PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 195 : TERJEBAK


__ADS_3

Pesta akhirnya di mulai, para bangsawan dan pejabat di sekitar saling berbicara dan tertawa sedangkan sebagian besar orang lain mengelilingi Carla untuk berbicara dengannya.


Berbeda dari wajah semua orang yang tersenyum, wajah Myro sekarang sangat suram. Bukan hanya Myro, wajah Ren dan Yorou juga tidak terlalu bagus sebab mereka menyadari sebuah keanehan disini.


"Tuan, nampaknya kita terjebak", kata Ren tersenyum pahit "Siapa yang berpikir semua rencana kita sebelumnya telah gagal, ternyata undangan pesta ini menjadi kemungkinan terburuk yang kita pikirkan sebelumnya".


Myro mengangguk, ia bukan orang bodoh seperti para tamu undangan lain yang masih bisa tertawa dengan senang pada pesta kematian ini.


Kenapa Myro menjadi curiga terhadap pesta Carla? Jawabannya mudah, orang yang berulang tahun atau bintang utama pesta sama sekali tidak muncul.


Seharusnya pesta ini menjadi ulang tahun Rilia, kenapa ia belum datang juga pada pestanya sendiri? Semua tamu yang lain tidak peduli terhadap Rilia sebab mereka lebih memperdulikan Carla, selama mereka membuat Carla senang maka mereka bisa mendapatkan dukungan Grand Duke Rayde.


Tetapi Myro menemukan keanehan pada wajah Loir ataupun Carla sekarang, walaupun mereka tersenyum namun ada sesuatu yang aneh pada senyuman mereka.


Selain itu, Jendral Herfu tidak ada disini. Perang dengan Kerajaan Orc-Goblin telah berakhir sehingga Herfu pasti mempunyai waktu luang bagi cucunya, lalu kenapa Herfu masih tidak ada disini? Carla dan Loir tidak mengundang Herfu, lebih tepatnya karena tahu pesta kali ini adalah pesta kematian, kemungkinan besar Carla ataupun Loir melarang Herfu datang dengan berbagai alasan seperti ia terlalu tua yang tidak cocok untuk pesta anak muda.


"Ren, apakah kau yakin mampu pergi dari Kota Rayde hidup-hidup dan kembali ke Kota Loth?", tanya Myro dengan suara kecil kepada Ren agar tidak terdengar siapapun.


"Dengan kekuatanku sendiri mungkin sulit, tapi Lana memberitahuku kekuatan markas di Kota Rayde sebelum kita berangkat. Oleh karena itu, aku pasti kembali ke Kota Loth tanpa masalah memakai kekuatan markas. Tapi bagaimana mungkin aku meninggalkan tuan? Bukankah lebih baik tuan yang pergi dari sini sebab terus tinggal disini terlalu berisiko", kata Ren.

__ADS_1


Myro menggelengkan kepalanya "Jangan khawatir, ada Yorou dan 100 pendekar pedang bersamanya, aku pasti mampu bertahan hingga 20 hari. Perjalanan kembali ke Kota Loth dan datang lagi ke Kota Rayde pasti membuatmu menghabiskan waktu sebanyak 20 hari, tidak sulit untuk bertahan selama waktu tersebut. Sekalipun Yorou dan 100 pendekar pedangnya mulai kalah, aku akan menggunakan kekuatan markas di Kota Rayde juga".


Ren tetap ragu, menurutnya Myro tidak perlu mengambil resiko yang terlalu besar sehingga ia mencoba membujuk lagi "Tapi tuan--".


Sebelum Ren menyelesaikan perkataannya, Yorou yang ada di samping menggelengkan kepalanya "Ren, kau harus percaya pada tuan. Apalagi ada aku dan 100 murid ku disini, sebelum kami mati, tidak ada seorangpun yang boleh menyentuh tuan".


Myro mengangguk "Selain itu, aku tidak memiliki orang lain yang dapat aku percaya untuk melakukan tugas ini. Ren, aku mempercayaimu. Lagipula kita juga sudah siap atas kemungkinan terburuk di Kota Rayde, aku akan melakukan rencana yang telah kita siapkan sebelumnya".


Setelah Ren ragu-ragu sebentar, ia sedikit membungkuk "Kalau begitu, tuan dan Yorou harus menjaga diri!".


Ren yang telah membuang keraguannya segera berbalik lalu pergi dari tempat pesta. Orang-orang berpikir Ren hanya pelayan Myro yang membuat mereka tidak memperhatikan kepergiannya.


Ketika Ren sudah pergi dan Myro membuang rasa khawatirnya sebab Loir tidak sadar, sebuah suara membuat wajah Myro membeku "Nak Myro, kenapa ahli strategi mu pergi, padahal acara baru di mulai. Apakah pesta ini tidak sesuai dengan ahli strategi mu atau kau memiliki rencana lain mengenai Kota Rayde?".


Myro berbalik untuk menemukan Tarka yang tersenyum penuh pengertian di wajahnya. Melihat senyum Tarka, Myro tahu kemungkinan besar Tarka sudah mengerti rencana Myro.


Menarik nafasnya, Myro bertanya kepada Tarka "Jendral Tarka, kau berada di pihak siapa?".


"Menurutmu?", kata Tarka tanpa menjawab pertanyaan Myro sedikitpun melainkan ia mengajukan pertanyaan lagi.

__ADS_1


Myro dan Tarka saling menatap selama beberapa menit, meskipun mereka tidak mengatakan apapun, kurang lebih Myro serta Tarka mengerti apa yang harus mereka lakukan sekarang. Setidaknya, Myro tahu Tarka adalah sekutunya, bukan musuh.


"Jendral Tarka, kenapa Carla dan Loir melakukan semua ini? Apakah mereka tidak keberatan dikalahkan oleh Torte dan tetap setia kepada Kerajaan Azeroth? Apabila memang benar seperti itu, mereka terlalu setia kepada kerajaan", kata Myro sambil tersenyum.


"Tidak mungkin, aku mengenal Carla dan Loir cukup lama. Walaupun mereka bukan tipe pengkhianat, tapi mereka tidak terlalu setia seperti itu kepada Kerajaan Azeroth hingga siap kehilangan gelar Grand Duke kepada Torte tanpa alasan", kata Tarka menatap Carla yang ada di kejauhan dengan mata tajam "Jika apa yang aku pikirkan benar, semua ini pasti ada hubungannya dengan sosok Rilia yang tidak terlihat dari tadi".


"Apakah mungkin Rilia berada di tangan musuh dan Herfu tidak mengetahuinya?", tanya Myro lagi.


"Kemungkinan besar begitu", kata Tarka mengangguk "Jika si tua Herfu itu tahu, ia pasti membawa seluruh pasukannya untuk menyerbu ibukota secara langsung. Meskipun tahu tidak akan menang, Herfu tua yang pemarah tidak peduli. Selama ada orang yang berani menyentuh keluarganya, bahkan raja sekalipun, ia siap melawannya. Carla dan Loir pasti tahu sifat ayah ataupun kakek mereka, oleh karena itu mereka pasti merahasiakannya dari Herfu".


Myro sedikit tersenyum, Tarka memang sangat cerdas sebab ia mengerti garis besar keadaan hanya dari pengamatan singkat "Lalu, kenapa Jendral Tarka masih datang walaupun mengetahui pesta ini adalah jebakan?".


"Kalau begitu aku akan menanyakan pertanyaan yang sama kepadamu, kenapa kau berani datang juga ke pesta ini? Bagaimanapun kau tidak begitu dekat dengan Grand Duke Rayde sepertiku, tidak ada gunanya membantu mereka", kata Tarka.


Myro menatap Tarka sedikit sebelum berkata "Kerajaan Azeroth akan berubah, aku membutuhkan kekuatan agar menjadi pihak yang menentukan perubahan tersebut".


Mendengar jawaban Myro, wajah Tarka membeku sebentar sebelum tertawa keras "Sangat menarik! Apabila kau dapat menang dari jebakan Kerajaan Azeroth ini, aku akan membantumu mendukung perubahan di masa depan, bagaimana?".


"Setuju!", kata Myro tanpa ragu, selama ia mendapatkan bantuan Tarka maka kemungkinan Myro menjadi raja di masa depan akan semakin besar "Tapi Jendral Tarka harus membantuku juga untuk mengalahkan Grand Duke Rayde, keluarga kerajaan dan Jendral Torte".

__ADS_1


"Aku setuju, bukankah hebat karena kita sebentar lagi akan melawan 3 kekuatan menakutkan di Kerajaan Azeroth? Biarkan aku melihat secara langsung, seberapa hebat pahlawan muda dari utara Kerajaan Azeroth", kata Tarka yang berjabat tangan dengan Myro, kerja sama mereka terbentuk.


__ADS_2