
Malam hari di Kota Folk.
Setelah kota Folk jatuh ke tangan musuh, para penduduk baik Orc ataupun goblin sama sekali tidak berani pergi dari rumah mereka. Bagaimanapun ini adalah perang, jika pasukan musuh tiba-tiba mulai membunuh para penduduk maka mereka tidak bisa melawan sedikitpun. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk tetap bersembunyi di rumah mereka selama seharian ini.
Pada malam hari, keadaan di kota menjadi semakin diam tanpa ada orang di jalan-jalan Kota Folk kecuali para pasukan Myro yang sedang berjaga di sekitar kota.
Lagipula Myro baru merebut kota ini, ada kemungkinan musuh akan kembali menyerang yang membuat penjagaan harus ditingkatkan. Terutama apabila para penduduk memberontak, Myro harus berhati-hati di wilayah milik musuh.
Walaupun Myro sudah merebut Kota Folk, penduduk disini bukan manusia sehingga mereka pasti sulit menerima keberadaan Myro sebagai pemimpin. Jadi, kemungkinan pemberontakan sangat besar.
Di sebuah rumah terbesar pada Kota Folk, meskipun rumah ini masih kalah besar dari Villa Myro di Kota Loth.
Myro sedang berbaring di tempat tidur utama, para Penjaga Praetorian berjaga di seluruh bangunan serta Lopen secara langsung berdiri di depan pintu kamar Myro. Selama ada sesuatu yang aneh terjadi pada Myro, Lopen bisa langsung bergerak.
Myro menatap langit-langit kamarnya sambil berpikir, walaupun tubuh Myro lelah tapi ia merasa tidak bisa beristirahat. Mereka sedang berada di wilayah musuh, belum lagi masih ada perang panjang di depan mata mereka, hal ini membuat Myro sangat khawatir.
Sebelumnya, mereka bisa menang dari 10.000 pasukan Kerajaan Orc-Goblin akibat bantuan dari senjata-senjata yang dibuat Torn seperti lembing, tombak, dan dibantu Formasi Phalanx.
Tetapi mereka sekarang berada di wilayah bersalju serta merupakan tempat kekuasaan musuh, sangat sulit untuk memakai lempar lembing di tengah wilayah salju, bahkan panah Kavaleri Mongol menjadi kurang efektif. Ren memang sudah menyiapkan rencana memakai pasukan Kota Folk sebagai tameng, namun Myro tahu perang kali ini kemungkinan besar akan menimbulkan banyak korban juga di pihaknya.
Ketika Myro sibuk mengkhawatirkan langkah mereka ke depannya sampai hampir tertidur, tulisan Dunia di tangan Myro bersinar.
Merasakan perubahan pada Dunia, Myro langsung duduk di tempat tidurnya.
Lalu, Myro menatap tulisan Dunia di tangannya, sebuah informasi muncul di kepala Myro.
__ADS_1
"Karena aku sudah berhasil melakukan serangan ke wilayah kerajaan lain, bukan bersama orang lain seperti pangeran lagi. Selain itu aku juga berhasil merebut sebuah kota, Dunia memberiku kesempatan memanggil 1 tipe pasukan dengan jumlah yang tidak diketahui serta seorang jendral yang tingkatnya juga tidak diketahui?", gumam Myro setelah mendapat informasi dari Dunia.
Tidak lama kemudian, wajah Myro menjadi senang. Meskipun jumlah dan tipe pasukan yang dipanggil tidak diketahui, begitu juga dengan jendral yang memimpin pasukannya, tapi Myro yakin keberadaan pasukan baru ini pasti sangat membantunya.
Kavaleri Mongol, Penjaga Praetorian, Ksatria, dimana dari semua pasukan ini yang bukan pasukan elit?
Saat Myro berdiri dari tempat tidurnya dan berencana pergi memanggil pasukan baru, Myro menghentikan langkah kakinya. Ia tiba-tiba mengingat sekarang sudah sangat malam, tidak baik memanggil pasukan baru sekarang.
Lebih baik menunggu sampai besok pagi sebelum memulai panggilan, ia juga harus memberitahu Falka dan Ren untuk mengamati pasukan yang baru dipanggil.
Memikirkan semua itu, Myro kembali berbaring di tempat tidurnya dengan perasaan penuh semangat terhadap pasukan yang bisa ia panggil besok.
...----------------...
Myro bangun pagi-pagi sekali ketika matahari belum terbit, walaupun mata Myro merah serta ia terlihat seperti orang yang kurang tidur, Myro sama sekali tidak peduli.
Bagaimanapun Myro tidak tahu berapa banyak pasukan yang ia panggil kali ini, lebih baik berhati-hati.
Myro memberitahu Lopen agar memanggil Falka, Retya dan Ren datang ke rumahnya. Sebagai rumah orang terkaya di Kota Folk yaitu rumah walikota, tempat ini memiliki tempat yang cukup luas. Tidak ada masalah memanggil 2000 pasukan sekalipun di lapangan rumah ini.
Berjalan menuju lapangan yang ditutupi salju, Myro menghela nafas berupa uap putih. Suhu di tempat ini terlalu dingin, apalagi matahari belum terbit yang membuat suhu Kota Folk masih sangat rendah.
Sebenarnya Myro merasa kedinginan juga, namun ia terlalu bersemangat untuk memanggil prajurit baru sehingga ia tidak terlalu memperdulikan rasa dingin.
Tidak lama kemudian, Falka, Retya dan Ren datang bersama Lopen menuju lapangan.
__ADS_1
Falka sama sekali tidak memakai baju hangat di tubuhnya, cuaca salju ini nampaknya tidak bisa membuat Falka kedinginan.
Melihat Myro di tengah lapangan, Ren berjalan mendekat "Tuan, kenapa anda tidak beristirahat lebih lama lagi? Wajah anda terlihat lelah. Apakah tuan khawatir masalah membuat para tahanan bekerja sama dengan kita? Kalau begitu tuan tidak perlu khawatir, Ren sudah menyelesaikan masalah ini".
Myro melambaikan tangannya "Aku tidak khawatir mengenai masalah itu, aku tahu kau pasti bisa melakukannya. Aku memanggil kalian kesini karena alasan lain, saat ini pasukan baru akan kembali dipanggil. Aku tidak tahu jenis pasukan yang dipanggil serta jumlahnya, namun keberadaan pasukan baru pasti sangat membantu kita di perang ini".
Mendengar apa yang Myro katakan, wajah semua orang menjadi bersinar. Sekarang adalah keadaan paling sulit mereka, jadi kemunculan pasukan tambahan pasti sangat membantu selama mereka setia kepada Myro.
Tanpa membuang waktu lagi, Myro mengulurkan tangannya ke depan.
Tulisan Dunia di tangan Myro bersinar, tapi sinar tersebut tidak terlalu terang sehingga tidak akan menarik perhatian terlalu banyak orang.
Belum lagi rumah walikota saat ini sedang dijaga sepenuhnya oleh Penjaga Praetorian yang bekerja sama dengan Kavaleri Mongol, tidak ada seorangpun yang dibiarkan mendekat sebab Dunia adalah rahasia serta senjata terbesar Myro.
"Aku harap pasukan yang muncul adalah infanteri", gumam Ren, sekarang mereka lebih membutuhkan infanteri daripada kavaleri.
Kavaleri tidak cocok untuk merebut benteng yang memiliki tembok kota dari bumi, kuda yang mereka gunakan tidak memiliki keuntungan terhadap tembok kota yang membuat kavaleri lebih cocok bertarung di lapangan luas.
Oleh karena itu, keberadaan pasukan yang dibutuhkan Myro sekarang adalah infanteri.
Cahaya di tangan Myro mulai menghilang, sosok sekitar 1000 pasukan berbaris tertib di depan Myro.
Pasukan ini memakai helm besi yang hampir menutupi seluruh kepala mereka kecuali di bagian wajah, ada sebuah perisai berbentuk persegi panjang di tangan mereka dan pedang pada tangan yang lain.
Namun apa yang paling menarik perhatian Myro bukan perlengkapan mereka, melainkan sebuah bendera dengan bentuk elang bewarna emas yang ada di tengah-tengah pasukan.
__ADS_1
Jika berbicara mengenai pasukan yang membawa bendera elang emas, Myro hanya bisa memikirkan 1 pasukan yaitu Legiun Romawi.