
Myro memang berencana membersihkan Count Horganef apabila ia belum berubah pikiran mengenai Myro, tapi setidaknya bukan sekarang.
Walaupun berhasil mengalahkan Raja Diamant I dan membawa Kelrun kembali untuk dimakamkan yang membuat nama Myro terkenal di seluruh kerajaan, namun ia mengerti bahwa dirinya belum bisa menjadi raja sekarang.
Bagaimanapun dipikiran banyak penduduk Kerajaan Azeroth dan Kerajaan Diamant, hanya ada Raja Azeroth.
Raja Diamant I dapat naik tahta sebab ia merupakan anak dari Raja Azeroth V, oleh karena itu ia tidak mendapatkan perlawanan apapun.
Myro berbeda, ia tidak mempunyai darah kerajaan atau apapun sehingga orang-orang sekarang baru menganggap Myro kuat, tapi belum cukup dianggap sebagai raja.
Apa yang Myro butuhkan adalah 1 hal yang mampu mendorongnya menjadi raja dan menerima pengakuan banyak penduduk, terutama penduduknya sendiri.
Masalahnya Myro tidak mengetahui, apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan 1 hal yang mendorong pengakuan penduduk.
Paling tidak apa yang perlu Myro lakukan sekarang adalah terus mempertahankan wilayahnya dan aliansi, lalu bertarung serta menahan serangan dari 2 kerajaan sampai ia menerima pengakuan penduduk sebelum menjadi raja.
Memikirkan masalah tersebut, Myro kembali berkata kepada semua orang "Aku berterima kasih atas kebaikan semua orang, tapi aku dan pasukan ku baru kembali dari medan perang sehingga kami harus bergegas menuju Kota Loth supaya bisa beristirahat secepat mungkin. Jika Jendral Kalikav dan Count Horganef tidak keberatan, bagaimana kalau ikut bersama kami menuju Kota Loth? Pada waktu yang sama, aku juga berecana memakamkan Jendral Kelrun".
Count Horganef berencana menolak sebab ia merasakan krisis, dirinya harus meningkatkan kekuatan secepat mungkin atau mencari bantuan lain supaya dapat menahan perkembangan Myro.
Namun sebelum Count Horganef menolak, Kalikav segera berkata "Kami tentunya ikut, aku benar bukan, Count Horganef? Lagipula aku dan kau merupakan bangsawan dan jendral dari kerajaan sehingga Jendral Kelrun merupakan rekan kita, sebagai rekan, kita tentunya harus melihat waktu terakhir Jendral Kelrun sebelum dimakamkan. Selain itu Tuan Duke, anda tidak harus memanggilku jendral, anda boleh memanggilku Kalikav! Lagipula dibandingkan posisi jendral wilayah yang aku miliki, aku masih berada di bawah sosok kuat seperti Duke dengan gelar".
Count Horganef tersenyum pahit, perkataan Kalikav barusan berarti tidak memberinya kesempatan untuk menolak.
Jika ia menolak, semua orang akan menganggap Count Horganef tidak peduli terhadap rekannya yaitu Kelrun, orang-orang akan menganggap ia bersikap dingin.
__ADS_1
Padahal kekuatan di tangan Count Horganef sebagian besar berasal dari bangsawan yang percaya bahwa ia orang baik, apabila bangsawan yang mendukungnya mulai berhenti karena menganggap ia dingin, Count Horganef akan kehilangan sepenuhnya kekuatan melawan Myro.
Oleh karena itu, Count Horganef berkata sambil tersenyum yang terlihat sangat palsu "Tentu, aku akan datang melihat waktu terakhir Jendral Kelrun sebelum dimakamkan".
"Baiklah, ayo berangkat menuju Kota Loth!", kata Myro tersenyum lebar dan memberi penilaian baru terhadap Kalikav.
Tentunya bukan hanya Count Horganef yang menyadari tindakan Kalikav barusan, Myro juga menyadarinya mengenai Kalikav yang membantu Myro.
Jadi di mata Myro sekarang, posisi Kalikav menjadi semakin baik. Meskipun Myro tetap meletakkan beberapa anggota markas untuk mengawasi Kalikav agar siap terhadap keadaan terburuk, tapi setidaknya Myro cukup mempercayai Kalikav sekarang.
Tidak membuang waktu lagi, semua orang bergegas menuju Kota Loth.
Kalikav, Loir dan Count Horganef membiarkan sebagian besar pasukan mereka pergi ke wilayah mereka masing-masing, bagaimanapun mereka berencana menuju Kota Loth sehingga tidak mungkin membawa pasukan yang berjumlah sekitar 300.000 ini.
Sekalipun Myro tahu mereka tidak akan menyerang, sulit memberi makan 300.000 oleh sebuah kota.
Setelah itu, mereka bergerak menuju Kota Loth.
...----------------...
Pada hari ke 5 ketika peperangan antara Myro melawan Raja Diamant I berakhir, mereka mulai tiba di Kota Loth.
Myro harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan sebab jumlah pasukan yang mereka bawa terlalu banyak, jika Myro sendirian bersama beberapa pengawalnya seperti Yorou, mereka bisa tiba di Kota Loth lebih cepat.
Saat tiba di depan Kota Loth, gerbang kota segera dibuka setelah para penjaga disana memastikan orang yang datang benar-benar Myro.
__ADS_1
Tetapi ketika pasukan penjaga kota siap menyambut kedatangan pasukan Myro dan penduduk telah berbaris di sisi kiri serta kanan jalanan kota untuk menyambut kemenangan prajurit dengan meriah, seorang wanita berusia sekitar 50 tahun dan wanita muda yang kemungkinan besar adalah anaknya berusia 10 tahun berjalan menuju tengah gerbang kota yang terbuka.
Tindakan mereka yang berdiri di tengah gerbang kota tentunya menghalangi pasukan Myro yang baru akan kembali menuju Kota Loth sehingga pasukan Myro berhenti, Myro yang ada di depan pasukan menatap 2 wanita tersebut hati-hati sedangkan Yorou bergerak memegang pedangnya.
Walaupun Yorou merasakan 2 wanita tersebut sama sekali tidak mempunyai kekuatan apapun dan bukan pembunuh, ia tetap harus berhati-hati jika 2 wanita ini menargetkan untuk membunuh Myro yang menyebabkan mereka menyamar sebagai ibu dan anak.
Pasukan penjaga Kota Loth kaget, mereka bergegas menuju ibu dan anak tersebut untuk membawa mereka pergi agar tidak menghalangi jalan Myro bersama pasukannya.
Tetapi ketika para penjaga siap membawa mereka pergi, ibu dan anak tersebut melangkah maju ke depan Myro di bawah tatapan tajam Yorou sebelum berlutut di tanah.
Wanita berusia 50 tahun menangis "Aku berterima kasih kepada Tuan Duke Kemenangan karena telah membawa mayat suamiku kembali menuju Kerajaan Azeroth untuk dimakamkan sebagai seorang prajurit! Aku tidak memiliki apapun lagi agar bisa membalas kebaikan Tuan Duke sehingga aku hanya bisa berterima kasih! Terima kasih, Tuan Duke! Terima kasih--".
Anak perempuan di sisi lain ikut menangis "Terima kasih Tuan Duke, ayah pasti senang dapat kembali menuju Kerajaan Azeroth!".
Semua orang terkejut mendengar perkataan ibu dan anak itu, Myro yang memastikan identitas mereka turun tanpa ragu dari kudanya lalu membantu ibu serta anak tersebut berdiri "Kalian tidak perlu berlutut atau berterima kasih, aku adalah bangsawan dari Kerajaan Azeroth sehingga aku tidak bisa duduk diam mengetahui sosok pahlawan seperti Jendral Kelrun digantung layaknya pemberontak. Tidak, walaupun aku bukan bangsawan sekalipun, aku tidak akan setuju jika mengetahui sosok pahlawan seperti Jendral Kelrun diperlakukan seperti ini. Kalian tidak perlu berterima kasih hingga berlutut seperti ini! Bukankah di utara kerajaan lebih dingin dibandingkan timur atau bagian tengah kerajaan? Kalian mungkin akan sakit apabila terus berlutut, bawakan pakaian hangat kesini!".
Prajurit di belakang Myro mengangguk dan bergegas pergi mengambil pakaian hangat.
Mendengar apa yang Myro katakan, istri dan anak Jendral Kelrun semakin menangis.
Istri Jendral Kelrun berkata penuh rasa terima kasih "Tuan Duke, anda benar-benar orang-orang yang baik! Sejak suamiku pergi, semua orang memperlakukan kami dengan dingin! Baik raja yang selalu dipercaya suamiku ataupun teman-teman bangsawan dan pejabat yang ia kenal, semuanya bersikap dingin serta menolak bertemu kami seakan-akan memperlakukan kami layaknya bencana. Hanya anda yang tetap memperlakukan kami dengan baik seperti ini, Tuan Duke, terima kasih!".
Anak Jendral Kelrun ikut berkata "Tuan Duke sangat baik terhadap kami, suatu hari nanti, aku pasti membalas kebaikan yang anda berikan kepadaku, ayah dan ibu!".
Melihat anak berusia 10 tahun itu, Myro tersenyum dan memegang kepalanya dengan lembut "Kau tidak perlu berterima kasih kepadaku! Kalau kau memang berencana berterima kasih kepadaku, maka kau hanya perlu melakukan 1 hal yaitu hiduplah sebaik mungkin agar ayah serta ibumu akan senang! Kau harus hidup sebaik mungkin, mencari pekerjaan, mempunyai keluarga, dan hidup dengan damai sambil membantu ibumu supaya ayahmu tidak perlu khawatir lagi. Apakah kau dapat melakukannya?".
__ADS_1
Anak Kelrun mengangguk tegas "Aku pasti membantu ibuku!".
Myro mengangguk dan tersenyum. Melihat ibu serta anak di depannya yang sangat berterima kasih hingga menangis karena Myro telah membawa Kelrun kembali membuat Myro merasa, bahwa semua yang ia lakukan sampai-sampai harus menyerang Kerajaan Diamant bukan pilihan yang salah.