
Pasukan Myro berbaris dengan cepat menuju pasukan gabungan 3 kota, karena Myro sudah sering membawa pasukannya berperang sehingga gerakan mereka sangat cepat serta tertib.
Bahkan para prajurit yang baru dilatih Retya sekalipun sekarang sudah terlihat lebih elit daripada sebelumnya, bagaimanapun mereka sudah melalui beberapa peperangan di Kota Rorec dan menyerang Kota Folk yang membuat mereka tidak seperti prajurit pemula lagi.
Di Kota Folk, Myro membiarkan Aclan menjaga pertahanan disana.
Tetapi Aclan harus menjadi Kota Rorec, jadi ia mengirim wakilnya Fred bersama 200 ksatria dan 500 prajurit baru, menurut Aclan jumlah ini sudah cukup untuk menahan musuh yang menyerang Kota Folk.
Kota Folk sekarang sangat penting bagi Myro, apabila Kota Folk jatuh maka ia akan kehilangan jalan mundur kembali ke Provinsi Kavaleri.
Ketika kehilangan jalan mundur, maka berarti Myro akan dikepung oleh musuh dari semua arah. Tidak peduli seberapa cerdas dan kuat Myro beserta pasukannya, saat mereka sudah habis dikepung musuh, tidak ada lagi jalan mereka untuk menang.
Jika keadaan itu benar-benar terjadi, pasukan Myro pasti akan menerima kerugian besar.
Melakukan perjalanan selama setengah hari, Myro akhirnya sudah bisa melihat 6.000 pasukan gabungan 3 kota.
Mereka sudah tinggal disini sejak beberapa hari yang lalu, oleh karena itu mereka sudah membentuk kamp pertahanan kecil seperti membuat beberapa jebakan di sekitar ataupun pagar kayu.
Falka yang ada di samping Myro melihat ke arah langit sebelum menyarankan "Tuan, hari sudah semakin dekat dari malam, tidak cocok bagi kita menyerang musuh hari ini. Aku sarankan kita beristirahat lebih dulu hari ini, lalu berperang besok".
Ren yang ada di sisi lain mengangguk, ia setuju terhadap ide Falka.
Myro tentunya setuju dengan ide 2 pengikutnya itu, tapi Myro masih harus bertanya pada rekannya dulu sebagai bentuk sikap sopan "Tuan Loir, bagaimana menurutmu?".
Loir menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, ia tahu Myro hanya sedang bersikap sopan padanya. Tidak peduli apapun jawaban Loir, Myro pasti memutuskan supaya pasukan mereka beristirahat hari ini.
"Sesuai perkataan kakekku, aku disini hanya perlu membantu Baron Myro serta belajar mengenai semua tindakan Baron. Karena alasan ini, aku sama sekali tidak keberatan atas rencana anda. Disini aku hanya mengikuti rencana Baron Myro", kata Loir tersenyum sopan.
Myro ikut tersenyum, sangat mudah berbicara bersama orang yang juga cerdas. Untungnya cucu Jendral Perbatasan Utara bukan orang sombong yang bodoh akibat latar belakang hebatnya, jika orang seperti itu dikirim maka hal tersebut hanya membawa lebih banyak masalah bagi Myro daripada bantuan.
"Kalau begitu, kita akan beristirahat disini dan membangun kamp, besok pagi adalah waktunya menyerang!", kata Myro memutuskan.
...----------------...
Sepanjang malam itu sangat diam, baik Myro ataupun kamp musuh di depannya sama sekali tidak melakukan gerakan apapun.
__ADS_1
Lebih tepatnya Myro membiarkan pasukannya beristirahat sedangkan pasukan musuh merasa takut menyerang Myro.
Lagipula Myro bisa mengalahkan 10.000 pasukan Kerajaan Orc-Goblin yang di antaranya terdapat 1000 Kavaleri Serigala, belum lagi jumlah pasukan Myro sekarang sekitar 2 kali lipat dari mereka.
Pasukan musuh tahu bahwa mereka tidak bisa menang, tapi mereka juga tidak bisa melarikan diri.
Sebagai prajurit, mereka harus melindungi kota yang ada di belakang mereka.
Apalagi keluarga mereka ada di kota tersebut juga, selama mereka mundur maka keluarga mereka tidak akan berakhir baik.
Pada pagi hari sebelum matahari terbit, pasukan Myro mulai berbaris.
Musuh yang melihat semua itu tahu perang akan di mulai, jadi mereka bersembunyi di balik pagar kayu yang mereka buat sambil memegang senjata dan memakai zirah besi.
Gladius berada di barisan paling depan bersama Legiun Romawi, lalu 2000 pasukan Retya berada di belakang mereka agar bisa memberikan dukungan kapanpun.
Di sisi kiri terdapat 500 Kavaleri Mongol yang dipimpin Falka sedangkan 500 Kavaleri Mongol lainnya di sisi kanan dengan Retya yang memimpin.
Penjaga Praetorian tetap di belakang dengan Ren, mereka menjaga Myro yang ada di tengah-tengah formasi Penjaga Praetorian.
Melihat matahari mulai terbit, Myro berteriak "Seluruh pasukan serang! Tunjukkan kehebatan Kerajaan Azeroth kita!".
Walaupun salju sudah turun sejak kemarin malam sampai sekarang tanpa henti, hal itu tidak mengurangi semangat para prajurit.
Pasukan Legiun Romawi tidak maju lebih dulu, melainkan pasukan tahanan.
Setelah para tahanan maju, Legiun Romawi dan yang lainnya segera mengikuti.
"Serang!", teriak para prajurit penuh semangat.
Bahkan para tahanan yang berada di barisan depan serta mengambil resiko paling banyak tidak menghilangkan semangat mereka, alasannya Myro memberi mereka makanan yang cukup sehingga mereka tidak keberatan bertarung untuk Myro juga.
"Tembak panah kalian!", teriak pemimpin Orc di pihak musuh.
Para goblin pemanah yang ada di barisan belakang kamp musuh mulai menembak, tapi Kavaleri Mongol ikut menarik busur dan perisai mereka lalu ikut menembak.
__ADS_1
Anak panah memenuhi seluruh langit, para tahanan mengangkat perisai mereka yang sudah disiapkan oleh Torn. Walaupun Myro hanya bisa menyiapkan 100 baju besi Orc, namun tidak ada masalah untuk perisai.
Bagaimanapun Torn sudah bekerja pada Myro selama kurang lebih 4 tahun ini, ada banyak sekali persediaan senjata ataupun perisai.
Sedangkan baju besi Orc, ukuran tubuh Orc terlalu besar sehingga tidak bisa memakai baju besi manusia buatan Torn. Oleh karena itu, Torn harus membuat baju besi khusus bagi Orc.
Setidaknya para Goblin masih bisa memakai baju besi manusia buatan Torn, ukuran goblin memang sedikit kecil tapi tidak berbeda jauh dari manusia.
"Brak!".
Suara panah menabrak perisai terdengar, ada beberapa panah yang lolos dari perisai tapi mereka hanya menusuk bagian tidak fatal dari Orc yang membuat para Orc bisa terus maju.
Legiun Romawi yang ada di belakang jauh lebih baik, mereka dilindungi para Orc ini sehingga sebagian besar panah tidak mengenai mereka.
Tembakan panah terus terdengar, pasukan Myro bisa menahannya dengan baik sedangkan pasukan musuh terus terluka akibat panah Kavaleri Mongol.
Setiap orang dari Kavaleri Mongol adalah ahli dan dilengkapi panah buatan Dwarf, dibandingkan pasukan musuh yang tidak memiliki senjata lengkap sebab mereka dulunya hanya prajurit penjaga kota serta penduduk yang harus bertarung akibat serangan tiba-tiba Myro.
Jadi panah dari Kavaleri Mongol benar-benar memberi luka fatal bagi mereka.
Saat 3 putaran tembakan panah berlalu, akhirnya pasukan Orc Myro sudah sangat dekat dari kamp musuh.
Kavaleri Mongol ikut mengganti panah mereka menjadi pedang, ini waktunya pertarungan jarak dekat.
Saat pasukan musuh bersiap menahan tabrakan pasukan Orc Myro memakai pagar kayu, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
"Serang!".
Ribuan pasukan muncul dari sisi kiri kamp mereka dimana penjagaan melemah, lagipula mereka sibuk melawan pasukan Myro yang menyerang dari depan sehingga lupa menjaga sisi lain.
Dari sisi kiri, ribuan pasukan yang memakai pakaian putih bergegas maju. Akibat pakaian putih mereka, pasukan ini sulit dilihat di antara salju yang membuat pasukan musuh tidak menyadari mereka dari tadi.
Sebelum pasukan musuh bisa bersiap, para pasukan berpakaian putih ini melompati pagar kayu di sisi kiri lalu mulai menyerang kamp mereka.
Gerakan pasukan berpakaian putih ini sangat cepat, setiap kali tombak mereka bergerak maka seorang pasukan musuh pasti mati.
__ADS_1
Pasukan berpakaian putih ini tidak lain yaitu Infanteri Salju yang sangat ahli serta cepat terutama jika itu peperangan di area bersalju.