PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 323 : TERGANGGU


__ADS_3

Melihat ibu dan anak ini, tiba-tiba Myro mengingat sesuatu "Dimana pasukan Jendral Kelrun yang lain? Apakah mereka juga datang ke Kota Loth?".


Istri Kelrun segera menjawab "Tuan Duke, setelah kami mendengar anda yang memutuskan untuk pergi menuju Kerajaan Diamant, kami bergegas pergi ke wilayah anda untuk berterima kasih serta berencana membantu anda membawa suamiku kembali. Tetapi di tengah jalan, pasukan dari Kerajaan Azeroth menganggu perjalanan kami dengan alasan pasukan sebanyak itu harus mendapatkan izin Raja Azeroth VI sebelum berpindah tempat. Oleh karena itu, pasukan tetap di Kerajaan Azeroth dan mencari cara melarikan diri dari sana sedangkan kami bergerak lebih dulu kesini".


"Bagi puluhan ribu pasukan, memang sulit pergi dari Kerajaan Azeroth tanpa diketahui pejabat disana. Namun kalau cuma 2 orang yang pergi, kami bisa bersembunyi dari pejabat serta penjaga yang ada tanpa masalah".


Mendengar penjelasan istri Kelrun, Myro mengangguk tanpa rasa aneh sedikit.


Lagipula pasukan Kelrun yang masih hidup sama sekali tidak sedikit, Raja Azeroth VI pasti tidak akan membiarkan pasukan sebanyak itu pergi dengan mudah. Apalagi mereka berusaha pergi ke wilayah Myro dan mungkin bergabung bersama pasukannya, Raja Azeroth VI pasti tidak setuju mengetahui hal tersebut.


Ren melangkah maju dan berkata kepada Myro "Tuan, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan tetap beristirahat di Kota Loth atau pergi menuju Kerajaan Azeroth untuk membantu?".


Meskipun Ren tahu yang terbaik adalah tidak menyerang Kerajaan Azeroth lagi, bagaimanapun pasukan mereka baru berperang serta membutuhkan istirahat. Tapi pada akhirnya semua keputusan berada di tangan Myro, jadi Ren bertanya lebih dulu.


Myro tidak langsung menjawab melainkan menatap ke belakang dimana peti mati puluhan ribu pasukan berkumpul bersama peti mati Kelrun. Benar, Myro kehilangan puluhan ribu pasukan dan memutuskan membawa mayat mereka semua kembali menuju Kota Loth, bukan dimakamkan pada Kerajaan Diamant.


Alasannya Kerajaan Diamant merupakan kerajaan musuh, Myro tidak tertarik membiarkan mayat pasukan yang sudah mengorbankan hidup mereka akibat keputusan Myro dimakamkan pada kerajaan musuh.


Paling tidak, biarkan mereka dimakamkan di tanah yang menjadi rumah mereka serta keluarga mereka.


Kecuali keadaan penting yang menyebabkan Myro harus memakamkan pasukannya yang mati secepat mungkin, Myro pasti membawa mayat pasukannya kembali menuju rumah mereka yaitu Kota Loth serta wilayah sekitarnya.

__ADS_1


Berpikir sebentar, Myro menghela nafas "Tidak perlu, biarkan mereka mencari cara sendiri meninggalkan Kerajaan Azeroth. Jika mereka bergabung menjadi prajurit Kerajaan Azeroth, aku tidak keberatan. Tetapi untuk berjaga-jaga, beri surat kepada Raja Azeroth VI agar ia membiarkan pasukan Jendral Kelrun pergi! Kita harus memakamkan rekan-rekan kita yang telah mati di perang ini! Feld, Ren, mereka semua mati untuk ambisi milikku, berikan mereka pemakaman terbaik dan jangan lupakan keluarga mereka. Apabila mereka memiliki istri dan anak, berikan keluarga mereka biaya hidup yang cukup. Paling tidak, anak para prajurit yang telah mati mampu sekolah sampai lulus! Apabila mereka mempunyai orang tua yang sudah sangat tua, biarkan pemerintahan kita yang merawat mereka".


"Pastikan keluarga prajurit yang telah mati di medan perang tidak mengalami kekurangan uang atau makanan akibat kehilangan kepala keluarga mereka yaitu ayah atau suami mereka yang mati di medan perang, semuanya ditanggung menggunakan uang pemerintahan!".


Feld dan Ren berlutut tanpa ragu "Aku mengerti, tuan!".


Feld yang mengatur pemerintahan berkata tegas "Tuan tidak perlu khawatir, Feld akan turun tangan sendiri memastikan uang bantuan tuan sampai di tangan keluarga prajurit yang telah ditinggalkan dan tidak pergi ke kantong orang lain!".


Myro mengangguk dan tidak berbicara lagi. Ini adalah perang, Myro tidak dapat menghindari korban sama sekali.


Jika Myro tidak tertarik pasukannya mati, maka ia tidak perlu menjadi raja sebab jalan menjadi raja pasti harus membuat banyak pasukannya menjadi korban kecuali Myro merupakan seorang pangeran di kerajaan yang damai sehingga ia bisa naik tahta tanpa peperangan apapun.


Myro akan berusaha sebaik mungkin supaya mereka mendapatkan pemakaman layaknya seorang prajurit, lalu ia akan memberikan bantuan kepada keluarga prajurit yang ditinggalkan.


Tidak seperti Kerajaan Azeroth atau Kerajaan Diamant yang memberi uang pensiun atau kematian sangat sedikit sehingga keluarga prajurit yang ditinggalkan hidup kelaparan, Myro akan memberi mereka uang yang cukup untuk makan serta anak-anak prajurit yang mati untuk sekolah sampai lulus.


Walaupun menghabiskan banyak uang sekalipun, Myro tidak keberatan. Prajurit ini bertarung sampai kehilangan hidup mereka untuk ambisi Myro, karena hal tersebut maka Myro seharusnya membalas pengorbanan mereka. Seperti yang Myro katakan sebelumnya, kebaikan untuk kebaikan.


"Ayo pergi ke Kota Loth! Aku akan memakamkan Jendral Kelrun bersama puluhan ribu pasukan ku yang gugur di Kerajaan Diamant besok, apakah kalian keberatan?", tanya Myro ke istri dan anak Kelrun.


Istri Kelrun menggelengkan kepalanya "Suamiku, Kelrun selama hidupnya tidak senang diperlakukan secara khusus oleh orang lain. Jadi Tuan Duke tidak perlu memberinya pemakaman khusus, aku yakin ia sudah sangat senang dapat dimakamkan bersama pasukan pemberani milik Tuan Duke. Bagaimanapun tanpa pengorbanan pasukan ini, Kelrun tidak akan kembali menuju Kota Loth".

__ADS_1


Myro mengakui bahwa bukan hanya Kelrun yang mempunyai sikap baik selama hidupnya, istri Kelrun juga merupakan orang yang baik, tidak aneh banyak orang di Kerajaan Azeroth menghormati mereka.


Setelah itu, Myro bergegas menuju Kota Loth bersama pasukannya.


Myro tidak langsung melewati gerbang Kota Loth melainkan berdiri di depan gerbang dan membiarkan peti mati disimpan lebih dulu pada rumah sakit Kota Loth sampai pemakaman besok.


Pada awalnya para penduduk berencana memberikan teriakan kemenangan ketika Myro dan pasukannya datang, tapi mereka kaget menemukan bukan Myro dan pasukannya yang melewati Kota Loth lebih dulu melainkan puluhan ribu peti mati.


Keadaan senang di sekitar Kota Loth berubah menjadi suram, beberapa orang mulai menangis atau memberi hormat kepada setiap peti mati yang lewat.


Bagaimanapun semua peti mati ini merupakan prajurit pemberani, tanpa pengorbanan prajurit ini, Kota Loth dan Provinsi Kemenangan tidak akan bisa makmur seperti sekarang.


Melihat keadaan yang berubah menjadi suram, Myro menghela nafas "Ini adalah perang! Tidak ada hal yang baik dari perang melainkan kesedihan dan kehilangan".


Anak Kelrun yang belum mengerti apapun menatap Myro dengan bingung "Kalau begitu, kenapa anda berperang? Apabila perang hanya membawa kesedihan dan kehilangan, kenapa anda tidak berhenti berperang?".


"Kenapa?", kata Myro sambil tersenyum sedih "Karena perang tidak dapat dihindari! Jika aku menolak berperang dan berhenti memperkuat pasukan, musuh tidak akan membiarkanku hidup damai melainkan menyerang ku serta menguasai seluruh wilayah yang aku miliki, banyak orang yang penting bagiku akan mati! Oleh karena itu, aku harus cukup kuat dan mengakhiri perang ini! Supaya tidak kehilangan orang-orang penting yang ada di sekitarku, aku harus berperang dan menang!".


"Aku tidak mengerti", kata anak Kelrun semakin bingung.


Myro memegang kepalanya dengan lembut dan berkata "Suatu hari nanti kau akan mengerti, perang itu dibutuhkan untuk membuat kedamaian! Tapi aku rasa ketika kau mengerti mengenai hal tersebut, perang mungkin sudah berhasil! Aku akan membuat kerajaan yang damai dan mengakhiri perang yang ada!".

__ADS_1


__ADS_2