
Torn sedikit ragu-ragu sebelum memutuskan lanjut menjelaskan "Kami para Dwarf harus mengakui, Dark Elf sangat kuat ketika berada di bawah tanah. Selama kami berperang melawan Dark Elf, kami sering mengalami kerugian daripada keuntungan. Oleh karena itu, raja Dwarf sering kali memakai strategi untuk menarik pasukan Dark Elf ke permukaan tanah. Kalau mereka tidak berada di bawah tanah lagi, kemampuan Dark Elf paling tidak akan berkurang setengahnya. Tapi Dark Elf juga bukan orang bodoh, mereka hampir tidak pernah pergi dari bawah tanah yang membuat perang kami belum pernah selesai hingga ratu malam tiba".
Myro mulai berpikir. Berdasarkan penjelasan Torn barusan, melawan Dark Elf akan merepotkan.
Lagipula kavaleri laba-laba, pembunuh dan racun mematikan di senjata mereka, Dark Elf memiliki posisi yang jauh lebih menguntungkan jika berada di bawah tanah.
Sedangkan bertarung di permukaan, Dark Elf tidak akan sebodoh itu dan memberikan Myro kesempatan mengalahkan mereka dengan pergi ke permukaan tanah.
Masalahnya kemampuan pasukan Myro pasti menurun ketika bertarung di bawah tanah, terutama ia tidak bisa menggunakan kavaleri sebab kuda tidak mampu bergerak di tempat seperti ini, berbeda dari monster laba-laba.
Sekalipun Myro menggunakan Aclan bersama para ksatria yang merupakan infanteri elit, kemenangan tetap sulit didapatkan mengingat laba-laba mempunyai kemampuan jaring yang dapat menghancurkan formasi ksatria jika tidak berhati-hati.
Lalu setiap senjata mereka dilengkapi oleh racun yang berarti setiap serangan dari Dark Elf yang mengenai mereka berarti kematian, Myro mungkin harus memanggil Sorna yang merupakan dokter tingkat emas dari Dunia untuk datang kesini membantunya melawan racun bagi prajurit yang terserang.
"Torn, kau sudah melawan Dark Elf sejak lama, apakah kau memiliki ide mengalahkan mereka?", tanya Myro hati-hati sebab Dwarf sering bertarung melawan Dark Elf.
Torn menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit "Kalau pasukan Dwarf dari Kerajaan Dwarf telah muncul, aku mungkin dapat membantu tuan. Kami para Dwarf sering melawan Dark Elf yang membuat kami memahami pola serangan mereka, jadi kami mampu menghindari sebagian serangan mereka. Setelah itu, kami sering membangun tembok dari besi agar menahan serangan Dark Elf. Setidaknya sejak kami membangun tembok besi yang memisahkan kota Dark Elf dan Dwarf, kami tidak sering bertarung lagi. Jadi Dwarf sekalipun sebenarnya tidak berhasil mengalahkan Dark Elf melainkan kami membentuk kedamaian supaya tidak saling menganggu".
Myro menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa melakukan hal yang sama seperti Dwarf di Dunia.
Lagipula di masa depan ia berencana berperang melawan Raja Azeroth V dan pangeran ke 10. Kalau Dark Elf berhasil dibujuk pangeran atau raja dan menyerang Myro dari belakang saat ia menyerang wilayah musuh, Myro pasti mengalami kerugian besar.
Belum lagi gua tambang dekat dari Kota Loth, selama Kota Loth hancur, Myro pasti mengalami kerugian yang besar sebab Kota Loth merupakan ibukota Provinsi Kemenangan, kota paling makmur dan utama milik Myro.
__ADS_1
Jika Myro kehilangan kota ini, ia sama seperti kehilangan fondasinya. Tidak hanya itu, banyak bangsawan dan pejabat yang memutuskan mengikuti Myro pasti ragu untuk tetap setia kepadanya.
Lagipula Myro tidak dapat melindungi ibukotanya sendiri, bagaimana mungkin ia menang dari Raja Azeroth V atau pangeran ke 7?
Jadi Dark Elf ini tidak boleh dibiarkan, paling tidak Myro harus membuat mereka menyerah kepadanya dan setuju menjadi pengikut.
"Apakah kita cuma bisa bertarung secara langsung?", gumam Myro.
Walaupun posisi mereka sedikit diragukan kalau bertarung di gua melawan Dark Elf, namun Myro tetap memiliki kepercayaan diri untuk menang.
Lagipula semua pasukan Myro merupakan pasukan elit, bahkan 50.000 pasukan divisi 4 yang telah dilatih Retya tidak jauh berbeda dari pasukan elit ternama di Kerajaan Azeroth.
Oleh karena itu, Myro percaya diri terhadap kemampuannya mengalahkan Dark Elf.
Namun masalah terbesarnya adalah selama mereka langsung bertarung, korban di pihak Myro pasti tidak sedikit.
"Pergi dan cari mengenai pasukan Dark Elf sebanyak mungkin! Tapi jika itu mengancam hidup kalian, maka kalian harus langsung mundur", kata Myro yang sedang berpikir.
Di antara semua orang, cuma Pard yang melihat ke arah kiri dan kanan penuh kebingungan sebab ia tidak mengerti Myro sedang berbicara dengan siapa.
Sedangkan Ren, Torn, Yorou dan yang lainnya berdiri diam seakan-akan tidak mendengar apa yang Myro katakan, mereka tahu kata-kata Myro tadi ditunjukkan kepada anggota markas yang sedang bersembunyi.
Seperti yang dikatakan Lana, sejak dirinya pergi, tidak ada masalah apapun terhadap markas.
__ADS_1
Semuanya berjalan tertib di bawah kepemimpinan Myro.
Tetapi Myro tidak dapat menggunakan semua waktunya mengelola markas, jadi ia membentuk 7 pemimpin markas yang merupakan 7 orang terkuat di bawah Lana kecuali Katia.
7 pemimpin markas yang baru mempunyai kemampuan unik mereka masing-masing, setidaknya Myro tidak perlu khawatir lagi dengan adanya mereka yang memimpin markas.
"Untuk sekarang kita harus menunggu sampai pasukan Retya tiba sebelum membahas langkah selanjutnya", kata Myro yang memutuskan supaya tidak bertindak sembarangan dulu. Lebih baik menghadapi Dark Elf hati-hati agar jumlah korban di pihak Myro tidak terlalu banyak.
Selama waktu menunggu, semua orang pergi ke ruang kerja Tron. Sedangkan Pard, Torn membiarkannya tetap bersama penambang yang lain supaya tidak terjadi kepanikan ketika sesuatu terjadi.
Pard tidak menolak, bagaimanapun ia dulunya adalah pemimpin para penambang yang membuat mereka semua cukup dekat.
Sejam kemudian, Retya membawa 1000 pasukan menuju tambang.
Ia membiarkan pasukannya menunggu di tambang, lalu Retya segera berjalan menuju ruang kerja Torn setelah Pard memberitahu dimana lokasinya.
Melihat Myro yang duduk di tengah ruangan sambil menatap peta tambang, Retya melangkah maju dan berlutut "Tuan, maaf terlambat datang! Retya membawa 1000 Pasukan Kemenangan serta siap membantu tuan".
"Kau tidak terlambat, tidak perlu merasa bersalah", kata Myro yang membantu Retya berdiri "Ini adalah peta sementara tambang, walaupun tidak menggambarkan wilayah Dark Elf karena hanya sebagian tambang yang digambarkan disini, tapi setidaknya kita dapat membuat strategi melalui peta ini. Retya, sebagai seorang jendral perang, bagaimana kita harus menyerang?".
Mendengar musuh kali ini merupakan Dark Elf, wajah Retya menjadi tegas sebab ia mengerti seberapa menakutkannya kekuatan Dark Elf pada pertarungan di bawah tanah.
Tetapi tidak peduli seberapa keras ia berpikir, Retya tidak bisa membuat rencana apapun.
__ADS_1
Lebih tepatnya baik ia ataupun Falka, mereka belum pernah bertarung di bawah tanah yang membuat Retya tidak tahu rencana terbaik.
Saat semua orang sedang berpikir, sosok pria yang menggunakan pakaian hitam sepenuhnya muncul "Tuan, kami berhasil membawa kembali beberapa informasi mengenai musuh! Tapi penjaga disana terlalu banyak, jadi informasi yang kami dapatkan mungkin tidak terlalu akurat!".