarkan penampilan mereka melainkan kemampuan dan sifat mereka menjadi dasar ku menilai kalian".
Kerzan mengangguk, ia berjalan di depan Myro sebelum berlutut "Kerzan menyerah kepada tuan dan memberikan kesetiaannya! Sekalipun harus dihukum mati, Kerzan tidak keberatan selama tuan membiarkan Dark Elf yang lain tetap hidup! Semua Dark Elf yang ada disini melawan tuan atas keputusanku, jika mereka harus disalahkan akibat menyerang tuan, maka aku yang menjadi pemimpin mereka adalah orang yang harus disalahkan!".
Melihat jendral mereka memilih menyerah, pasukan Dark Elf yang lain saling menatap sebelum mulai menjatuhkan senjata mereka dan berlutut di depan Myro.
Beberapa orang berpikir untuk menolak menyerah, tapi ribuan Pasukan Kemenangan menatap mereka penuh rasa dingin. Mereka yakin selama mereka berani menolak, tombak di tangan Pasukan Kemenangan pasti menusuk leher mereka.
Oleh karena itu, semua orang memutuskan menyerah. Bahkan pembunuh Dark Elf yang dari tadi bersembunyi dan bertarung secara diam-diam melawan pembunuh markas ikut muncul dari balik kegelapan, mereka berlutut di depan Myro sebelum menyerah.
Ketika semua Dark Elf memutuskan menyerah tanpa ada seorangpun yang berusaha melawan sampai mati, Myro tersenyum "Jangan khawatir, kalian tidak akan menyesali keputusan kalian hari ini! Lalu untuk Kerzan, aku tidak berencana membunuhmu, setidaknya kau dapat terus hidup kecuali aku menemukan bukti kau mencoba berkhianat. Apakah kau mengerti?",
"Terima kasih atas kebaikan tuan?", kata Kerzan senang.
__ADS_1
Myro mengangguk dan menatap Pasukan Kemenangan di sekitarnya "Retya, kau membawa 500 Pasukan Kemenangan dan mengambil semua senjata dan laba-laba pasukan Dark Elf. Setelah itu, kau harus tetap menahan mereka disini, mereka tidak boleh kembali menuju gua tanpa izinku. Kerzan, kau bertugas memimpin jalan, aku berencana melihat seperti apa kota milik Dark Elf".
Yorou, Ren dan 500 Pasukan Kemenangan lain mengikuti Myro yang turun lagi menuju gua bersama Kerzan.
Di sisi lain, Retya membiarkan pasukannya mengikat pasukan Dark Elf musuh dan mengambil senjata mereka.
Saat masalah pasukan Dark Elf telah selesai dan mereka selalu berada di bawah pengawasan Pasukan Kemenangan, Retya berjalan menuju kayu yang dibakar untuk memberitahu penambang disana supaya berhenti menggunakan kipas mereka terhadap api. Peperangan telah selesai, jadi tugas mereka yaitu memadamkan api menggunakan air.
Para penambang tidak menolak, mereka pergi ke danau atau sungai terdekat sebelum mulai berusaha memadamkan api.
Myro turun semakin jauh ke bawah gua, walaupun jalan di depan cukup terganggu akibat asap hitam pembakaran Myro sebelumnya, tapi mereka dapat terus berjalan di bawah penerangan obor yang dibawa prajurit.
Pada awalnya Myro berpikir Kota Dark Elf akan cukup gelap, bagaimanapun mereka berada di bawah tanah tanpa cahaya matahari.
Walaupun mereka sama sekali tidak mempunyai tembok kota, lagipula lokasi Kota Dark Elf berada di bawah tanah yang membuat keberadaan tembok kota tidak dibutuhkan.
Di sekitar Kota Dark Elf, terdapat banyak tanaman seperti ladang pertanian yang menarik perhatian Myro.
Mereka sekarang berada di bawah tanah, bagaimana mungkin ada pertanian yang tumbuh disini? Setiap tanaman membutuhkan matahari supaya bisa tumbuh, lalu bagaimana tanaman pada ladang Kota Dark Elf mampu tumbuh.
__ADS_1
"Kerzan, tumbuhan apa ini?", kata Myro menunjuk ladang pertanian penuh rasa penasaran.
"Tuan, ini adalah kentang hitam. Berbeda dari kentang normal, mereka dapat tumbuh sekalipun tidak terkena cahaya matahari. Masalahnya ukuran mereka umumnya tidak besar dan rasanya cukup buruk, apabila bukan karena kami tidak memiliki pilihan lain, kami pasti tidak memakan kentang hitam. Namun cuma kentang hitam yang mampu tumbuh tanpa sinar matahari, kami harus menerimanya", kata Kerzan tersenyum pahit.
Myro sedikit lupa, ini bukan bumi melainkan dunia lain, tidak aneh kalau ada tumbuhan yang mampu berkembang tanpa sinar matahari seperti ini.
Menggelengkan kepalanya, Myro berkata "Aku akan membiarkan kalian mendapatkan persediaan makanan dari kota milikku yang lain, bagaimanapun penghasilan makanan di Provinsi Kemenangan cukup baik. Kalau kalian tertarik, kalian tidak perlu tinggal di bawah tanah, aku bisa membiarkan kalian membangun kota sendiri di permukaan tanah. Kau tidak perlu khawatir masalah biaya, aku akan membantu biaya pembangunan kotanya".
Kerzan segera menggelengkan kepalanya "Tuan, kami tinggal di bawah tanah sebab Dark Elf lebih cocok disini, oleh karena itu aku harus menolak tawaran baik tuan".
Mereka melanjutkan perjalanan di bawah tatapan penasaran semua Dark Elf sepanjang jalan, bagaimanapun manusia hampir tidak pernah datang ke kota mereka.
Untuk menghindari masalah, Kerzan mengumpulkan semua penduduk dan memberitahu mereka masalah Dark Elf di kota ini sudah menyerah kepada Myro.
Pada awalnya beberapa Dark Elf tidak setuju, tapi ketika Myro maju ke depan dan memberitahu mereka bisa mendapatkan bantuan pendidikan, makanan dan pakaian, semua orang sangat senang.
Pendidikan dapat diperoleh semua anak Dark Elf secara gratis, sedangkan untuk makanan, Myro tidak memberinya secara gratis melainkan Dark Elf harus bekerja seperti menjual racun atau beberapa keahlian mereka sendiri untuk makanan maupun uang.
Tetapi Myro membuat peraturan tegas yaitu mereka tidak boleh menggunakan racun sembarangan.
__ADS_1
Penduduk tetap senang, lagipula masalah makanan masih dapat diatasi dengan terus menanam kentang hitam.
Apa yang membuat mereka paling senang adalah pendidikan gratis bagi anak-anak mereka.