
"Sekarang, aku yakin kalian semua sudah mengerti mengenai keadaan yang terjadi di depan Kota Rayde. Jendral Herfu memang kuat, aku mengakui itu sebab kami pernah menjadi rekan di medan perang sebelumnya. Tetapi tidak peduli seberapa kuat Jendral Herfu, aku yakin ia telah menyerah dan ditangkap pasukan ku kecuali ia berani melawan keputusan raja serta menjadi musuh Kerajaan Azeroth. Oleh karena itu, kalian tidak memiliki kesempatan menang lagi", kata Myro tersenyum.
Walaupun ada ratusan pasukan Kartaz dan Carla di sekitar, ia sama sekali tidak takut sedikitpun dan melangkah maju.
Melihat Myro yang tersenyum percaya diri, Carla marah sebab Myro menghancurkan rencana yang telah ia buat sejak lama. Namun sebagai orang yang cerdas, Carla tahu ia tidak boleh menunjukkan kemarahannya karena hidup dan mati Grand Duke Rayde serta Jendral Herfu berada di tangan Myro sekarang.
Myro bisa membunuh mereka disini, lalu melaporkan kepada raja bahwa mereka dibunuh divisi 5. Bagaimanapun tidak ada bukti yang jelas, apalagi divisi 5 juga sudah mati sehingga mereka tidak bisa melawan terhadap Myro yang menjebak mereka sebagai pembunuh sekalipun.
"Earl Myro, aku mengakui kekalahan ku, kau pemenangnya kali ini!", kata Carla tersenyum sopan, ia benar-benar sangat ahli menyembunyikan kemarahannya "Kalau begitu, apakah Earl Myro dapat melupakan kesalahan yang kami perbuat dan melepaskan ayahku? Anda tahu sendiri tujuan ayahku datang kesini adalah untuk melawan divisi 5, bukan pemberontakan--".
Sebelum Carla menyelesaikan pembelaannya, Myro berkata "Kau benar, aku awalnya berpikir Jendral Herfu bertujuan untuk membantu kerajaan melawan pemberontakan divisi 5. Tapi! Aku menyadari itu semua salah, bukankah kau barusan mengatakan akan membuat kerajaan sendiri Nona Carla? Apabila membuat kerajaan sendiri bukan pemberontakan, lalu apa yang disebut sebagai pemberontakan?".
Wajah Carla membeku, sekarang ia menyesal telah banyak berbicara sebelumnya. Walaupun perkataan Myro tidak mempunyai bukti, selama kaki tangan pangeran ke 7 yang mengikuti Rilia bersaksi dihadapan raja setelah ditangkap, mereka pasti mengatakan kebenarannya sebab Carla yang dihukum mati akan menguntungkan pangeran ke 7.
Carla menarik nafas, senyum ramah di wajahnya menghilang dan digantikan dengan wajah tegas "Earl Myro, katakan tujuan anda! Selama anda bisa membiarkan keluargaku lepas dari hukuman, aku siap melakukan tindakan sesuai perkataan anda meskipun anda memberiku hukuman mati sekalipun".
__ADS_1
"Memberimu hukuman mati? Kenapa aku harus melakukan hal tersebut, kematian mu tidak akan memberikanku keuntungan yang besar", kata Myro berjalan maju semakin jauh lagi.
Kali ini Myro berdiri di depan Carla "Berikan aku seluruh Grand Duke Rayde! Tidak, aku rasa perkataan yang paling benar adalah kau, Loir dan Jendral Herfu, berikan kesetiaan kalian kepadaku".
Carla terkejut terhadap tujuan Myro yang sebenarnya, Myro berusaha menelan seluruh Grand Duke Rayde mereka "Earl Myro, anda benar-benar serakah. Namun apakah anda tidak takut? Walaupun kami mengaku setia, kami mungkin berkhianat keesokan harinya! Lagipula di dunia ini hati manusia sangat sulit dipahami, seseorang mungkin setia sekarang tapi bisa berkhianat keesokan harinya akibat ada peluang. Apakah anda tidak takut kami berkhianat ketika anda melemah?".
"Kau pikir aku akan sebodoh itu untuk memberikan kalian kesempatan berkhianat?", kata Myro percaya diri "Tentunya aku mempunyai syarat lain, kau harus melepaskan jabatan mu sebagai Grand Duke Rayde lalu memberikannya kepada Loir. Sedangkan untuk dirimu, kau harus pergi ke Kota Loth dan menjadi tahanan ku. Berdasarkan sifat Loir dan Herfu yang peduli padamu, aku yakin mereka tidak akan mengkhianati ku selama kau berada di tanganku, kecuali sifat mereka tiba-tiba berubah. Tapi sifat manusia tidak akan berubah secepat itu bukan?".
Loir yang ada di samping Carla berusaha menolak, menurutnya daripada membiarkan Carla menjadi tahanan, lebih baik ia yang menggantikan posisi Carla. Loir memang sangat peduli pada ibunya, ia tidak bisa membiarkan Carla menjadi tahanan Myro.
"Kenapa aku harus takut?", kata Myro tersenyum di wajahnya "Mawar berduri memang sebuah bunga yang berduri yang mampu melukai siapapun yang mencoba memegangnya. Tetapi di tangan ahlinya, bunga mawar tidak akan memberikan luka apapun, melainkan menjadi bunga yang sangat cantik".
Wajah Carla yang selalu tidak berubah tiba-tiba menjadi merah, ia berkata dengan mulut gemetar "A-- Apa yang kau katakan?".
Carla benar-benar panik serta malu, sikapnya yang selalu sopan dan ramah langsung menghilang.
__ADS_1
Jangan lihat Carla yang selalu licik membuat strategi, tapi ia masih seorang wanita muda berusia 25 tahun.
Walaupun Carla sudah memiliki anak, tapi pernikahannya dengan Grand Duke Rayde yang dulu hanya sebuah pernikahan politik tanpa ada dasar perasaan disana. Oleh karena itu, belum pernah ada seorangpun yang mengatakan hal seperti itu padanya.
Tetapi Carla cepat menekan rasa paniknya, ia berkata sambil tersenyum mengejek "Earl Myro bercanda, pada akhirnya anda sama seperti yang lainnya. Anda cuma tertarik kepada posisi Grand Duke yang aku miliki, jika aku menikah lagi maka suamiku pasti menjadi Grand Duke. Bukankah itu yang menjadi alasan Earl Myro dapat tertarik pada wanita sepertiku?".
Setelah kematian Grand Duke Rayde, ribuan pria di seluruh Kerajaan Azeroth berusaha mengejarnya baik itu berasal dari keluarga bangsawan, pejabat politik ataupun militer.
Semua dari mereka menargetkan gelar Grand Duke yang ada di tangan Carla, tapi mereka sama sekali tidak tahu, Carla tidak pernah berencana menyimpan gelar Grand Duke untuk dirinya sendiri melainkan ia berencana mewariskannya kepada Loir.
Jadi tidak peduli apakah ia akan menikah lagi atau tidak, pada akhirnya suaminya tidak akan menjadi Grand Duke seperti apa yang mereka bayangkan.
Mendengarkan perkataan Carla, Myro tersenyum jijik "Apakah menurutmu gelar Grand Duke begitu penting di mataku? Kalau kau berpikir begitu, maka aku bisa memberitahumu bahwa kau salah besar! Aku, Myro Aras naik ke posisiku sekarang bukan melalui warisan keluargaku! Aku naik ke posisi Earl dan Gubernur Militer melalui medan perang untuk Kerajaan Azeroth, apakah kau berpikir aku tertarik terhadap gelar Grand Duke milikmu? Jawabannya tidak, aku memang tertarik menjadi Grand Duke namun aku akan mengambilnya memakai tanganku sendiri, bukan pemberian orang lain".
"Selain itu apabila aku tertarik dengan gelar Grand Duke, kenapa aku harus membuatmu memberikan gelar tersebut kepada Loir sebelum pergi ke Kota Rayde? Carla, aku tertarik kepadamu bukan karena gelar yang kau miliki melainkan kelicikan dan kecerdasan yang kau tunjukkan selama waktu ini! Apa yang salah terhadap wanita sepertimu? Kau adalah wanita cantik yang menggunakan kecerdasan dan kelicikan yang kau miliki untuk melindungi keluargamu! Meskipun caramu sedikit kejam kepada orang lain kecuali keluargamu, tapi karena alasan itu yang membuat kau semakin bersinar! Kau tegas dan tidak ragu saat melakukan sesuatu, seorang wanita cantik yang sangat berbakat!".
__ADS_1