PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 106 : PESTA DI SISI LAIN


__ADS_3

Orang-orang yang berbicara di sekitar Jerat segera membuka jalan untuk Myro, lagipula tidak ada yang berani bertindak sombong lagi di depan Myro saat mengetahui bahwa ia adalah teman Fila.


Belum lagi semua orang mencoba untuk dekat dengan Myro, oleh karena itu mereka pasti berpikir bahwa Jerat juga sudah menunggu waktu agar bisa berbicara langsung bersama Myro.


Mendengar panggilan Myro, Jerat tersenyum pahit.


Di antara semua orang, Jerat paling tidak tertarik berbicara bersama Myro. Bukan karena ia membenci Myro, tapi ini adalah keputusan Kerajaan Azeroth untuk berhati-hati terhadap Myro.


Tetapi ia tidak bisa mengabaikan Myro, hal itu mungkin membangkitkan permusuhan Myro kepada dirinya yang sangat merugikan rencana Jerat ke depannya.


Jadi Jerat tersenyum ramah "Baron Myro, tidak perlu terlalu sopan! Meskipun aku sudah menjadi gubernur militer, itu semua akibat bantuan Baron Myro. Tanpa dukungan anda, kami pasti tidak bisa memenangkan perang itu dengan mudah dan aku juga tidak akan naik menjadi gubernur militer seperti sekarang".


Myro yang sudah berdiri di depan Jerat melambaikan tangannya "Gubernur Militer Jerat terlalu sopan, aku sudah tahu seberapa hebat kemampuan anda sehingga anda memang cocok untuk mendapatkan kenaikan jabatan".


Sebelum membiarkan Jerat berbicara lebih banyak lagi, Myro berdiri di samping Jerat lalu berbicara dengan suara kecil agar tidak terdengar oleh siapapun kecuali Jerat "Aku tidak tahu apa yang menjadi alasanmu melakukan semua ini, tapi biarkan aku memberitahumu bahwa tidak ada gunanya terus menunggu sambil khawatir. Aku yakin para tikus yang kau kirim sudah dibersihkan, tidak perlu repot-repot menunggu mereka lagi".


"Gubernur Militer Jerat, aku masih menghormatimu sebab kita dulunya adalah rekan sehingga aku akan melupakan kejadian hari ini. Tidak peduli apa yang kau lakukan, tapi Nona Fila sekarang ada di wilayah ku. Siapapun yang mencoba mencari masalah terhadapnya sekarang, maka mereka harus siap kehilangan hidup mereka".


Setelah itu Myro kembali berdiri di depan Jerat dengan senyum ramahnya, tidak ada seorangpun yang berpikir bahwa Myro barusan mengancam Jerat karena senyuman Myro terlihat terlalu asli "Gubernur Militer Jerat, aku harap kita bisa terus dekat dan saling membantu".


Tanpa menunggu jawaban Jerat lagi, Myro berjalan pergi untuk berbicara bersama tamu lain.


Tidak ada seorangpun yang curiga, bagaimanapun Myro sebagai tuan rumah tidak bisa hanya berbicara dengan 1 orang tamu, ia harus berbicara bersama semua tamu yang datang kesini untuk menunjukkan sikap sopan nya.


Di sisi lain, wajah Jerat sudah menjadi seputih kertas, tangannya yang memegang gelas bergetar dengan hebat. Siapa yang berpikir bahwa Myro sudah melihat melalui rencananya, Jerat menatap bagian belakang tubuh Myro yang menjauh penuh rasa takut, sepertinya anak berusia 11 tahun ini masih menyembunyikan banyak kekuatan dari orang-orang.


...----------------...

__ADS_1


Ketika semua orang sedang sibuk berpesta di villa Myro, ada beberapa sosok orang yang memakai pakaian hitam sepenuhnya bergerak di Kota Loth.


Mereka memakai hitam hingga menutupi seluruh wajah mereka, lalu gerakan mereka juga sangat terlatih sehingga sebagian besar penjaga belum menyadari gerakan mereka.


Saat ada penjaga Kota Loth yang menyadari gerakan mereka, penjaga itu pasti segera di tangkap dan diikat setelah kehilangan kesadarannya agar tidak membuat masalah.


Mereka tidak membunuh para penjaga ini sebab hal itu akan mengakibatkan aroma darah menyebar dari orang yang mati, hal ini bisa membuat keberadaan mereka diketahui. Lagipula hampir semua prajurit yang sudah pernah berperang mengenal aroma darah, keberadaan mereka pasti diketahui jika mereka membunuh seseorang.


Semua sosok itu bergerak menuju villa secepat mungkin.


Waktu mereka sudah sangat dekat dari Villa Myro, mereka semua bersembunyi baik itu di atap, gang yang gelap serta berbagai tempat yang lain.


Pemimpin mereka yaitu Aulos terus mengamati Villa Myro serta siap memberikan petunjuk kepada pasukannya ketika sudah waktunya bergerak.


Mereka tidak bisa menangkap Fila sekarang sebab masih ada banyak tamu di pesta, apalagi ada 100 Penjaga Praetorian yang berjaga di sekitar ruang pesta sehingga mereka tidak berani bertindak sembarangan.


Tidak ada seorangpun tamu yang membawa pengawal mereka ke pesta, semua penjaga dibiarkan tetap di penginapan sehingga hanya Penjaga Praetorian Myro yang boleh bergerak di sekitar kota sambil membawa senjata, hal ini dilakukan agar memastikan penjagaan Fila dari musuh yang mungkin menyamar sebagai penjaga bangsawan.


Sejam kemudian sejak pesta di mulai, Aulos tahu bahwa pesta hampir selesai sehingga ke mengangkat tangannya untuk memberitahu para prajurit di sekitarnya agar bersiap-siap.


Tetapi Aulos yang bersembunyi di gang gelap merasa aneh sebab tidak ada seorangpun yang menjawab arahan darinya, Aulos berusaha menggerakkan tangannya lagi untuk memberitahu mereka namun masih belum ada jawaban.


Firasat buruk langsung muncul dipikirannya, 200 pasukan ini adalah pasukan elit yang di bawa Jerat dari Kerajaan Azeroth seperti dirinya, tidak mungkin orang-orang ini tidak tahu cara menjawab petunjuk darinya.


Jadi kemungkinan besar sesuatu terjadi kepada prajurit ini hingga tidak bisa menjawab petunjuk darinya.


Ketika Aulos berencana untuk memeriksa, sebuah suara dingin terdengar dari belakangnya "Tidak perlu mencari, selain dirimu, sudah tidak ada lagi seorangpun rekanmu yang masih bertahan".

__ADS_1


Aulos berkeringat dingin, sebagai prajurit elit, ia memiliki kemampuan deteksi yang sangat hebat. Oleh karena itu, tidak mungkin seseorang bergerak ke belakangnya tanpa ia sadari, bahkan Jerat sekalipun tidak bisa.


Tanpa ragu sedikitpun, Aulos berbalik sambil menebas pedangnya ke arah belakang. Ia tidak peduli siapa yang ada di belakangnya, tapi itu pasti musuh.


"Tang!".


Aulos menemukan bahwa pedangnya menabrak sebuah perisai perunggu, lalu pria yang memegang perisai tersebut mengangkat pedang yang ada di tangannya yang lain dan menusuk Aulos.


"Stab!".


Aulos memuntahkan seteguk darah, ia menatap pedang yang menusuk tubuhnya penuh rasa ketakutan.


Siapa yang berpikir bahwa ia yang sudah dilatih sebagai prajurit elit oleh Kerajaan Azeroth sejak berusia 5 tahun mati di tempat yang tidak dikenal ini, ia melihat ke arah pria yang menusuknya ini penuh rasa tidak percaya sebab pria ini masih sangat muda.


Pria yang menusuknya itu berkata dengan dingin "Sebuah kebodohan besar untuk melawan tuanku. Siapapun yang berani melawan tuanku, maka mereka harus siap mati di pedangku juga! Ingat ini baik-baik, nama orang yang membunuhmu adalah Lopen!".


Lopen menarik pedangnya dari tubuh Aulos, darah dari tusukan pedang itu berjatuhan ke tanah.


Aulos memuntahkan seteguk darah lagi, ia mencoba mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya ia sudah kehilangan kekuatan hingga tidak bisa mengatakan apapun.


Tubuh Aulos hanya bisa jatuh dengan lemah ke tanah, ia menatap langit malam yang gelap di atas sambil berkata "Yang mulia, maaf karena sudah mengecewakan anda. Tuan Jerat, saya gagal melakukan tugas yang anda berikan--".


Perlahan-lahan Aulos menutup matanya, ia sudah mati.


Lopen menatap mayat Aulos dengan dingin, tidak lama kemudian sosok seorang prajurit Penjaga Praetorian muncul di belakang Lopen "Kapten Lopen, kami sudah membersihkan semua pasukan musuh".


Mendengar laporan tersebut, Lopen mengangguk "Bersihkan semua mayat ini, jangan biarkan para tamu melihat semua ini dan berpikir bahwa Kota Loth milik tuan bahkan membiarkan mayat-mayat tetap di tanah seperti ini".

__ADS_1


"Baik, kapten", kata prajurit yang langsung mengumpulkan Penjaga Praetorian yang lain dan mulai membersihkan semua jejak pertarungan tersebut.


__ADS_2