PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 246 : TIDAK ADA PILIHAN LAIN


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu, para Dark Elf selalu mendengar suara berisik di gua mereka yang dekat dengan permukaan.


Oleh karena itu, Kerzan mengirim beberapa pasukan Dark Elf untuk mencari tahu apa yang terjadi.


Ketika mengetahui sebenarnya ada manusia yang berani menambang besi di wilayah mereka, Kerzan meledak marah. Ia membiarkan ratusan laba-laba hitam membunuh semua penambang musuh. Berdasarkan pengamatan sebelumnya, tidak ada seorangpun yang kuat di antara penambang.


Tetapi sewaktu pasukan laba-laba mulai menyerang, Kerzan menemukan sesuatu yang mengejutkan yaitu ada sosok Dwarf kuat di antara penambang yang lain.


Dwarf tersebut mampu mengalahkan ratusan laba-laba sendirian memakai palunya. Walaupun beberapa prajurit memberikan bantuan, tapi sebagian besar laba-laba terbunuh akibat Dwarf itu.


Kerzan tahu ia tidak boleh membiarkan orang-orang tidak dikenal yang kuat ini tinggal di samping mereka secara terus-menerus, mereka dapat menjadi ancaman di masa depan.


Jadi Kerzan membiarkan laba-laba terus mengawasi gerakan mereka sedangkan ia menyiapkan seluruh pasukan untuk membersihkan seluruh penambang menggunakan 1 gerakan, masalahnya 1000 pasukan tiba-tiba datang membantu sehingga semua rencananya gagal.


Kerzan sama sekali tidak tahu, laba-laba yang ia biarkan mengawasi tambang sebenarnya diketahui Tron sejak lama.


Namun Tron memutuskan tidak membunuh laba-laba yang dikirim musuhnya, alasannya supaya musuh tidak menjadi semakin berhati-hati akibat melihat kekuatan penuh Tron yang menakutkannya.


Kerzan meletakkan jarinya di meja sambil menghela nafas berat "Walaupun musuh telah pergi, jangan sampai lengah! Kalian biarkan 100 kavaleri laba-laba terus mengawasi tambang yang dulunya menjadi wilayah musuh, selama mereka berani kembali, kalian harus melaporkannya kepadaku secepat mungkin sehingga kita dapat langsung membunuh mereka".

__ADS_1


"Baik, Jendral Kerzan!", kata prajurit itu memberi hormat sebelum melangkah pergi.


Setelah prajurit barusan pergi, Kerzan duduk di kursinya penuh rasa lelah. Sebenarnya menjadi seorang penguasa di Kota Dark Elf sama sekali tidak mudah, apalagi tidak banyak bakat di kota ini yang menyebabkan Kerzan harus mengelola kota dan melatih prajurit sendirian. Karena hal tersebut, Kerzan merasa benar-benar lelah.


Ia hanya dapat menunggu sampai suatu hari nanti anak berbakat muncul di antara Dark Elf, lalu anak tersebut mampu menggantikan posisinya suatu hari nanti.


Apalagi sejak kedatangan pasukan musuh di tambang, Kerzan yang selalu sibuk menjadi semakin sibuk lagi. Ia terus memikirkan strategi dan rencana mengalahkan musuh sampai-sampai ia sering kali lupa beristirahat.


Ketika memikirkan musuh telah pergi, Kerzan membuang sebagian rasa lelahnya "Untung musuh pergi dengan damai, kalau sampai terjadi perang, aku pasti lebih sibuk lagi! Nampaknya aku boleh beristirahat hari ini sebab tidak ada lagi musuh yang perlu dikhawatirkan".


"Brak!".


"Ada apa? Masalah apa lagi yang terjadi?", kata Kerzan sedikit tidak bisa berkata-kata, apakah ia memang tidak boleh beristirahat yang membuat pekerjaaan terus berdatangan tanpa henti?


"Jendral, kota dipenuhi asap hitam! Seluruh kota sudah ditutupi asap hitam yang awalnya sangat tipis, tapi perlahan-lahan asap hitam terus menjadi semakin banyak hingga menutupi seluruh kota", teriak prajurit tersebut khawatir "Masalahnya asap hitam tidak hanya menutup sebagian penglihatan kita di kota, melainkan membuat kesehatan semua orang memburuk, terutama mereka yang tua atau mempunyai penyakit pernafasan. Menurut pengamatan ku, asap hitam seharusnya berasal dari pembakaran!".


"Pembakaran? Kenapa asap pembakaran ada di bawah tanah seperti ini? Sekalipun alasannya kota sedang mengalami kebakaran, seharusnya tidak membuat asap hitam sebanyak itu sampai-sampai mampu menutupi seluruh kota", kata Kerzan bingung.


Kerzan membuka jendelanya dan seperti yang dikatakan prajurit barusan, seluruh kota ditutupi asap hitam.

__ADS_1


Meskipun tempat ini adalah bawah tanah, namun mereka memakai penerangan yang menyinari setiap jalan ataupun rumah di kota. Oleh karena itu, seluruh kota tidak pernah menjadi gelap seperti sekarang.


Mengamati asap hitam melalui jendelanya, Kerzan tiba-tiba memikirkan sebuah kemungkinan "Jangan bilang, musuh melakukan pembakaran besar-besaran di pintu depan gua, mereka berencana membunuh kita dengan asap dari pembakaran! Apabila kita berada di permukaan tanah, asap hitam dari pembakaran pasti tidak memberikan ancaman apapun. Tetapi sekarang kita berada di bawah tanah dengan 1 pintu pergi dari gua, musuh sudah menutup pintu tersebut dan melakukan pembakaran dari sana!".


"Jika jumlah asap hitam terus bertambah, sebagian besar penduduk tidak hanya terkena penyakit, melainkan ada kemungkinan mati akibat gangguan pernafasan!".


Gua ini adalah sebuah ruang tertutup besar dengan 1 jalan pergi, jadi asap hitam akibat pembakaran yang dilakukan Myro berkumpul di sekitar gua tanpa ada jalan melarikan diri.


Dengan berkumpulnya asap hitam di gua, penduduk Dark Elf yang berada di gua tidak memiliki pilihan lain kecuali bernafas memakai asap hitam akibat pembakaran.


Jika bernafas sekali atau 2 kali, seharusnya tidak ada masalah kecuali mereka yang mempunyai gangguan pernafasan buruk. Namun kalau mereka terus bernafas menggunakan asap pembakaran setiap hari, cuma masalah waktu sampai mereka mati.


Kerzan menatap ke arah asap hitam di kotanya lalu tertawa "Ternyata begitu, aku mengerti tujuan musuh! Kita benar-benar kalah! Beritahu semua pasukan untuk bersiap, kita akan naik ke permukaan tanah dan melawan musuh!".


Prajurit itu terkejut mendengar perkataan Kerzan, ia berkata panik "Jendral, kekuatan kita akan melemah apabila bertarung di atas permukaan tanah, apabila kita naik ke permukaan dan melawan musuh, kita pasti kalah! Jendral, lebih baik tetap diam di kota sampai musuh yang menyerang kita! Selama bertarung di bawah tanah, kita pasti menang!".


"Apakah kau bodoh? Kita sudah berada di jebakan musuh!", kata Kerzan menghela nafas "Sekarang musuh sedang memberi kita pilihan, kalau kita berencana membiarkan penduduk tetap hidup, kita harus naik ke permukaan tanah untuk melawan mereka dan menghentikan pembakaran. Jika kita menolak naik ke permukaan tanah serta tetap bersembunyi di kota, musuh akan membunuh kita secara perlahan-lahan menggunakan asap pembakaran. Berapa lama kita bertahan bernafas di tengah keadaan ini? 1 bulan? 2 bulan? Hanya masalah waktu sebelum kita mati bersama para penduduk".


"Oleh karena itu, kita tidak mempunyai pilihan lain selain bertarung di permukaan tanah melawan pasukan musuh. Kemarin mereka pergi ke gua bukan melarikan diri, melainkan mereka berusaha meracuni gua memakai asap hitam, kita jatuh ke jebakan yang mereka siapkan. Beritahu seluruh pasukan bahwa mereka boleh memilih, naik ke permukaan dan bertarung melawan musuh agar semua penduduk kita tidak mati atau bersembunyi di kota dan mati perlahan-lahan bersama penduduk. Sebagai seorang jendral, aku memilih bertarung ke permukaan tanah melawan musuh sekalipun harus mati! Walaupun kalian semua menolak pergi bersamaku, aku tidak keberatan pergi sendiri sebab aku tidak bisa duduk diam melihat semua penduduk Dark Elf yang percaya kepadaku mati!".

__ADS_1


__ADS_2