PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 254 : RENCANA RAJA


__ADS_3

Mendengar perkataan Raja Azeroth V, perdana menteri langsung kaget "Yang mulia, apakah anda berencana--".


Sebelum perdana menteri menyelesaikan perkataannya, raja berkata sambil tersenyum di wajahnya yang semakin lemah "Temanku, apakah kau tertarik menemaniku menyelesaikan rencana gila yang akan memukul anakku ke 7 sebelum aku mati?".


Tidak ada sedikitpun keraguan di wajah perdana menteri, matanya penuh ketegasan "Aku siap menemani yang mulia sampai akhir! Bahkan ketika anda tidak ada lagi, aku pasti menggunakan seluruh kekuatanku untuk membantu pangeran ke 10 memperkuat posisinya sebagai raja!".


"Terima kasih!", kata Raja Azeroth V tersentuh.


Dari semua orang yang mengikuti dan setia kepadanya, raja harus mengakui bahwa perdana menteri merupakan orang yang paling ia percaya.


Bahkan ketika raja jatuh sakit sekalipun, perdana menteri tetap berada di pihak raja yang berbeda dari beberapa orang lain. Meskipun orang-orang yang lain tetap setia seperti Limo, tapi mereka mengalami beberapa masalah sebab mereka takut Raja Azeroth V mati sedangkan pangeran ke 10 tidak mampu menjadi raja yang baru.


Kalau pangeran ke 7 menang, mereka sebagai pendukung pangeran ke 10 pasti dihukum mati. Kekuatan dan kecerdasan pangeran ke 7 telah menyebar ke seluruh Kerajaan Azeroth, ia juga memiliki banyak orang berbakat yang mengikutinya.


Oleh karena itu, semua orang ragu apakah pangeran ke 10 dapat menang.


"Yang mulia, aku mengingat sesuatu! Tadi pagi, ada surat dari Count Kemenangan! Ia mengirim tanaman obat langka dan berharap yang mulia cepat sembuh", kata perdana menteri.

__ADS_1


Senyum mengejek muncul di wajah raja "Count Kemenangan berharap aku cepat sembuh? Aku rasa yang paling benar adalah ia berharap supaya aku tidak cepat-cepat mati, supaya ia dapat terus mengumpulkan kekuatannya hingga cukup melawan 2 pangeran yang akan berkuasa, berikan suratnya kepadaku".


"Baik, yang mulia!", jawab perdana menteri yang memberikan surat Myro.


Raja membuka surat Myro yang sepertinya peduli pada dirinya dan berharap dapat membantu raja memperluas kerajaan, lalu merebut Kerajaan Orc-Goblin.


Raja Azeroth V menutup matanya sambil berpikir sedangkan perdana menteri yang ada di samping menyarankan "Yang mulia, anda tidak boleh mengizinkan ide Count Kemenangan untuk merebut Kerajaan Orc-Goblin. Sekarang prestasi Count Kemenangan di Kerajaan Azeroth terlalu besar, di mata banyak penduduk, Count Kemenangan tidak kalah dari pangeran ke 7. Apalagi wilayah dan kekuasaan Count Kemenangan semakin kuat! Meskipun pangeran ke 7 adalah musuh, ia tetap keluarga kerajaan! Jadi sekalipun pangeran ke 7 menang, kekuasaan di Kerajaan Azeroth tidak berubah. Namun Count Kemenangan berbeda, ia tidak berasal dari keluarga kerajaan! Apapun yang terjadi, Count Kemenangan tidak boleh semakin berkuasa".


Membuka matanya, Raja Azeroth V berkata "Aku akan membuat pengumuman yang disebarkan ke seluruh kerajaan, Count Kemenangan akan diberikan gelar Duke Kemenangan selama ia berhasil merebut Kerajaan Orc-Goblin dengan waktu kurang dari 2 bulan!".


Tidak menunggu perdana menteri menyelesaikan perkataannya, raja berkata "Lalu kenapa? Temanku, apakah kau lupa bagaimana kita berhasil duduk di posisi kita sekarang yaitu raja dan perdana menteri? Berapa banyak pangeran lain dan bangsawan berbakat yang kita kalahkan agar berhasil duduk di atas tahta? Apa yang kurang dari anakku yang ke 10 dan ke 7 adalah lawan yang seimbang untuk melatih kemampuan mereka! Apabila mereka tidak mampu mengalahkan Count Kemenangan yang menjadi Duke, maka hanya berarti 1 hal, mereka tidak berhak menjadi raja! Aku memang seorang ayah, namun di sisi lain aku juga merupakan raja!".


"Sebagai Kerajaan terkuat di Benua Utara, Kerajaan Azeroth tidak membutuhkan raja yang lemah. Kalau raja terlalu lemah, cuma masalah waktu sebelum kerajaan di serang oleh wilayah lain. Oleh karena itu, Count Kemenangan merupakan tes yang aku berikan kepada mereka. Jika mereka berhasil mengalahkan Count Kemenangan dan pangeran lain, itu berarti mereka memang berhak menjadi raja. Namun apabila mereka kalah, biarkan Count Kemenangan naik ke atas tahta sebab anakku yang ke 10 dan ke 7 terlalu lemah untuk menjadi raja".


"Aku tidak bisa mementingkan keegoisan diriku sebagai raja, meskipun aku berharap anakku yang melanjutkan tahtaku, tapi di sisi lain aku tidak tertarik mengetahui penduduk Kerajaan Azeroth yang telah mendukung ku selama ini mengalami hidup sulit akibat dipimpin raja yang lemah. Temanku, kau sudah menemaniku selama puluhan tahun, kau pasti mengerti maksudku bukan?".


Perdana menteri menghela nafas, sebenarnya ia memang mengerti tentang Raja Azeroth V, sosok tegas dan kuat yang berhasil membuka jalannya sendiri menjadi raja.

__ADS_1


Padahal saat menjadi pangeran, hampir tidak ada seorangpun yang percaya ia dapat menjadi raja.


Tetapi di bawah keraguan semua orang, Raja Azeroth V benar-benar bertarung dan memenangkan tahta.


Bahkan karena kekuatan dan kecerdasan yang dimiliki Raja Azeroth V waktu muda, ia berhasil membuat Kerajaan Azeroth semakin kuat di seluruh Benua Utara. Jika bukan karena ia yang kehabisan usia, Raja Azeroth V mungkin berhasil menguasai seluruh Benua Utara.


Apabila raja masih cukup muda, pangeran ke 7 dan Myro sekalipun pasti tidak akan berani melakukan pemberontakan besar.


"Aku mengerti, yang mulia", kata perdana menteri sedikit membungkuk.


"Baiklah, sekarang masalah Count Kemenangan telah selesai, biarkan ia mengalihkan perhatiannya menuju Kerajaan Orc-Goblin, bukan tahta Kerajaan Azeroth", kata Raja Azeroth V "Kita juga harus mulai bergerak, umurku tidak lama lagi dan besok aku mungkin akan mati. Kita harus bertindak secepat mungkin, jangan biarkan taring anakku yang ke 7 di ibukota melarikan diri! Selain itu, bagaimana anakku yang lain? Apakah mereka melakukan pergerakan?".


Perdana menteri memikirkan sesuatu sebelum menjawab "Beberapa pangeran mulai mengumpulkan kekuatan, terutama pangeran ke 1 dan 2 yang dulunya berpikir mereka adalah orang yang mempunyai kesempatan paling besar menjadi raja. Ketika mengetahui anda memilih pangeran ke 10, mereka mulai menghubungi banyak kekuatan berbeda dari kerajaan ini atau kerajaan lain untuk mengambil tahta. Pangeran ke 3 memutuskan berdiri di samping pangeran ke 10 dan membantunya menyelesaikan masalah pengelolaan pemerintah, ia tidak berencana melakukan perlawanan apapun".


"Anakku yang ke 3 selalu seperti itu, ia tidak berambisi melainkan mencari posisi paling damai", kata Raja Azeroth V menggelengkan kepalanya, ia tidak terkejut kalau pangeran ke 3 tidak memberontak seperti pangeran yang lain.


"Lalu ada juga beberapa kabar dari pangeran ke 4, nampaknya ia berusaha menghubungi Count Kemenangan", kata perdana menteri mengingat sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2