
Beberapa hari sebelum pasukan Myro bertabrakan melawan pasukan Raja Diamant I, Kerajaan Diamant masih damai setiap harinya meskipun Myro telah menyerang menuju wilayah Kerajaan Diamant.
Di seluruh Kerajaan Diamant, paling banyak hanya Kota Bern dan wilayah sekitarnya yang terpengaruh sedangkan kota-kota lain tetap hidup normal tanpa terpengaruh sedikitpun akibat peperangan tersebut.
Oleh karena itu, semua penduduk di kota Kerajaan Diamant tetap bekerja seperti normal dan ramai sebab kedatangan para pedagang, begitu juga dengan Kota Lavle yang berada di sebelah Kota Largan dan cukup jauh dari Kota Bern.
Kota Lavle merupakan sebuah kota yang berukuran sedang di Kerajaan Diamant, tapi tidak ada sumber daya alam penting apapun disini seperti tambang sehingga tidak menarik perhatian Raja Diamant I.
Walaupun begitu, ada banyak sekali orang yang tinggal disini baik penduduk ataupun pedagang. Alasannya bukan karena kota ini berada di posisi strategis perdagangan ataupun tambang, melainkan hampir semua prajurit Kelrun yang pensiun di medan perang sebab terluka berat memutuskan tinggal disini.
Bagaimanapun luka mereka terlalu berat sehingga mereka tidak pergi berperang lagi, jadi mereka memutuskan saling berkumpul dan membantu. Di sisi lain, mereka berkumpul supaya Kelrun dapat membantu mereka lebih mudah.
Seperti berita yang Myro terima, Kelrun selalu membantu para pensiunan prajurit memakai gaji miliknya. Tidak diketahui, apakah para pensiunan di Kota Lavle mampu bertahan hidup hingga sekarang kalau bukan karena bantuan uang Kelrun.
Setelah kehilangan Kelrun, para pensiunan yang sudah berhenti menjadi prajurit selama puluhan tahun tidak mengalami krisis keuangan ataupun makanan sekalipun bantuan uang Kelrun hilang.
Lagipula mereka telah pensiun selama beberapa tahun, mereka memulai bisnis ataupun pertanian mereka sendiri supaya meringankan kesulitan Kelrun untuk membantu semua pensiunan prajurit.
Mereka memang tidak mengalami kekurangan uang atau makanan akibat kematian Kelrun namun seluruh kota ditutupi kesedihan.
Mereka marah terhadap Raja Diamant I yang membunuh Kelrun, apalagi Kelrun banyak membantu mereka ketika mereka baru pensiun. Tanpa bantuan Kelrun, uang pensiun dari Kerajaan Azeroth sama sekali tidak cukup bagi biaya hidup mereka.
__ADS_1
Meskipun mereka marah, mereka tidak berani melawan sebab takut terhadap kekejaman dan kekuatan di tangan Raja Diamant I. Karena alasan tersebut, seluruh kota ditutupi kesuraman yang tidak terlihat.
Saat ini di jalan Kota Lavle, seorang pria berotot yang cukup tinggi sedang berjalan dengan wajah sedih.
Namanya adalah Bartan, ia merupakan seorang kapten di bawah Kelrun. Bahkan sebelum pensiun, ia menjadi kapten terbaik yang dianggap mempunyai kesempatan menjadi wakil jendral atau lebih tinggi.
Masalahnya di sebuah medan perang, ia kehilangan tangan kanannya yang menjadi luka fatal sampai-sampai membuat ia harus pensiun.
Bartan memang bisa memakai tangan kiri untuk menebas pedang, tapi kehilangan tangan kanan membuat kemampuannya melemah sehingga ia memutuskan pensiun.
Ia kehilangan tangan kanan dan harus pensiun dari prajurit, tapi Bartan tidak pernah membenci Kelrun, bahkan ia menghormatinya sebab Kelrun selalu membantunya ketika baru pensiun sampai mempunyai pertanian sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Oleh karena itu sewaktu mendengar kematian Kelrun, ia sangat sedih dan tidak dapat pulih sampai sekarang.
Bartan berhenti berbicara sebab ia menemukan ratusan atau bahkan ribuan orang sedang berbaris di alun-alun kota, mereka semua sepertinya sibuk mengamati sesuatu yang ada di tengah alun-alun.
Bartan yang penasaran segera bertanya kepada orang yang ia tabrak "Apa yang terjadi disini?".
Pria yang ditabrak Bartan kaget dan bergegas memberi hormat "Kapten Bartan, perwakilan dari Duke Kemenangan datang ke kota kita! Pada awalnya beberapa orang berencana membunuhnya karena takut dicurigai Raja Diamant I bahwa kita bekerja sama dengan Duke Kemenangan. Tetapi apa yang ia sampaikan membuat banyak orang berubah pikiran--".
Sebelum pria tersebut menyelesaikan perkataannya, pasukan yang mewakili Myro di tengah alun-alun kembali berteriak hingga menarik perhatian Bartan juga "Jendral Kelrun dibunuh oleh Raja Diamant I, lalu mayatnya digantung seperti pemberontak! Kenapa kalian masih diam disini seperti tidak ada yang terjadi? Apakah kalian lupa, semua kebaikan yang jendral berikan kepada kalian? Jendral Kelrun adalah orang yang membantu kalian pada waktu pensiun, saat Kerajaan Azeroth tidak membantu kalian, Jendral Kelrun memberikan gajinya setiap bulan bagi kalian!".
__ADS_1
"Tetapi apa yang kalian lakukan sekarang? Anak dan istri Jendral Kelrun harus berlutut di tengah salju! Mereka tidak peduli akan hidup dan mati mereka selama Kerajaan Azeroth memberi bantuan untuk membawa kembali mayat Jendral Kelrun, namun apa yang kalian lakukan disini? Kalian hanya bersembunyi dan diam karena takut menarik kemarahan Raja Diamant I, kalian takut dibunuh!".
Prajurit Myro tersebut menunjuk semua orang di sekitarnya yang merupakan pasukan pensiunan Kelrun "Kalian benar-benar tidak tahu berterima kasih! Jendral Kelrun adalah orang yang baik, tapi orang yang ia bantu selama hidupnya cuma sekelompok penakut yang tidak memiliki keberanian bagi jendral mereka!".
Mendengar ejekan prajurit Myro, Bartan berteriak tidak senang "Kami bukan tidak berani, apabila kami mempunyai kesempatan, kami pasti bertindak! Jika untuk jendral, aku tidak keberatan kehilangan hidupku sebab Jendral Kelrun adalah orang yang membantuku sampai sekarang! Namun Raja Diamant I terlalu kuat, perlawanan yang kami lakukan hanya akan membuat kami semua terbunuh tanpa hasil apapun! Kami--".
Tidak menunggu Bartan berbicara lebih banyak lagi, prajurit Myro berteriak "Jangan mencari alasan! Apakah kalian tidak masalah mengetahui istri dan anak jendral yang telah membantu kalian tetap hidup mati di tengah salju? Apakah kalian tidak keberatan melihat mayat Jendral Kelrun digantung seperti pemberontak? Kalian dulunya adalah pasukan Jendral Kelrun, pasukan pemberani! Apakah setelah bertahun-tahun pensiun, kalian berubah menjadi kelompok penakut?".
Tiba-tiba 2 prajurit Myro yang lain membuka bendera Jendral Kelrun sedangkan prajurit Myro sebelumnya terus berbicara "Kau mengatakan kalian tidak memiliki kesempatan menang sehingga itu alasan kalian tidak mencoba melawan? Kalau begitu angkat senjata kalian sekarang, Duke Kemenangan sedang bertarung untuk Jendral Kelrun! Selama kalian membantu, Jendral Kelrun pasti bisa kembali menuju Kerajaan Azeroth dan dimakamkan dengan layak, mayat Jendral Kelrun tinggal selangkah lagi dari Kerajaan Azeroth! Tunjukkan keberanian kalian! Untuk Jendral Kelrun, orang yang sudah membantu kalian berkali-kali, angkat senjata kalian dan bertarung!".
"Kesempatan hanya datang sekali, apakah kalian akan bertarung bersama Duke Kemenangan serta membalas rasa terima kasih kalian kepada Jendral Kelrun atau terus bersembunyi disini seperti penakut lalu melupakan semua kebaikan Jendral Kelrun, tentukan pilihan kalian!".
Sebelum para pensiunan marah akibat pasukan Myro mengejek mereka sebagai penakut, tapi sekarang mata mereka dipenuhi semangat sebab seperti yang dikatakan prajurit barusan bahwa Duke Kemenangan telah berhasil membawa mayat Kelrun. Jika mereka membantu, kemungkinan menang pasti ada.
Bartan memperkuat tinjunya, ia mengangkat tangannya tanpa ragu dan berteriak "Bertarung! Aku akan bertarung! Walaupun harus kehilangan hidupku, aku pasti membalas kebaikan Jendral Kelrun!".
Setelah Bartan berteriak, orang berikutnya mulai mengikuti dan mengangkat tangan atau senjata mereka "Bertarung! Untuk Jendral Kelrun!".
Melihat ia berhasil menarik semangat puluhan ribu prajurit sesuai rencana, prajurit tersebut tersenyum.
Ini adalah rencana Myro. Seluruh Kerajaan Diamant, memang tidak ada orang yang akan membantu Myro untuk melawan Kerajaan Diamant.
__ADS_1
Tetapi Raja Diamant I melupakan 1 hal, penduduk di Kerajaan Diamant mungkin tidak akan membantu Myro, namun semuanya berbeda jika tentang Jendral Kelrun.
Jangan lupa, Kelrun adalah orang yang berpengaruh besar di wilayah barat Kerajaan Azeroth, tidak diketahui berapa banyak orang yang sangat berterima kasih kepada Kelrun di wilayah barat kerajaan akibat bantuannya selama masih hidup.