PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 104 : PESTA DI MULAI


__ADS_3

Sehari sebelum pesta, Kota Loth sekarang terlihat sangat ramai sebab ada banyak sekali bangsawan, pejabat pemerintahan dan militer, serta pedagang besar dari Provinsi Kavaleri yang datang ke tempat ini.


Orang-orang ini tentunya tidak datang sendiri, mereka membawa pengawal serta pelayan mereka sehingga membuat Kota Loth tiba-tiba kedatangan hampir 1000 tamu baru.


Bagaimanapun mereka pernah mendengar tentang bandit di Kota Loth, oleh karena itu mereka membawa lebih banyak penjaga untuk berhati-hati.


Tetapi semua orang terkejut ketika menemukan bahwa tidak ada jejak bandit sepanjang jalan, bahkan mereka tidak bisa lagi melihat markas bandit di jalan menuju Kota Loth. Jadi mereka hanya bisa mencapai sebuah kesimpulan yaitu semua bandit disini sudah dibersihkan, hal ini membuat para pedagang besar yang datang ke Kota Loth melakukan penilaian ulang terhadap bisnis disini.


Dengan hilangnya bandit, mereka membuang keraguan terakhir untuk berdagang dengan Kota Loth. Lagipula kota ini sudah terkenal baru-baru ini sebagai tempat penghasil bijih besi serta memiliki padi yang cukup besar, mereka juga bisa mencoba dekat dengan Myro yang memiliki hubungan terhadap anak perempuan Marquis Gerda, belum lagi tidak ada seorangpun bandit disini yang menunjukkan bahwa membuka bisnis di Kota Loth sangat menguntungkan.


Penginapan Kota Loth yang selalu kosong sekarang sudah penuh, bahkan beberapa tamu harus tinggal di penginapan Kota Vendes yang merupakan kota terdekat dari Kota Loth.


Myro sekarang sedang berada di villa miliknya, sejak banyaknya tamu yang datang maka Myro bersama Feld juga menjadi sibuk.


Ada banyak sekali dokumen yang harus mereka kerjakan, apalagi para tamu ini juga mengirim hadiah kepada Fila sehingga mereka harus mencatat semua itu.


Masalah terbesarnya yaitu prajurit yang mengawal para tamu, semua prajurit ini harus dicatat ketika akan datang ke kota sehingga Myro bisa mengatur tempat tinggal mereka.


Bagaimanapun dengan alasan perlindungan Fila, para prajurit ini tidak bisa bergerak secara sembarangan di Kota Loth.


Para tamu juga setuju atas keputusan Myro, namun mereka setuju bukan karena Myro, para tamu setuju sebab hal ini mengenai masalah perlindungan Fila.


Saat Myro sibuk mengerjakan tumpukan dokumen yang ada di mejanya, terutama masalah keuangan. Untuk membuat pesta yang mewah, membutuhkan cukup banyak uang yang dihabiskan. Feld sebagai walikota membutuhkan izin Myro agar bisa menggunakan uang tersebut, lagipula uang dari Keluarga Noem sudah dianggap sebagai uang Myro.


Jadi Myro harus mengerjakan banyak sekali dokumen mengenai izin penggunaan uang.

__ADS_1


Di belakang Myro, terdapat Lopen yang selalu bertugas menjaganya.


Apabila Lopen sedang bertugas, maka orang yang menjaga Myro adalah Ren.


Tetapi Lopen hari ini sama sekali tidak memiliki pekerjaaan apapun sehingga ia bertugas menjaga Myro, sedangkan Ren pergi melakukan pekerjaan yang lain.


Ketika Myro sedang mengerjakan dokumen yang menjadi tugasnya, Lopen yang ada di belakang Myro menarik pedangnya.


Ia menatap ke arah depan sebelum berteriak "Siapa itu? Apakah kau tidak tahu bahwa ini adalah ruangan tuan? Siapapun yang berani datang ke tempat ini tanpa izin, mereka harus siap mati!".


Bersamaan dengan teriakan Lopen, sosok seseorang yang memakai pakaian hitam serta menutupi seluruh tubuhnya muncul.


Ia berlutut di depan meja kerja Myro lalu berkata "Tuan, maaf karena sudah bertindak tidak sopan! Namun Nona Lana mengatakan bahwa keberadaan markas merupakan tangan rahasia milik tuan, oleh karena itu aku harus bertindak sebaik mungkin agar keberadaan ku yang datang ke rumah tuan tidak diketahui".


Myro yang sibuk menulis meletakkan alat tulisnya, ia mengamati sosok di depannya yang tidak lain adalah pembunuh dari markas milik Lana.


"Tuan, aku disini menyampaikan pesan dari Nona Lana", kata prajurit itu yang mengambil sebuah surat dari kantongnya.


Myro mengambil surat itu dan menemukan lambang markas pada surat, hal ini membuktikan bahwa surat ini benar-benar dari Lana.


"Kau bisa kembali", kata Myro kepada pembunuh di depannya.


"Baik, tuan!", kata pembunuh itu, lalu sosoknya kembali menghilang seakan-akan tidak pernah berada di ruangan ini.


Myro membuka surat yang diberikan Lana kepadanya dan mulai membacanya.

__ADS_1


Setelah membaca tulisan pada surat itu, sebuah senyuman aneh muncul di wajah Myro.


Ia menyimpan kembali surat itu serta memberikannya kepada Lopen "Bakar surat itu, jangan sampai ada yang mengetahui keberadaannya. Selain itu, Lopen, sepertinya kau harus menyambut tamu yang tidak diundang besok malam bersama Penjaga Praetorian! Kau bisa menggunakan seluruh Penjaga Praetorian kecuali mereka yang sedang menjaga tambang, jangan biarkan para tamu yang tidak diundang ini menghancurkan pesta kita, apakah kau mengerti?".


Lopen langsung mengerti maksud perkataan Myro yaitu surat Lana barusan menjelaskan bahwa ada beberapa orang yang berencana menganggu atau bahkan menyerang pesta kali ini.


Wajah Lopen menjadi dingin, bagaimanapun pesta kali ini merupakan kesempatan bagi Myro untuk membangun ekonomi di wilayahnya. Sebagai pengikut setia Myro, Lopen sangat marah terhadap orang bodoh yang berencana membuat masalah di pesta ini.


"Tuan tidak perlu khawatir, sejak mereka berani datang ke Kota Loth ini, Lopen tidak akan membiarkan mereka meninggalkan kota ini hidup-hidup", kata Lopen tegas, ia sudah menjatuhkan hukuman mati kepada orang-orang yang berani menganggu rencana tuannya ini.


Myro mengangguk "Kalau begitu ayo kita lihat, apakah mereka berpikir bahwa aku begitu lemah hingga tidak bisa melindungi Fila di wilayah ku sendiri? Aku penasaran, bagaimana wajah pria itu saat mengetahui bahwa rencananya sudah terlihat oleh kita sebelum di mulai?".


...----------------...


Keesokan malamnya, Villa Myro yang merupakan bangunan terbesar di Kota Loth, bahkan lebih besar daripada bangunan walikota, sudah bersinar dengan terang.


Beberapa kereta kuda mewah terus berdatangan menuju villa ini, waktu para tamu turun dari kereta maka para pelayan yang sudah bersiap akan datang untuk membantu membawa para tamu.


Hampir semua sosok penting Provinsi Kavaleri berada disini, selama semua tamu di pesta kali ini terbunuh maka Provinsi Kavaleri pasti mengalami pukulan berat sebab mereka kehilangan semua petinggi mereka.


Ketika sampai di depan pintu villa, para penjaga yang ada di sana akan memberitahu para tamu untuk melepas senjata mereka.


Tidak peduli apakah itu jendral, bangsawan, gubernur ataupun gubernur militer, mereka harus melepas senjata mereka sebelum pergi ke ruang pesta agar tidak ada seorangpun yang berencana bertindak bodoh di pesta tersebut.


Selain itu, tidak ada seorangpun yang membawa penjaga atau pelayan mereka karena ini adalah pesta bagi para tamu undangan, mereka yang bukan tamu undangan sama sekali tidak boleh datang ke ruang pesta.

__ADS_1


Semakin hari menjadi gelap, tamu di ruang pesta juga menjadi semakin banyak, semua tamu yang mendapatkan undangan hadir di pesta ini kecuali mereka yang benar-benar mengalami masalah seperti sakit. Lagipula ini adalah undangan dari anak perempuan Marquis Gerda, tidak ada seorangpun di Provinsi Kavaleri memiliki kekuatan yang cukup agar bisa menolak undangan tersebut.


Myro yang melihat kedatangan semua tamu bersama Fila di belakang panggung tahu bahwa rencana pesta yang mereka buat sudah dimulai.


__ADS_2