
Semua orang menghela nafas dan menatap Ferta penuh rasa kagum, bagaimanapun semuanya bertindak sesuai apa yang ia rencanakan.
Bukan hanya prajurit, Sordas sekalipun menatap Ferta dengan mata bersinar yang menunjukkan ia mengakui kemampuan Ferta.
Sordas berdiri dari kursinya sambil berteriak "Jendral Ferta, awalnya aku tidak setuju terhadap ide yang mulia supaya aku bekerja sama denganmu melawan musuh! Lagipula aku sendirian lebih dari cukup untuk melawan Kelrun, tapi aku tarik kembali perkataan ku sebelumnya. Walaupun aku kuat, semua orang tentunya tahu mengenai kemampuan membuat strategi ku yang buruk! Dengan kau disini, kelemahan ku di bagian strategi dapat dikatakan menghilang! Jendral Ferta, aku berharap kita bisa terus bekerja sama sebaik mungkin untuk Kerajaan Diamant dan yang mulia!".
Ferta segera berdiri juga, ia tidak sombong hanya karena semua orang menatapnya penuh kekaguman.
Mengulurkan tangannya, Ferta berjabat tangan dengan Sordas "Aku telah mendengar mengenai seberapa hebat kemampuan yang dimiliki Jendral Sordas ketika berada di medan perang dari yang mulia! Selama kita bekerja sama, divisi 1 dan 2 dari Kerajaan Azeroth yang terkenal sekalipun sama sekali bukan lawan kita! Jendral Sordas, aku juga berharap kita bisa bekerja sama".
2 jendral tersebut tersenyum, mereka sudah mengakui kemampuan masing-masing.
Walaupun Ferta dan Sordas merupakan 7 jendral di bawah Raja Diamant I, tapi bukan berarti mereka pernah saling bertemu sebelumnya.
Paling banyak mereka pernah saling melihat atau mengenal saat bertemu Raja Diamant I, namun mereka tidak pernah melihat kekuatan rekan mereka masing-masing.
Oleh karena itu, 7 jendral belum saling mengenal ataupun memahami tentang kemampuan rekan mereka.
Mulai hari ini, Ferta dan Sordas mengakui kekuatan masing-masing sehingga mereka siap saling bekerja sama.
Sordas berkata penuh rasa percaya diri "Jendral Ferta tidak perlu khawatir, aku akan memimpin pasukan di barisan depan untuk menghentikan musuh dari melarikan diri! Selama aku memimpin pasukan, Kelrun pasti mati!".
"Aku mengerti, kalau begitu barisan depan aku serahkan kepada Jendral Sordas", kata Ferta mengangguk setuju "Sedangkan aku akan memimpin pasukan barisan belakang agar memberikan dukungan bagimu dan pasukan barisan depan! Apabila aku menggunakan busur milikku, aku pasti dapat membunuh semua orang yang telah menjadi target dari busurku! Jangan lupa, target utama kita adalah Kelrun! Tidak peduli apa yang terjadi, Kelrun harus mati disini!".
Setelah saling setuju, Sordas dan Ferta pergi dari tenda komando.
Mereka bergegas mengumpulkan semua prajurit yang mengepung Kota Fargan supaya bersiap-siap, perang akan di mulai.
...----------------...
Di depan mata 300.000 pasukan Raja Diamant I yang mengepung kota, gerbang besi raksasa dari Kota Fargan perlahan-lahan terbuka.
__ADS_1
Kelrun yang sedang duduk di atas kudanya menatap gerbang yang terbuka dengan mata tegas, ia menarik pedangnya di bawah tatapan 100.000 pasukan kavaleri elit di belakangnya.
Semua pasukan Kelrun merupakan kavaleri, alasannya tidak ada banyak dataran tinggi di perbatasan barat Kerajaan Azeroth sehingga pasukan kavaleri sangat diuntungkan disini.
Mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, Kelrun berteriak "Prajurit Kerajaan Azeroth yang pemberani, teman-teman ku sekalian! Waktunya sudah tiba! Pangeran ke 7 melakukan pemberontakan melawan kerajaan dan membuat kerajaannya sendiri, sebagai pasukan setia kerajaan, kita tidak boleh menyerah kepada para pemberontak! Rekan-rekan ku sekalian, tunjukkan keberanian kalian! Siapapun yang berhasil melewati pengepungan musuh, bergegas menuju Kerajaan Azeroth dan temui yang mulia! Jika kalian berhasil menemui Raja Azeroth VI, tugas kalian dariku sudah selesai! Seluruh pasukan Kerajaan Azeroth yang pemberani, maju! Tunjukkan kesetiaan kalian kepada kerajaan!".
"Maju!", teriak 100.000 kavaleri di belakang Kelrun tanpa rasa takut.
Walaupun mereka mengerti kalau mereka melangkah pergi dari Kota Fargan, kemungkinan besar mereka akan mati. Apabila mereka tetap menolak tawaran Raja Diamant I, mereka mungkin tidak dapat kembali menuju Kerajaan Azeroth hidup-hidup.
Meskipun menyadari semua kemungkinan tersebut, mereka menolak menyerah karena mereka merupakan pasukan pemberani yang setia kepada Kerajaan Azeroth, Pasukan Perbatasan Barat, Pasukan Jendral Kelrun.
"Brak!".
Gerbang kota yang terbuat dari besi akhirnya terbuka, mereka bisa melihat ratusan ribu musuh yang bergegas menuju kota untuk membunuh mereka.
"Semua pasukan, maju!", teriak Kelrun yang menggerakkan kudanya bergegas menuju depan.
100.000 pasukan kavaleri melangkah maju menuju pengepungan 300.000 pasukan musuh tanpa ragu, gerakan ratusan ribu kuda di medan perang membuat tanah bergetar.
Pasukan akhirnya saling bertabrakan, Kelrun memimpin 100.000 pasukannya secara langsung untuk menembus pengepungan musuh.
Seorang prajurit musuh mengangkat tombaknya untuk menghentikan Kelrun, tapi ia dengan mudah menghindar tombak itu lalu menebas prajurit tersebut.
Meskipun ratusan prajurit mencoba menghentikannya, Kelrun seperti monster di medan perang.
Siapapun yang berani menghentikan jalannya, mereka akan mati akibat pedang Kelrun.
Setelah Kelrun berhasil membawa 100.000 pasukannya melalui lebih dari setengah pengepungan musuh, akhirnya sosok seorang pria setinggi 2 meter menarik perhatiannya.
Pria itu tidak lain merupakan Sordas yang mempunyai aura menakutkan di seluruh tubuhnya, Kelrun dapat merasakan kemampuan Sordas tidak berada jauh di bawahnya.
__ADS_1
Ketika sampai di depan Sordas, Kelrun mengangkat pedangnya dan menebas Sordas tanpa ragu.
"Tang!".
Kelrun awalnya berpikir sekalipun ia tidak bisa langsung membunuh Sordas, paling tidak ia dapat memukul mundurnya.
Namun saat pedang Kelrun menebas Sordas, sesuatu yang mengejutkan terjadi, Sordas benar-benar menangkap pedangnya memakai tangan kosong.
Akibat pedangnya yang tertangkap oleh tangan Sordas, 5 pasukan musuh segera menusuk kuda Kelrun memakai tombak mereka masing-masing.
"Stab!".
Kuda Kelrun jatuh ke tanah sebab tertusuk 5 tombak, untungnya Kelrun melompat turun tepat waktu dari kudanya. Jika ia terlambat, 5 tombak barusan mungkin menusuk dirinya juga.
Kelrun berputar-putar di tanah, setelah itu ia mengambil pedang cadangan miliknya, bagaimanapun pedang Kelrun tadi berada di tangan Sordas yang membuat ia kehilangan pedangnya.
"Apakah pemilik tubuh besi?", kata Kelrun menatap tajam ke arah Sordas.
Manusia normal tidak mungkin mampu menangkap pedangnya memakai tangan kosong, oleh karena itu Kelrun yakin Sordas memakai tubuh besi.
Di sisi lain, Sordas mematahkan pedang Kelrun yang ada di tangannya, darah jatuh dari tangan Sordas yang memegang pedang barusan "Seperti yang diharapkan dari Jendral Perbatasan Kerajaan Azeroth, padahal aku sudah memakai tubuh besi, tapi pedangmu berhasil melukaiku! Aku mengakui mu sebagai lawan yang layak! Ingat baik-baik namaku, Sordas yang akan membunuhmu!".
Sordas melangkah maju menuju Kelrun sambil mengangkat tinjunya, ia siap memukul Kelrun.
Melihat tinju Sordas, Kelrun tidak berani menerimanya secara langsung atau pedangnya mungkin akan patah lagi.
Jadi Kelrun melompat ke samping untuk menghindari tinju tersebut.
"Brak!".
Tinju Sordas cuma memukul tanah sebab Kelrun berhasil menghindar tepat waktu.
__ADS_1
Memanfaatkan kesempatan tersebut, Kelrun menebas ke arah leher Sordas "Kau berpikir mempunyai tubuh besi membuatmu tidak terkalahkan? Kalau begitu biarkan aku tunjukkan kepadamu, kekuatan tubuh besi tidak sehebat itu, Tebasan Tajam!".