PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 210 : PERANG KOTA RAYDE MENDEKATI AKHIRNYA


__ADS_3

Pasukan Infanteri Salju merupakan pasukan elit dari Kerajaan Azeroth yang dianggap setara dengan pasukan elit kerajaan, setiap anggota mereka sangat ahli berperang di salju dan mampu bergerak cepat mengalahkan musuh mereka.


Walaupun Infanteri Salju adalah pasukan elit, mereka memiliki kelemahan besar yaitu jumlah mereka terlalu sedikit. Di seluruh Kerajaan Azeroth, hanya Herfu yang memiliki Infanteri Salju dan jumlahnya tidak lebih dari 10.000 pasukan.


Jumlah Infanteri Salju memang sedikit, tapi Pube sebagai jendral terkenal tahu bahwa 10.000 Infanteri Salju dapat melawan 30.000 pasukannya tanpa masalah.


Oleh karena itu, Herfu seperti membawa 100.000 pasukan sekarang akibat keberadaan Infanteri Salju.


Lalu jangan lupa di Kota Rayde ada 20.000 pasukan pertahanan, jika mereka tahu kedatangan Herfu maka 20.000 penjaga tersebut pasti ikut menyerang yang berarti mereka seperti di serang oleh 120.000 pasukan musuh dari depan dan belakang, tapi jumlah sebenarnya pasukan musuh adalah 100.000 pasukan yang lebih banyak dari mereka.


Pasukan divisi 5 juga sangat kelelahan sekarang, jika mereka bertarung di bawah pengepungan pasukan Herfu yang baru datang, divisi 5 pasti cuma mampu menggunakan setengah dari kekuatan asli mereka.


Kemampuan strategi dan kekuatan Jendral Herfu tidak kalah dari dirinya juga, bahkan lebih kuat. Jadi tidak peduli bagaimana Pube dan petinggi militer berpikir, mereka tahu bahwa mereka sudah kalah.


"Jendral Pube, anda harus pergi! Biarkan aku dan pasukan divisi 5 menahan pasukan musuh, selama anda tetap hidup maka kami tidak keberatan menggunakan hidup kami!", teriak wakil Pube tegas.


Para petinggi militer divisi 5 lainnya juga menjadi tegas, mereka berdiri sambil menarik senjata mereka "Jendral, anda harus lari!".

__ADS_1


"Lari kemana?", kata Jendral Pube tersenyum pahit dan tersentuh terhadap kesetiaan pasukan divisi 5 miliknya "Setelah menyerang Kota Rayde tanpa izin raja, apakah kau berpikir aku mempunyai kesempatan kembali? Selama aku kembali lagi ke Ibukota Kerajaan Azeroth, yang mulia pasti memberiku hukuman mati".


"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan jendral?", tanya wakil Pube sedih.


"Siapapun yang berusaha untuk hidup, mereka boleh melarikan diri. Sedangkan mereka yang tertarik menemaniku, ayo bertarung untuk terakhir kalinya! Ayo kita tunjukkan ke seluruh Kerajaan Azeroth, divisi 5 kita melemah namun kita tetap seekor harimau! Harimau yang terluka tidak boleh diremehkan!", kata Pube memakai helm besinya dan berjalan pergi dari tenda pusat divisi 5.


Semua pejabat militer divisi 5 saling menatap, sebelum mereka mengikuti langkah Pube "Jendral, izinkan kami mengikuti anda sampai akhir!".


Puluhan pejabat militer divisi 5 mengikuti Pube, tidak ada seorangpun yang mencoba melarikan diri.


Pasukan elit dari 5 divisi Kerajaan Azeroth memang bukan kebohongan, mereka adalah orang yang siap mati.


Meskipun Jendral Herfu telah siap, ia terkejut dengan keganasan divisi 5.


Padahal divisi 5 seharusnya merasa kelelahan akibat perang tanpa henti selama beberapa hari ini, tapi kekuatan terakhir yang mereka tunjukkan saat melawan Herfu masih sangat ganas.


Bahkan Infanteri Salju cukup kesulitan menghentikannya, Herfu segera turun tangan sendiri agar menghindari kerugian menjadi semakin besar di pasukannya.

__ADS_1


...----------------...


"Aku kalah", kata Rilia tersenyum pahit "Ibu memang tidak berubah, aku tetap bukan lawan ibu sampai akhir sekalipun. Tapi biarkan aku bertanya 1 hal lagi! Ibu, apa tujuan utama ibu membuat semua jebakan ini? Ibu tidak berpikir aku percaya bahwa ibu hanya berencana membunuh Torte bukan? Melawan divisi 5 jauh lebih merepotkan daripada Torte, apabila kakek bergerak dari awal membunuh Torte maka peperangan ini berakhir sejak lama. Lalu apa tujuan ibu sebenarnya? Apakah sulit bagi ibu mengatakan kebenarannya sekalipun pada anak ibu sendiri?".


"Aku tidak masalah memberitahumu, tapi aku takut kau menyesal setelah mendengar ini", kata Carla menjelaskan "Tujuanku adalah membawa kekacauan di Kerajaan Azeroth. Setelah divisi 5 menyerang Kota Rayde, raja pasti memeriksa masalah ini. Walaupun yang mulia tidak bisa menangkap pangeran ke 7 secara langsung sebab pangeran pasti sudah membersihkan semua bukti antara ia dan divisi 5, tapi yang mulia merupakan orang cerdas, ia pasti menyadari semua gerakan kali ini merupakan rencana pangeran ke 7. Permusuhan antara raja dan pangeran ke 7 pasti menjadi lebih besar, kekacauan akan terjadi di seluruh kerajaan bahkan perang besar akan terjadi".


"Selama Kerajaan Azeroth menjadi kacau, dengan kekuatan ibu sebagai Grand Duke Rayde, kakek mu yang menjadi Jendral Perbatasan Utara, lalu hampir semua bangsawan dan pejabat politik serta militer di daerah utara kerajaan yang mendukung kita, maka kita bisa membuat kerajaan sendiri! Kakakmu dapat menjadi raja, ibu juga bisa memberimu kekuasaan yang selalu kau cari-cari baik itu menjadi Grand Duke kerajaan kita yang baru atau pejabat lainnya, mungkin putri kerajaan tidak buruk bukan? Walaupun wilayah kerajaan kita hanya bagian utara dari Kerajaan Azeroth, bukan merebut seluruh kerajaan. Namun raja tetap raja, jauh lebih tinggi daripada Grand Duke".


"Ibu yakin di seluruh utara Kerajaan Azeroth, tidak ada orang yang mampu melawan kita. Tapi tindakanmu yang berencana membunuh ibu atau kakakmu membuat ibu kecewa, memberimu kekuasaan hanya akan menghancurkan rencana ibu untuk kakakmu sehingga ibu tidak bisa memberimu kekuasaan yang ada".


Rilia benar-benar terkejut terhadap ide Carla "Apakah ibu tidak takut serangan dari Kerajaan Azeroth? Jika ibu membuat kerajaan sendiri, Kerajaan Azeroth pasti menargetkan kerajaan yang ibu bangun".


"Lalu kenapa?", kata Carla tersenyum percaya diri "Setelah Kerajaan Azeroth terpisah menjadi Raja Azeroth V dan pangeran ke 7, mereka pasti saling bertarung yang membawa kerugian ke masing-masing pihak. Apakah kau pikir Kerajaan Azeroth yang telah terluka dan terpecah mampu melawan kerajaan kita yang baru? Kau mungkin tidak tahu, Torte juga tidak, tapi sebagai Grand Duke selama beberapa tahun ini, aku sudah melatih sekitar 100.000 pasukan baru dan ada 70.000 pasukan elit yang siap membantu kita, tapi mereka sekarang tidak berada di Kota Rayde. Apakah menurutmu kita tetap tidak bisa membuat kerajaan sendiri menggunakan pasukan sebanyak itu? Bukan hanya itu, apabila Raja Azeroth V dan pangeran ke 7 mengalami kerugian berat akibat perang mereka, kita mungkin menjadi orang yang menyerang lalu mengalahkan mereka bukan?".


Rilia tiba-tiba tertawa keras "Hahahahaha, ibu, kau sangat hebat! Dibandingkan rencana mu, rencana ku seperti permainan anak-anak. Aku kalah, ibu adalah pemenangnya! Di masa depan, seluruh utara Kerajaan Azeroth pasti menjadi wilayah ibu. Utara kerajaan mempunyai cukup banyak provinsi, tapi tidak ada yang sekuat ibu dan kakek di seluruh utara kerajaan. Aku yakin baik itu raja ataupun kakek, tidak ada seorangpun yang berpikir mengenai rencana besar ibu".


Sebelum mereka lanjut berbicara lagi,suara tepuk tangan tiba-tiba terdengar dari pintu aula istana Grand Duke.

__ADS_1


"Nona Carla, rencana anda sangat hebat! Aku, Myro Aras mengakui kecerdasan anda. Tetapi, tidakkah anda sedikit terlalu sombong? Di seluruh wilayah utara kerajaan, tidak ada seorangpun yang menjadi lawan anda atau Herfu? Bagaimana dengan diriku? Apakah anda tidak memperhitungkan ku sebagai lawan anda juga?", sosok Myro muncul dari aula bersama Yorou dan 100 pengawal, ada senyum percaya diri di wajah Myro.


__ADS_2