
Gerbang Benteng Trock perlahan-lahan, terbuka, ribuan prajurit elit Kerajaan Azeroth dengan zirah perak mereka melangkah maju dari Benteng Azeroth. Jerat berada di posisi paling depan ini, ia berdiri dengan tegak memimpin para pasukan, aura seorang pemimpin prajurit yang sangat baik dapat dirasakan dari tubuh Jerat sekarang.
Pasukan ini membawa bendera hitam dengan lambang kastil berwarna putih di tengah bendera tersebut, lalu di bagia pusat dari kastil putih maka terdapat sebuah perisai yang melindungi kastil tersebut. Bendera ini tidak lain adalah bendera Kerajaan Azeroth, kastil mewah pada bendera tersebut menggambarkan bahwa Kerajaan Azeroth akan menjadi kerajaan yang makmur seperti kastil mewah tersebut.
Selain itu, perisai itu memiliki arti bahwa tidak peduli siapa itu, baik dari penduduk, militer, bangsawan, pemerintahan, bahkan raja itu sendiri harus berusaha melindungi Kerajaan Azeroth seperti tameng.
Mereka berjalan selama 30 menit sebelum tiba di sebuah padang rumput yang cukup luas.
Di sisi berlawanan dari pasukan Kerajaan Azeroth yaitu pasukan dengan baju zirah berwarna hitam dari besi, di sisi kiri dan kanan pasukan tersebut terdapat kavaleri yang masing-masing berjumlah sekitar 500 kavaleri.
Bendera dengan lambang kuda yang sedang berlari berkibar di antara pasukan musuh ini, pasukan ini tidak lain adalah pasukan dari Kerajaan Kavaleri.
Di posisi paling depan, terdapat seorang pria tua dengan baju zirah hitam yang terlihat paling kuat.
Meskipun rambutnya sudah menjadi putih serta berdasarkan wajahnya menunjukkan seberapa tua dirinya, keberanian serta tekad bertarung terlihat melalui matanya, sama sekali tidak ada kelemahan yang terlihat pada tubuhnya akibat usia tua.
Melihat pasukan Kerajaan Azeroth yang sudah tiba, matanya menjadi tajam "Akhirnya mereka sudah datang!".
Pria ini tidak lain adalah Raja Kavaleri II, kali ini ia memimpin sendiri peperangan ini yang menunjukkan bahwa ini pertarungan terakhirnya, setelah ini maka ia kemungkinan besar mati di medan perang.
__ADS_1
"Yang mulia, apakah kita harus menyerang pasukan musuh sekarang? Lagipula mereka masih sibuk berbaris, ini adalah kesempatan bagi kita untuk menyerang sebelum mereka siap sepenuhnya", kata prajurit di belakang Raja Kavaleri II, pasukan Kerajaan Azeroth baru datang kesini sehingga mereka masih harus berbaris lebih dulu sebelum menyerang, jadi ini merupakan kesempatan terbaik untuk menyerang pasukan Kerajaan Azeroth.
"Dasar bodoh!", teriak Raja Kavaleri II dengan marah "Apakah kau tidak memiliki kehormatan sebagai seorang prajurit? Musuh sudah menerima tantangan kita dan datang kesini, mereka sudah mengalah! Namun kau masih berusaha untuk menyerang mereka secara diam-diam, apakah kau tidak malu sebagai prajurit? Ini adalah pertarungan terhormat, Kerajaan Kavaleri mungkin kalah dan hilang hari ini namun kita tidak boleh melupakan kehormatan sebagai seorang prajurit. Apakah kau mengerti?".
Prajurit itu segera panik, ia membungkuk tanpa ragu "Maaf karena sudah menyarankan hal yang bodoh!".
Raja Kavaleri II melambaikan tangannya "Lupakan, apa yang paling penting adalah tetap bertarung, tunjukkan keberanian pasukan Kerajaan Kavaleri II kita!".
Raja Kavaleri II bergerak maju sedikit memakai kudanya, ia berteriak "Aku adalah Raja Kavaleri II, raja Kerajaan Kavaleri saat ini! Terima kasih sudah menerima tantangan ku hari ini, nampaknya hal itu memang benar bahwa Kerajaan Azeroth dipenuhi oleh para prajurit pemberani! Kerajaan kalian bisa menjadi yang terkuat di Benua Utara ini bukan tanpa alasan, walaupun kita musuh tapi aku selalu menghormati kalian juga! Apabila aku kalah dan mati di perang ini, bisakah kalian tidak membunuh banyak orang yang tidak bersalah dari Kerajaan Kavaleri setelah berhasil berkuasa?".
Di sisi Kerajaan Azeroth, pangeran ke 4 maju di bawah pengawalan Limo dan Jerat "Namaku adalah Talan Roit Azeroth, pangeran ke 4 dari Kerajaan Azeroth! Aku sudah mendengar juga bahwa Raja Kavaleri II dulunya berasal dari seorang prajurit hingga bisa menjadi raja, anda memang sangat berani! Sebagai musuh, aku masih tetap mengakui keberanian anda! Oleh karena itu, aku menjawab tantangan anda hari ini, aku harap pertarungan kita hari ini bisa tercatat di sejarah! Untuk masalah orang-orang dari Kerajaan Kavaleri, selama mereka tidak melawan maka aku pasti tidak membunuh mereka, aku akan membiarkan mereka bergabung menjadi penduduk Kerajaan Azeroth".
Setelah saling mengenalkan, 2 pemimpin itu kembali ke barisan pasukan mereka masing-masing.
Raja Kavaleri II kembali ke barisan depan pasukannya, ia sendiri yang akan memimpin peperangan kali ini.
Falka sekarang sedang berada di samping Myro, ia tidak bisa untuk tidak bertanya "Tuan, apakah anda tertarik untuk mencoba ikut di peperangan kali ini? Walaupun anda masih berusia 10 tahun, anda pasti harus melewati lebih banyak peperangan di masa depan. Tuan tidak perlu khawatir, Aku dan Ren akan melindungi tuan selama di perang ini, tujuan tuan ikut bukan untuk membunuh banyak musuh melainkan mendapatkan pengalaman".
"Ide yang bagus", kata Ren mengangguk setuju "Lagipula kemungkinan kita menang di perang ini sangat besar, musuh sudah kehilangan sebagian besar pasukan elitnya sedangkan sebagian besar pasukan yang masih ada hanya pasukan bangsawan yang tidak terlatih. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk tuan belajar".
__ADS_1
Ferbas ikut berkata "Anak tertua Baron Aras dulu memang baru ikut berperang pada usia 17 tahun, namun tidak ada salahnya bagi tuan untuk mengetahui peperangan lebih cepat!".
"Jangan khawatir, ibu pasti melindungi mu ", kata Ibu Myro tegas, ini adalah pertarungan paling awal Myro sehingga tidak aneh jika ia terus melindunginya selama peperangan.
Mendengar dukungan dari semua orang, Myro yang masih merasa sedikit khawatir mengangguk "Kalau begitu aku akan ikut, aku harapkan bantuan kalian selama peperangan ini!".
"Baik, tuan!", jawab 4 orang itu sambil tersenyum.
Ketika 2 pasukan besar yang terdiri dari puluhan ribu orang itu sudah berbaris serta saling berhadapan, Raja Kavaleri II berteriak "Para rekanku sekalian, sekarang masih ada kesempatan untuk mundur, setelah pertarungan di mulai maka tidak ada lagi jalan untuk mundur!".
"Yang mulia, kami tidak takut!", teriak seluruh pasukan.
Mendengar jawaban para prajuritnya, Raja Kavaleri II sedikit tersenyum "Aku bangga memiliki pasukan pemberani seperti kalian di Kerajaan Kavaleri! Meskipun kalian semua bukan prajurit elit yang sudah dilatih selama bertahun-tahun dan melewati banyak medan perang, tapi hari ini kalian adalah pasukan paling berani di seluruh Kerajaan Kavaleri, pasukan terkuat di seluruh kerajaan! Tunjukkan kepada Kerajaan Azeroth, kekuatan pasukan Kerajaan Kavaleri kita! Semua pasukan, serang!".
"Serang!", teriak ribuan pasukan Kerajaan Kavaleri yang mulai bergegas maju.
Raja Kavaleri II sama sekali tidak bergerak mundur, ia bahkan maju lebih dulu menuju ke Kerajaan Azeroth, ia berdiri di posisi paling depan dari seluruh pasukannya.
"Seluruh prajurit, jalan kalah dari Kerajaan! Hari ini kita akan menang, hari ini kita pasti membuat Kerajaan Kavaleri menjadi wilayah dari Kerajaan Azeroth kita! Tunjukkan keberanian kalian, seluruh pasukan, serang!", teriak Jerat yang bergegas maju ke depan.
__ADS_1
"Serang!", teriak para prajurit Azeroth di belakang Jerat yang mulai melangkah maju dengan tombak di tangan mereka.
2 pasukan itu langsung saling bertabrakan.