
Herfu bersama pasukannya benar-benar berhasil di tahan oleh kapten muda tersebut hanya dengan menggunakan 30.000 pasukan.
Bahkan Herfu sendiri merasa sedikit tidak percaya, benar-benar ada sosok yang bisa menahannya di pihak musuh padahal Herfu memiliki pasukan yang lebih banyak.
Hal ini membuat Herfu sedikit tidak bisa berkata-kata, terutama kapten muda di pihak musuh sangat ahli meningkatkan semangat para prajuritnya yang membuat Kita Aras semakin sulit direbut.
Setelah mencoba membuat rencana beberapa kali bersama para pemimpin militer yang ia miliki, Herfu hanya bisa mengakui bahwa mereka membutuhkan waktu paling tidak 5 hari sebelum bisa mengalahkan kapten muda di pihak musuh.
Mengetahui hal tersebut, Herfu hanya bisa menghela nafas dan berharap Myro bersama cucunya bisa bertahan selama 5 hari sampai mereka tiba.
...----------------...
Di sisi lain, Guliger membawa 30.000 pasukannya bergegas menuju Benteng Rulfes.
Meskipun mereka pergi secepat mungkin, jarak Kota Aras ke Benteng Rulfes masih sangat jauh yang membuat mereka menghabiskan waktu berjam-jam sebelum berhasil tiba.
Ketika sampai di dekat Benteng Rulfes, hari sudah mendekati malam sehingga Guliger memutuskan para prajurit untuk membuat kamp dan beristirahat malam ini, mereka akan melakukan serangan besok pagi.
Walaupun mereka harus merebut Benteng Rulfes secepat mungkin, jangan sampai Herfu bersama pasukannya datang lebih dulu lalu mengepung mereka.
Tetapi Guliger juga tahu, tidak ada gunanya membiarkan pasukan terus bertarung jika mereka kelelahan. Bahkan ada kemungkinan mereka kalah apabila pasukan mereka bertarung di bawah tekanan kelelahan, oleh karena itu Guliger membiarkan pasukannya beristirahat hari ini dan menyerang besok.
Melihat ke arah Benteng Rulfes, Guliger berkata dingin "Karena kalian sudah membuat Kerajaan Orc-Goblin kehilangan bakat seorang kapten muda yang hebat di medan perang, kalau begitu aku juga akan membuat Kerajaan Azeroth kehilangan bakat bangsawan muda milik mereka! Aku pasti merebut kembali wilayah Kerajaan Orc-Goblin, lalu suatu hari nanti menghancurkan seluruh Kerajaan Azeroth".
...----------------...
Pada malam hari, Myro bersama Ren dan Lopen berdiri di atas tembok Benteng Rulfes sambil mengamati perkemahan pasukan Guliger.
__ADS_1
Di samping Myro, Loir berdiri sambil ikut mengamati. Namun berbeda dari sebelumnya, sekarang Loir sudah sangat menghormati Myro.
Mereka mungkin baru mengenal beberapa hari, tapi Loir sudah melihat sendiri kehebatan Myro. Baik itu strategi, kekuatan ataupun keberaniannya, Myro memang orang yang hebat seperti apa yang dikatakan kakeknya.
Hal ini membuat Loir sangat menghormati Myro, ia yakin Myro ditakdirkan menjadi seseorang yang hebat di seluruh Kerajaan Azeroth.
"Siapa yang berpikir pasukan musuh membagi pasukannya! Kemungkinan besar setengah dari pasukan musuh tetap di Provinsi Utara untuk menahan pergerakan kakekku, sedangkan setengah yang lainnya kembali ke Kerajaan Orc-Goblin dan menyerang Benteng Rulfes. Aku yakin Jendral Guliger yang terkenal juga ada di kamp tersebut, bagaimanapun Jendral Guliger merupakan sosok penting militer di Kerajaan Orc-Goblin, pasukannya tidak akan mengizinkan jendral yang mereka hormati mati di medan perang", kata Loir yang sudah mengetahui rencana musuh "Tapi aku harus mengakui, siapapun musuh yang membuat rencana ini, ia pasti cukup cerdas. Di keadaan krisis seperti itu, ia masih bisa memikirkan rencana terbaik menyelesaikan masalah ini. Baron Myro, apakah anda memiliki rencana? Selama kita tidak berhati-hati, kita bisa menjadi pihak yang kalah".
Sebelum Myro bisa menjawab, Falka yang menjaga tembok kota bersama para Kavaleri Mongol sudah melangkah maju "Tuan, biarkan aku melakukan serangan malam pada pihak musuh! Mereka baru tiba disini dari Kota Aras, pasukan musuh pasti masih kelelahan. Belum lagi mereka tidak akan siap terhadap serangan malam yang kita lakukan, aku yakin kita bisa menang tanpa masalah".
Myro menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "Falka, rencana mu memang bagus kalau lawan kita bukan Jendral Guliger yang terkenal dari Kerajaan Orc-Goblin. Sebagai jendral yang sudah melalui banyak sekali medan perang, aku yakin Guliger pasti sudah mempersiapkan penjaga di sekitar kamp. Sewaktu kita menyerang kamp, para penjaga pasti akan menjadi alarm yang membangunkan seluruh pasukan musuh terhadap serangan kita".
"Bukan hanya itu, tujuan kita kali ini bukan membunuh Guliger. Aku memiliki rencana lain yang lebih tepat".
Semua orang kecuali Ren melihat Myro penuh rasa penasaran, mereka bertanya-tanya apa tujuan Myro kali ini.
Setelah itu Myro berjalan kembali ke kamarnya di benteng bersama Ren dan Lopen.
Ada alasan kenapa Myro tidak mengatakan semua rencananya, sebab disana masih ada Loir.
Loir bukan pengikut Myro sehingga ada kemungkinan ia berpihak kepada kerajaan, rencana Myro berikutnya didasarkan dengan tujuan agar Kerajaan Azeroth tidak mendapatkan keuntungan paling besar, oleh karena itu Myro tidak mengatakan apapun barusan.
Ketika Guliger dibunuh, maka apa yang terjadi? Apakah Myro akan mendapatkan seluruh Kerajaan Orc-Goblin dan membuat kerajaan sendiri? Jawabannya pasti bukan, wilayah Kerajaan Orc-Goblin yang direbut akan menjadi milik Kerajaan Azeroth yang tidak memberikan keuntungan apapun pada Myro.
Daripada membiarkan Kerajaan Azeroth menjadi lebih kuat akibat mendapatkan wilayah baru, kenapa tidak membiarkan Kerajaan Orc-Goblin yang sudah melemah menjadi sekutunya meskipun bukan berarti mereka rekan sepenuhnya, melainkan Myro dan Kerajaan Orc-Goblin bekerja sama.
Apabila itu sebelumnya, Kerajaan Orc-Goblin pasti tidak setuju bekerja sama dengan Myro. Masalahnya mereka sekarang sedang melemah, mereka pasti tidak menolak kerja sama ini yang sangat menguntungkan Myro.
__ADS_1
Sebuah senyuman muncul di wajah Myro "Untungnya aku memiliki 2 orang itu di tanganku, selama putra mahkota dan anak perdana menteri masih disini, Kerajaan Orc-Goblin pasti akan mengambil kerugian di kerja sama nanti sebagai ganti 2 anak itu!".
Myro berjalan kembali menuju benteng.
...----------------...
Keesokan harinya, 30.000 pasukan musuh berbaris di depan gerbang Benteng Rulfes.
Benteng Rulfes memiliki 2 gerbang yaitu gerbang belakang dimana Myro menyerang sebelumnya dan gerbang depan yang menjadi target penyerangan Guliger.
Pasukan Myro di atas tembok kota juga sudah bersiap, wajah mereka tegas dan sudah memegang senjata mereka masing-masing.
Ketika matahari sudah naik lebih tinggi, Guliger menarik pedangnya "Seluruh pasukan serang! Hari ini, kita akan merebut kembali--".
Sebelum Guliger bisa menyelesaikan kata-katanya, sosok Myro muncul di atas tembok kota "Tunggu dulu, jangan maju!".
Seluruh orang di medan perang langsung tertarik akibat perkataan Myro, mereka penasaran kenapa Myro berpikir ia bisa menghentikan pasukan Guliger untuk menyerang.
Melihat perhatian semua orang sudah menuju ke arah dirinya, Myro yang ada di atas tembok benteng berteriak sekuat tenaga lagi sebab jarak mereka terlalu jauh, jika Myro berteriak kecil maka Guliger pasti tidak bisa mendengarkan perkataannya "Jendral Guliger, apakah kau yakin akan menyerang Benteng Rulfes? Bukankah kau merupakan jendral yang setia kepada Kerajaan Orc-Goblin? Beraninya kau berkhianat dan menyerang tempat ini!".
Semua orang di medan perang membeku akibat perkataan Myro, mereka tidak mengerti maksudnya sama sekali.
Kenapa Guliger dianggap sebagai pengkhianat apabila mereka menyerang musuh dari Kerajaan Azeroth?
Berbeda dari para prajuritnya, Guliger tiba-tiba mulai sedikit mengerti rencana Myro sehingga ia memiliki firasat buruk.
"Baron Myro dari Kerajaan Azeroth, apa maksud anda? Jangan lupa kita adalah musuh, menyerang mu yang merupakan musuh Kerajaan Orc-Goblin bukanlah tindakan pengkhianatan! Jangan mencoba menjebak Jendral Guliger kami melalui perkataan mu itu, kesetiaan Jendral Guliger kepada Kerajaan Orc-Goblin tidak perlu diragukan lagi!", teriak seorang kapten di pasukan Guliger yang merasa Myro sudah gila.
__ADS_1
"Apakah kau yakin?", kata Myro tersenyum aneh "Kalau begitu biarkan aku menunjukkan kepada kalian alasan aku mengatakan semua itu barusan!".