
Myro sedikit kaget terhadap tindakan Herfu, siapa yang berpikir jendral perbatasan tua yang keras kepala, Herfu akhirnya memutuskan untuk setia.
Bisa dikatakan Myro telah mencoba berkali-kali untuk mendapatkan kesetiaan Herfu sebab ia mempunyai 100.000 pasukan yang setia, bukan setia kepada Kerajaan Azeroth melainkan setia kepada Herfu.
Selama Herfu setia kepada Myro, berarti 100.000 pasukannya akan ikut setia.
Masalahnya Herfu terlalu keras kepala dan sombong, ia selalu menolak tawaran Myro tidak peduli apa yang dikatakan Carla dan Loir.
Walaupun ia tetap membantu Myro akibat bujukan anak dan cucunya, tapi ia tidak pernah benar-benar setia kepada Myro yang membuatnya selalu khawatir, berbeda dari Tarka yang memilih setia dari awal.
Melihat Herfu yang akhirnya setia, Myro tersenyum "Aku menerima kesetiaan mu, Jendral Herfu! Kalian boleh berdiri, aku tidak akan menggunakan kalian sebagai tameng di barisan paling depan melainkan kita harus membuat rencana terbaik untuk menyerang Kota Bern dan membawa mayat Kelrun dengan kerugian paling sedikit".
Herfu berdiri yang diikuti 100.000 pasukannya "Yang mulia, anda boleh memanggilku Herfu! Seperti yang aku katakan, sejak aku memutuskan mengikuti anda, aku sudah membuang semua posisi dan jabatan ku sebagai jendral perbatasan. Selain itu, tuan tidak perlu khawatir, Herfu bersama 100.000 pasukan milikku akan melakukan yang terbaik sesuai rencana tuan".
Mendengar Herfu memanggilnya sebagai yang mulia, Myro melambaikan tangannya "Aku belum menjadi raja, kau tidak harus memanggilku yang mulia".
"Anda belum menjadi raja, bukan tidak akan menjadi raja. Oleh karena itu, apa salahnya memanggil anda yang mulia lebih cepat?", kata Herfu tanpa keraguan "Dibandingkan seorang anak yang menjadi raja akibat warisan ayahnya padahal ia tidak mempunyai keberanian melawan kakaknya, sedangkan kakaknya yang kejam dan kuat tapi tidak mempunyai kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya. Anda jauh lebih cocok dipanggil yang mulia daripada mereka".
Myro harus mengaku, Herfu tetap keras kepala sekalipun telah setia kepada Myro.
Nampaknya setelah ia mengakui Myro, Herfu sudah menganggap Myro sebagai raja. Mengingat seberapa keras kepala Herfu, kemungkinan besar ia tidak akan berhenti memanggil Myro sebagai yang mulia.
Oleh karena itu, Myro tidak terlalu memikirkan masalah ini lagi. Seperti yang Herfu katakan, cepat atau lambat ia akan menjadi raja, apa salahnya jika Herfu memanggil Myro menjadi yang mulia lebih cepat?
Ketika Myro sedang memikirkan masalah ini, suara langkah kaki prajurit yang mendekat terdengar.
__ADS_1
Myro menatap ke arah suara langkah kaki tersebut untuk menemukan Retya bersama Pasukan Kemenangan. Lebih tepatnya bukan hanya mereka, melainkan ada banyak pasukan lain di sekitar Retya.
Beberapa sosok segera berlutut di depan Myro.
"Tuan, Retya telah membawa 50.000 Pasukan Kemenangan, kami siap membantu tuan menyerang Kota Bern!", kata Retya.
Falka yang ada di samping Retya ikut berkata "Tuan, Falka memutuskan ikut bersama tuan! Aku membawa 10.000 Kavaleri Mongol dan 20.000 pasukan Provinsi Kemenangan".
"Aclan siap membantu tuan", teriak Aclan "Aku bersama Garwein dan Fred membawa 7000 ksatria untuk membantu tuan".
"Garwein akan mengikuti tuan menyerang Kota Bern!", teriak Garwein.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantu tuan", kata Fred.
Yuki berkata "Tuan, Yuki dan 2000 samurai akan membantu tuan serta bertindak sebagai katana tuan di medan perang!".
"Walaupun aku tidak bisa membantu tuan di medan perang, tapi selama tuan pergi, biarkan aku dan Chi Sang Li bersama Penjaga Praetorian serta Podocheong yang menjaga Provinsi Kemenangan", kata Lopen.
"Apa yang Lopen katakan benar, tuan bisa pergi berperang tanpa khawatir tentang wilayah tuan", kata Chi Sang Li.
"Tuan, meskipun aku tetap tidak akan bisa menggantikan tuan di pertemuan aliansi, Feld pasti melakukan yang terbaik supaya tidak membuat tuan kecewa", kata Feld "Serahkan pertemuan aliansi kepadaku".
Akhirnya Ren melangkah maju di depan semua orang sebelum berlutut kepada Myro "Tuan, sampai sekarang aku tetap merasa keputusan yang tuan buat bukan keputusan terbaik! Ada banyak kerugian dari menyerang Kota Bern dan membawa mayat Kelrun, namun sebagai pengikut tuan, tugas kami adalah membantu tuan menyelesaikan apa yang menjadi tujuan anda. Oleh karena itu, biarkan Ren ikut membantu! Aku akan memakai semua kecerdasan ku untuk membantu tuan menyerang Kota Bern, kita pasti menang!".
Melihat seluruh orang tiba, Myro tersenyum dan menarik pedangnya "Terima kasih karena kalian semua sudah datang! Beberapa dari kalian mungkin bingung, kenapa kita harus menyerang Kota Bern? Jendral Kelrun bukan rekan kita atau orang yang setia kepadaku, kenapa kita harus membantunya? Kalian semua pasti bingung terhadap keputusanku, tapi biarkan aku memberitahu kalian alasan aku melakukan semua ini! Aku tidak bisa duduk diam melihat semua tindakan kejam yang dilakukan Raja Diamant I!".
__ADS_1
"Semasa hidupnya Jendral Kelrun melakukan yang terbaik bagi Kerajaan Azeroth, bahkan di antara kalian semua, mungkin terdapat orang yang pernah dilatih Kelrun sebelum ia menjadi jendral perbatasan! Tetapi Raja Diamant I tidak memperdulikan semua itu dan menggantung mayat Kelrun seperti seorang pemberontak hanya karena balas dendam! Anak, istri dan 35.000 pasukan Jendral Kelrun berlutut di istana, mereka tidak ragu berlutut di tengah cuaca salju tanpa peduli pada hidup mereka, tapi Raja Azeroth VI sama sekali tidak bertindak!".
"Raja Diamant I menolak melepaskan mayat Jendral Kelrun dan memakamkannya seperti seorang prajurit, Raja Azeroth VI menolak membawa kembali mayat Jendral Kelrun dari Kota Bern! Kalau mereka semua menolak, maka biarkan aku Myro Aras yang melakukannya! Jika Raja Diamant I tidak memiliki kebaikan untuk memakamkan mayat Jendral Kelrun seperti seorang prajurit, maka biarkan aku Myro Aras yang memberikan kebaikan ku untuk memakamkannya!".
"Apabila Raja Azeroth VI tidak memiliki keberanian membawa kembali mayat Jendral Kelrun dari digantung seperti pemberontak, maka biarkan aku Myro Aras yang memberikan keberanian ku untuk membawa kembali mayat pahlawan! Aku mungkin bukan bagian dari keluarga kerajaan, aku juga tidak mempunya posisi raja dan kekuatan yang sekuat Kerajaan Diamant ataupun Kerajaan Azeroth, namun aku memiliki kebaikan serta keberanian untuk membawa kembali mayat pahlawan! Semua prajurit ku, apakah kalian memiliki kebaikan yang sama denganku? Apakah kalian memiliki keberanian untuk menyerang Kota Bern? Jawab aku! Apakah kalian tidak keberatan melihat mayat seorang jendral yang baik digantung layaknya pemberontak? Apakah kalian tidak masalah mengetahui orang yang pernah melatih kalian menjadi prajurit diperlukan seperti pemberontak? Apakah kalian masih tidak keberatan mengetahui istri, anak dan 35.000 pasukan Jendral Kelrun mati akibat berlutut di tengah cuaca bersalju tanpa ada seorangpun yang berusaha membantu mereka?".
"Kami keberatan!", teriak pasukan di bawah Myro penuh semangat, terutama Pasukan Kemenangan.
Mereka dulunya berasal dari divisi 4 sehingga mereka pernah dilatih langsung oleh Kelrun dan mengetahui kebaikannya. Jadi mereka sangat marah, mengetahui jendral yang sangat baik seperti Kelrun diperlakukan sebagai pemberontak.
"Kalau begitu tarik senjata kalian, angkat bendera kalian! Tujuan kita adalah Kota Bern di Kerajaan Diamant, Aku Myro Aras menyatakan Perang Membawa Kembali Pahlawan di mulai! Biarkan Kerajaan Diamant melihat, kekuatan dan keberanian kita!", teriak Myro mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
"Serang!", teriak ratusan ribu prajurit penuh semangat.
Sebuah senyuman muncul di wajah Myro yang mengangkat pedangnya "Karena Raja Azeroth VI tidak bisa membantu harapan istri, anak dan 35.000 pasukan Jendral Kelrun untuk membawa kembali mayat sang jendral, maka biarkan aku yang melakukannya! Jendral Kelrun adalah jendral yang baik semasa hidupnya yang telah membantu banyak orang, kali ini kita merupakan orang yang akan membantunya, kita akan membawa kembali pahlawan dari barat Kerajaan Azeroth dan memberikan ia pemakaman yang seharusnya!".
Hari itu, sebuah berita yang meledak ke seluruh Kerajaan Azeroth dan Kerajaan Diamant yang membuat banyak orang tidak percaya.
Duke Kemenangan, Myro Aras membawa 200.000 prajurit elitnya melewati perbatasan wilayah utara Kerajaan Azeroth dengan Kerajaan Diamant.
Sekarang orang-orang menganggap tindakan Myro merupakan tindakan bodoh, mereka berpikir Myro hanya mencari kematian dengan pasukan sedikit itu untuk melawan Raja Diamant I yang bahkan Raja Azeroth VI tidak berani melawannya.
Namun di masa depan nanti, perang ini akan menjadi sebuah perang yang menjadi titik balik penting bagi Duke Kemenangan.
Ada banyak sekali julukan yang diberikan para ahli sejarah terhadap perang ini, tapi sebagian besar orang mengenalnya sebagai Perang Membawa Kembali Pahlawan.
__ADS_1